Category Archives: sad

If There’s No Sun

image

Pict from google

.
.

‘Lawan kata dari kematian
bukanlah kehidupan, tapi adalah prosesnya. Dimana kehidupan itu sendiri akan terus berlangsung’ Edited Deddy C. -HitamPutih-

.

.

Recomended song : Elvis Castello(Nothing Hill)- She

.

.

‘Ibu selalu menyayangimu…’

.

.

“Sayang… Kumohon bertahanlah, demi aku dan anak kita…” Dua orang itu saling bergandengan tangan.

“Aku ingin berbicara sedikit padanya, apa boleh??” Wanita itu membelai punggung anaknya yang berbaring diatas tubuhnya.

“Ya, tentu saja!” Gumam pria itu. Wanita itu mulai berbicara, meskipun sangat sulit untuknya.

“Sayangku…” Dia menarik nafas dan tersenyum, airmata tertahan di pelupuk matanya.

“Mungkin, Ibu tidak bisa menyampaikan padamu setelah kau besar nanti…”

“Jangan bicara begitu, kau akan bertahan…” Tanpa memperdulikan pria itu, sang wanita menyambung kalimatnya.

“Tapi, Ibu akan menyampaikan padamu sekarang…” Dia menarik nafasnya lagi.

“Jangan memilih makanan, jangan jadi anak yang nakal, jangan tidur terlalu malam, rajinlah menabung, mandilah setiap hari….”

“Ibu bukanlah orang yang pintar, jadi nanti kau harus rajin belajar. Carilah teman, tidak banyak juga tidak apa- apa. Yang penting kau memiliki teman yang dapat dipercaya dan mempercayaimu…” Suaranya semakin melemah.

“Jangan meminum alkohol sebelum waktunya, jangan meminumnya terlalu banyak nanti kau bisa sakit…” Dia tersenyum lemah, air matanya menetes.

“Mungkin Ibu terlalu banyak berbicara, tapi masih ada beberapa hal lagi yang akan Ibu sampaikan…” Dia tersenyum lagi.

“Yang pertama, sayangilah Ayahmu seperti Ibu menyayangimu…” Wanita itu menatap prianya. Mereka saling melempar senyum.

“Yang kedua, jangan permainkan perasaan perempuan. Karena, Ibu ini juga perempuan…” Pria itu tergelak.

“Yang ketiga. Jika kau ingin mencari pasangan, carilah wanita yang baik. Yang lebih baik dari Ibu, yang bisa menjagamu dan mendampingimu seumur hidupnya…” Dia tersenyum lagi, menghirup sebanyak mungkin oksigen yang dia bisa.

“Yang terakhir, jangan terlalu dekat dengan paman yadong. Jika kau besar nanti pasti kau akan mengerti…” Dia menatap prianya dengan penuh harap.

“Jaga dia untukku, sayang! Aku mencintaimu…” Pria itu mempererat tangannya.

“Tentu saja! Kami akan merindukanmu, seorang istri dan Ibu yang sangat cerewet…” Beberapa orang yang berada disana menahan airmata haru-nya.

“Sayangku…” Wanita itu mengelus punggung anaknya dengan penuh kasih sayang.

“Tak perduli dimanapun kau berada, tidak perduli apakah langit masih berbintang, atau matahari tak lagi bersinar, dan bumi berhenti berputar, ingatlah bahwa….” Dia menarik nafas pelan.

“Ibu selalu menyayangimu…”  Dia menutup matanya, gerakan tangannya juga berhenti, genggaman tangannya melemah.

Dia sudah pergi…

“Ya, kami juga menyayangimu…”

.
.
.
.

Continue reading

The Reason part. 6 -Engaged-

thereasoncover

The Reason Chapter 6
Author :
• HanneulKim
Title :
• The Reason Chapter 6 (Engaged)
Category :
• Friendship, Yadong, NC-17,Chapter
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hyuna (OC/ Bukan HyunA 4minute ya… eh tapi, tergantung pemikiran kalian deh.. hehe J)
Other cast :
• Lee Sungmin
• Choi Siwon
• Find other
Warning!!! Typo bertebaran…. Siapkan hati dan fikiran anda… terutama kantong muntah…

Happy reading Guys :*

“Masa kanak- kanak bukan karena dilahirkan bagi usia tertentu dan pada usia tertentu anak bertumbuh, dan meninggalkan hal- hal kekanakan. Masa kanak- kanak serupa kerajaan, dimana tak ada yang meninggal.” –Edna St. Vincent Millay- Breaking Dawn-


Pria kecil itu menangis keras. Dia ingin berlari, namun tangan dan kaki yang terikat menyempitkan ruang geraknya. Dia hanya bisa diam dan menangis melihat kejadian dihadapannya.

