Tag Archives: Choi Siwon

The Reason part. 6 -Engaged-

thereasoncover

The Reason Chapter 6
Author :
• HanneulKim
Title :
• The Reason Chapter 6 (Engaged)
Category :
• Friendship, Yadong, NC-17,Chapter
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hyuna (OC/ Bukan HyunA 4minute ya… eh tapi, tergantung pemikiran kalian deh.. hehe J)
Other cast :
• Lee Sungmin
• Choi Siwon
• Find other
Warning!!! Typo bertebaran…. Siapkan hati dan fikiran anda… terutama kantong muntah…

Happy reading Guys :*

“Masa kanak- kanak bukan karena dilahirkan bagi usia tertentu dan pada usia tertentu anak bertumbuh, dan meninggalkan hal- hal kekanakan. Masa kanak- kanak serupa kerajaan, dimana tak ada yang meninggal.” –Edna St. Vincent Millay- Breaking Dawn-


Pria kecil itu menangis keras. Dia ingin berlari, namun tangan dan kaki yang terikat menyempitkan ruang geraknya. Dia hanya bisa diam dan menangis melihat kejadian dihadapannya.

“Eomma… jangan eomma… hikss” Suara kecilnya bergetar, menandakan dia sedang sangat takut.

“Diam kau, Kyuhyun! Atau eomma akan berbuat kasar padamu!” wanita paruh baya itu mulai menyuntikkan sebuah cairan pada IV yang tergantung pada tiang disudut tempat tidur.

“Ahra… maafkan eomma sayang! Eomma tak ingin kau menjadi jahat seperti eomma!” Suara wanita itu lembut dan menipu. Dia memperdalam suntikkannya.

‘tiitt…’

Suara dengungan memekakkan telinga terdengar begitu nyaring. Kyuhyun yang notabene-nya belum mengerti hanya bisa memejamkan kedua matanya. Pria kecil itu tidak tau apa yang terjadi saat itu. Yang dia tau hanya saat dia membuka mata, dia melihat ibunya tengah berbisik padanya.

Sebuah kalimat yang menjadi sebuah alasan yang membuat segalanya menjadi berantakan, dimasa depannya.

‘Jangan percaya pada satupun wanita, Cho Kyuhyun!’


Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Namun, pria itu lebih terlihat seperti tengah lari marathon bila dilihat dari butiran keringat yang menetes pada dahi lebarnya. Dia menghela nafasnya, menetralisir degupan jantung yang terus menghantuinya. Kemudian, pria itu menghapus keringat pada dahinya.

Kenangan kelamnya dimasa lalu terus menjadi bunga tidurnya. Entah faktor apa yang membuat pria itu seakan kembali mengulas lembaran usang yang melukai hidupnya, begitu dalam.

Kyuhyun mendudukkan tubuh jangkungnya. Mengalihkan pandangan pada tirai putih yang menghalangi pandangannya. Dia menghela nafas lagi, perasaan bimbang melingkupi hatinya. Akankah ia membagi lukanya pada gadis itu?? Atau menyimpannya sendiri seolah tak ada yang terjadi?? Dia pun tak tahu apa yang harus ia lakukan. Selama ini dia bisa mempercayainya karena dialah satu- satunya perempuan yang mampu ia percayai.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi disudut kamar, mencoba melunturkan kebimbangannya dengan guyuran air dingin pada kulit pucatnya.
.
.
Suara dentingan antara sendok, garpu dan piring menggema diruang makan pagi ini. Meramaikan suasana hening yang sangat kental. Ya, sarapan pagi hari itu masih seperti biasanya, hening dan bersahaja sebelum sang kepala keluarga memecah keheningan.

“Sayang, bagaimana persiapan pertunangan Kyuhyun??” Pria tua itu bertanya pada wanita yang mungkin jauh lebih muda darinya mengenai pertunangan putra mereka. Pertunangan Kyuhyun yang hendak dilaksanakan empat hari lagi.

“Semuanya sudah beres, yeobo.. Tinggal bagaimana tradisi yang akan dilaksanakan oleh Kyuhyun.” Pria itu menganggukkan kepalanya ringan dan menatap Kyuhyun yang –sepertinya-tidak- peduli atau tidak- mengerti- tentang apa yang mereka bicarakan.

“Kyuhyun! Bagaimana dengan mengunjungi makam nenek, ibu dan kakakmu?? Apa kau sudah melaksanakannya??” Kyuhyun menatap ayahnya.

“Haruskah aku melakukan itu??” Ucapnya.

“Tentu saja, kau harus meminta restu dari mereka!” Jelas ayahnya. Kyuhyun mungkin sedikit keberatan dengan satu tradisi itu.

“Kau juga harus membawa Hyuna bersamamu, jangan lupa kunjungi juga makam nenek dan kakenya!” Tambahnya lagi. Sebenarnya, tak ada yang salah dari tradisi itu. Yang salah adalah kehidupan masa kecilnya yang membuatnya harus berfikir ulang untuk terdorong lebih dalam. Yang akan membuat hidupnya lebih sulit lagi.


‘Jangan percaya pada satupun wanita, Cho Kyuhyun!’

Pria kecil itu terdiam, membiarkan otaknya memprogram apa yang diucapkan ibunya begitu saja. Dia tentu sama dengan anak- anak lain, mempercayai ibunya bagaimanapun kondisi yang tengah terjadi. Anak- anak akan selalu mengikuti apapun instruksi ibunya. Begitulah hukum alam!

Wanita itu kembali berjalan mendekati putrinya yang tengah terbujur kaku. Meskipun suhu tubuhnya masih hangat, namun jiwanya telah direnggut paksa dari tubuh mungilnya. Artinya dia telah tiada. Wanita itu mengusap surai coklat putrinya lembut, kesedihan tersirat dari matanya yang memerah.

“Kyuhyun sayang, maafkan eomma. Eomma tak bisa membawamu bersama kami sayang, karena kau sangat mirip dengan wajahku! Dan itu akan selalu mengingatkannya tentang kehadiranku dan Ahra! Selamat tinggal sayang…” Wanita itu berbaring disamping jasad putrinya dan meneguk sebuah cairan bening.

Dia tertidur dalam damai, meninggalkan Kyuhyun yang mungkin belum mengerti apa yang terjadi saat itu dalam diam. Lelehan tangis dipipinya mengering, dia masih diam hingga suara pintu yang terbuka, menampilkan wajah terkejut ayahnya.

“Kyuhyun!! Apa yang terjadi?!” Pria itu sungguh terkejut. Sebuah pemandangan dimana Kyuhyun dengan tangan dan kaki yang terikat, suara dengungan pendeteksi detak jantung dan yang terakhir… Jikyung-ibu Kyuhyun- yang tengah tertidur disamping putrinya.

“Kyuhyun!! Katakan pada Appa, apa yang terjadi?!”Pria itu setengah berteriak pada Kyuhyun. Mendekati putranya dan melepaskan satu per satu ikatan yang melekat pada tubuh putranya. Kemudian dia mendekati ranjang rumah sakit, dimana anak dan mantan istrinya tengah terbaring damai. Mendengar bunyi dengungan yang terus menggema, pria itu lantas berlari keluar mencari bantuan. Pria itu meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam dalam keterpurukannya.

Ayahnya kembali dengan beberapa orang berseragam putih. Mereka tampak panik dan sibuk dengan dua jasad yang terbaring damai diatas ranjang. Pria tua itu lantas membawa Kyuhyun keluar setelah mendengar intruksi dari salah satu orang tadi. Membawa pria kecil itu pada kursi tunggu yang terdapat diluar ruangan.

“Kyuhyun!! Katakan pada appa, apa yang terjadi didalam???” Suaranya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.

“Eomma bilang, dia akan pergi bersama noona….” Jawab Kyuhyun apa adanya. Pria itu mengusap wajahnya kasar. Dia terlihat begitu frustasi sekarang.

Salah satu dokter keluar dengan wajah yang mungkin tampak sangat menyesal. Pria berseragam putih itu mendekati Kyuhyun dan ayahnya yang tengah saling menatap.

“Maaf tuan Cho, istri dan putri anda telah berpulang kepada- Nya…” Appa Kyuhyun terdiam mematung. Sementara Kyuhyun kecil tengah mencerna kalimat dokter itu.

‘Kata Ssaem.. meninggal itu artinya orang yang kita sayang akan pergi kesebuah tempat yang sangat jauh. Dan kita tak akan pernah bisa menemuninya lagi selama- lamanya…’


Kyuhyun duduk diam dengan semua pikiran yang melingkupi hatinya. Pria itu sedang mengatasi ke-galau-annya tentang tradisi keluarga itu. Dia tak mungkin akan terus terpuruk dalam kenangan masa kecilnya, bukan? Pria itu telah berjanji akan berubah demi segalanya. Termasuk pengorbanan satu- satunya wanita yang bisa ia percayai.

Kyuhyun melangkah gontai menuju pintu kamarnya. Pria itu menatap kearah jendela sebentar sebelum melanjutkan langkahnya yang tertunda. Kali ini tekadnya sudah bulat, dia harus mengalahkan masa lalunya dan mulai menyusun rangkaian masa depan yang baru.
.
.
Hyuna melangkah dengan cepat, kaki pendeknya cukup bisa diandalkan. Menuruni tangga merupakan sesuatu hal yang juga cukup sulit untuk dilakukan, mengingat kaki- kakinya yang kecil itu. Tapi yang ada difikirannya bukanlah kaki- kaki pendeknya itu, melainkan seseorang yang dirindukannya.

Jantungnya berdetak cepat, seakan ingin lepas dari tempatnya. Pria itu terlihat sangat tampan, mungkin bertambah tampan sejak terakhir kali dia menemui pria itu dua hari yang lalu. Matanya tak berniat untuk berkedip, menikmati pemandangan indah di hadapannya.

“Hyuna- ya…” Panggilnya. Pria itu memamerkan senyum manis yang membingkai rahang tegasnya.

“Mworago????” Tanya Hyuna dingin. Gadis itu mencoba untuk sedikit menekan rasa rindu yang ingin diluapkannya pada pria yang tengah berdiri sejauh ± 3 meter darinya itu. Sementara pria itu hanya terkekeh pelan, dan berjalan mendekati Hyuna.

“Tidakkah kau merindukanku??” Godanya. Hyuna menundukkan kepalanya saat pria itu semakin mendekat kearahnya.

“Menjauhlah dariku, Cho Kyuhyun!” Hyuna mundur selangkah saat Kyuhyun berada dihadapannya.

“Kenapa?? Apa salahku, sayang???” Hyuna mendengus mendengar nada suara Kyuhyun yang terdengar menjijikkan. ‘Apa pria itu juga mengumbar suara yang seperti itu saat bersama Sungmin??’ pikirnya.

“Entahlah…” Jawabnya dingin. Hyuna memilih berlalu dari hadapan Kyuhyun. Namun, tangan pucat itu menghentikan langkahnya dengan menarik salah satu lengan Hyuna.

“Tunggu dulu! Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat….” Kyuhyun menarik tangan Hyuna menuju kearah dapur. Mereka berpamitan pada seorang yeoja paruh baya yang tengah sibuk dengan peralatan dapurnya.

Eommonim... bolehkan aku meminjam Hyuna sebentar?? Ada suatu hal yang harus dilakukan…” Ucapnya sopan. Wanita paruh baya itu menghentikan kegiatannya dan menatap mereka.

“Bagaimana jika kalian makan siang dulu?? Ibu sedang memasak sesuatu…” Tawar ibunya. Kyuhyun melirik kearah arloji yang tersemat dipergelangan tangan kirinya. Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi.
“Ah… kami tidak akan lama, eommonim. Hanya satu hal kecil yang harus dilakukan sebelum pertunangan, tradisi keluarga Cho!” Ibu Hyuna mengangguk.

“Baiklah, tapi jangan pulang lebih dari jam 2 siang.. arraseo??” Kyuhyun mengangguk. Pria itu membungkukkan tubuhnya sebelum menarik Hyuna yang mematung dari tempat itu.
.
.
“Kenapa kita kesini, Kyu??” Tanya Hyuna saat mereka telah sampai pada sebuah tempat pemakaman umum di pinggiran kota Seoul.

“Kita harus meminta restu dari nenek dan kakekmu, sayang!” Jawab Kyuhyun. Pria iru masih sempat menggoda gadis disampingnya itu dengan sebutan ‘Sayang’ yang terdengar menjijikkan.

Hyuna masih larut dalam fikirannya. ‘Pria itu mengajaknya ke pemakaman untuk meminta restu?? Apakah itu salah satu tradisi dikeluarga Cho yang dikatakannya??’. Karena terlalu larut dalam pikirannya, Hyuna bahkan tak sadar jika mobil yang ia tumpangi telah terparkir rapih di parkiran pemakaman. Kyuhyun membukakan pintu sisi penumpang dan membangunkan gadis itu dari alam khayalnya.

“Ayolah… tak ada waktu untuk berfikir lagi, aku sudah berjanji pada ibumu untuk pulang saat makan siang…” Kyuhyun mengamit lengan gadis itu setelah melepaskan safety-beltnya.

Mereka berjalan beriringan menuju komplek pemakaman yang penuh rumput hijau nan indah, meskipun image duka dan mengerikan masih sedikit melekat. Hyuna menatap sekelilingnya, dia sedikit lupa dimana letak pemakaman nenek dan kakeknya mengingat dia tak pernah memperhatikan sekitarnya saat mengunjungi kakek neneknya saat tahun baru.

Namun Hyuna tampak begitu kagum saat Kyuhyun mengajaknya ke makam nenek dan kakeknya yang berdampingan. Kyuhyun masih sangat ingat letak persis makam kedua orang yang telah tiada itu.

“Kyuhyun, bagaimana kau masih bisa mengingat letak makam kakek dan nenek??” Tanyanya takjub. Binar kagum terpancar dari matanya yang bulat namun sipit itu(?).

