Lost File

File ff the reason chapter 6-9 hilang…. Huaaaaa mana mau dikirim tgl 18… T.T

Posted from WordPress for Android

The Reason chapter. 4

image

Anak laki- laki berpakaian serba hitam itu tersenyum disisa- sisa tangisannya. Tangan kanannya tengah menggandeng seorang anak perempuan yang berusia sedikit lebih muda. Mereka berdua tersenyum sambil melangkahkan kaki mendekati keramaian.

Tentunya bukan keramaian yang biasa, keramaian disana dapat diartikan dalam suasana lain. Dimana semua orang berkumpul untuk membagi duka. Dimana kita juga dapat merasakan kesepian ditengah keramaian. Bisa disebut juga acara pemakaman.

Tak sedikit yang bersedih, termasuk Kyuhyun. Dia harus kehilangan ibu dan kakak perempuannya diusia muda. Dia sempat menangis dan menyendiri, namun seorang gadis kecil datang dan menghiburnya. Membuatnya melupakan dukanya untuk sesaat.

“Hyuna-ya… Kau darimana saja sayang??” Seorang wanita paruh baya itu menghampiri Kyuhyun dan gadis kecil bernama Hyuna itu. Beliau menampakkan raut khawatirnya pada bocah kecil yang tengah menggenggam tangan Kyuhyun.

“Eomma!! Lihat, namanya Cho Kyuhyun!!” Ucap anak kecil itu tanpa mengindahkan pertanyaan ibunya. Wanita itu menoleh kearah Kyuhyun yang tersenyum malu- malu padanya. Hati wanita itu sedikit tersentuh melihat Kyuhyun yang tengah tersenyum ditengah dukanya.

“Tentu saja eomma mengenalnya, sayang! Dia kan tetangga kita..” Hyuna membulatkan bibir mungilnya sambil menganggukkan kepalanya.

“Jadi, aku bisa bertemu Kyuhyun setiap hari??” Tanyanya dengan mata berbinar. Ibunya mengangguk dan tersenyum pada mereka.

“Cha… Kita harus memberi salam pada Cho ahjussi dulu…” Ucap wanita itu dan menggiring mereka pada kedua orang pria yang tengah berbincang.

“Appa..” Hyuna melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun dan mendekati salah satu pria berpakaian serba hitam itu. Namun, Hyuna berbalik lagi dan menggandeng tangan Kyuhyun. Menarik pria kecil itu mendekat dengan Ayahnya.

****

“Hei!! Kau mau kemana?!” Kyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku jacketnya. Memandang Hyuna yang sedang berlari kecil melewati rumahnya. Kyuhyun mendengus sebal saat tidak mendapat tanggapan dari perempuan itu.
“Yak!! Hyuna-ya!!” Mau tidak mau Kyuhyun harus mengejar gadis itu yang tidak menggubrisnya. Kyuhyun terus mengikuti gadis itu dari belakang.
“Hyuna-ya!!” Kyuhyun akhirnya berlari mendekati gadis itu. Menarik tangannya dan membuat Hyuna menghentikan langkah kaki pendeknya. Namun, Hyuna masih diam menatap lurus kearah jalanan. Lebih memilih mendengarkan lagu dari balik earphone yang menggantung ditelinganya.
Chankaman….” Kyuhyun menarik earphone itu dan mendapatkan tatapan mematikan dari gadis itu.
Wae?!” Hyuna berteriak kesal dihadapan Kyuhyun.
“Aniya…” Jawab Kyuhyun santai. Hyuna menghembuskan nafasnya kasar dan pergi berlalu dari hadapan Kyuhyun. Pria itu mengikutinya lagi.
“Maaf, Kyu! Aku sedang tidak dalam mood untuk… Hei!! Apa yang kau lakukan?!” Ucapnya saat Kyuhyun tiba- tiba menarik tangannya menuju mobil sedan yang terparkir cantik dihalaman rumah Kyuhyun.

“Ayo kita jalan- jalan!” Kyuhyun memaksa Hyuna untuk masuk kedalam mobilnya. Sementara gadis itu hanya mengerutkan wajahnya saat pria jangkung itu menutup pintu penumpang.
Suasana hening menemani mereka selama perjalanan. Hyuna hanya diam memandang butiran- butiran salju yang memenuhi torotoar. Kyuhyun lebih memilih berkonsentrasi pada jalanan yang cukup ramai. Hyuna yang kalut pada dunianya yang akan berubah tak lama lagi.
Ban mobil yang berhenti membuat Hyuna sadar akan lamunannya. Gadis itu menatap Kyuhyun yang keluar dari mobilnya, dan membukakan pintu penumpang untuknya. Hyuna hanya diam menatap Kyuhyun yang membawanya ke pinggiran sungai Han yang sedikit membeku.
“Turunlah, sayang!” Hyuna mengerutkan dahinya mendengar kata ‘sayang’ dari Kyuhyun. Pria itu mengulurkan tangannya pada Hyuna, gadis itu terdiam sebentar sebelum menerima uluran tangannya.
Wae?” Gumam gadis itu, Kyuhyunmenundukkan kepalanya menatap Hyuna.
“Kenapa kau membawaku kesini, Cho Kyuhyun??” Kyuhyun tersenyum pada Hyuna, kemudian memandang kearah sungai Han.
“Berteriaklah!!” Ucap Kyuhyun. Pria itu masih memandangi sungai Han. “Berteriaklah!” Ucapnya sekali lagi, dia memandang Hyuna yang mengerutkan dahinya. Gadis itu memngisyaratkan ‘Untuk apa??’.
“Ayo kita berteriak bersama, membuang semua masalah dan biarkan mereka ikut membeku bersama air sungai…” Pria itu memandang Hyuna.
“Dan memulai sesuautu yang baru bersama- sama!” Lanjutnya. Hyuna merekahkan senyumannya, dan memamerkan deretan gigi putihnya.
“Kajja!!” Jawab Hyuna antusias dan menarik Kyuhyun untuk lebih mendekat dengan aliran sungai.
“AKU MEMBENCIMU, CHOI SIWON!!!!”
“SEMOGA KAU BERBAHAGIA DISANA!!! AKU MEMBENCIMU!!!!” Dia berteriak dengan lantang, mengeluarkan segala perasaan yang mengganjal dihatinya. Dia berbalik dan menatap Kyuhyun yang tersenyum padanya.
“Sudah lebih baik??” Tanya Kyuhyun. Gadis itu mengangguk dan memeluk tubuh berisi Kyuhyun.
“Sangat… Aku sangat baik, Kyu! Terima kasih…” Ucapnya disela- sela pelukannya. Kyuhyun mengusap rambut dengan sayang.
“Ya… Aku menyayangimu!”