“Eomma… jangan eomma… hikss” Suara kecilnya bergetar, menandakan dia sedang sangat takut.

“Diam kau, Kyuhyun! Atau eomma akan berbuat kasar padamu!” wanita paruh baya itu mulai menyuntikkan sebuah cairan pada IV yang tergantung pada tiang disudut tempat tidur.

“Ahra… maafkan eomma sayang! Eomma tak ingin kau menjadi jahat seperti eomma!” Suara wanita itu lembut dan menipu. Dia memperdalam suntikkannya.

‘tiitt…’

Suara dengungan memekakkan telinga terdengar begitu nyaring. Kyuhyun yang notabene-nya belum mengerti hanya bisa memejamkan kedua matanya. Pria kecil itu tidak tau apa yang terjadi saat itu. Yang dia tau hanya saat dia membuka mata, dia melihat ibunya tengah berbisik padanya.

Sebuah kalimat yang menjadi sebuah alasan yang membuat segalanya menjadi berantakan, dimasa depannya.

‘Jangan percaya pada satupun wanita, Cho Kyuhyun!’


Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Namun, pria itu lebih terlihat seperti tengah lari marathon bila dilihat dari butiran keringat yang menetes pada dahi lebarnya. Dia menghela nafasnya, menetralisir degupan jantung yang terus menghantuinya. Kemudian, pria itu menghapus keringat pada dahinya.

Kenangan kelamnya dimasa lalu terus menjadi bunga tidurnya. Entah faktor apa yang membuat pria itu seakan kembali mengulas lembaran usang yang melukai hidupnya, begitu dalam.

Kyuhyun mendudukkan tubuh jangkungnya. Mengalihkan pandangan pada tirai putih yang menghalangi pandangannya. Dia menghela nafas lagi, perasaan bimbang melingkupi hatinya. Akankah ia membagi lukanya pada gadis itu?? Atau menyimpannya sendiri seolah tak ada yang terjadi?? Dia pun tak tahu apa yang harus ia lakukan. Selama ini dia bisa mempercayainya karena dialah satu- satunya perempuan yang mampu ia percayai.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi disudut kamar, mencoba melunturkan kebimbangannya dengan guyuran air dingin pada kulit pucatnya.
.
.
Suara dentingan antara sendok, garpu dan piring menggema diruang makan pagi ini. Meramaikan suasana hening yang sangat kental. Ya, sarapan pagi hari itu masih seperti biasanya, hening dan bersahaja sebelum sang kepala keluarga memecah keheningan.

“Sayang, bagaimana persiapan pertunangan Kyuhyun??” Pria tua itu bertanya pada wanita yang mungkin jauh lebih muda darinya mengenai pertunangan putra mereka. Pertunangan Kyuhyun yang hendak dilaksanakan empat hari lagi.

“Semuanya sudah beres, yeobo.. Tinggal bagaimana tradisi yang akan dilaksanakan oleh Kyuhyun.” Pria itu menganggukkan kepalanya ringan dan menatap Kyuhyun yang –sepertinya-tidak- peduli atau tidak- mengerti- tentang apa yang mereka bicarakan.

“Kyuhyun! Bagaimana dengan mengunjungi makam nenek, ibu dan kakakmu?? Apa kau sudah melaksanakannya??” Kyuhyun menatap ayahnya.

“Haruskah aku melakukan itu??” Ucapnya.

“Tentu saja, kau harus meminta restu dari mereka!” Jelas ayahnya. Kyuhyun mungkin sedikit keberatan dengan satu tradisi itu.

“Kau juga harus membawa Hyuna bersamamu, jangan lupa kunjungi juga makam nenek dan kakenya!” Tambahnya lagi. Sebenarnya, tak ada yang salah dari tradisi itu. Yang salah adalah kehidupan masa kecilnya yang membuatnya harus berfikir ulang untuk terdorong lebih dalam. Yang akan membuat hidupnya lebih sulit lagi.


‘Jangan percaya pada satupun wanita, Cho Kyuhyun!’