“Itu tidak penting, sayang. Yang penting sekarang, kita beri hormat dan meminta restu dari kakek dan nenek!” Hyuna mendengus sebal. Namun, akhirnya mereka membungkuk hormat bersama- sama sebelum Kyuhyun menyatakan niat dan meminta restu dari kedua orang yang telah tiada itu.
.
.
“Kyuhyun! Bukankah kita langsung pulang?? Kenapa kesini??” Kyuhyun menghentikan langkahnya. Dia menghembuskan nafasnya kasar sebelum berbalik menatap Hyuna yang terus berada dibelakang tubuhnya.

“Kenapa??” Hyuna mulai khawatir dengan minimnya respon yang Kyuhyun berikan. Pria itu terlihat sedang memikirkan sesuatu sebelum menjawab Hyuna dengan senyumannya yang terkesan sedikit dipaksakan.

“Kita harus kemakam Eomma dan noona dulu, kita juga harus meminta restu dari mereka..” Kyuhyun kembali menarik Hyuna menuju ke dua makam yang berdampingan. Kyuhyun terlihat sedikit kaku saat mereka telah benar- benar sampai dihadapan makam itu.

“Kyuhyun…” Hyuna bergumam. Dia meneliti Kyuhyun yang tampak sedikit kaku bila dibandingkan ketika mereka berada di makam kakek dan nenek Hyuna.

Kulit yang membungkus tengkoraknya kini kian memucat. Hyuna menarik salah satu tangan Kyuhyun dan menggenggam tangan itu erat. Kyuhyun tersentak pria itu beralih menatap Hyuna. Gadis itu tersenyum lembut saat menatapnya. Kyuhyun menguatkan dirinya untuk membalas senyuman itu.

“Annyeonghaseyo, eomma, noona!” Kyuhyun dan Hyuna membungkuk dihadapan ledua makam itu. Kyuhyun kembali diam, pria itu mencoba menghalau luka dihatinya sekaligus merangkai kalimat yang akan dia ucapkan.

“A… ak..” “annyeong, ahjumma… ani… eommonim. Annyeong eonnie. Naega Kim Hyuna imnida..” Hyuna memotong kalimat Kyuhyun dan memperkenalkan dirinya sendiri. Kyuhyun melirik kearah Hyuna dan gadis itu kembali tersenyum.

“Maafkan kami, baru mengunjungi makam kalian sekarang…” Hyuna membungkukkan badannya lagi. Kyuhyun hanya diam mematung.

“Pria disampingku ini tak pernah memberitahukanku mengenai tradisi keluarga Cho…” Hyuna menyikut lengan Kyuhyun yang sedari tadi membeku.

“Mianhae, eomma…” Kyuhyun membungkuk juga. Pria itu masih bingung dengan apa yang akan dikatakannya. Hyuna menggenggam tangan Kyuhyun lembut, mengalirkan semangat bagi Kyuhyun.

Pria itu mulai memperkenalkan Hyuna sebagai sahabat sekaligus calon istrinya. Pria itu tak lupa meminta restu unruk rencana pernikahan mereka.


23 desember 2014

Kediaman keluarga Kim terlihat ramai, suasana kekeluargaan yang kental sangat mendominasi rumah itu. Diruang keluarga, terlihat sebuah pohon natal dengan ukuran yang cukup besar menghiasi sudut ruangan. Pohon itu terbingkai dengan aksesoris cantik khas perayaan natal.

Beberapa orang mungkin akan berfikir bahwa malam itu tengah merayakan hari natal. Namun, pada kenyataan orang- orang disana tengah berkumpul untuk merayakan natal sekaligus melaksanakan pertunangan. Siapa lagi kalau bukan putri semata wayang keluarga mereka, Kim Hyuna.

Gadis itu sendiri tengah sibuk mengatur detak jantungnya sendiri. Tangan mungilnya sibuk memegangi bagian dada kirinya yang terus berdebar. ‘aku benar- benar harus memeriksakan jantungku sekarang…’ Pikirnya. Dia terus mengambil nafas dalam- dalam, sesekali memperhatikan penampilannya dihadapan kaca yang berukuran cukup besar didalam kamarnya.

Dia terlihat begitu cantik dan dewasa dengan gaun merah yang membalut tubuh kecilnya. Kaki- kakinya yang pendekpun terlihat sedikit panjang dengan tumpuan stilleto hitam pemberian ibunya.

“Kamu cantik kok, sayang…” Gadis itu menoleh kearah seorang wanita paruhbaya yang terhitung 7 hari lagi akan menjadi ibu mertuanya. Wanita itu tersenyum dibalik kulitnya yang mulai keriput.

“Ahh, ahjumma…” Hyuna tersipu malu. Pipinya terlihat lebih memerah daripada kepiting yang tengah direbus. Nyonya Cho tertawa pelan melihat reaksi yang diberikan calon menantunya itu.

“Jangan panggil aku ahjumma… panggillah aku eomma, sayang..” ucapnya lembut pada Hyuna. Gadis itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Mereka langsung berpelukan.

“ayo kita turun sekarang…. Kyuhyun telah menunggumu dibawah…” Hyuna mengangguk dan mereka berjalan beriringan.
.
.

“Cho Kyuhyun!” Seorang namja berparas imut itu menghampiri Kyuhyun, dan menepuk pundaknya pelan. Kyuhyun berbalik dan tampak terkejut dengan namja yang menghampirinya tadi.

“Hyung! bagaimana kau bisa sampai disini??” Kyuhyun memberikan tinju pelannya dipundak pria itu, kemudian mereka berpelukan.

“Tentu saja naik pesawat, bodoh! Tidak mungkinkan aku berjalan kaki kesini?? Jarak antara Korea selatan dan Amerika cukup jauh, bocah!” ucap pria tadi saat mereka melepas pelukan.

“Hahahaha! Kau terlihat lebih tinggi sedikit sekarang! Berapa banyak tisu yang kau pakai didalam sepatumu??? Yakk appo!” Kyuhyun meringis saat pria itu melayangkan tangan mungilnya ke kepala Kyuhyun.

“Makanya jangan sembarangan bicara, dasar?!” Kyuhyun memamerkan deretan giginya pada pria itu.

“hahahahahaha… Ryeowook Hyung, kau datang bersama siapa kemari..?? seingatku kau tidak pernah tau alamat ini, semenjak SMA kan kalian tidak pernah akur…” Tanyanya. Ryeowook hanya menggaruk belakang kepalanya.

“Itu….”
“Oppa!” sebelum Ryeowook menyelesaikan kalimatnya, seorang yeoja datang menghampiri mereka.

“Ah… Cho Kyuhyun! Bagaimana kabarmu??” Suara cempreng gadis itu mengembara diudara. Sementara Kyuhyun terlihat terkejut dan memperhatikan penampilan gadis itu dari ujung kaki sampai ke kepalanya. Dia merasa tak asing dengan gadis dihadapannya itu.

“Kau… sepertinya aku mengenalmu..” Ucap Kyuhyun. Gadis itu tersenyum saat Kim Ryeowook melingkarkan lengannya dipundak gadis itu.

“Tunggu dulu…” Kyuhyun berfikir sejenak. Mengingat masa- masa SMA mereka, gadis ini tampak mirip dengan salah satu teman dekat Hyuna saat itu.

“Kau Haeun kah?? Dan kalian… kalian pacaran??” Kyuhyun begitu terkejut saat mereka berdua menganggukkan kepalanya.

“Ohh… aku terkejut!” Mereka tertawa mendengar penuturan Kyuhyun. Kata terkejutnya berbanding terbalik dengan wajahnya yang datar.

“Kami juga terkejut saat menerima undangan itu, terlebih lagi melihat nama pasanganmu disana…” Ujar gadis itu.

“Ya… Ceritanya benar- benar panjang!” Ungkap Kyuhyun. Mereka tertawa dan berbincang mengenai masa- masa sekolah mereka.

“Bagaimana kalian bisa menjalin hubungan?? Bukankah kalian seperti ‘Tom and Jerry’ dimasa SMA??” Tanya Kyuhyun. Keduanya hanya diam dan tersenyum padanya.

“Ya… Ceritanya benar- benar panjang!” Jawab Haeun menirukan kata- kata Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun mendengus sebal dan pasangan itu tertawa. Kemudian mereka kembali bernostalgia. Mengingat masa- masa sekolah menengah atas itu.

“Kyuhyun, lihat itu… Apakah dia benar- benar Hyuna?” Ucap Kim Ryeowook saat melihat kearah tangga.

“Dia benar- benar cantik dan terlihat dewasa…” Puji Haeun melihat gadis itu menuruni tangga bersama Nyonya Cho. Sementara Kyuhyun hanya memberikan respon yang sangat biasa, mungkin hanya sedikit tatapan sayang yang ia berikan.

“Ya.. begitulah.” Jawab Kyuhyun seadanya. Hal itu membuat Haeun dan Ryeowook saling berpandangan. Mereka terlalu bingung dengan respon yang diberikan Kyuhyun.
.
.
“Kyuhyun…” Gadis itu memandangi cincin yang melekat indah dijari manisnya. Benda itu begitu berkilau ditengah malam yang tertutup salju.

“Hmmm??” Kyuhyun menjawabnya dengan bergumam. Pria itu sedang berkelahi dengan alam bawah sadarnya.

“Cincinnya cantik…” Puji gadis itu. Kyuhyun menoleh padanya dan tersenyum simpul.

“Tentu saja, bahkan kau saja kalah cantik…” Ucapan Kyuhyun membuat Hyuna mendengus sebal.

“Ya! Terserah.” Jawabnya singat yang membuat Kyuhyun kembali tertawa.

“Aku bercanda, eoh! Tentu saja lau sangat cantik hari ini…” Bisik Kyuhyun ditelinganya. Hal itu membuat jangtungnya berdebar cukup kencang. Namun, dalam sekeja[ berubah saat pria itu melanjutkan kalimatnya.

“Sama sekali tidak mirip dengan Hyuna, bahkan aku sempat mengira bahwa kau adalah ibuku…” Hyuna mendengus.

“Jadi maksudmu, aku seperti ibu- ibu??” Dengus Hyuna sebal. Pria itu tertawa pedih, mengingat sosok yang sangat dirindukannya sekaligus bagian dari masa kecilnya yang kelam. Mereka berdua akhirnya memilih diam saat tak ada satupun yang ingin melanjutkan pembicaraan.

“Kyuhyun…” Panggil Hyuna pelan. Kyuhyun menoleh, membuat pandangan mereka bertemu dalam satu garis lurus.

“Ada apa??”

‘Benarkah kau sanggup untuk belajar mencintaiku???’ Hatinya berseru. Namun, gadis itu lebih memilih diam dan menyimpan apa yang memenuhi hati dan fikirannya.

“Haruskah aku mulai memanggilmu oppa??” Pertanyaan yang –tanpa sengaja- keluar dari mulutnya membuat Kyuhyun terkikik pelan.

“Itu terserah padamu, tapi kumohon… kau tetaplah menjadi dirimu yang apa adanya..” Ucapan Kyuhyun membuat atmostfer udara disana menjadi bertambah dingin.

‘Akankah kau tetap menerimaku, bila aku menjadi diriku yang apa adanya??’

‘Aku akan menjadi diriku yang apa adanya, menjadi diriku yang mencintaimu…’

Bersambung…

Annyeonghaseo…
Gak terasa udah part. 6 aja hahahaha… padahal dulunya ff ini bakalan end di part 5 atau 6. Aku gak nyangka kalau ff ini akan memiliki part yang lebih banyak… hahahahaha
Bytheway, part 6 ini merupakan part terpanjang dan terlama yang pernah kutulis. Bayangkan… biasanya aku cuman bisa nulis 1600- 2020 kata, dan dipart ini mencapai 2808 kata…
Aduh udah gak tau mau ngomong apa lagi…–‘ yaudah aku boleh gak minta saran buat part- part selanjutnya?? Aku butuh saran agar ff ini menjadi lebih baik dilain hari (untuk saran ataupun kritik kalau bisa jangan disampaikan dalam kata- kata kasar ya…), hohoho..

Oh ya, mohon maaf yang sebesar- besarnya karena baru ngirim ff ini *bow, soalnya kemarin filenya sempat hilang dan akhirnya copy-annya ketemu hehehe

buat ff sambungan tell me Why?? akan segera dipublish hehehe

See you in part. 7 :* ;*

The Reason chapter. 4

image

Anak laki- laki berpakaian serba hitam itu tersenyum disisa- sisa tangisannya. Tangan kanannya tengah menggandeng seorang anak perempuan yang berusia sedikit lebih muda. Mereka berdua tersenyum sambil melangkahkan kaki mendekati keramaian.

Tentunya bukan keramaian yang biasa, keramaian disana dapat diartikan dalam suasana lain. Dimana semua orang berkumpul untuk membagi duka. Dimana kita juga dapat merasakan kesepian ditengah keramaian. Bisa disebut juga acara pemakaman.

Tak sedikit yang bersedih, termasuk Kyuhyun. Dia harus kehilangan ibu dan kakak perempuannya diusia muda. Dia sempat menangis dan menyendiri, namun seorang gadis kecil datang dan menghiburnya. Membuatnya melupakan dukanya untuk sesaat.

“Hyuna-ya… Kau darimana saja sayang??” Seorang wanita paruh baya itu menghampiri Kyuhyun dan gadis kecil bernama Hyuna itu. Beliau menampakkan raut khawatirnya pada bocah kecil yang tengah menggenggam tangan Kyuhyun.

“Eomma!! Lihat, namanya Cho Kyuhyun!!” Ucap anak kecil itu tanpa mengindahkan pertanyaan ibunya. Wanita itu menoleh kearah Kyuhyun yang tersenyum malu- malu padanya. Hati wanita itu sedikit tersentuh melihat Kyuhyun yang tengah tersenyum ditengah dukanya.