****

“Kyuhyun…” Kyuhyun menolehkan kepalanya pada gadis itu dan tersenyum lembut. Kemudian mencoba kembali fokus terhadap jalanan.
“Mwo??”
“Apa kau yakin??” Kyuhyun menolehkan kepalanya sekali lagi. Pria itu mengerutkan dahinya, sedikit bingung dengan pertanyaan yang ditembakkan oleh Hyuna.
“Maksudmu??”
“Tentang.. ehm pernikahan itu, apa kau yakin Kyu?” Tanyanya. Hyuna mengenggam tangannya sendiri, bersiap- siap dengan segala jawaban yang Kyuhyun berikan. Pria itu menoleh lagi kepada Hyuna. Kyuhyun tersenyum dan terkekeh pelan sebelum menjawab pertanyaan gadis itu.
“Tentu saja, sayang… kalau aku tidak yakin, mana mungkin aku melamarmu didepan ayahmu, eoh?!” Jawaban Kyuhyun membuat senyumannya merekah, dia merasa cukup atau sangat puas dengan jawaban Kyuhyun.
“Terima kasih, Kyu..”
“Untuk?? Kurasa aku yang perlu berterima kasih padamu…” Hyuna menatap Kyuhyun yang masih sibuk dengan konsentrasinya pada jalanan, meminimalisir kemungkinan kecelakaan.
“Karena kau selalu ada untukku, karena kau selalu mengerti aku…. dan semua yang telah kau berikan padaku, Kyu!” Ucapnya panjang lebar. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum simpul pada gadis itu.
“Ya…. Karena kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, dan aku juga terima kasih atas semua yang kau berikan padaku, aku menyayangimu, Hyuna-ya!” Gadis itu sedikit tertegun dengan kalimat Kyuhyun. Terutama saat pria itu berkata ‘adik’ ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Kyuhyun mengusap rambutnya penuh kasih sayang, seperti yang biasa pria itu lakukan padanya.
“Nah… Sekarang kita harus bersiap- siap!” Kyuhyun memecahkan lamunan singkat Hyuna. Gadis itu menoleh dan menatap Kyuhyun dengan alisnya yang menyatu.
“Kemana?? Kita akan kemana, Kyuhyun oppa??” Tanya Hyuna dan tak lupa membuat nada manja pada akhir pertanyaannya. Kyuhyun tertawa dan mengacak- acak rambut gadis itu yang membuat Hyuna mendengus sebal.
“Hari ini appa akan keluar dari rumah sakit, tidakkah kau ingin menjenguk ‘your father in law’ yeobo??” Hyuna memutar bola matanya mendengar nada Kyuhyun saat berkata ‘yeobo’. Pria itu hanya terkikik pelan melihat respon yang diberikan Hyuna. Tanpa Kyuhyun sadari, gadis itu mengeluarkan smirknya.
“Tentu saja, sayangku…” Ucapnya dengan nada yang terdengar…… euh, menjijikkan. Mereka tertawa sepanjang perjalanan.
“Hyuna-ya….” Hyuna menoleh pada Kyuhyun setelah menghabiskan sisa tawa mereka. “hmm” Gumam gadis itu menjawab panggilan dari Kyuhyun.
“Ehm… itu… anu…” Kyuhyun kehilangan kata- katanya. Dia lupa cara untuk menyampaikan sesuatu yang ingin ditanyakannya pada gadis itu.
“Anu-nya apa??” Hyuna menoleh dan menatap Kyuhyun dengan curiga. Pria itu mulai salah tingkah dan kembali memikirkan kalimat yang pas untuk disampaikannya pada gadis itu.
“Ehm…. Undangan itu,”
“Undangan apa, Kyu?” Dia mulai memikirkan undangan yang dikatakan oleh Kyuhyun. Sesuatu yang berhubungan dengan undangan yang mungkin dilupakan gadis itu. Kyuhyun menggaruk belakang telinganya yang mungkin tidak gatal.
“Pernikahan….” Gumam pria itu, dan mencoba kembali fokus pada kegiatan mengemudinya.
“Ohhh, itu! Pernikahan Siwon oppa kan??” Jawabnya santai. Perubahan sikap gadis itu membuat Kyuhyun merasa sedikit bingung. Saat dia marah, tiba- tiba saja dia bisa menjadi orang yang lemah lembut.
“Y-ya… apa kau lupa??”

“Tentu saja tidak… tapi,” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya menunggu lanjutan kalimat dari ‘calon istrinya’ itu.
“Tapi… bukankah kita harus menjenguk ‘ayah mertua’ sekarang??” Gadis itu menekankan kata- kata pada akhir kalimat tanyanya pada Kyuhyun.

“Kau tidak berniat untuk menghadiri acara pernikahan itu kan??” Kyuhyun mengerutkan dahinya, memandang gadis itu penuh tanya. Hyuna hanya tertawa pelan dan menonjok pelan lengan berisi Kyuhyun.

“Tentu saja tidak, Tuan Cho! Aku bukan pengecut… tapi sungguh, menjenguk ayahmu lebih penting saat ini.” Kyuhyun terkekeh pelan mendengar jawaban gadis itu.

“Oh ya…? aku sungguh terharu!” Ucap Kyuhyun. Mereka berdua tertawa sepanjang perjalanan.