Pria kecil itu terdiam, membiarkan otaknya memprogram apa yang diucapkan ibunya begitu saja. Dia tentu sama dengan anak- anak lain, mempercayai ibunya bagaimanapun kondisi yang tengah terjadi. Anak- anak akan selalu mengikuti apapun instruksi ibunya. Begitulah hukum alam!

Wanita itu kembali berjalan mendekati putrinya yang tengah terbujur kaku. Meskipun suhu tubuhnya masih hangat, namun jiwanya telah direnggut paksa dari tubuh mungilnya. Artinya dia telah tiada. Wanita itu mengusap surai coklat putrinya lembut, kesedihan tersirat dari matanya yang memerah.

“Kyuhyun sayang, maafkan eomma. Eomma tak bisa membawamu bersama kami sayang, karena kau sangat mirip dengan wajahku! Dan itu akan selalu mengingatkannya tentang kehadiranku dan Ahra! Selamat tinggal sayang…” Wanita itu berbaring disamping jasad putrinya dan meneguk sebuah cairan bening.

Dia tertidur dalam damai, meninggalkan Kyuhyun yang mungkin belum mengerti apa yang terjadi saat itu dalam diam. Lelehan tangis dipipinya mengering, dia masih diam hingga suara pintu yang terbuka, menampilkan wajah terkejut ayahnya.

“Kyuhyun!! Apa yang terjadi?!” Pria itu sungguh terkejut. Sebuah pemandangan dimana Kyuhyun dengan tangan dan kaki yang terikat, suara dengungan pendeteksi detak jantung dan yang terakhir… Jikyung-ibu Kyuhyun- yang tengah tertidur disamping putrinya.

“Kyuhyun!! Katakan pada Appa, apa yang terjadi?!”Pria itu setengah berteriak pada Kyuhyun. Mendekati putranya dan melepaskan satu per satu ikatan yang melekat pada tubuh putranya. Kemudian dia mendekati ranjang rumah sakit, dimana anak dan mantan istrinya tengah terbaring damai. Mendengar bunyi dengungan yang terus menggema, pria itu lantas berlari keluar mencari bantuan. Pria itu meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam dalam keterpurukannya.

Ayahnya kembali dengan beberapa orang berseragam putih. Mereka tampak panik dan sibuk dengan dua jasad yang terbaring damai diatas ranjang. Pria tua itu lantas membawa Kyuhyun keluar setelah mendengar intruksi dari salah satu orang tadi. Membawa pria kecil itu pada kursi tunggu yang terdapat diluar ruangan.

“Kyuhyun!! Katakan pada appa, apa yang terjadi didalam???” Suaranya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.

“Eomma bilang, dia akan pergi bersama noona….” Jawab Kyuhyun apa adanya. Pria itu mengusap wajahnya kasar. Dia terlihat begitu frustasi sekarang.

Salah satu dokter keluar dengan wajah yang mungkin tampak sangat menyesal. Pria berseragam putih itu mendekati Kyuhyun dan ayahnya yang tengah saling menatap.

“Maaf tuan Cho, istri dan putri anda telah berpulang kepada- Nya…” Appa Kyuhyun terdiam mematung. Sementara Kyuhyun kecil tengah mencerna kalimat dokter itu.

‘Kata Ssaem.. meninggal itu artinya orang yang kita sayang akan pergi kesebuah tempat yang sangat jauh. Dan kita tak akan pernah bisa menemuninya lagi selama- lamanya…’


Kyuhyun duduk diam dengan semua pikiran yang melingkupi hatinya. Pria itu sedang mengatasi ke-galau-annya tentang tradisi keluarga itu. Dia tak mungkin akan terus terpuruk dalam kenangan masa kecilnya, bukan? Pria itu telah berjanji akan berubah demi segalanya. Termasuk pengorbanan satu- satunya wanita yang bisa ia percayai.

Kyuhyun melangkah gontai menuju pintu kamarnya. Pria itu menatap kearah jendela sebentar sebelum melanjutkan langkahnya yang tertunda. Kali ini tekadnya sudah bulat, dia harus mengalahkan masa lalunya dan mulai menyusun rangkaian masa depan yang baru.
.
.
Hyuna melangkah dengan cepat, kaki pendeknya cukup bisa diandalkan. Menuruni tangga merupakan sesuatu hal yang juga cukup sulit untuk dilakukan, mengingat kaki- kakinya yang kecil itu. Tapi yang ada difikirannya bukanlah kaki- kaki pendeknya itu, melainkan seseorang yang dirindukannya.