“Tentu saja eomma mengenalnya, sayang! Dia kan tetangga kita..” Hyuna membulatkan bibir mungilnya sambil menganggukkan kepalanya.

“Jadi, aku bisa bertemu Kyuhyun setiap hari??” Tanyanya dengan mata berbinar. Ibunya mengangguk dan tersenyum pada mereka.

“Cha… Kita harus memberi salam pada Cho ahjussi dulu…” Ucap wanita itu dan menggiring mereka pada kedua orang pria yang tengah berbincang.

“Appa..” Hyuna melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun dan mendekati salah satu pria berpakaian serba hitam itu. Namun, Hyuna berbalik lagi dan menggandeng tangan Kyuhyun. Menarik pria kecil itu mendekat dengan Ayahnya.

****

“Hei!! Kau mau kemana?!” Kyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku jacketnya. Memandang Hyuna yang sedang berlari kecil melewati rumahnya. Kyuhyun mendengus sebal saat tidak mendapat tanggapan dari perempuan itu.
“Yak!! Hyuna-ya!!” Mau tidak mau Kyuhyun harus mengejar gadis itu yang tidak menggubrisnya. Kyuhyun terus mengikuti gadis itu dari belakang.
“Hyuna-ya!!” Kyuhyun akhirnya berlari mendekati gadis itu. Menarik tangannya dan membuat Hyuna menghentikan langkah kaki pendeknya. Namun, Hyuna masih diam menatap lurus kearah jalanan. Lebih memilih mendengarkan lagu dari balik earphone yang menggantung ditelinganya.
Chankaman….” Kyuhyun menarik earphone itu dan mendapatkan tatapan mematikan dari gadis itu.
Wae?!” Hyuna berteriak kesal dihadapan Kyuhyun.
“Aniya…” Jawab Kyuhyun santai. Hyuna menghembuskan nafasnya kasar dan pergi berlalu dari hadapan Kyuhyun. Pria itu mengikutinya lagi.
“Maaf, Kyu! Aku sedang tidak dalam mood untuk… Hei!! Apa yang kau lakukan?!” Ucapnya saat Kyuhyun tiba- tiba menarik tangannya menuju mobil sedan yang terparkir cantik dihalaman rumah Kyuhyun.

“Ayo kita jalan- jalan!” Kyuhyun memaksa Hyuna untuk masuk kedalam mobilnya. Sementara gadis itu hanya mengerutkan wajahnya saat pria jangkung itu menutup pintu penumpang.
Suasana hening menemani mereka selama perjalanan. Hyuna hanya diam memandang butiran- butiran salju yang memenuhi torotoar. Kyuhyun lebih memilih berkonsentrasi pada jalanan yang cukup ramai. Hyuna yang kalut pada dunianya yang akan berubah tak lama lagi.
Ban mobil yang berhenti membuat Hyuna sadar akan lamunannya. Gadis itu menatap Kyuhyun yang keluar dari mobilnya, dan membukakan pintu penumpang untuknya. Hyuna hanya diam menatap Kyuhyun yang membawanya ke pinggiran sungai Han yang sedikit membeku.
“Turunlah, sayang!” Hyuna mengerutkan dahinya mendengar kata ‘sayang’ dari Kyuhyun. Pria itu mengulurkan tangannya pada Hyuna, gadis itu terdiam sebentar sebelum menerima uluran tangannya.
Wae?” Gumam gadis itu, Kyuhyunmenundukkan kepalanya menatap Hyuna.
“Kenapa kau membawaku kesini, Cho Kyuhyun??” Kyuhyun tersenyum pada Hyuna, kemudian memandang kearah sungai Han.
“Berteriaklah!!” Ucap Kyuhyun. Pria itu masih memandangi sungai Han. “Berteriaklah!” Ucapnya sekali lagi, dia memandang Hyuna yang mengerutkan dahinya. Gadis itu memngisyaratkan ‘Untuk apa??’.
“Ayo kita berteriak bersama, membuang semua masalah dan biarkan mereka ikut membeku bersama air sungai…” Pria itu memandang Hyuna.
“Dan memulai sesuautu yang baru bersama- sama!” Lanjutnya. Hyuna merekahkan senyumannya, dan memamerkan deretan gigi putihnya.
“Kajja!!” Jawab Hyuna antusias dan menarik Kyuhyun untuk lebih mendekat dengan aliran sungai.
“AKU MEMBENCIMU, CHOI SIWON!!!!”
“SEMOGA KAU BERBAHAGIA DISANA!!! AKU MEMBENCIMU!!!!” Dia berteriak dengan lantang, mengeluarkan segala perasaan yang mengganjal dihatinya. Dia berbalik dan menatap Kyuhyun yang tersenyum padanya.
“Sudah lebih baik??” Tanya Kyuhyun. Gadis itu mengangguk dan memeluk tubuh berisi Kyuhyun.
“Sangat… Aku sangat baik, Kyu! Terima kasih…” Ucapnya disela- sela pelukannya. Kyuhyun mengusap rambut dengan sayang.
“Ya… Aku menyayangimu!”

****

“Kyuhyun…” Kyuhyun menolehkan kepalanya pada gadis itu dan tersenyum lembut. Kemudian mencoba kembali fokus terhadap jalanan.
“Mwo??”
“Apa kau yakin??” Kyuhyun menolehkan kepalanya sekali lagi. Pria itu mengerutkan dahinya, sedikit bingung dengan pertanyaan yang ditembakkan oleh Hyuna.
“Maksudmu??”
“Tentang.. ehm pernikahan itu, apa kau yakin Kyu?” Tanyanya. Hyuna mengenggam tangannya sendiri, bersiap- siap dengan segala jawaban yang Kyuhyun berikan. Pria itu menoleh lagi kepada Hyuna. Kyuhyun tersenyum dan terkekeh pelan sebelum menjawab pertanyaan gadis itu.
“Tentu saja, sayang… kalau aku tidak yakin, mana mungkin aku melamarmu didepan ayahmu, eoh?!” Jawaban Kyuhyun membuat senyumannya merekah, dia merasa cukup atau sangat puas dengan jawaban Kyuhyun.
“Terima kasih, Kyu..”
“Untuk?? Kurasa aku yang perlu berterima kasih padamu…” Hyuna menatap Kyuhyun yang masih sibuk dengan konsentrasinya pada jalanan, meminimalisir kemungkinan kecelakaan.
“Karena kau selalu ada untukku, karena kau selalu mengerti aku…. dan semua yang telah kau berikan padaku, Kyu!” Ucapnya panjang lebar. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum simpul pada gadis itu.
“Ya…. Karena kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, dan aku juga terima kasih atas semua yang kau berikan padaku, aku menyayangimu, Hyuna-ya!” Gadis itu sedikit tertegun dengan kalimat Kyuhyun. Terutama saat pria itu berkata ‘adik’ ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Kyuhyun mengusap rambutnya penuh kasih sayang, seperti yang biasa pria itu lakukan padanya.
“Nah… Sekarang kita harus bersiap- siap!” Kyuhyun memecahkan lamunan singkat Hyuna. Gadis itu menoleh dan menatap Kyuhyun dengan alisnya yang menyatu.
“Kemana?? Kita akan kemana, Kyuhyun oppa??” Tanya Hyuna dan tak lupa membuat nada manja pada akhir pertanyaannya. Kyuhyun tertawa dan mengacak- acak rambut gadis itu yang membuat Hyuna mendengus sebal.
“Hari ini appa akan keluar dari rumah sakit, tidakkah kau ingin menjenguk ‘your father in law’ yeobo??” Hyuna memutar bola matanya mendengar nada Kyuhyun saat berkata ‘yeobo’. Pria itu hanya terkikik pelan melihat respon yang diberikan Hyuna. Tanpa Kyuhyun sadari, gadis itu mengeluarkan smirknya.
“Tentu saja, sayangku…” Ucapnya dengan nada yang terdengar…… euh, menjijikkan. Mereka tertawa sepanjang perjalanan.
“Hyuna-ya….” Hyuna menoleh pada Kyuhyun setelah menghabiskan sisa tawa mereka. “hmm” Gumam gadis itu menjawab panggilan dari Kyuhyun.
“Ehm… itu… anu…” Kyuhyun kehilangan kata- katanya. Dia lupa cara untuk menyampaikan sesuatu yang ingin ditanyakannya pada gadis itu.
“Anu-nya apa??” Hyuna menoleh dan menatap Kyuhyun dengan curiga. Pria itu mulai salah tingkah dan kembali memikirkan kalimat yang pas untuk disampaikannya pada gadis itu.
“Ehm…. Undangan itu,”
“Undangan apa, Kyu?” Dia mulai memikirkan undangan yang dikatakan oleh Kyuhyun. Sesuatu yang berhubungan dengan undangan yang mungkin dilupakan gadis itu. Kyuhyun menggaruk belakang telinganya yang mungkin tidak gatal.
“Pernikahan….” Gumam pria itu, dan mencoba kembali fokus pada kegiatan mengemudinya.
“Ohhh, itu! Pernikahan Siwon oppa kan??” Jawabnya santai. Perubahan sikap gadis itu membuat Kyuhyun merasa sedikit bingung. Saat dia marah, tiba- tiba saja dia bisa menjadi orang yang lemah lembut.
“Y-ya… apa kau lupa??”

“Tentu saja tidak… tapi,” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya menunggu lanjutan kalimat dari ‘calon istrinya’ itu.
“Tapi… bukankah kita harus menjenguk ‘ayah mertua’ sekarang??” Gadis itu menekankan kata- kata pada akhir kalimat tanyanya pada Kyuhyun.

“Kau tidak berniat untuk menghadiri acara pernikahan itu kan??” Kyuhyun mengerutkan dahinya, memandang gadis itu penuh tanya. Hyuna hanya tertawa pelan dan menonjok pelan lengan berisi Kyuhyun.

“Tentu saja tidak, Tuan Cho! Aku bukan pengecut… tapi sungguh, menjenguk ayahmu lebih penting saat ini.” Kyuhyun terkekeh pelan mendengar jawaban gadis itu.

“Oh ya…? aku sungguh terharu!” Ucap Kyuhyun. Mereka berdua tertawa sepanjang perjalanan.

****

“Appa!!!” Teriak gadis kecil itu menghampiri kedua orang pria yang tengah berbincang, meski salah satu dari pria itu tengah menampilkan wajah dukanya yang tak tertahankan. Seseorang yang dipanggil appa tadi menoleh dan tersenyum melihat putri kecilnya yang sedang menggandeng anak laki-laki, dan istrinya tengah menghampiri mereka.
“Appa… Hyuna dapat teman baru! Namanya Kyuhyun!” Ucap gadis itu saat tiba dihadapan ayahnya. Pria itu tersenyum dan menatap Kyuhyun yang tengah berdiri dibelakang putrinya.
“Benarkah?!”Hyuna mengangguk ceria dan mendekat kearahnya. Pria itu berjongkok menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu.
“Ayah, siapa ahjussi itu??” Bisiknya. “Dia Cho ahjussi, ayahnya Kyuhyun!” Jawab ayahnya sambil berbisik juga. Hyuna menatap ayahnya takjub dengan tatapan yang seolah mengatakan ‘benarkah??’. Pria itu mengangguk dan tersenyum.
“Cah… sekarang beri salam pada ahjussi!” Hyuna tersenyum saat Ayahnya menarik tangannya untuk mendekati pria tadi.
“Annyeonghaseyo ahjussi…”Hyuna membungkukkan tubuh mungilnya dan tersenyum tiga jari.
“Annyeonghaseyo, siapa namamu gadis manis??” Tanya Ayah Kyuhyun pada Hyuna.
“Naneun Hyuna imnida! Bolehkah aku berteman dengan Kyuhyun??” Tanyanya to-the-point. Ayah Kyuhyun tertawa pelan dan mengusap rambut gadis itu.
“Tentu saja! Bahkan jika menjadi menantuku kelak, akan kuizinkan!”


Hyuna meremas tangan kirinya, sementara tangannya yang lain tengah digenggam erat oleh pria disampingnya. Entah apa yang dirasakannya rasa takut, gugup, dan mungkin sedikit bahagia. Mereka berdua berjalan beriringan menelusuri koridor rumah sakit menuju ke ruangan dimana ayah Kyuhyun dirawat.
Sementara Hyuna sibuk dengan rasa cemasnya, Kyuhyun tetap tenang. Pria jangkung namun berisi itu lebih memilih memikirkan kata- kata yang akan diucapkannya. Kyuhyun terus menggenggam tangan yang terasa dingin itu hingga kedepan pintu ruang perawatan.

“Kyu, tunggu!” Hyuna menghentikan langkahnya tepat sebelum Kyuhyun memutar handle pintu putih itu.

“Kenapa??” Kyuhyun berbalik, menatap gadis yang tengah terlihat gugup itu.

“Tidak apa- apa, aku hanya sedikit gugup..” Ucapnya dan tersenyum. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan terkekeh sebelum akhirnya membuka pintu ruang rawat inap itu.

Krekkk

Pintu ruangan yang terbuka itu menampilkan sepasang pria dan wanita tua yang tengah bercengkrama, sang pria tengah terbaring diatas ranjang dan wanita itu dengan setia mendampinginya. Suara derit pintu menyadarkan mereka berdua. Pria tua itu tersenyum saat melihat siapa yang datang.

Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam, Hyuna yang berjalan dibelakangnya menundukkan sambil kepala. Gadis itu terlalu canggung dengan suasana saat ini.
“Selamat datang, menantuku…”


Kau terlihat seperti kepiting rebus! Hahahaha.” Kyuhyun tertawa sambil membukakan pintu penumpang. Gadis bergaun biru itu hanya mengerutkan wajahnya mendengar Kyuhyun yang terus menggodanya.

“Huh! Diam kau Tuan Cho!” Dia mendengus sebal dan masuk kedalam mobil, meninggalkan Kyuhyun yang terus mentertawakannya. Merasa kesal dengan Kyuhyun, dia membuka kaca mobil dan menarik ujung jas abu- abu yang dikenakan Kyuhyun dengan kuat. Membuat pria yang tengah asyik tertawa itu hampir jatuh kehilangan keseimbangannya.