****

“Appa!!!” Teriak gadis kecil itu menghampiri kedua orang pria yang tengah berbincang, meski salah satu dari pria itu tengah menampilkan wajah dukanya yang tak tertahankan. Seseorang yang dipanggil appa tadi menoleh dan tersenyum melihat putri kecilnya yang sedang menggandeng anak laki-laki, dan istrinya tengah menghampiri mereka.
“Appa… Hyuna dapat teman baru! Namanya Kyuhyun!” Ucap gadis itu saat tiba dihadapan ayahnya. Pria itu tersenyum dan menatap Kyuhyun yang tengah berdiri dibelakang putrinya.
“Benarkah?!”Hyuna mengangguk ceria dan mendekat kearahnya. Pria itu berjongkok menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu.
“Ayah, siapa ahjussi itu??” Bisiknya. “Dia Cho ahjussi, ayahnya Kyuhyun!” Jawab ayahnya sambil berbisik juga. Hyuna menatap ayahnya takjub dengan tatapan yang seolah mengatakan ‘benarkah??’. Pria itu mengangguk dan tersenyum.
“Cah… sekarang beri salam pada ahjussi!” Hyuna tersenyum saat Ayahnya menarik tangannya untuk mendekati pria tadi.
“Annyeonghaseyo ahjussi…”Hyuna membungkukkan tubuh mungilnya dan tersenyum tiga jari.
“Annyeonghaseyo, siapa namamu gadis manis??” Tanya Ayah Kyuhyun pada Hyuna.
“Naneun Hyuna imnida! Bolehkah aku berteman dengan Kyuhyun??” Tanyanya to-the-point. Ayah Kyuhyun tertawa pelan dan mengusap rambut gadis itu.
“Tentu saja! Bahkan jika menjadi menantuku kelak, akan kuizinkan!”


Hyuna meremas tangan kirinya, sementara tangannya yang lain tengah digenggam erat oleh pria disampingnya. Entah apa yang dirasakannya rasa takut, gugup, dan mungkin sedikit bahagia. Mereka berdua berjalan beriringan menelusuri koridor rumah sakit menuju ke ruangan dimana ayah Kyuhyun dirawat.
Sementara Hyuna sibuk dengan rasa cemasnya, Kyuhyun tetap tenang. Pria jangkung namun berisi itu lebih memilih memikirkan kata- kata yang akan diucapkannya. Kyuhyun terus menggenggam tangan yang terasa dingin itu hingga kedepan pintu ruang perawatan.

“Kyu, tunggu!” Hyuna menghentikan langkahnya tepat sebelum Kyuhyun memutar handle pintu putih itu.

“Kenapa??” Kyuhyun berbalik, menatap gadis yang tengah terlihat gugup itu.

“Tidak apa- apa, aku hanya sedikit gugup..” Ucapnya dan tersenyum. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan terkekeh sebelum akhirnya membuka pintu ruang rawat inap itu.

Krekkk

Pintu ruangan yang terbuka itu menampilkan sepasang pria dan wanita tua yang tengah bercengkrama, sang pria tengah terbaring diatas ranjang dan wanita itu dengan setia mendampinginya. Suara derit pintu menyadarkan mereka berdua. Pria tua itu tersenyum saat melihat siapa yang datang.

Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam, Hyuna yang berjalan dibelakangnya menundukkan sambil kepala. Gadis itu terlalu canggung dengan suasana saat ini.
“Selamat datang, menantuku…”


Kau terlihat seperti kepiting rebus! Hahahaha.” Kyuhyun tertawa sambil membukakan pintu penumpang. Gadis bergaun biru itu hanya mengerutkan wajahnya mendengar Kyuhyun yang terus menggodanya.

“Huh! Diam kau Tuan Cho!” Dia mendengus sebal dan masuk kedalam mobil, meninggalkan Kyuhyun yang terus mentertawakannya. Merasa kesal dengan Kyuhyun, dia membuka kaca mobil dan menarik ujung jas abu- abu yang dikenakan Kyuhyun dengan kuat. Membuat pria yang tengah asyik tertawa itu hampir jatuh kehilangan keseimbangannya.

“Ya, ya ya…. kita berangkat sekarang, haha!” Kyuhyun masih sempat tertawa melihat tingkah lucu Hyuna saat ia mulai merasa kesal.

“Cepatlah!!! Aku tak ingin terlambat, Kyu!”

“Siap, Nyonya…” Kyuhyun menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari tempat itu. Selama perjalanan, tak ada satupun yang ingin memulai percakapan. Mereka berdua lebih memilih diam dan sibuk dengan urusan masing- masing. Kyuhyun dengan kemudinya dan Hyuna tentang kunjungannya dirumah sakit tadi, yang membuat Kyuhyun terus mentertawainya.

***

“Selamat datang, menantuku…” Pria tua itu tersenyum pada Hyuna, membuat gadis itu mendongakkan kepalannya yang sedari tadi menunduk. Dia memamerkan senyuman kakunya.

“Ba- bagaimana kabarmu, ahjussi???” Tanyanya. Nada gugup gadis itu sangat terbaca. Kyuhyun hanya menahan tawa melihat tingkah gadis itu. Pria tua itu tersenyum ramah menatap Hyuna yang masih enggan menatapnya.

“Tentu saja aku baik… sangat baik, apalagi saat aku menerima kabar putraku akan menikah….” Jawabnya dan tersenyum. Hyuna masih menunduk dan terdiam, ini bukan gayanya.

“Sayang…” Bisik Kyuhyun. Hyuna menoleh kearahnya dan menatap bingung. ‘Apa?!’ Kyuhyun melampirkan tangannya kebahu Hyuna. Hyuna melebarkan matanya kearah Kyuhyun, kemudian menyikut pinggang pria itu dengan tangan kanannya. Kyuhyun semakin mengeratkan tangannya di bahu gadis itu.

“Tak perlu sungkan, sayang… Dia juga akan menjadi ayahmu!” Hyuna menjauh dari Kyuhyun yang terus saja menempel kearahnya.