Jantungnya berdetak cepat, seakan ingin lepas dari tempatnya. Pria itu terlihat sangat tampan, mungkin bertambah tampan sejak terakhir kali dia menemui pria itu dua hari yang lalu. Matanya tak berniat untuk berkedip, menikmati pemandangan indah di hadapannya.

“Hyuna- ya…” Panggilnya. Pria itu memamerkan senyum manis yang membingkai rahang tegasnya.

“Mworago????” Tanya Hyuna dingin. Gadis itu mencoba untuk sedikit menekan rasa rindu yang ingin diluapkannya pada pria yang tengah berdiri sejauh ± 3 meter darinya itu. Sementara pria itu hanya terkekeh pelan, dan berjalan mendekati Hyuna.

“Tidakkah kau merindukanku??” Godanya. Hyuna menundukkan kepalanya saat pria itu semakin mendekat kearahnya.

“Menjauhlah dariku, Cho Kyuhyun!” Hyuna mundur selangkah saat Kyuhyun berada dihadapannya.

“Kenapa?? Apa salahku, sayang???” Hyuna mendengus mendengar nada suara Kyuhyun yang terdengar menjijikkan. ‘Apa pria itu juga mengumbar suara yang seperti itu saat bersama Sungmin??’ pikirnya.

“Entahlah…” Jawabnya dingin. Hyuna memilih berlalu dari hadapan Kyuhyun. Namun, tangan pucat itu menghentikan langkahnya dengan menarik salah satu lengan Hyuna.

“Tunggu dulu! Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat….” Kyuhyun menarik tangan Hyuna menuju kearah dapur. Mereka berpamitan pada seorang yeoja paruh baya yang tengah sibuk dengan peralatan dapurnya.

Eommonim... bolehkan aku meminjam Hyuna sebentar?? Ada suatu hal yang harus dilakukan…” Ucapnya sopan. Wanita paruh baya itu menghentikan kegiatannya dan menatap mereka.

“Bagaimana jika kalian makan siang dulu?? Ibu sedang memasak sesuatu…” Tawar ibunya. Kyuhyun melirik kearah arloji yang tersemat dipergelangan tangan kirinya. Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi.
“Ah… kami tidak akan lama, eommonim. Hanya satu hal kecil yang harus dilakukan sebelum pertunangan, tradisi keluarga Cho!” Ibu Hyuna mengangguk.

“Baiklah, tapi jangan pulang lebih dari jam 2 siang.. arraseo??” Kyuhyun mengangguk. Pria itu membungkukkan tubuhnya sebelum menarik Hyuna yang mematung dari tempat itu.
.
.
“Kenapa kita kesini, Kyu??” Tanya Hyuna saat mereka telah sampai pada sebuah tempat pemakaman umum di pinggiran kota Seoul.

“Kita harus meminta restu dari nenek dan kakekmu, sayang!” Jawab Kyuhyun. Pria iru masih sempat menggoda gadis disampingnya itu dengan sebutan ‘Sayang’ yang terdengar menjijikkan.

Hyuna masih larut dalam fikirannya. ‘Pria itu mengajaknya ke pemakaman untuk meminta restu?? Apakah itu salah satu tradisi dikeluarga Cho yang dikatakannya??’. Karena terlalu larut dalam pikirannya, Hyuna bahkan tak sadar jika mobil yang ia tumpangi telah terparkir rapih di parkiran pemakaman. Kyuhyun membukakan pintu sisi penumpang dan membangunkan gadis itu dari alam khayalnya.

“Ayolah… tak ada waktu untuk berfikir lagi, aku sudah berjanji pada ibumu untuk pulang saat makan siang…” Kyuhyun mengamit lengan gadis itu setelah melepaskan safety-beltnya.

Mereka berjalan beriringan menuju komplek pemakaman yang penuh rumput hijau nan indah, meskipun image duka dan mengerikan masih sedikit melekat. Hyuna menatap sekelilingnya, dia sedikit lupa dimana letak pemakaman nenek dan kakeknya mengingat dia tak pernah memperhatikan sekitarnya saat mengunjungi kakek neneknya saat tahun baru.