“Ya, ya ya…. kita berangkat sekarang, haha!” Kyuhyun masih sempat tertawa melihat tingkah lucu Hyuna saat ia mulai merasa kesal.

“Cepatlah!!! Aku tak ingin terlambat, Kyu!”

“Siap, Nyonya…” Kyuhyun menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari tempat itu. Selama perjalanan, tak ada satupun yang ingin memulai percakapan. Mereka berdua lebih memilih diam dan sibuk dengan urusan masing- masing. Kyuhyun dengan kemudinya dan Hyuna tentang kunjungannya dirumah sakit tadi, yang membuat Kyuhyun terus mentertawainya.

***

“Selamat datang, menantuku…” Pria tua itu tersenyum pada Hyuna, membuat gadis itu mendongakkan kepalannya yang sedari tadi menunduk. Dia memamerkan senyuman kakunya.

“Ba- bagaimana kabarmu, ahjussi???” Tanyanya. Nada gugup gadis itu sangat terbaca. Kyuhyun hanya menahan tawa melihat tingkah gadis itu. Pria tua itu tersenyum ramah menatap Hyuna yang masih enggan menatapnya.

“Tentu saja aku baik… sangat baik, apalagi saat aku menerima kabar putraku akan menikah….” Jawabnya dan tersenyum. Hyuna masih menunduk dan terdiam, ini bukan gayanya.

“Sayang…” Bisik Kyuhyun. Hyuna menoleh kearahnya dan menatap bingung. ‘Apa?!’ Kyuhyun melampirkan tangannya kebahu Hyuna. Hyuna melebarkan matanya kearah Kyuhyun, kemudian menyikut pinggang pria itu dengan tangan kanannya. Kyuhyun semakin mengeratkan tangannya di bahu gadis itu.

“Tak perlu sungkan, sayang… Dia juga akan menjadi ayahmu!” Hyuna menjauh dari Kyuhyun yang terus saja menempel kearahnya.

“Aigoo, kalian sangat mesra, aku jadi iri!” Mereka menghentikan tingkah mereka saat suara Ayah Kyuhyun dan kekehan pelan ibunya menyela.

“Sepertinya mereka sudah tidak sabar lagi, yeobo!” Kini giliran ibu Kyuhyun yang bersuara. Hyuna kembali menundukkan kepalanya, wajahnya memerah!
.
.
Mereka semua berbincang, Kyuhyun dan ayahnya sedang membicarakan masalah perusahaan. Hyuna dan ibu Kyuhyun sibuk dengan obrolan perempuan. Hyuna sesekali menunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah saat ibu Kyuhyun menggodanya. Ditengah- tengah obrolan, Kyuhyun mengajak Hyuna untuk pulang. Mereka harus bersiap untuk menghadiri upacara pernikahan Siwon.

“Appa! Kami pulang…” Kata Kyuhyun. Pria tua itu tersenyum dan menatap mereka lembut.

“Ya, aku mengerti! Anak muda selalu punya alasan untuk selalu berduaan…” Hyuna memerah, menundukkan kepalanya.

“Ahjussi… cepat sembuh eoh!!” Hyuna membungkukkan badannya, begitu pula dengan Kyuhyun. Saat Hyuna hendak membalikkan tubuhnya, dengan tidak sengaja dia menyandung tiang penyangga ranjang rumah sakit. Itu membuatnya limbung dan hampir terjatuh, beruntung Kyuhyun menangkapnya sebelum tubuh cantiknya mendarat dilantai marmer putih itu.

“Aigooo, lain kali hati- hati. Jangan terlalu tergesa- gesa, pernikahan kalian pasti akan dilaksanakan.” Ucapan pria tua itu membuat Hyuna memerah. Bukan karena sakit yang tidak seberapa, namun malu yang tak tertahankan. Betapa cerobohnya dia!!

bersambung…

akhirnya part.  4 ini dipublish juga… huft…

ff ini aku publish akibat ke-galau-an yang melanda karena FlyiNC akan ditutup T.T

The Reason Chapter 2

 

The-Reason-poster-picsay

Author :
• HanneulKim
Title :
• The Reason Chapter 2
Category :
• Friendship, Yadong, little yaoi, NC-21, Chapter
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hyuna (OC)
Other cast :
• Lee Sungmin
• Find other
Warning!!! Typo bertebaran…. Siapin hati dan fikiran anda… terutama kantong muntah…

Happy reading Guys :*

“Kyuhyun!! Jangan tonton televisinya!!!” Ucap Hyuna ketika memasuki pintu kamar Kyuhyun. Namun gadis itu terlambat, Kyuhyun telah menghidupkan televisinya yang menampilkan sebuah berita yang dia tak ingin Kyuhyun melihatnya.

‘Putra bungsu pemilik CYH enterprise, Cho Kyuhyun. Dikabarkan tengah menjalin sebuah hubungan terlarang dengan seorang aktor drama musikal bernama Lee Sungmin. Namun, dalam lain kesempatan, sebuah berita mengatakan Sungmin akan menikahi seorang aktris bernama Kim Saeun. Akankah berita itu sebuah kebohongan atau hanya sebuah sensasi yang dibuat untuk meningkatkan popularitas Lee Sungmin? Namun, beberapa bukti menyatakan Cho Kyuhyun dan Sungmin memang benar- benar menjalin sebuah hubungan spesial yang terlarang…. Tit..’

Hyuna mematikan televisi layar datar itu. Kyuhyun hanya diam menatap Hyuna, pria itu bingung dengan apa yang terjadi. Di lain sisi, pria itu juga takut dengan hal- hal yang akan terjadi selanjutnya karena penayangan berita itu. Bagaimana sikap keluarganya jika mengetahui hal itu. Kyuhyun takut dunia akan meninggalkannya bila semuanya terungkap.
Hyuna dan Kyuhyun hanya diam dan saling menatap. Suasana hening melingkupi kamar itu hingga sebuah suara memecahkan keheningan.

“Cho Kyuhyun!! Kemari kau!!” Suara berat sang Ayah menggemparkan seisi rumah keluarga Cho. Sementara itu, Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam mengisyaratkan Hyuna agar memberitahunya apa yang harus Kyuhyun lakukan saat itu.

“Turunlah, Cho Kyuhyun. Aku akan menemanimu….” Ucap Hyuna dan menggandeng lengan pria itu agar ikut turun dengannya.

****

Pria tua itu menatap Kyuhyun dengan nafas yang memburu. Matanya yang berkerut itu menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun hanya diam dan menundukkan kepalanya. Sementara itu, Hyuna menggenggam tangan Kyuhyun yang terasa dingin untuk menenangkkannya.

“Apa benar semua itu??!!” Pria tua itu memelankan suaranya, mencoba menahan emosinya yang membuncah. Sementara itu Kyuhyun hanya diam dan masih menundukkan kepalanya.

“Jawab aku, Cho Kyuhyun!!! Apa itu benar??”

“Ya, appa. Berita itu memang benar!! Aku memang mencintai Sungmin!!” Ucap Kyuhyun dengan suara yang bergetar.

‘Plakk’

“Yeobo….”

“Ahjussi….” Ucap Hyuna, dan ibu Kyuhyun serentak saat melihat sebuah tamparan keras menghampiri pipi kiri Kyuhyun. Pria itu mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.

“Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu, Cho Kyuhyun!! Kau benar- benar membuatku malu!!! Enyalah kau dari hadapanku!!” Kyuhyun dan semua orang yang ada diruangan itu menatap ayahnya Kyuhyun terkejut, terutama Hyuna.

“Ahjussi… Jaga bicaramu!!” Ucap Hyuna pelan.

“Kau, anak kecil tau apa?!” Ucap Ayah Kyuhyun tegas dan menatap gadis itu tajam.

“Ahjussi yang tidak tahu apa- apa tentang Kyuhyun… Bukan aku…” Hyuna diam dan menundukkan kepalanya. Sudut matanya mengeluarkan air mata, dia terlalu sedih jika mengingat hal yang menimpa sahabatnya itu.

Flashback

“Kyuhyun!!!” Seorang yeoja bertubuh tidak terlalu tinggi itu menghampiri Kyuhyun.

“Hey!! Apa kau tak mendengarku?? Tunggu aku, eoh!!” Ucapnya lagi sambil berlari, menyamai langkahnya dengan pria jangkung itu.

“Mianhae, Hyuna-ya. Aku tak bisa mengantarmu pulang hari ini…. Aku akan pergi ke suatu tempat hari ini…” Ucap Kyuhyun sambil berjalan menjauhi Hyuna yang terus mengekorinya.

“Tak apa, Aku akan ikut juga bersamamu, Kyuhyun!” Ucap Hyuna lagi.

“Terserah!! Jika itu maumu….” Pria itu terus berjalan menjauhi Hyuna. Mengacuhkan gadis itu yang terus mengikutinya. Mereka berjalan menuju ke sebuah mobil sport hitam yang terparkir di sudut lapangan.

“Kita akan kemana hari ini??” Ucap Hyuna tanpa dihiraukan oleh Kyuhyun. Pria itu terus melakukan kegiatannya tanpa mempedulikan gadis itu yang terus berkicau. Kyuhyun duduk dibangku kemudi dan Hyuna duduk disampingnya. Suasana di dalam mobil menjadi sunyi karena tak satupun dari mereka yang berniat memecahkan suasana.

“Konsultan kejiwaan?? Psikolog??” Gumam Hyuna melihat tempat yang akan mereka kunjungi. Kyuhyun masih diam dan tidak menghiraukan Hyuna.

“Kyuhyun!! Jelaskan padaku, kenapa kita ketempat seperti ini?? Kau tidak gila kan??” Ucapnya dengan sedikit berteriak, karena kesal Kyuhyun terus diam terhadapnya. Pria itu menatapnya tajam.

“Diam!! Dan ikut saja, kalau kau tidak mau.. kau bisa duduk disini!!” Desis Kyuhyun.

“Baiklah aku diam, dan menunggumu disini…” Tanpa menunggu Hyuna menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun langsung berjalan menjauhi gadis itu.

“Cihh dasar!!” Desis Hyuna dan menatap punggung pria itu yang menjauhi tempatnya berada. Dia duduk menyender pada kursi mobil. Mengeluarkan sebuah PSP dari saku almamater sekolahnya, dan mulai memainkan benda berwarna merah jambu itu.

Setelah bermain selama satu jam, akhirnya rasa bosan itu datang menyanderanya. Hyuna menatap kearah luar mobil setelah mem-pause gamenya terlebih dahulu. Pria jangkung berkulit pucat itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Hyuna kembali memainkan benda pusakanya itu guna membunuh kebosanan yang melandanya.

Setelah berlama- lama bermain game, Hyuna akhirnya merasa jengah dan mencoba menyusul Kyuhyun kedalam tempat itu. Hyuna bangkit dari duduknya dan membuka pintu mobil itu perlahan. Melangkahkan kaki mungilnya menuju kedalam ruangan. Namun, belum sempat ia membuka pintu kaca. Sesosok Kyuhyun dengan raut wajah yang tak terbaca.

“Kyuhyun!! Kenapa lama sekali?!” Tanya Hyuna, namun tak dihiraukan oleh Kyuhyun. Namja itu terus berjalan tanpa mempedulikan Hyuna yang menanyakannya.

“Yakk!!! Kyuhyun, ada apa denganmu?? Ceritakan padaku, eoh!!” Hyuna mulai khawatir melihat Kyuhyun yang tak merespon pertanyaannya. Pria itu terus berjalan menuju mobilnya yang terpampang di parkiran.

“Kyuhyun… Ada apa ini? Ceritakan sesuatu padaku!!” Ucap Hyuna pelan. Gadis itu menghembuskan nafasnya lega saat melihat Kyuhyun yang menolehkan kepalanya. Pria itu menatap Hyuna dalam- dalam dengan tatapan sendunya.

“Hyuna-ya…” Gumam Kyuhyun pelan. Hyuna menyentuhkan tangan kanannya pada garis rahang Kyuhyun.

“Maukah kau berjanji padaku?? Tidak menjauhiku dan meninggalkanku bila suatu hal terjadi padaku? Kau mau??” Tanya pria itu pelan. Hyuna menatap Kyuhyun dalam- dalan dan menganggukkan kepalanya.

“Ya, Kyu…” Kyuhyun mendesahkan nafasnya berat.

“Aku penderita SSA….” Ucapnya pelan. Hyuna mengerutkan alisnya menatap pria itu. Dia sedikit tidak mengerti dengan apa yang Kyuhyun ucapkan.

“Apa itu??” Tanyanya. Kyuhyun menundukkan kepalanya, dia takut untuk menjelaskan hal itu lebih detail.

“Same Sex Attraction…” Ucap Kyuhyun pelan. Hyuna melebarkan matanya menatap Kyuhyun. Namun didetik selanjutnya gadis itu menampilkan wajah tenangnya dan tersenyum. Kyuhyun menatap Hyuna bingung.

“Kenapa?? Apa kau tak merasa jijik padaku, Hyuna-ya?? Aku ini gay..” Ucap Kyuhyun merasa aneh pada sahabatnya itu.

“Kenapa jijik?? Akukan sudah berjanji padamu, Kyu!!” Ucapnya dan tersenyum lagi pada Kyuhyun. Kemudian, Kyuhyun memeluknya erat.

“Apa yang harus aku lakukan??” Ucap Kyuhyun pelan disela- sela pelukannya.

“Kita akan cari cara untuk menyembuhkanmu, eoh??”

“Tak ada cara untuk menyembuhkanku, Hyuna-ya… Begitu kata dokter!!”Hyuna melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Tak ada yang tidak mungkin, Cho Kyuhyun!!! Persetan dengan dokter itu!!” Ucap Hyuna marah.