“Aigoo, kalian sangat mesra, aku jadi iri!” Mereka menghentikan tingkah mereka saat suara Ayah Kyuhyun dan kekehan pelan ibunya menyela.

“Sepertinya mereka sudah tidak sabar lagi, yeobo!” Kini giliran ibu Kyuhyun yang bersuara. Hyuna kembali menundukkan kepalanya, wajahnya memerah!
.
.
Mereka semua berbincang, Kyuhyun dan ayahnya sedang membicarakan masalah perusahaan. Hyuna dan ibu Kyuhyun sibuk dengan obrolan perempuan. Hyuna sesekali menunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah saat ibu Kyuhyun menggodanya. Ditengah- tengah obrolan, Kyuhyun mengajak Hyuna untuk pulang. Mereka harus bersiap untuk menghadiri upacara pernikahan Siwon.

“Appa! Kami pulang…” Kata Kyuhyun. Pria tua itu tersenyum dan menatap mereka lembut.

“Ya, aku mengerti! Anak muda selalu punya alasan untuk selalu berduaan…” Hyuna memerah, menundukkan kepalanya.

“Ahjussi… cepat sembuh eoh!!” Hyuna membungkukkan badannya, begitu pula dengan Kyuhyun. Saat Hyuna hendak membalikkan tubuhnya, dengan tidak sengaja dia menyandung tiang penyangga ranjang rumah sakit. Itu membuatnya limbung dan hampir terjatuh, beruntung Kyuhyun menangkapnya sebelum tubuh cantiknya mendarat dilantai marmer putih itu.

“Aigooo, lain kali hati- hati. Jangan terlalu tergesa- gesa, pernikahan kalian pasti akan dilaksanakan.” Ucapan pria tua itu membuat Hyuna memerah. Bukan karena sakit yang tidak seberapa, namun malu yang tak tertahankan. Betapa cerobohnya dia!!

bersambung…

akhirnya part.  4 ini dipublish juga… huft…

ff ini aku publish akibat ke-galau-an yang melanda karena FlyiNC akan ditutup T.T

Feeling

Dia tersenyum padaku, senyumnya yang indah menawarkan ribuan kebahagiaan yang tak pernah kuharapkan sebelumnya. Senyum itu juga membuat debaran jantungku berdetak lebih keras dari sebelumnya, akankah ini cinta?? Sebuah fatamorgana yang membuat bayangan semu? Aku sendiri bahkan ragu, dan mungkin cenderung takut dengan apa yang kurasakan.

the Reason Chapter. 3 -Crazy proposal.

Author :
• HanneulKim
Title :
• The Reason Chapter 3
Category :
• Friendship, Yadong, NC-17,Chapter
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hyuna (OC)
Other cast :
• Lee Sungmin
• Find other
Warning!!! Typo bertebaran…. Siapin hati dan fikiran anda… terutama kantong muntah…

Happy reading Guys :*

Seorang namja kecil tengah meringkuk di sudut ruangan yang gelap itu. Anak itu menundukkan kepala sambil menangis. Pakaian serba hitam yang melekat pada tubuhnya terlihat lusuh. Pria kecil itu terus menangis hingga tak menyadari seorang yeoja kecil yang seumuran dengan anak itu sedang memperhatikannya. Anak itu mendekat sambil memegang boneka beruang kecil ditangannya.
“Kau kenapa??” Suara mungil gadis itu memecahkan keheningan, anak laki- laki itu mendongakkan kepalanya menatap gadis yang tengah berdiri dihadapannya itu dengan raut yang ketakutan.
“Pergi!! Tinggalkan aku sendirian…” Jawabnya dan menangis lagi. Namun, gadis kecil itu tak mempedulikan ucapan anak laki- laki itu, dia bahkan melangkah semakin mendekat.
“Jangan menangis…” Gadis kecil itu duduk dihadapan anak laki- laki tadi. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya dan memberikan benda itu pada anak lelaki dihadapannya.
“Kuharap kau tak menangis lagi. Biasanya appa akan memberikanku cokelat saat aku menangis…” Ucapnya seraya memberikan sebuah coklat berbentuk hati. Dengan perlahan anak lelaki itu menerimanya.
“Siapa namamu??” Tanyanya dengan suara mungilnya. Anak lelaki itu mendongak dan tersenyum.
“Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Siapa namamu??” Jawabnya dan mengulurkan tangan kanannya.
“Hyuna… Kim Hyuna. Kuharap kita bisa menjadi teman.” Balasnya. Mereka tersenyum dan saling melemparkan pandangan bahagia.

****

“Bagaimana kalau kita menikah???” Tanya gadis itu.
“Oh… Menikah..” Jawab Kyuhyun santai, dia belum menyadari apa yang diusulkan Hyuna. Namun dalam beberapa saat kemudian.
“Apa?! Menikah?!!” Ucapnya terkejut. Hyuna menganggukkan kepalanya santai dan memamerkan senyum tiga jarinya.
Shireo!! Neo Michieoso??” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Hyuna mengerutkan wajahnya saat Kyuhyun mulai mengatainya gila.
“Tidak, Kyuhyun!! Aku masih waras. Buktinya aku lulus tes psikologi dan sekarang aku menjadi psikolog. Jadi, tidak mungkin aku gila!” Jawabnya sengit menatap Kyuhyun tajam.
“Menikah itu bukan sebuah mainan, Hyuna-ya.” Ucap Kyuhyun pelan.
“Siapa yang bilang kalau pernikahan itu permainan?? Lagi pula coba pikirkan sisi baiknya!” Ucap Hyuna semakin sengit.
“Apa?? Katakan padaku apa sisi baiknya??” Jawab Kyuhyun tak kalah sengit.
“Ayahmu. Mungkin dia akan berpikir kau sudah menjadi normal, dengan itu kesehatannya akan kembali pulih!” Jelas Hyuna. Kyuhyun berpikir, tentang penjelasan Hyuna.
“Tapi, bagaimana dengan dirimu??” Tanya Kyuhyun.
“Aku tak mungkin mengorbankanmu dan mengikat dirimu dengan pria sepertiku seumur hidupmu!!” Lanjutnya. Pria itu menatap Hyuna dalam- dalam meyakinkan gadis itu akan keputusannya.
“Tidak ada yang akan dikorbankan, Kyuhyun!! Dengar!! Mungkin saja kita bisa belajar saling mencintai dan…”
“Tidak!! Itu tidak mungkin, mana mungkin pria sepertiku dapat mencintai seorang wanita!!” Sanggah Kyuhyun. Hyuna menangkupkan tangannya pada wajah pria itu.
“Dengar, Kyuhyun! Tak ada yang tidak mungkin didunia ini, selama kau berusaha semua yang tak mungkin itu akan menjadi mungkin.” Jelasnya pelan. Kyuhyun menatap mata gadis dihadapannya itu, mencari jawaban yang tepat untuknya.
“Maukah kau berusaha bersamaku??” Tanya Kyuhyun. Gadis itu mengembangkan senyuman diwajah cantiknya dan menganggukan kepalanya mantap.
“Baiklah! Kita akan menikah!!”