Namun Hyuna tampak begitu kagum saat Kyuhyun mengajaknya ke makam nenek dan kakeknya yang berdampingan. Kyuhyun masih sangat ingat letak persis makam kedua orang yang telah tiada itu.

“Kyuhyun, bagaimana kau masih bisa mengingat letak makam kakek dan nenek??” Tanyanya takjub. Binar kagum terpancar dari matanya yang bulat namun sipit itu(?).

“Itu tidak penting, sayang. Yang penting sekarang, kita beri hormat dan meminta restu dari kakek dan nenek!” Hyuna mendengus sebal. Namun, akhirnya mereka membungkuk hormat bersama- sama sebelum Kyuhyun menyatakan niat dan meminta restu dari kedua orang yang telah tiada itu.
.
.
“Kyuhyun! Bukankah kita langsung pulang?? Kenapa kesini??” Kyuhyun menghentikan langkahnya. Dia menghembuskan nafasnya kasar sebelum berbalik menatap Hyuna yang terus berada dibelakang tubuhnya.

“Kenapa??” Hyuna mulai khawatir dengan minimnya respon yang Kyuhyun berikan. Pria itu terlihat sedang memikirkan sesuatu sebelum menjawab Hyuna dengan senyumannya yang terkesan sedikit dipaksakan.

“Kita harus kemakam Eomma dan noona dulu, kita juga harus meminta restu dari mereka..” Kyuhyun kembali menarik Hyuna menuju ke dua makam yang berdampingan. Kyuhyun terlihat sedikit kaku saat mereka telah benar- benar sampai dihadapan makam itu.

“Kyuhyun…” Hyuna bergumam. Dia meneliti Kyuhyun yang tampak sedikit kaku bila dibandingkan ketika mereka berada di makam kakek dan nenek Hyuna.

Kulit yang membungkus tengkoraknya kini kian memucat. Hyuna menarik salah satu tangan Kyuhyun dan menggenggam tangan itu erat. Kyuhyun tersentak pria itu beralih menatap Hyuna. Gadis itu tersenyum lembut saat menatapnya. Kyuhyun menguatkan dirinya untuk membalas senyuman itu.

“Annyeonghaseyo, eomma, noona!” Kyuhyun dan Hyuna membungkuk dihadapan ledua makam itu. Kyuhyun kembali diam, pria itu mencoba menghalau luka dihatinya sekaligus merangkai kalimat yang akan dia ucapkan.

“A… ak..” “annyeong, ahjumma… ani… eommonim. Annyeong eonnie. Naega Kim Hyuna imnida..” Hyuna memotong kalimat Kyuhyun dan memperkenalkan dirinya sendiri. Kyuhyun melirik kearah Hyuna dan gadis itu kembali tersenyum.

“Maafkan kami, baru mengunjungi makam kalian sekarang…” Hyuna membungkukkan badannya lagi. Kyuhyun hanya diam mematung.

“Pria disampingku ini tak pernah memberitahukanku mengenai tradisi keluarga Cho…” Hyuna menyikut lengan Kyuhyun yang sedari tadi membeku.

“Mianhae, eomma…” Kyuhyun membungkuk juga. Pria itu masih bingung dengan apa yang akan dikatakannya. Hyuna menggenggam tangan Kyuhyun lembut, mengalirkan semangat bagi Kyuhyun.

Pria itu mulai memperkenalkan Hyuna sebagai sahabat sekaligus calon istrinya. Pria itu tak lupa meminta restu unruk rencana pernikahan mereka.


23 desember 2014

Kediaman keluarga Kim terlihat ramai, suasana kekeluargaan yang kental sangat mendominasi rumah itu. Diruang keluarga, terlihat sebuah pohon natal dengan ukuran yang cukup besar menghiasi sudut ruangan. Pohon itu terbingkai dengan aksesoris cantik khas perayaan natal.

Beberapa orang mungkin akan berfikir bahwa malam itu tengah merayakan hari natal. Namun, pada kenyataan orang- orang disana tengah berkumpul untuk merayakan natal sekaligus melaksanakan pertunangan. Siapa lagi kalau bukan putri semata wayang keluarga mereka, Kim Hyuna.

Gadis itu sendiri tengah sibuk mengatur detak jantungnya sendiri. Tangan mungilnya sibuk memegangi bagian dada kirinya yang terus berdebar. ‘aku benar- benar harus memeriksakan jantungku sekarang…’ Pikirnya. Dia terus mengambil nafas dalam- dalam, sesekali memperhatikan penampilannya dihadapan kaca yang berukuran cukup besar didalam kamarnya.