Flashback off

“Aww.. appo…” Pria itu meringis saat sebuah handuk hangat membasuh sudut bibirnya.

“Aw… Bisakah kau sedikit pelan, Hyuna-ya. Ini benar- benar sakit..” Kyuhyun mengerutkan alisnya saat melihat Hyuna diam tanpa jawaban. Gadis itu terlalu serius dengan luka yang bersarang pada sudut bibir Kyuhyun. Mata gadis itu juga memerah, entah karena apa.

“Hyuna-ya….” Kyuhyun menahan pergelangan tangan Hyuna saat gadis itu beranjak pergi. Hyuna membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun. Mereka saling bertatapan dalam diam, Kyuhyun sangat terkejut saat tiba- tiba Hyuna memeluknya. Gadis itu menangis dalam pelukannya.

“Kyuhyun…” Hyuna memeluk Kyuhyun erat. Pria itu hanya diam mematung, dia terlalu bingung atas kejadian ini. Perlahan, Kyuhyun membalas pelukan Hyuna. Gadis itu masih menangis.

“Uljima….” Kyuhyun mengelus punggung Hyuna, mengalirkan ketenangan pada tubuh gadis itu. Setelah lama menangis, Hyuna merenggangkan pelukannya, menatap Kyuhyun dengan matanya yang memerah dan masih mengeluarkan airmata.

“Kyuhyun…. Kenapa?? Kenapa kau mengakuinya?? Tidak bisakah kau berbohong sedikit??” Hyuna menatap Kyuhyun. Pria itu tersenyum padanya dengan semanis mungkin.

“Tidak… Aku tak bisa, Hyuna-ya…” Kyuhyun mengelus surai lembut gadis itu.

“Wae??” Suara serak Hyuna bertanya padanya.

“Aku tidak ingin menambah kesalahan lagi, Hyuna-ya. Sudah cukup semua kesalahan yang kubuat saat ini… Aku tak ingin menjadi pengecut!!” Ucap Kyuhyun tegas. Pria tampan itu menyampaikan sesuatu yang membuat Hyuna terkejut.

“Tapi, bagaimana dengan hidupmu?? Kebahagiaanmu??”

“Tidak!! Aku akan bahagia dengan aku yang apa adanya…” Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam.

“Kyuhyun…” Hyuna kembali memeluk Kyuhyun. Tubuh berisi pria itu selalu membuatnya nyaman dengan kehangatannya.
.
.
“Jadi, kau tak akan pulang malam ini??” Tanya Hyuna. Saat ini, mereka sedang berada di dalam kamar gadis itu. Hyuna menyeret Kyuhyun kerumahnya setelah perdebatan yang terjadi antara Kyuhyun dan Ayahnya.

“Entahlah….” Kyuhyun menatap kearah jendela yang menampilkan jendela kamarnya yang tertutup. Rumah mereka memang bersebelahan, bahkan jendela kamar merekapun saling berhadapan.

“Bagaimana jika kau menginap dirumahku malam ini??? Setidaknya aku tidak kesepian lagi!” Tawar Hyuna dengan mata berbinar.

“Bagaimana dengan Kim Ahjussi dan ahjumma?? Apa mereka tidak akan keberatan??” Tanya Kyuhyun.

“Ayah dan ibu sedang di Jepang, lusa baru akan pulang…” Jelas Hyuna. Kyuhyun menganggukkan kepalanya menatap Hyuna. Kemudian menimbang- nimbang keputusan yang akan diambilnya.

“Baiklah.. Aku menginap disini malam ini….” Ucap Kyuhyun.

“Yeaaay!!! It’s gonna be the Best sleep over, ever!!!” Ucap Hyuna riang.

“Apa yang akan kita lakukan??? menonton drama?? Atau bermain PS??” Lanjutnya lagi sambil bergelayut manja dilengan berisi Kyuhyun. Mereka berdua berjalan keluar kamar menuju ruang tengah.

“Kita main PS saja, eoh!!!!” Ucap Kyuhyun saat berada diruang tengah.

“I see!!!”
.
.
“Yak, Kyuhyun!!! Kau curang… Itu tak adil!!” Hyuna mengerucutkan bibirnya. Pria itu menang lagi untuk ronde keberapa.

“Mwo?! Aku tidak curang, Hyuna-ssi. Mungkin kau saja yang tak pandai bermain…” Ucap Kyuhyun sambil mengibaskan tangan kanannya meremehkan Hyuna.

“Yak!! Sudahlah… Aku mau tidur, ngantuk!!” Hyuna membanting stik PS dan berlalu dari hadapan pria itu yang sibuk tertawa dengan tingkahnya.

“Hahahahahahaa…. Kau merajuk…” Kyuhyun terus tertawa hingga gadis itu tak lagi menampakkan batang hidungnya.
.
Mata onyx itu masih belum terpejam, padahal waktu telah menunjukkan bahwa hari telah berganti. Pria itu memandang langit- langkit kamar bercat biru muda itu sambil berbaring. Nafasnya sesekali mendesah berat, mencoba meringankan sedikit beban dari pundaknya.

‘Enyalah kau dari hadapanku!!’
Entah kenapa, kata- kata ayahnya tadi begitu berbekas sehingga Kyuhyun terus memikirkannya sampai tidak bisa tidur dibuatnya. Apa sehina itukah Kyuhyun dihadapan Ayahnya? Kyuhyun hanya bisa diam, tak tahu harus melakukan apa.

‘Tok..tok’

Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah pintu yang berbunyi. Bangun dari tempat tidur itu dan beranjak mendekati pintu. Pintu itu terbuka dan menampilkan sesosok yeoja yang tersenyum padanya.

“Kyuhyun!! Kau belum tidur??” Tanya Hyuna pelan.

“Ya!! Kau sendiri belum tidur!!” Jawab Kyuhyun.

“Itu karena aku belum mengantuk, Tuan Cho!!” Hyuna melangkah melewati Kyuhyun begitu saja.

“Cihh… Katanya tadi mengantuk…..” Desis Kyuhyun pelan. Nerutuki tingkah konyol sahabatnya itu.

“Aku tidak bisa tidur, Kyuhyun!! Apa kau juga begitu??” Tanya Hyuna yang langsung berbaring ke tempat tidur itu.

“Yakk!! Kau kenapa tidur disitu?? Bagaimana aku bisa tidur??” Ucap Kyuhyun pada Hyuna yang tidak peduli dengan aksi protes Kyuhyun.

“Aku tidak bisa tidur dikamarku sendirian, Kyu!! Aku takut, tadi aku mimpi buruk!!” Bohongnya, padahal Hyuna memang ingin tidur disini bersama Kyuhyun.

“Kau tidak usah berbohong, nona!! Bilang saja kau ingin kutemani tidur, Ya kan??” Kyuhyun mendekat dan ikut berbaring disebelah Hyuna.

“Hehe..” Hyuna tertawa pelan. Kyuhyun memang mengetahui segala yang ada pada diri gadis itu, begitu juga sebaliknya. Mereka dibesarkan bersama- sama karena rumah mereka yang bersebelahan. Ditambah lagi hubungan kedua orang tua mereka yang cukup akrab membuat mereka bersikap layaknya sepasang kakak dan adiknya.

“Kyuhyun… Bolehkah aku memelukmu??” Tanya Hyuna. Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap yeoja itu. Memiringkan tubuhnya agar gadis itu dengan mudah memeluk tubuhnya.

“Hmm” Gumam pria itu pelan. Dengan antusias Hyuna memeluk tubuh berisi Kyuhyun.

“Hahh…. Kau begitu empuk seperti boneka teddy bear..” Ucapnya. Mereka tertawa bersama. Dan akhirnya tertidur bersama pula.

****

“Eomma!!! Appo… hentikan eomma!!” Seorang gadis kecil berteriak kesakitan saat seorang wanita paruh baya terus memukuli tubuhnya.

“Eomma… Jangan pukul noona… hiks… eomma..” Datang lagi seorang anak laki- laki yang berusia lebih muda dari anak perempuan itu mendekat kearah ibu dan kakak perempuannya.

“Kyuhyun, diam!! Atau kau mau ibu pukul juga seperti kakakmu!!” Wanita itu mengangkat tongkat kecil ditangannya hendak memukul Kyuhyun. Sementara itu Kyuhyun hanya diam sambil menangis.

“Eomma… Jangan pukul Kyuhyun!! Pukul aku saja…” gadis kecil tadi mendekat kearah ibunya.

“Ya sudah!! Kalian berdua akan kupukul!!!” Namun, belum sempat tongkat itu melayang kearah mereka, gadis kecil itu jatuh pingsan dengan air mata yang membekas dipipinya.

“Ahra!!” Ucap wanita paruh baya itu menepuk pipi putri kecilnya pelan. Kyuhyun yang melihat kejadian itu hanya diam.

“Andwe……”
.
.
“Andwe!!!” Kyuhyun berteriak, dan terbangun dari tidurnya. Peluh memenuhi kepalanya, pria itu mengalami mimpi buruk. Atau lebih tepat, mengingat secelumit kisah kelamnya dari masa lalu.

“Kyuhyun, ada apa??” Hyuna ikut terbangun dari alam bawah sadarnya ketika mendengar suara Kyuhyun. Matanya melebar ketika Kyuhyun langsung memeluknya.

“Dia kembali… Hyuna aku takut!” Ucapnya dalam pelukan itu. Hyuna mengelus punggung Kyuhyun, menenangkan pria itu.

“Tak ada yang terjadi, Kyuhyun. Aku akan tetap disini dan tak akan pernah meninggalkanmu, eoh… tenanglah!!” Ucapnya.

“Berjanjilah, untuk selalu bersamaku apapun yang terjadi, Yaksok??”

“Yaksok….”


“Kau dari mana saja!! Menemui pasanganmu itu??” Kyuhyun menundukkan kepalanya saat mendengar suara ayahnya.

“Tidak appa, aku dari rumah Hyuna…” Ucap Kyuhyun jujur. Kemudian Kyuhyun berjalan menuju kamarnya tanpa mempedulikan ayahnya yang berteriak lagi diruangan itu. Kyuhyun butuh ketenangan saat ini.

Kyuhyun menutup pintu kamar itu pelan, meredam semua suara dan menciptakan keheningan. Pria itu melangkahkan kakinya pelan menuju kamar mandi yang terletak di sudut ruangan. Kyuhyun melepaskan satu per satu lembaran kain yang melekat pada tubuhnya. Tetesan air hangat membasahi tubuh polosnya, pria itu memejamkan matanya. Menikmati ketenangan sesaat yang dibuatnya.

‘Aku ingin menjadi normal… Sekarang kumohon, lupakan aku.’

‘Kau benar- benar membuatku malu!!! Enyalah kau dari hadapanku!!’

Bayangan kedua pria itu terus menghantuinya akhir- akhir ini. Entah hal apa yang membuatnya harus mengalami masa- masa sulit yang tak terduga sekaligus. Mungkin akan ada makna dari setiap kejadian, kuharap begitu.

****

‘Tuan… Bagaimana pendapat anda mengenai berita itu???’

‘Klikk’

‘Apa semua itu benar?’

‘Kenapa belum ada konfirmasi langsung??’

‘klikk’

‘Tuan Cho…’

Semua wartawan mengarahkan blitz kameranya dan menembakkan beberapa pertanyaan pada Kyuhyun ketika pria itu keluar dari mobilnya menuju kedalam kantor tempatnya bekerja. Beruntung, ada beberapa security yang melindunginya dari desakan wartawan- wartawan itu. Kyuhyun hanya diam, tak menanggapi pertanyaan yang dilemparkan beberapa wartawan yang mengerumuninya.

Beberapa karyawan dikantor itu membungkukkan badannya, memberi hormat pada Kyuhyun. Namun, Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pelan dan melewati pegawainya begitu saja.

Beberapa karyawan hanya bisa mengumpat pelan karena sikap angkuh Kyuhyun ketika pria itu masuk kedalam lift khusus. Pintu lift terbuka ketika berhenti pada lantai 15 gedung tinggi itu. Kyuhyun melangkahkan kakinya pelan menuju ruangannya. Kyuhyun langsung disambut dengan beberapa tumpuk kertas yang harus dibacanya untuk ditanda tangani.

Kota Seoul terlihat cerah pagi ini, meskipun sudah memasuki awal musim dingin. Kyuhyun memandang kearah luar kantor yang hanya tertutupi kaca. Pria itu melirik kearah bawah gedung itu, beberapa wartawan masih setia menunggu. Kyuhyun mengumpat pelan, mungkin akan menjadi sesuatu yang sulit selama beberapa waktu.

‘ddrrtt.. ddrrtt’

Sebuah getaran pari saku celananya membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya sejenak. Pria itu mengerutkan alisnya melihat id caller yang tertera pada ponselnya.

“Yeoboseo… Ada apa Eomma??”

‘…….’

“Mwo?! Tunggu aku disana!!… tut..” Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya dan berlari menuju keluar ruangan dengan terburu- buru. Menuju sebuah tempat yang ditujunya.

****

Seorang pria bertubuh jangkung itu berlarian dikoridor rumah sakit. Kulitnya yang pucat kini terlihat lebih pucat dari biasanya, keringatpun mengalir dari pelipisnya. Pria itu begitu ketakutan sekarang. Dia mempercepat langkahnya melihat seorang wanita paruh baya yang tengah duduk menunudukkan kepalanya didepan sebuah ruangan.

“Eomma!!” Wanita itu menoleh pada Kyuhyun, matanya memerah sehabis menangis.

“Kyuhyun!!!” Wanita yang dipanggil Kyuhyun sebagai ibu itu berdiri saat Kyuhyun semakin dekat dengannya.

“Ada apa, Eomma?? Apa yang terjadi pada appa?” Tanya Kyuhyun. Dia menampilkan wajah khawatirnya.