“Appa.. Sudah sadar??” Tanya Kyuhyun saat melihat ayahnya yang telah membuka matanya. Pria tua itu hanya diam menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun menundukkan kepalanya, kemudian menggenggam tangan Hyuna yang berada disampingnya.
“Eomma, bisa tinggalkan kami berdua saja??” Tanya Kyuhyun pada ibunya. Kemudian wanita itu mengangguk. Hyuna dan ibu Kyuhyun keluar dari ruangan itu, meninggalkan Kyuhyun berdua dengan ayahnya.
“Appa, cepatlah sembuh…” Ucap Kyuhyun saat mereka hanya ditinggal berdua diruangan itu.
“Aku ingin meminta sesuatu pada appa…” Lanjutnya lagi. Kyuhyun menundukkan kepalanya sebentar sebelum menatap ayahnya.
“Aku ingin menikah!” Ucap Kyuhyun tegas. Pernyataannya itu membuat Ayahnya menoleh dan menatap Kyuhyun tajam.
“Setelah appa sembuh nanti, aku ingin menikahi Hyuna…” Jelasnya. Sementara itu ayahnya menatap Kyuhyun dengan tatapan terkejutnya.
“Aku mencintainya, appa. Aku ingin menikahinya!” Lanjutnya lagi. Kyuhyun meneguk liurnya sendiri saat mengucapkan kata ‘cinta’ itu. Ayahnya tersenyum kemudian dan menganggukkan kepalanya.


“Jadi, Bagaimana Kyu??” Tanya Hyuna saat mereka sedang dalam perjalanan pulang kerumah.
“Apanya yang bagaimana??” Tanya Kyuhyun pura- pura tidak tahu maksud dan arah pembicaraan gadis itu.
“Yang kau bicarakan dengan Ayahmu tadi…” Jelasnya lagi. Gadis itu tersenyum penuh maksud pada Kyuhyun.
“Ayo ceritakan…”
“Aaa.. Itu, apa ya??” Jawab Kyuhyun lagi dengan pertanyaan. Hyuna mendengus sebal melihat tingkah lelaki disampingnya itu.
“Kyuhyun!!” Ucapnya sebal. Kyuhyun tertawa keras dan mendapatkan deathglare dari gadis disampingnya itu.
“Baiklah, nona!! Aku akan bercerita…” Ucapnya pelan.
“Tadi, aku bilang pada ayahku. Bahwa aku ingin menikahimu setelah dia sembuh dan….” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dan membuat Hyuna semakin penasaran.
“Dan…” Hyuna mengikuti kata terakhir Kyuhyun, pada kalimatnya barusan.
“Dan apa, Cho Kyuhyun!!” Gadis itu mulai geram dengan Kyuhyun, pria ini selalu tahu bagaimana membuat Hyuna kesal dengan tingkah ajaibnya.
“Dan dia menyetujuinya… Dia sangat senang dengan berita bahagia itu… Aku harap itu bisa membuatnya lebih baik!” Lanjut Kyuhyun. Hyuna tersenyum puas pada Kyuhyun.
“Aku sudah tak sabar…” Ucap Hyuna. Kyuhyun menolehkan kepalanya pada Hyuna menatap gadis itu bingung.
“Kenapa??” Tanya Kyuhyun.
“Anniya… Aku hanya tak sabar menunggu appa dan eomma pulang dari jepang!!” Ucapnya.