Dia terlihat begitu cantik dan dewasa dengan gaun merah yang membalut tubuh kecilnya. Kaki- kakinya yang pendekpun terlihat sedikit panjang dengan tumpuan stilleto hitam pemberian ibunya.

“Kamu cantik kok, sayang…” Gadis itu menoleh kearah seorang wanita paruhbaya yang terhitung 7 hari lagi akan menjadi ibu mertuanya. Wanita itu tersenyum dibalik kulitnya yang mulai keriput.

“Ahh, ahjumma…” Hyuna tersipu malu. Pipinya terlihat lebih memerah daripada kepiting yang tengah direbus. Nyonya Cho tertawa pelan melihat reaksi yang diberikan calon menantunya itu.

“Jangan panggil aku ahjumma… panggillah aku eomma, sayang..” ucapnya lembut pada Hyuna. Gadis itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Mereka langsung berpelukan.

“ayo kita turun sekarang…. Kyuhyun telah menunggumu dibawah…” Hyuna mengangguk dan mereka berjalan beriringan.
.
.

“Cho Kyuhyun!” Seorang namja berparas imut itu menghampiri Kyuhyun, dan menepuk pundaknya pelan. Kyuhyun berbalik dan tampak terkejut dengan namja yang menghampirinya tadi.

“Hyung! bagaimana kau bisa sampai disini??” Kyuhyun memberikan tinju pelannya dipundak pria itu, kemudian mereka berpelukan.

“Tentu saja naik pesawat, bodoh! Tidak mungkinkan aku berjalan kaki kesini?? Jarak antara Korea selatan dan Amerika cukup jauh, bocah!” ucap pria tadi saat mereka melepas pelukan.

“Hahahaha! Kau terlihat lebih tinggi sedikit sekarang! Berapa banyak tisu yang kau pakai didalam sepatumu??? Yakk appo!” Kyuhyun meringis saat pria itu melayangkan tangan mungilnya ke kepala Kyuhyun.

“Makanya jangan sembarangan bicara, dasar?!” Kyuhyun memamerkan deretan giginya pada pria itu.

“hahahahahaha… Ryeowook Hyung, kau datang bersama siapa kemari..?? seingatku kau tidak pernah tau alamat ini, semenjak SMA kan kalian tidak pernah akur…” Tanyanya. Ryeowook hanya menggaruk belakang kepalanya.

“Itu….”
“Oppa!” sebelum Ryeowook menyelesaikan kalimatnya, seorang yeoja datang menghampiri mereka.

“Ah… Cho Kyuhyun! Bagaimana kabarmu??” Suara cempreng gadis itu mengembara diudara. Sementara Kyuhyun terlihat terkejut dan memperhatikan penampilan gadis itu dari ujung kaki sampai ke kepalanya. Dia merasa tak asing dengan gadis dihadapannya itu.

“Kau… sepertinya aku mengenalmu..” Ucap Kyuhyun. Gadis itu tersenyum saat Kim Ryeowook melingkarkan lengannya dipundak gadis itu.

“Tunggu dulu…” Kyuhyun berfikir sejenak. Mengingat masa- masa SMA mereka, gadis ini tampak mirip dengan salah satu teman dekat Hyuna saat itu.

“Kau Haeun kah?? Dan kalian… kalian pacaran??” Kyuhyun begitu terkejut saat mereka berdua menganggukkan kepalanya.

“Ohh… aku terkejut!” Mereka tertawa mendengar penuturan Kyuhyun. Kata terkejutnya berbanding terbalik dengan wajahnya yang datar.

“Kami juga terkejut saat menerima undangan itu, terlebih lagi melihat nama pasanganmu disana…” Ujar gadis itu.

“Ya… Ceritanya benar- benar panjang!” Ungkap Kyuhyun. Mereka tertawa dan berbincang mengenai masa- masa sekolah mereka.

“Bagaimana kalian bisa menjalin hubungan?? Bukankah kalian seperti ‘Tom and Jerry’ dimasa SMA??” Tanya Kyuhyun. Keduanya hanya diam dan tersenyum padanya.

“Ya… Ceritanya benar- benar panjang!” Jawab Haeun menirukan kata- kata Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun mendengus sebal dan pasangan itu tertawa. Kemudian mereka kembali bernostalgia. Mengingat masa- masa sekolah menengah atas itu.