“Ayahmu, dia ditemukan pingsan di ruang kerjanya tadi… Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya, Kyuhyun!!” Ibunya menangis, dia memeluk tubuh jangkung Kyuhyun.

“Tenanglah, eomma!! Lebih baik kita berdo’a bersama…” Kyuhyun menenangkan ibunya.
Mereka berdua duduk bersama diruangan tunggu rumah sakit itu. Menunggu dokter keluar dengan hasil pemeriksaannya. Kyuhyun memanjatkan do’a untuk kebaikan ayahnya setiap detik sembari menunggu hasil yang sebenarnya.

“Kerabat Tuan Cho….” Seorang perawat berpakaian serba putih itu keluar dengan sebuah papan hasil laporan ditangannya. Kyuhyun pun berdiri dan menghampiri perawat itu.

“Ne… Saya putranya…”

“Silahkan masuk, Dokter Kim ingin berbicara pada anda.” Perawat itu mempersilahkan Kyuhyun masuk kedalam salah satu ruangan di UGD rumah sakit itu.
.
.
“Tuan Cho mendapat serangan jantung, beruntung beliau tidak terkena stroke. Bila itu terjadi akan sangat membahayakan nyawanya…” Jelas dokter itu.

“Jadi, apa ada hal yang harus kami lakukan untuk kesembuhannya, Dok?”

“Untuk saat ini belum ada yang dapat kita lakukan, akan terlalu berbahaya jika melakukan operasi saat ini karena tekanan darahnya yang cukup tinggi…”

“Saat ini kita hanya perlu menahan detak jantungnya agar tetap stabil dengan tidak membuatnya marah ataupun shock…” Jelasnya panjang lebar, Kyuhyun hanya mengangguk pelan dan menatap ayahnya yang terbaring itu sendu.

“Baiklah, untuk sementara waktu hanya itu yang dapat saya jelaskan. Saya permisi dulun tuan..” Ucap dokter itu dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.

“Ne.. uisanim.. Gamsha hamnida..”
Kyuhyun mengikuti dokter itu keluar dari ruang perawatan ayahnya. Menghampiri ibu tirinya yang menatap Kyuhyun penuh tanya. Wanita paruh baya itu mendekati Kyuhyun dan melemparkan pertanyaannya.

“Bagaimana keadaanya, Kyu??”

“Appa terkena serangan jantung, tapi tidak begitu bermasalah saat ini, eomma!” Jelas Kyuhyun.

“Apa aku bisa mengenjunginya sekarang?” Tanya wanita itu pada Kyuhyun. Pria itu hanya menganggukkan kepalanya. Dengan sesegera mungkin wanita paruh baya itu memasuki ruang rawat Ayah Kyuhyun. Sementara itu dia hanya diam dan berdiri mematung didepan ruangan itu.

Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Membuka kontak dan mencari id yang selalu dihubunginya saat dia sedang ingin mencurahkan hatinya. Dia butuh gadis itu sekarang.
“Aku butuh kau. Bisakah kau kemari sekarang, Hyuna-ya??”
.
.
“Cho Kyuhyun!!” Pria itu membalikkan tubuhnya menuju asal suara itu, menatap seorang gadis yang berlari kecil kearahnya.

“Hyuna-ya…” Gumam Kyuhyun pelan saat yeoja itu mendekat kearahnya.

“Ada apa?? Apa yang terjadi, Kyuhyun-ah??”

“Appa…. Dia terkena sakit jantung.” Ucapnya pelan. Kyuhyun memandang lurus kearah taman rumah sakit. Pria itu memperhatikan beberapa anak kecil yang bermain kesana- kemari.

“Apa?? Bagaimana bisa, Kyu??” Tanya gadis itu. Wajah terkejut begitu terlihat dari wajah Jepangnya itu.

“Tekanan darahnya tinggi. Itu semua karena aku, Hyuna-ya. Apa yang harus aku lakukan??” Tanya Kyuhyun frustasi.

“Entahlah, Kyu. Aku rasa kita hanya perlu berdo’a agar beliau mendapat kesembuhan… Omoona!!” Ucapnya, gadis itu membelalakkan matanya saat melihat sepasang anak manusia itu berjalan kearah mereka.

“Waeyo??” Kyuhyun mengikuti arah pandangan Hyuna. Mendapati seorang namja bertubuh atletis itu tengah menggandeng seorang yeoja bertubuh tinggi dengan wajah orientalnya. Mereka tampak tidak menyadari kehadiran Kyuhyun dan Hyuna.

“Oh, Choi Siwon-sshi.” Ucap Kyuhyun saat mereka berpapasam. Mereka berdua berdiri dari tempat duduk itu saling berpandangan.

“Annyeonghaseo oppa!!” Ucap Hyuna. Siwon dan perempuan disampingnya itu terlihat terkejut dengan kehadiran kedua orang itu.

 

“Oh.. Annyeonghaseyo…” Ucap seorang gadis yang berdiri disamping Siwon. Sementara pria itu hanya diam mematung menatap kedua orang dihadapannya itu.

“Apa yang kalian lakukan disini??” Akhirnya pria itu angkat bicara.

“Ayahku sedang dirawat disini…” Ucap Kyuhyun. Siwon memandang Kyuhyun dan Hyuna.

“Oppa, siapa yang ada disampingmu itu?? Kenapa tidak mengenalkannya pada kami??” Tanya Hyuna santai, padahal rasa sakit menyelubungi hatinya saat ini.

 

“Dia calon istriku, Kim Haneul…” Gadis itu mengulurkan tangannya pada Kyuhyun dan Hyuna, mereka menyambut uluran itu dengan baik.

“Aku Kim Hyuna, teman Siwon oppa. Dan ini Cho Kyuhyun… eum.. Kekasihku!” Kedua pria yang ada disana menatap Hyuna terkejut. Terutama Kyuhyun, pria itu menatap Hyuna.

“Benarkah?? Baguslah kalau begitu…” Ucap Siwon datar. Sementara Haneu yang tidak begitu mengerti dengan situasi yang sebenarnya hanya diam memandangi mereka bertiga.

“Baiklah.. Aku permisi dulu, ayo sayang!” Ucap Siwon pada kekasihnya, mereka pergi meninggalkan tempat itu.

“Apa?? Kekasih…??” Tanya Kyuhyun saat kedua orang itu sudah tidak terlihat lagi. Pria itu memandang Hyuna dengan tatapan anehnya dan kembali duduk di bangku taman rumah sakit itu.

“Ya, kekasih… Eh Kyuhyun, aku punya usul…” Ucapnya memandang Kyuhyun dengan tatapan berbinarnya.

“Apa??”

“Bagaimana kalau kita menikah???” Tanya gadis itu.

“Oh… Menikah..” Jawab Kyuhyun santai, dia belum menyadari apa yang diusulkan Hyuna. Namun dalam beberapa saat kemudian.

“Apa?! Menikah?!!”

TBC

 

Part sebelumnya klik disini

You Are Still My Friend ( Little Best Friend) Full

YOU ARE STILL MY FRIEND

Main Cast :
♪Haeri Kim
♪Haeun Choi (Sunnie Kim- author di blog sebelah)
♪Hanneul Lee (Author)
♪Hyunsa Lee
♪Lee Donghae
♪Choi Siwon
♪Kim Ryeowook
♪Cho Kyuhyun
And other cast
Length :
Chapter 1/?
Genre :
♪Friendship, Romance, Sad.
Rated :
♪PG-13

“Persahabatan gak akan pernah luntur oleh derasnya arus waktu”

Author POV
Siang yang sangat panas tidak melunturkan semangat mereka untuk melanjutkan aktivitas mereka. Meskipun rasa haus mendera kerongkongan, mereka tetap semangat untuk belajar, Walaupun hanya karena ssaemnya ganteng *digampar haeun*. “Ahh…. Haeri.. bisakah kau menjelaskan pengertian dari hewan nokturnal???” Tanya Park ssaem kepada haeri, namun haeri tidak menghiraukan perintah park ssaem karena dia sedang asik memperhatikan seseorang dibalik jendela. “Ri ah…. Ri…ah…” tegur haeun yang duduk sebangku dengannya. “MWO YA?! Kau ini menggangguku saja aku kan sedang ngeliatin Donghae sunbaenim…..” jawab haeri dengan suara yang sedikit besar, ternyata ia tak sadar bahwa Park ssaem sedang memperhatikannya. “KIM HAERI…. APA KAU TAK DENGAR APA YANG AKU PERINTAHKAN?????” seru park ssaem yang sontak membuatnya terkejut. “Nde?!” Tanya haeri kebingungan, “aku menyuruhmu untuk menjelaskan arti hewan nokturnal…” jelas Park ssaem pada haeri. “Ahhh nde ssaem nokturnal itu…. ehm… nokturnal adalah….” jawab haeri gugup, ‘nokturnal itu donghae atau ikan yang berenang ke laut timur’ ucap Hanneul setengah berbisik kearah Haeri yang duduk dibelakangnya. “Hah… ne… hewan nokturnal itu Donghae… atau ikan yang berenang kelaut timur….” jawab haeri penuh percaya diri. Jawaban haeri lantas membuat semua orang dikelas tertawa tanpa terkecuali. “Kenapa kalian tertawa… apa ada yang salah dari jawabanku hah?!” Tanya haeri dengan percaya diri. “Haeri… kemari kau….” ucap Park Ssaem. Haeri pun merasa senang karena dia pikir dia akan mendapatkan apresiasi karena jawabannya tadi, semenara itu hanneul, haeun dan hyunsa hanya tersenyum senyum sendiri.
Setibanya didepan kelas, bukannya mendapatkan hadiah atau apresiasi dari Park ssaem melainkan..

Haeri POV
Hah aku senang sekali karena park ssaem memanggilku, mungkinkah aku akan mendapatkan apresiasi atas jawabanku??? Semoga saja…
“Awww……” ringisku saat park ssaem menjewerku, “kenapa saya dijewer???” Tanyaku bingung “kau tanya kenapa heh????” Park ssaem bertanya padaku dengan nada yang sedikit tinggi… “ahhh adakah yg bisa menjelaskan mengenai hewan nokturnal???” Tanya park ssaem kepada teman teman diruangan kelas,
“Saya bisa ssaem” seru sanhee sambil mengangkat tangannya *bayangin ajah tiur* “ne silahkan” “hewan nokturnal adalah bla….. bla…. bla…” jelas sanghee *bayangin kalo tiur lagi jawab pertanyaan* “ne gamsha..sanghee…” ucap park ssaem pada sanghee *bayangin kalo yg lagi ngomong itu pak eri* “aduh haeri haeri… makanya kalau lagi belajar itu diperhatikan…. jangan selalu memikirkan namja ikan itu….” nasihat park ssaem “sebagai hadiah atas jawabanmu… kamu saya hukum…..”
‘jadi jawabanku salah heh? Awas kau hanneul, kau akan mati ditanganku,’ seruku dalam hati sambil menatap hanneul yg tertawa.

Author POV

*pulang sekolah*
“Bagaimana hadiahnya???” Tanya hanneul dengan wajahnya yang tak berdosa, *pletakk haeri menjitak(?) Kepala hanneul “akhhh appoyo….” seru hanneul menahan sakit dikepalanya akibat jitakan haeri. “YAK!!! KAU HANNEUL, TAHUKAH KAU??? *gue tempe bukan tahu… #plakk* AKU SANGAT MALU KARENA KAU….. !!!!!” Haeripun berlalu dari hadapan hanneul, hanneulpun merasa kalau dia sudah keterlaluan pada haeri, karena apa yang dilakukannya tadi,

Flashback…

Hanneul POV
Aku melihat haeri yang sedang dihukum, hahaha lihat dia lucu sekali, tapi…. aku keterlaluan gak yah??? Ntahlah aku juga gak tau, tapi saat aku melihat tatapan membunuhnya kepadaku, aku yakin dia akan marah besar padaku. Ehh tapi emangnya masalah buat gue???
Aku, Haeun, dan Hyunsa menghampiri haeri yang sedang dihukum dengan mengalungkan tulisan ‘aku memikirkanmu sunbaenim ^^’ dan menyimbolkan hati tanda cinta dengan tangannya.*eh lucu bgt klo ngebayangin Riri kya gitu…. kkk~ #plakk /ditabok Riri /*
Banyak sekali orang yg melihatnya, termasuk Donghae sunbae, sepupuku. “Haeri ah…..” seru haeun kepada haeri, haeri hanya membalas dengan senyuman. Namun…. ketika dia melihatku berada diantara haeun dan hyunsa dia hanya tersenyum sinis… ‘Tuhan matilah aku….’ gumamku dalam hati.
★★★

“Hanneul ah…. menurutku, kau sudah sangat keterlaluan…. sebaiknya kau pergi meminta maaf pada haeri…..” Hyunsa menasehatiku, kalau aku pikir pikir, memang sebaiknya aku minta maaf aja deh sama haeri, tapi…. gimana caranya????

Flashback end

Haeun POV

Sudah tiga hari haeri dan hanneul gak saling bicara, gue bingung. Aku gak mau pertemanan kami hancur cuman karena hal yang bisa dibilang sepele…

“Hyunsa ya….. bagaimana jika kita memperbaiki semua ini???” Tanyaku pada Hyunsa, yah kebetulan kami hanya berduaan di kantin *hati hati loh yg berduaan ntar yang ketiganya Kyuhyun lagi…. #plakk /ditabok kyu,digampar haeun, ditonjok hyunsa/emang tabok.ama gampar apa bedanya??*.
“Mwo…???” Hyunsa menautkan alisnya, “maksudku… kita membuat semuanya kembali bersatu seperti dahulu, tidak terpecah seperti ini… aku ingin Haeri dan hanneul baikan” jelasku panjang lebar pada hyunsa, “aku juga mau…. tapi gimana caranya???” Tanya Hyunsa padaku, “aha…. i got it!!!” Jawabku sambil menjentikkan(?) Jariku *keluar lampu* sementara Hyunsa hanya menatapku bingung.