“Appa!!”
“Hyuna-ya!!” Kedua orang itu saling berpelukan. Melepas rindu yang yang selama ini mereka bendung.
“Aku rindu appa…” Ucapnya dan memeluk ayahnya lebih erat lagi. Tanpa mempedulikan orang lain yang menatap mereka dengan mengerutkan wajanya.
“Jadi, hanya appa yang dirindukan?? eomma dilupakan, eoh??” Ucap Ibunya. Hyuna dan ayahnya tertawa melihat tingkah ibunya yang dibuat- buat. Hyuna melepaskan pelukannya pada ayahnya dan beralih pada ibunya.
“Aku juga rindu eomma…” Gadis itu memeluk Ibunya erat. Menghirup feromon wanita itu lebih dalam.
“Jadi… Mana oleh- oleh untukku??” Ucapnya sambil menadahkan tangannya dan tersenyum manis.
“Aigooo, jadi karena itu kau merindukan orang tuamu.. dasar!” Ucap Ibunya sambil menepuk pelan kepala gadis itu.
“Aww…. eomma appo… appa…” Rengeknya manja pada ayahnya.
“Sudah- sudah. Ayo kita pulang, kalian tak malu ribut- ribut dibandara??” Tanya ayahnya sambil menggeret koper besar itu ditangan kirinya.
.
.
“Kenapa kau senyum- senyum seperti itu, sayang??” Ucap Ibunya saat melihat Hyuna yang tersenyum- senyum sendiri menatap makan malamnya. Hyuna hanya menggelengkan kepalanya.
“Yeobo… Apa kau tidak takut melihat tingkah anakmu ini?? Dia begitu mengerikan!” Ucap eommanya pada Ayahnya yang asyik dengan makan malamnya. Ayahnya hanya tersenyum simpul melihat anak gadisnya yang tersenyum- senyum sendiri itu.
“Mungkin dia sedang jatuh cinta…” Ucap Ayahnya santai dan kembali melanjutkan makan malamnya.
“Aigooo, akhirnya anak eomma bisa jatuh cinta juga! Siapa pria itu?? Apa Kyuhyun??” Hyuna menatap mata Ibunya dan kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda.
“Benarkah Kyuhyun?? Karena selama ini eomma lihat kau hanya dekat dengan Kyuhyun saja…” Ucap Ibunya lagi.
“Ayo katakan pada eomma…”
“Aniya, eomma. Itu rahasia!!” Ucapnya dan berlalu dari meja makan. Gadis itu melangkahkan kakinya menuju kamarnya tanpa mempedulikan cicitan dari ibunya.
Gadis itu membuka pintu kamarnya perlahan. Melangkahkan kakinya ke kamar itu dengan hati yang bahagia. Pernyataan Kyuhyun kemarin membuatnya begitu bahagia. Meskipun untuk hari ini mereka belum sempat bertemu. Hyuna melangkahkan kakinya menuju kearah jendela. Menatap jendela dihadapan jendela kamarnya dengan penuh harap.
Hyuna mengecek ponselnya, berharap ada sebuah kabar dari pria itu. Benar saja, ada beberapa pesan darinya. Hyuna terlihat begitu bahagia. Meskipun itu menjadi kebiasaan Kyuhyun untuk menghubunginya saat mereka tidak bisa bertemu. Perlahan Hyuna berbaring diranjangnya setelah membalas pesan Kyuhyun. Menutup matanya dan tertidur, menanti esok yang lebih baik dari hari ini.


“Annyeonghaseyo, ahjussi…” Pria itu membungkukkan tubuhnya pada seorang pria paruh baya dihadapannya.
“Ah…, Cho Kyuhyun!! Duduklah dulu disini!” Balasnya. Pria tua itu meletakkan koran di meja dihadapannya, menepuk bagian sofa yang kosong disampingnya.
“Bagaimana kabar Ayahmu??” Lanjut pria itu. Kyuhyun yang duduk disampingnya tersenyum simpul.
“Ayah sudah lebih baik… Ahjussi, ada yang ingin saya bicarakan!” Kyuhyun berdiri. Pria jangkung itu berlutut di dekat sofa menghadap Tuan Kim -Ayahnya Hyuna-.
“Apa yang kau lakukan disana Kyuhyun?!” Kyuhyun dan tuan Kim menoleh kearah dimana suara tersebut berasal. Kyuhyun tersenyum dan berdiri menghampiri gadis itu. Pria tampan itu mengamit tangannya dan membawanya menuju kehadapan Tuan Kim. Lalu, Kyuhyun kembali berlutut. Sementara kedua orang itu hanya memandang Kyuhyun bingung.
“Ahjussi..” Kyuhyun menunduk mempersiapkan dirinya untuk sesuatu yang mungkin akan menjadi penentuan hidup dimasa depannya.
“Naega Cho Kyuhyun… Aku ingin meminta restumu untuk..” Kyuhyun mendongak dan menatap kearah Hyuna.
“Menikahi putrimu..” Hyuna melebarkan matanya menatap Kyuhyun dan ayahnya. Gadis itu terlalu bingung untuk bereaksi seperti apa.
“Aku sangat mencintainya, dan aku ingin menjaganya seumur hidupku. Jadi, apakah aku akan mendapat restumu… Aboenim??” Tuan Kim memandang Kyuhyun dengan tatapan matanya yang tajam, pria tua itu mencari keseriusan dari mata onyx itu. Hyuna hanya diam menggigit bibir bawahnya, menanti jawaban sang Ayah.
“Tentu saja!! Aku titipkan putriku denganmu…”
.
.
“Kyuhyun…. Terima kasih.” Kyuhyun menoleh pada gadis itu yang masih memandang lurus pada pemandangan dihadapannya.
“Untuk apa??” Jawab pria itu bingung. Dia menghentikan langkah kakinya menatap Hyuna yang masih tersenyum. Gadis itu ikut menghentikan langkah kakinya ketika menyadari bahwa Kyuhyun tidak lagi berada disampingnya. Gadis itu berbalik dan menghadap Kyuhyun, tersenyum sebelum mengatakan sesuatu.
“Karena telah melamarku seperti tadi dihadapan ayahku!” Ucapnya sambil tersenyum membayangkan apa yang tadi Kyuhyun lakukan.
“Tidak- tidak!! Seharusnya aku yang berterima kasih padamu…” Jawab pria itu menyusul Hyuna.
“Hmm?”
“Karena kau telah bersedia menjadi pendamping hidupku!!” Ucap pria itu dan merangkul bahu gadis itu. Mereka kembali berjalan, menikmati keindahan taman didekat rumah mereka.
“Ya…. Oh ya, Kyuhyun!! Kita melupakan sesuatu!” Ucap Hyuna menepuk dahinya pelan. Kyuhyun mengerutkan dahinya memandang gadis itu.
“Apa itu??”
“Pernikahan Sungmin oppa, Bukankan diadakan hari ini??” Ucapnya menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pria itu memandang lurus dengan tatapan kosong. Menghentikan langkah kakinya yang membuat Hyuna ikut berhenti juga.
“Ohh, Lupakan saja!!” Ucapnya santai.
“Apa?? Kenapa??” Tanya Hyuna yang terkejut melihat jawaban yang diberikan Kyuhyun padanya.
“Aku tak akan pernah menghadirinya.” Ucap Kyuhyun lemah. Hyuna melepas rangkulan tangan pria itu dan menatap matanya.
“Kita harus menghadirinya!!” Ucap gadis itu meyakinkan Kyuhyun.
“Tidak ada kata KITA! Jika kau ingin pergilah sendiri!” Ucap pria itu meninggalkan Hyuna.
“Dasar pengecut!!” Teriak Hyuna pada Kyuhyun. Pria itu membalikkan tubuhnya dan menatap Hyuna marah.
“Apa katamu?? Bisa kau ulang sekali lagi??”
“Pengecut!! Kau pengecut!!” Ulang Hyuna sambil menekankan nada suaranya pada setiap kata yang diucapkan.
“Kau pengecut karena tidak mau menghadiri pernikahan mantan kekasihmu!!” Ucap gadis itu lantang. Kyuhyun diam menatap Hyuna tajam. Kemudian pria itu menghembuskan nafasnya kasar dan membalikkan tubuhnya menjauhi gadis itu. Hyuna berlari mendekati Kyuhyun.
“Yak, Kyuhyun!!” Panggilnya, namun Kyuhyun tak kunjung menoleh.
“Aku hanya tak ingin mereka semakin curiga padamu karena tak menghadiri pernikahan salah satu artismu…” Ucap Hyuna pelan. Kyuhyun menghentikan langkah kakinya.
“Bukankah kau bilang akan melupakannya dan belajar mencintaiku??” Lanjutnya lagi. Gadis itu menundukkan kepalanya menatap kearah tanah. Kyuhyun menoleh dan menimbang- nimbang keputusannya.
“Baiklah.. Kita akan pergi bersama!” Ucap Kyuhyun pelan. Hyuna mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan berbinar.
“Baiklah kita akan pergi bersama!!” Ucapnya dan menarik Kyuhyun untuk berjalan lebih cepat.


Suasana hening menyelubungi gedung pertemuan itu. Hanya alunan wedding mars dengan instrument dari piano dan biola yang terdengar. Beberapa orang yang duduk dibarisan terdepan memandang mereka haru. Terlebih saat kedua anak manusia itu berjalan beriringan menuju altar.
Sang mempelai wanita tampak cantik dengan hiasan sederhana diwajahnya, gaun panjang yang menjuntai dan mahkota yang menghiasi rambut panjangnya yang terurai. Sang mempelai pria terlihat begitu tampan dengan tuxedo hitam, kemeja putih lengkap dengan dasi kupu- kupunya. Mereka terlihat begitu serasi.
“Mereka cocok sekali…” Gumamnya saat kedua mempelai itu mengucapkan janji sucinya dihadapan seluruh tamu undangan.
“Ya, kau benar!” Jawab pria yang duduk disampingnya itu datar. Menatap Suasana yang mengharu biru itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Apa kita akan terlihat seperti mereka tidak ya??” Tanya gadis itu lagi. Dia mengerutkan dahinya seolah- olah sedang berfikir. Sementara pria disampingnya itu hanya menggendikkan bahunya tak perduli. Gadis itu mendengus sebal, kemudian menatap kedua mempelai yang tengah berciuman itu. Suara tepuk tangan dan sorakan tamu undangan memecah keheningan.
“Yakk!! Kyuhyun!!” Ucap gadis tadi saat Kyuhyun meletakkan tangannya menutup mata gadis itu.
“Anak kecil tak pantas melihat adegan yang seperti itu…” Godanya dan tersenyum jahil. Padahal bathinnya sendiri tengah berperang. Hyuna melepaskan tangan Kyuhyun dan menatap pria itu sebal.
“Aku bukan anak kecil!!” Bentaknya pelan, Kyuhyun terkekeh.
.
.
“Annyeonghaseyo…” Ucap pria itu pada Hyuna dan Kyuhyun yang tengah duduk. Pria itu menggandeng pasangannya dan membungkukkan tubuhnya hormat.
“Ohh… Sungmin oppa!!” Hyuna menoleh kearah Sungmin dan tersenyum. Sementara itu, Kyuhyun hanya terdiam dengan tatapan datarnya. Suasana menjadi canggung saat itu, apalagi Sungmin juga lebih memilih diam.
“Kalian terlihat serasi sekali..” Ucap Hyuna memecahkan keheningan.
“Terima kasih..” Ucap sang mempelai wanita. Dia tersenyum membalas senyuman gadis itu.
“Oppa… Tidakkah kau berniat memperkenalkan kami pada istrimu??” Hyuna menyikut lengan Sungmin yang terdiam dihadapannya.
“Eoh… Saeun-ah… Ini Kyuhyun dan Hyuna. Mereka berdua adalah sahabatku!” Sungmin memperkenalkan kedua orang dihadapannya itu.
“Annyeonghaseo… Senang berkenalan dengan anda.” Ucap Saeun ramah.
“Ne… Oppa selamat atas pernikahanmu, Ne? Selamat menempuh hidup baru!!” Hyuna menyikut lengan Kyuhyun agar pria itu juga mengucapkan hal yang sama.
“Sungmin-ah, Saeun-ssi selamat atas pernikahan kalian, Eoh??” Ucap pria itu datar.
“Terima kasih… Silahkan menikmati pesta yang kami sediakan..” Kedua orang itu berlalu dari hadapan Kyuhyun dan Hyuna dan menyapa tamu yang lain. Kyuhyun hanya diam menatap kepergian mereka dengan wajah yang sulit diartikan.