★★★
“Kenapa kau membawaku kesini eun ya?????” Tanya hyunsa padaku saat aku menariknya ke perpustakaan. Namun Hyunsa tiba-tiba diam seribu bahasa saat melihat sesuatu dibalik rak buku… namja berkulit putih, bermata coklat, dan sedikit jangkung… yah… siapa lagi kalau bukan Kyuhyun salah satu namja populer disekolah yang masuk dalam genk SFS yg beranggotakan Donghae, Kyuhyun, Dan Eunhyuk. Mereka pintar, kaya dan tampan namun sayangnya mereka sombong, tapi itu tidak memungkiriku untuk tetap menyukai salah satu dari mereka yaitu kyuhyun.
“Ahh annyeong haeun ah… hyunsa ah… sedang apa kalian disini???” Kyuhyun tiba tiba menyapa kami berdua. Tiba-tiba?? Yah memang biasanya dia eumm mereka menyapa kami hanya saat kami bersama hanneul, yg tak lain adalah sepupunya Donghae. “Ne kyuhyun ah.. kami hanya ada sedikit urusan…..” jawabku pada kyuhyun, dia hanya mengangguk anggukkan kepalanya sambil melihat hyunsa yg sedang menundukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan kami.. ‘apa hubungan mereka berdua???’ Gumamku dalam hati. Yah.. biasanya hyunsa tak pernah begini dihadapan namja, atau mungkin??? Ahh ani… hyunsa tak akan pernah mengkari janjinya kepadaku.
Janji…?? Yah kami berempat pernah berjanji untuk tidak menyukai namja yang sama *ini gue ngarang” ajah biar ceritanya lbh panjang*. Karena jika kami menyukai namja yang sama itu akan merusak persahabatan kami.
“Haeun ah….. apa rencanamu tadi mengajakku ke perpustakaan???” Tanya Hyunsa yang mampu membuyarkan lamunanku.
“Ah ne… mian aku lupa….” ucapku pada hyunsa, “eum.. mana yah????” Gumamku sambil mecari cari letak buku yang ingin aku cari. “Ahh ini dia!!” Ucapku bangga saat aku menemukan buku yang kucari. “Apa ini??? Eum… little best friend????” Tanya hyunsa padaku. “Ini adalah buku yang menceritakan tentang kehidupan orang orang yg bersahabat…. aku sih juga tau buku ini dari hanneul….” jelasku pada hyunsa. Dan kamipun mulai melanjutkan membaca ceritanya. Saat aku membuka buku tersebut ada selembar kertas yang jatuh, “hmm apa ini???” Ucap hyunsa yang hanya kujawab dengan gelengan. Kamipun larut dalam surat itu.

Author POV

Sudah tiga hari hanneul tidak masuk ke sekolah, hyunsa dan haeun pun sangat khawatir ditambah lagi dengan surat yang mereka temukan dibuku kemarin.
I love my little best Friend !!!
Dont forget me…
Walaupun kalian tak mungkin membaca ini….

Blue Sky

….

“Haeri ah……” teriak haeun pada haeri. “Ahh haeun… waeyo???” Tanya haeri pada haeun. “Ahh apa kau melihat hanneul hari ini???” Tanya hyunsa, “ne…. sudah tiga hari dia tak masuk sekolah” timpal haeun. “Kenapa kalian tanyakan orang itu padaku???” Jawab haeri seakan tidak peduli. “Huh.. apa kau tak khawatir padanya??? Dia sudah absen selama tiga hari….” jelas haeun pada haeri. “Apa peduliku padanya?!” Ucap haeri lalu pergi meninggalkan hyunsa dan haeun, mereka hanya bisa menghela nafas berat.

★★★

Para siswa kelas XI 1 pun belajar dengan serius kecuali haeri yang menatap bangku kosong yang berada dihadapannya, dalam hatinya yang paling dalam(?) Dia juga mengkhawatirkan sahabatnya.
Tanpa ia sadari haeun yang duduk disebelahnya memperhatikan tingkah lakunya.
‘Aku yakin kau pasti kembali’ .

★★★

Sudah 3 minggu berlalu begitu saja tanpa kehadiran hanneul. “Huh… sa, apakah kau merindukan bocah itu,heh???” Tanya haeun pada hyunsa, “huh mola… semuanya terasa sepi…” jawab hyunsa lesu. “Bagaimana kalau kita tanyakan pada donghae oppa??? Dia kan samchunnya” tanya haeun pada hyunsa, “maksudmu kita pergi ke kelasnya gitu??” Tanya hyunsa dan dijawab anggukkan dari haeun. “Apa kau sudah gila??? Kau mau kita pulang tak selamat karena sunbae-sunbae disana” disana eoh??” Tanya hyunsa dan lagi dijawab dengan gelengan dari haeun. “Yah mau bagaimana lagi??? Jika tidak begitu kita tidak tau apa yang terjadi kan???” Jawab haeun dengan tatapan sendu dari hyunsa. ‘Bagaimana jika dia tau yang sebenarnya???’.

★★★

@KelasDonghae

“Ahh itu dia Donghae sunbaenim…..” ucap haeun sambil menunjuk tiga orang namja yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang lagi main PSP, ada yang lagi makan pisang(?), ada juga yang menonton dua orang lainnya *tau donk siapa aja tuh…..#plakk /ditimpuk pake daun pisang/ *. “Annyeong oppadeul….” sapa haeun dan hyunsa serentak. “Huah… ann…yeo…ng…” jawab hyuk yang masih asik dengan pisangnya(?). “Kalian haeun….dan kau… hyunsa teman adikku hanneul kan???” Tanya Donghae pada hyunsa yang hanya dibalas dengan anggukkan. Kyuhyun yang mendengar nama hyunsa langsung mendongakkan kepalanya lalu membuang PSPnya entah kemana *dari pada dibuang mending buat aku… /pungut PSP/ #plakk /ditabok kyu/*. Hyunsa yang menyadari hal itu hanya menunduk, “oh ya… apa yang kalian lakukan disini??? Bukannya hanneul tidak ada disini???” Tanya eunhyuk. “Kami disini untuk menanyakan soal hanneul pada Donghae oppa…” tanya haeun dan hyunsa hanya menunduk karena sedang diperhatikan kyuhyun.

“Ahhh…. bukannya kalian satu kelas dengan hanneul???” Jawab hae, “tapi dia sudah absen 3 hari,,, apa oppa tau dia dimana???” Tanya haeun. “Hah?! Tiga hari????” Jawab Donghae dengan suara yang besar sehingga membuat eunhyuk tersedak pohon pisang(?) *#plakk. “Jadi oppa tidak tau dimana keberadaan hanneul???” Tanya haeun yang dibalas anggukkan keras dari Donghae. Sementara itu hyunsa hanya terdiam kaku karena sedari tadi kyuhyun menatapnya tajam. “Eummm yasudahlah kalau begitu…. aku sama hyunsa pamit ne…. annyeong” ucap haeun sambil menarik paksa hyunsa karena dia hanya diam saja.

*Pulang sekolah*

Haeun POV

Disiang hari yang panas ini aku melangkahkan kaki pulang kerumah sendirian, yah… biasanya sih aku pulang sama hyunsa atau haeri, tapi karena hyunsa bilang ada urusan jadi aku pulang sendiri.

Tap…..Tap(?)
Saat aku melangkah melewati sebuah lorong kecil aku mendengar suara orang yang sedang berbicara…

‘Sampai kapan kita akan menyembunyikan semua ini jjaggiya???’  Tanya seorang namja yang suaranya familiar ditelingaku… ‘setidaknya kau harus menunggu keadaan sedikit lebih memungkinkan lagi oppa…. kumohon kau mengerti…..’ sepertinya aku mengenal suara yeoja ini… dan suara ini mirip suara Hyunsa…. “Hajiman……..” ucap seorang namja yang bersama hyunsa “tapi kau harus sabar oppa” bujuk hyunsa “eum ne… jika itu yang terbaik untuk hubungan kita…., Saranghae…..”. Aku membulatkan mataku saat melihatnya mencium hyunsa. Betapa terkejutnya aku saat melihat apa yang ada dihadapanku saat ini. Seorang yang kusayangi bersama namja yang aku cintai sedang berciuman…

“Hyunsa………”

‘When your life falls apart always
remember that I’ll be the one who
stays when the rest of the world
walks out.I’ll be there to help you
through.’

Matahari masih terbit diengan indahnya…. menyebarkan rasa hangat, namun tak sehangat pelukan seorang sahabat. Yah… itulah yang dirasakan seorang yeoja yang tengah menatap keindahan dunia.

Beberapa minggu kepergiannya tanpa salam perpisahan, membuatnya merasa kehilangan separuh oksigennya. Oksigen yang menjadi sumber kehidupannya, memberikannya semangat untuk melanjutkan hidupnya.

***

Dilain tempat dengan suasana berbeda, seorang yeoja menatap sebuah bingkai berwarna biru saphire yang tertata rapi di atas meja belajarnya, membingkaikan empat orang yeoja manis*manis??? Emangnya gula???* mengembangkan senyuman khasnya masing-masing.

Tanpa sadar yeoja itu meneteskan kristal bening, mengingatkan apa yang telah terjadi. Dan menyadari bahwa penyesalan akan selalu ada diakhir cerita.

“Mianhae…. pasti kau pergi karenaku kan??? Ini semua memang salahku…. jeongmal mianhae….” ucapnya dengan memperhatikan lekat sesosok yeoja berkulit putih dengan mata berwarna coklat tua yang tengah menyunggingkan smirk khasnya.

dddrrrtt…..drrrtttt

‘hana… dul…. set…. ADA TELEPONG…. ANGKOT(?) *apa apaan ini ringtone nya… #plakk*’

“Eum… yeoboseo Hyuna ya, ada apa??????” Tanyanya pada yeoja bernama Hyunsa.
“……..”
“Ne…. arraseo, aku akan segera kesana….” jawabnya.

Yeoja itupun bergegas karena seseorang tengah menunggunya. Setelah selesai bersiap dia kembali menatap Foto tadi.

“Apapun akan kulakukan asal kau mau kembali lagi….” ucapnya dan tersenyum miris.

@Kone Beans cafe….

“Haeri…. ah.. kemari….” ucap seorang yeoja,
“Ada apa Hyunsa ya???? Kenapa kau terlihat gelisah sekali….” tanya Haeri khawatir melihat sahabatnya itu gelisah.

“Apa haeun menghubungimu????”

“Ani… wae??? Apa sesuatu terjadi padanya????” Tanya Haeri

“Eum…. begini ceritanya………”

@Haeri’s House

Haeri POV

Kenapa semuanya menjadi seperti ini??? Kacau…. persahabatanku kacau.. apa semua ini salahku??? Hanneul ah…. aku harap kau sedang disini… ku mohon.

Aku tak ingin tembok persahabatan yang kami bangun bersama runtuh begitu saja, hanya karena sebuah badai kecil.

‘God please tell them i need them and i wish we’ll be Friend, long last friend’

Author POV

few days later
…….

Seorang yeoja tengah berjalan menuju lockernya, tiba tiba saat ia membuka pintu lockernya tertempel sepucuk surat dan bunga berwarna ungu, dan bertuliskan Mr. G.

‘sebelum bunga ini layu…, aku ingin membuat bibirmu menyunggingkan sebuah senyuman kepadaku…. dear my ms. G’

Isi surat tersebut cukup membuat haeun penasaran, sedih dan bahagia. Dua sisi hatinya saling berdebat, sisi satunya mengatankan bahwa iya harus menanggapi surat itu dan sisi lainnya meminta untuk tidak mempedulikan sisi satunya, dan sisi kedualah yang menang *ini kok gue jadi ngomongin sisi yah??? #plakk /ditabokin hyunsa/.

***

in other world….

Seorang yeoja tengah berjalan menyusuri kota London yang sedikit lengang. Hujanpun turun dengan sangat lebat, dan memerintahkannya untuk berteduh.
Yeoja itupun menyinggahi sebuah kafe yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Didalam kafe, ia mendapati pemandangan yang sangat membuatnya merasa iri….

Empat orang yeoja yang sedang makan bersama seraya melepaskan tawa bahagianya. Membuat yeoja yang memandangi kejadian itu turut bersedih bersama iringan rintik air hujan yang semakin deras membasahi bumi.

‘aku merindukan kalian nae chingudeul…..’ ucapnya bermonolog.

***

back to korea!!!

Bunga mawar nan indah itupun semakin layu termakan arus waktu, menempatkan dirinya pada sebuah situasi yang membingungkan dan membuatnya penasaran atas jawaban yang selama ini membuatnya bingung.

****

Hanneul POV

Langit kota London benar-benar cerah pagi ini…. dan tidak seperti hatiku yang selalu merasa mendung.

Kutatap kesibukan kota London dari kebeningan kaca jendela, apa salah satu dari mereka memiliki perasaan yang sama denganku sekarang???? Tak ada yang bisa menjawabnya.

Dan sekarang hanya satu yang ingin ku katakan, aku merindukan mereka, dan aku ingin saat aku kembali mereka memberikan senyuman terhangatnya… dan aku tak sabar untuk 1 tahun mendatang.

Sambil tersenyum senyum sendiri aku berjalan tanpa sadar aku menabrak sesuatu.
*brakkk*
“Iam sorry sir… i don’t……” aku tak dapat memperbaiki kalimatku saat kutatap wajah seorang malaikat yang tersenyum padaku memamerkan dimpelnya ….

“Are you okay????? ”

‘Datanglah pada sahabatmu  jika kamu merasa sedih. Dan hiburlah mereka seperti mereka menghiburmu saat kamu sedih… karena sahabat yang baik akan selalu memberikan pundaknya untuk bersandar ketika lelah dan memberikan senyuman terhangat nya disaat bahagia’

 “Are you okay???” Tanya malaikat tampan berlesung pipi itu.
‘Omoo… adakah mahluk setampan itu didunia ini????’