“Kyuhyun!” Pria itu menoleh pada gadis yang duduk dikursi penumpang disebelahnya. Kemudian memutuskan untuk kembali memandang kearah jalanan. Pria itu terlihat tenang meskipun hatinya berperang.
“Gwaenchana-yo??” Lanjut gadis itu. Dia memandang Kyuhyun khawatir. Pasalnya, semenjak acara dimulai hingga berakhir, Pria itu tak kunjung mengeluarkan suaranya.
“Naega Gwaenchana, Hyuna-ya.” Kyuhyun masih menatap lurus kearah jalanan. Pria itu memilih kembali diam dan berkonsentrasi pada jalanan yang ada dihadapannya. Mereka berdua diam, tak saling bicara. Hyuna lebih memilih menatap pohon- pohon yang tertutup lembaran salju tipis.
“Kyuhyun!! Besok hari minggu…” Hyuna menatap Kyuhyun berbinar, mencoba menyampaikan keinginannya.
“Lalu??” Jawab Kyuhyun santai. Hyuna mendengus sebal mendengar respon yang diberikan Kyuhyun.
“Ya, besok kan libur…” Lanjutnya lagi, dia berharap Kyuhyun akan mengerti maksud dari pembicaraannya.
“Terus, kenapa kalau besok libur??” Jawab pria itu tak lebih santai dari sebelumnya. Hyuna mendengus lagi dan memilih diam menatap jalanan yang dihiasi salju- salju.
“Kenapa??” Tanya Kyuhyun lagi, kali ini intonasi suara pria itu lebih lembut dari sebelumnya. Hyuna menatap pria itu sebal, menyesali ketidak-pekaan pria disampingnya itu.
“Kenapa??”
“Tidak jadi!” Ucap gadis itu kemudian membalikkan tubuhnya menghadap jendela mobil. Mengerutkan wajahnya kesal. Kyuhyun hanya mengendikkan bahunya dan memilih untuk kembali fokus kearah jalanan, tanpa mempedulikan apa yang ingin dikatakan yeoja disampingnya itu.
.
.
“Tidurlah, dan mimpi indah!!” Hyuna sibuk melepas safety beltnya, gadis itu tak mempedulikan pria disampingnnya yang sedang berbicara itu.
“Sampaikan salamku pada eommonim dan aboenim…” Lanjut pria itu lagi. Hyuna masih sibuk dengan urusannya. Dia membuka pintu mobil tanpa menoleh atau memberi respon pada pria itu. Menutup pintu mobil kencang tanpa mempedulikan sang empunya yang memandang Hyuna aneh. Gadis itu berjalan cepat menuju rumahnya.
“Kenapa dia?? Seharusnya kan aku yang marah, aneh!!” Ucap Kyuhyun dan menjalankan mobilnya menuju rumah yang terletak tepat disebelah rumah itu.


“Yeobo… maafkan aku…” Wanita paruhbaya itu menangis terisak. Berlutut dihadapan pria yang terlihat sedikit lebih tua darinya sembari memohon.
“Aku tidak tau… Kumohon maafkan aku.” Dia mencium kaki pria itu dan kembali memohon. Pria itu hanya memandang wanita yang tengah memohon itu dengan tatapan sinisnya. Mata yang memerah memancarkan betapa marahnya pria itu padanya.
“Apa maafmu akan mengembalikan Ahra seperti semula?” Tanya pria itu pelan namun tegas dengan menyebutkan nama salah satu anaknya. Wanita itu terdiam, memikirkan apa yang dikatakan pria itu.
“Jawab aku, Kim JiKyung!!” Lanjutnya lagi, pria itu menampakkan kemarahannya dengan menaikkan intonasi suaranya. Wanita itu masih diam dan tak mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya.
“Jika tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan, keluarlah!!” Usir pria itu. Melepaskan cengkraman tangan Jikyung dari kakinya dan menyeret wanita itu keluar dari ruangan perawatan itu.
“Tinggallah dirumah dan tunggu surat perceraian dariku!” Ucapnya tegas dan kembali masuk kedalam ruangan tadi. Meninggalkan Jikyung yang terdiam. Dalam beberapa saat wanita itu mengeluarkan senyuman jahatnya, menatap pintu ruangan itu yang tertutup.
“Maafkan aku sayang, aku tak bisa meninggalkanmu dengan keadaan bahagia!!” Ucapnya pelan.
Tak disangka seorang anak laki- laki kecil menatap wanita itu dari kejauhan. Menahan ketakutan yang melanda tubuhnya dan mentalnya. Terlebih saat wanita itu menatapnya garang dan mendekatinya. Anak itu mundur dan bersiap untuk berlari, namun terlambat. Wanita itu menggendongnya dan membisikkan sesuatu padanya.
“Maafkan eomma, Cho Kyuhyun!! Aku tidak bisa membawamu bersamaku ke neraka, tapi aku akan membawa ahra bersamaku…” Ucapnya pelan ditelinga Kyuhyun dalam gendongannya.
“Andwe… Eomma… Andwe!!!!”.
.
.
“Eomma andwe!!” Kyuhyun terbangun dengan peluh yang menetes dikepalanya. Pria itu menghembuskan setiap tarikan dengan kasar, dan mencoba menetralkan detak jantungnya.
Kyuhyun menatap kearah jendela yang masih tertutup tirai putih. Namun, seberkas cahaya matahari yang mencuri- curi kesempatan untuk masuk keruangan itu menandakan bahwa hari sudah siang. Entah hal apa yang membuatnya terus bermimpi tentang secuil kenangan masa lalunya akhir- akhir ini.
Kyuhyun bangkit dari tidurnya, membuka tirai putih tadi. Menampakkan jendela diseberangnya yang telah terbuka. Namun tempat itu kosong. ‘Kemana gadis itu??’ Pikir Kyuhyun. Memang tak biasanya gadis itu bangun sepagi ini dihari minggu. Kyuhyun menggendikkan bahunya dan berlalu kekamar mandi. Membersihkan peluh dari tubunhya akibat mimpi buruk yang menghantuinya.
Tiba- tiba Kyuhyun teringat akan sesuatu, pria itu berbalik menuju kearah nakas kecil disamping tempat tidur. Membuka laci itu dan menemukan sebuah kumpulan kertas putih bermotif bunga bunga berwarna silver.
“Apa karena ini Hyuna marah tadi malam??”

TBC

Horayyy TBC lagi… *plakk
Maaf banget kalo kependekan, tapi nanti kalo aku buat panjang- panjang ntar jadi bosen hehehe.. Ditunggu ya lanjutannya

buat lanjutannya memang sudah ada…

tapi karena saya sangat menghargai admin di FNC jadi saya akan menunggu ff the reason part. 4 diposting disana dulu baru post disini..

maka berbaik hatilah pada admin disana dng RCL… selamat membujuk hohoho
pai pai 🙂