“Miss, are you okay????” Tanyanya sambil melambaikan tangannya kehadapan wajahku. Apakah aku melamun tadi??? Kalau iya, ini sangat memalukan.

“Miss….” panggilnya lagi. “Eum ya….” jawabku kehilangan kata kata. “Are you okay???” Tanyanya. ” ahh, yes iam okay, thank’s” jawabku dan dibalas senyuman indah darinya dan berlalu dari hadapanku.

Menatap punggungnya saja aku merasa sangat senang. Eomma, apa anakmu yang manis ini sedang jatuh cinta??.

***

@paran high school

Haeun POV

Hari ini bunga itu telah layu, akankah seseorang yang menyebut dirinya ‘Mr. G’ itu akan menepati janjinya??? Entahlah… hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi satu hari, jam atau detik kemudian, yang penting aku harap sosok ‘Mr. G’ itu menepati janjinya,  semoga.

Ddrrtt ddrrrt

Kubuka ponsel berlayar sentuh kepunyaanku, dan terpampampang lah sebuah wallpaper yang mengingatkanku pada keceriaan masa lalu yang begitu indah. Karena masalah sepele masa masa indah itupun lenyap seketika.

Kubuka pemberitahuan, sebuah pesan masuk tengah terselip rapih didalamnya.

From : Hyunsa  ♥SElf4

Eun ah….
Maaf jika aku hanya mengirim permintaan maaf ku hanya dari sebuah pesan elektronik.
Dan maaf untuk segala kesalahan yang telah kuperbuat selama ini,
Seharusnya sebagai sahabat kita harus saling percaya dan jujur kepada sesama.
Ingin secara langsung aku meminta maaf namun …

Kumohon, maafkan aku…

Kubaca pesan singkat yang sedikit panjang itu. Kristal bening itupun meluncur seenaknya tanpa seijinku. Seharusnya aku juga yang mengucapkan kata Mianhae… karena terlalu egois, dan kekanakan.

*sreet*
Kurasakan sebuah remukan kertas mendarat diatas rambut hitamku dan jatuh disamping tempatku duduk saat ini.

Konna beans, 15.pm

Mr. G

Begitulah isi dari gumpalan kertas tadi.

‘Grepp’
Kurasakan seseorang memeluk tubuhku, dan hangat.. itulah yang kurasakan saat ini.

“Haeun ah…….” ucapnya
“Wae????” Jawabku sok dingin
“Kenapa seperti ini???? Apakah masalah ini akan terus berlanjut???” Tanyanya lagi.
“Tanyakan saja pada wanita itu..” jawabku singkat
“Wae? Masalahmu dan Hyunsa????” Jawabnya, aku terdiam, membeku.
“Apa hanya karena seorang namja kita menjadi seperti ini????” Jawabnya yang tambah membuatku terdiam, membisu.
“Hal ini terlalu kekanakan, dan aku kecewa pada diriku dan persahabatan kita,…” ucapnya sendu sambil berlalu dari hadapanku.

***

Author POV

Suasana kafe siang itu sangat ramai, namun terasa sangat sunyi bagi kedua orang itu. Sepasang kekasih yang biasanya merajut sebuah rantaian cinta, kini membuat suasana tengang.

“Wae chagi…??? Kenapa semuanya harus berakhir???” Tanya seorang namja bermata onyx itu.
“Karena aku tidak bisa terus menderita seperti ini…. , aku tak bisa egois… .” Jawab yeoja berparas jepang yang duduk dihadapannya.

“Tapi…….” jawabnya lagi.
“Mian oppa, aku tak bisa, apapun alasanmu tidak dapat merubah keputusan apapun.” Jawab yeoja itu dan meninggalkan namja jangkung bermata onyx itu sebelum air matanya mengalir.
“Hyunsa ya……” serunya pada yeoja bernama hyunsa itu.

‘Maafkan aku kyuhyun oppa, jeongmal mianhae…..’

****

@kona beans cafe

Seorang yeoja tengah mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kafe itu, tanpa sadar dua orang namja tengah memperhatikannya.

“Hyung ah…. aku merasa gugup sekarang…..” ucap seorang namja imut bersuara khas itu.
“Semangat Wookie ah.. kau pasti bisa,” ucap namja lain yang bermata sipit kepada namja yang bernama wookie itu.

“Oke mulai….” ucapnya pada sekelompok pemain band cafe itu.

L. Is for the way you look at me..
O. Is for the only one i see….
V. Is very very extra ordinary
E. Is even more than anyone can you bought….

Haeun POV

Lantunan lagu jazz itu meluluhkan perhatianku pada sang penyanyi yang memiliki suara khas nya yang sangat menukik indah namun sangat merdu dan enak untuk didengar.

“This song specialy for my love, my heart, my Ms. G Choi Haeun”

Mendengar ucapan itu aku menolehkan kepala ku kepada si empunya suara…. dia, bukankah dia seorang Kim Ryeowook yang sangat pintar itu???

Kim Ryeowook pun turun dari atas singgah sananya dan mulai menghampiriku. Jantungku berdegup sangat kencang. Omo… namja imut ini sedang berada dihadapanku, dan dia berlutut sambil mengeluarkan setangkai bunga tulip berwarna ungu.

“Maaf membuatmu lama menunggu, dan maaf untuk kekuranganku, tapi…. .” Ucapnya dan hanya kubalas dengan tatapan diam penuh rasa penasaran akan kata-kata selanjutnya.

“Kumohon, dengan sepenuh rasa cintaku padamu…. terimalah cintaku dengan segala kekuranganku, dan aku yakin kau akan melengkapinya…..” ucapnya lagi dan masih belum kubalas.

“Kumohon…. jebbal…..”

“Hahhhh” kuhembuskan nafasku, dan dibalas tatapan kecewa darinya,

Sesaat kemudian dia akan pergi meninggalkanku.

“Tunggu….” jawabku menahan kepergiannya.
“Apa kau akan pergi sebelum mendengarkan jawabanku????” Tanyaku lagi.

“Ne… aku mau jadi yeoja  chingu mu oppa…..”

***

Author POV

Dilain tempat dengan suasana yang berbeda 180° dari apa yang dirasakan haeun. Merasakan sakitnya patah hati.

“Hiks…. oppa mianhae… maafkan aku,” seorang yeoja tengah bermonolog seraya memeluk sebuah bingkai berwarna biru muda….

“Oppa, maaf…. jika aku harus memilih aku akan tetap memilih sahabatku,….. .” Ucapnya lagi ditengah isaknya.

“Karena cinta tak harus memiliki…..  .”

In other world and time….

Hari itu begitu cerah dari hari biasanya bagi seorang yeoja bermarga Lee itu. Merasakan setiap hembusan nafasnya dengan penuh rasa kebahagiaan dengan diselingi rasa kasmaran.

“Kim Hanneul….” ucap seorang namja bertubuh tinggi dengan wajah khas kebaratan miliknya.
“Yes, sir….” jawabnya antusias.
“Congrats…. you got A+ for your match examination (*apa deh bahasa inggris gue*)

“Thank you sir…. .” Ucapnya dengan penuh senyuman bangga yang diselingi tepuk tangan.

***

“Congrats… .” Ucap seorang yeoja bermata biru dengan wajah baratnya.
“Thank’s, ” jawab seorang yeoja lagi,

Suasana kantin siang ini sangat ramai, penuh dengan suara. Namun keramaian itu perlahan menjadi diam karena seorang namja tengah memasuki ruangan itu. *bayangin waktu Edward Cullen masuk ke kantin*

“who is he???” Tanya seorang yeoja kepada seorang yeoja yang tengah duduk memakan hamburger disampingnya.

“He is Siwon, and you know…. he is the most handsome boy in our school…” ujar yeoja tadi panjang lebar.

‘jadi malaikat tampan itu bernama Siwon, nama nya memang selaras dengan wajah tampannya yang sempurna… he’s perfect’ batinnya.

 

‘We will end this now and start everything from beginning….. and do everything again…. Because You Are My Little Best Friend ….’

Minggu pagi di London terasa sangat menyejukkan dimusim semi itu. Namun tidak seperti perasaan yeoja berambut coklat itu yang merasakan gersangnya musim kemarau… mungkin faktor kesepianlah salah satunya.

“Fighting hanneul… do the best today!!!” Ujarnya menyemangati dirinya sendiri.

****

Taman di salah satu sudut kota London memang selalu ramai di pagi hari saat akhir pekan. Ada yang bersepeda, berlari kecil, atau hanya sekedar menikmati indahya pemandangan.  Begitu pula halnya Hanneul yang sedang berlari kecil. Dan sebuah objek yang tak disangka muncul dihadapannya.

“Omona….. itu Siwon…” ucapnya.

Dia terus memandang seseorang yang bernama Siwon itu. Tanpa sadar dia tersandung torotoar dan terjatuh.

“Aw…. jeongmal apoyo…..” ucapnya bermonolog sambil memegang pergelangan kakinya.

“Are you okay miss??” Tanya namja yang menjadi objek padangannya.

“Eum ne…” jawabnya bahwa ia lupa kalau sedang berada di Inggris.

“Apa kau orang Korea??” Tanya Siwon dengan aksen koreanya.
“Ne…. dan kau?? Kau bisa berbahasa korea??” Jawabnya.

“Karena … aku juga orang Korea….”

*****

“Hahaahaaa, gak ku sangka bisa bertemu orang korea disini..” ucap namja kekar itu.

“Ahh… ne siwon ssi..,”
“Jangan memanggilku seperti itu, panggi aku oppa ne?? Bukankah kau hoobae ku di sekolah?” Tuturnya lembut

“Ne, opp… oppa…” ucap yeoja itu memamerkan dua gigi kelincinya.

****

Hanneul POV

“Gomawo oppa sudah mengantarkan pulang”

“Ne, annyeong…” ucapnya ramah dan melambaikan tangan kekarnya itu dari balik jendela mobil audi R8.

‘deg’

Entah kenapa saat aku memikirkan caranya tersenyum padaku membuat jantung ku memompa lebih cepat dari sebelum sebelum dan sebelumnya.

‘demi apapun tolong beritahu aku apa yang sedang kurasakan saat ini???’ gumamku dalam hati sambil menatap langit langit kamar dan berlayar ke alam mimpi.

***

Author POV

Di belahan dunia lain seorang yeoja berparas jepang itu sibuk berkelahi dengan pikiran yang mengganggu otaknya itu.

‘Dddrrrrttt ddddrrrtt’
Dering ponsel mengganggu pemikirannya “1 Pesan Baru”

from : Haeun ^^
Sa… ada yang ingin aku bicarakan denganmu dan Haeri besok saat makan siang…
Penting! Ini menyangkut masa depan kita….

Hyunsa menatap bingung pada layar dihadapannya, perasaan bahagia dan sedih menelusuri tiap ruang dihatinya.

akankah dia harus senang atau bersedih?

@ konabeans caffe 12.30 PM SKT

Tampak dua orang yeoja duduk berhadapan menanti yeoja lainnya yang sedang berjalan melalui pintu utama.
“Hyun..ah, apa yang menurutmu akan dikatakan oleh haeun???” Tanya Haeri pada Hyunsa.
“Entah lah… aku juga tidak tau….” jawabnya menggidikkan bahu

“Ri ah… hyun ah….” sapa haeun bersemangat.

****

‘……..’

Keheningan menyapa ketiga yeoja itu.
“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan dengan kami eun ah…..” ucap Haeri memecah keheningan diantara mereka

“Aku ingin kita memulai semuanya dari awal……”

****

“Aku ingin kita memulai semuanya dari awal,” mendadak suasana menjadi canggung

“maksudmu??? Aku tidak mengerti…..” Tanya Haeri penuh tanda Tanya, namun Hyunsa hanya diam tak berbicara sedikitpun.

“aku ingin memulai persahabatan kita dari awal dan…” ucap Haeun terhenti dan menghela nafa sejenak

“dan untukmu Hyunsa ya… aku ingin kau kembali dengan kyu oppa..” ucap Haeun pada Hyunsa, namun Hyunsa menatap matanya bingung

“Wae?? Tapi bagaimana dengan kau???” Tanya Hyunsa khawatir.

“Tenang… aku sudah menemukan apa yang terbaik untukku…”

‘Melihat kau bahagia dan tersenyum itu merupakan hal terbaik untukku walaupun sedikit menyakitkan…. Namun itulah CINTA yang sebenarnya’

 

One year later

Hanneul POV

 

Menyenangkan bisa kembali menghirup udara yang sama dengan orang yang kusayangi, yang sudah setahun belakangan aku tinggalkan demi menenangkan diri,

“HANNEUL AHHHHH” teriak ketiga yeoja itu padaku, yah… siapa lagi kalau bukan Haeun, Haeri, dan Hyunsa. Mereka pun langsung menghambur kedalam pelukanku dalam wajah yang dapat diartikan.

“aku merindukan kalian….” Ucapku tanpa sadar setitik Kristal bening itu membasahi pelupuk mataku.

“ehm… aku juga….” Ucap mereka serentak

“EKMHHH”

“oh ya… perkenalkan ini Siwon oppa, pacarku.” Ucapku memperkenalkan wonppa pada mereka.

“jadi, magnae evil kita sudah tau pacaran yah.. kkk~” goda haeri dan membuat mereka tertawa.

“sepertinya perbincangan kita akan berlangsung lama…. Dan akan banyak yang kami ceritakan selama kau tak ada…” ucap Haeun

“mwo???… “

 

Author POV

Persahabatan mereka kembali seperti semula, mereka sepakat untuk memulai semuanya dari awal. Senyuman itu pun kembali terukir, dan ini pembelajaran yang penting,

‘bahwa sahabat sejati akan merasakan sakitnya luka bersama… dan semua itu akan indah pada waktunya…’

The End

 

 

 

 

 semoga READERS (kalo ada) suka sama fanfict ato cerpen aku and please DON’T BE SILENT READER thanks