“Kyuhyun, lihat itu… Apakah dia benar- benar Hyuna?” Ucap Kim Ryeowook saat melihat kearah tangga.

“Dia benar- benar cantik dan terlihat dewasa…” Puji Haeun melihat gadis itu menuruni tangga bersama Nyonya Cho. Sementara Kyuhyun hanya memberikan respon yang sangat biasa, mungkin hanya sedikit tatapan sayang yang ia berikan.

“Ya.. begitulah.” Jawab Kyuhyun seadanya. Hal itu membuat Haeun dan Ryeowook saling berpandangan. Mereka terlalu bingung dengan respon yang diberikan Kyuhyun.
.
.
“Kyuhyun…” Gadis itu memandangi cincin yang melekat indah dijari manisnya. Benda itu begitu berkilau ditengah malam yang tertutup salju.

“Hmmm??” Kyuhyun menjawabnya dengan bergumam. Pria itu sedang berkelahi dengan alam bawah sadarnya.

“Cincinnya cantik…” Puji gadis itu. Kyuhyun menoleh padanya dan tersenyum simpul.

“Tentu saja, bahkan kau saja kalah cantik…” Ucapan Kyuhyun membuat Hyuna mendengus sebal.

“Ya! Terserah.” Jawabnya singat yang membuat Kyuhyun kembali tertawa.

“Aku bercanda, eoh! Tentu saja lau sangat cantik hari ini…” Bisik Kyuhyun ditelinganya. Hal itu membuat jangtungnya berdebar cukup kencang. Namun, dalam sekeja[ berubah saat pria itu melanjutkan kalimatnya.

“Sama sekali tidak mirip dengan Hyuna, bahkan aku sempat mengira bahwa kau adalah ibuku…” Hyuna mendengus.

“Jadi maksudmu, aku seperti ibu- ibu??” Dengus Hyuna sebal. Pria itu tertawa pedih, mengingat sosok yang sangat dirindukannya sekaligus bagian dari masa kecilnya yang kelam. Mereka berdua akhirnya memilih diam saat tak ada satupun yang ingin melanjutkan pembicaraan.

“Kyuhyun…” Panggil Hyuna pelan. Kyuhyun menoleh, membuat pandangan mereka bertemu dalam satu garis lurus.

“Ada apa??”

‘Benarkah kau sanggup untuk belajar mencintaiku???’ Hatinya berseru. Namun, gadis itu lebih memilih diam dan menyimpan apa yang memenuhi hati dan fikirannya.

“Haruskah aku mulai memanggilmu oppa??” Pertanyaan yang –tanpa sengaja- keluar dari mulutnya membuat Kyuhyun terkikik pelan.

“Itu terserah padamu, tapi kumohon… kau tetaplah menjadi dirimu yang apa adanya..” Ucapan Kyuhyun membuat atmostfer udara disana menjadi bertambah dingin.

‘Akankah kau tetap menerimaku, bila aku menjadi diriku yang apa adanya??’

‘Aku akan menjadi diriku yang apa adanya, menjadi diriku yang mencintaimu…’

Bersambung…

Annyeonghaseo…
Gak terasa udah part. 6 aja hahahaha… padahal dulunya ff ini bakalan end di part 5 atau 6. Aku gak nyangka kalau ff ini akan memiliki part yang lebih banyak… hahahahaha
Bytheway, part 6 ini merupakan part terpanjang dan terlama yang pernah kutulis. Bayangkan… biasanya aku cuman bisa nulis 1600- 2020 kata, dan dipart ini mencapai 2808 kata…
Aduh udah gak tau mau ngomong apa lagi…–‘ yaudah aku boleh gak minta saran buat part- part selanjutnya?? Aku butuh saran agar ff ini menjadi lebih baik dilain hari (untuk saran ataupun kritik kalau bisa jangan disampaikan dalam kata- kata kasar ya…), hohoho..

Oh ya, mohon maaf yang sebesar- besarnya karena baru ngirim ff ini *bow, soalnya kemarin filenya sempat hilang dan akhirnya copy-annya ketemu hehehe

buat ff sambungan tell me Why?? akan segera dipublish hehehe

See you in part. 7 :* ;*

The Reason Chapter 2

 

The-Reason-poster-picsay

Author :
• HanneulKim
Title :
• The Reason Chapter 2
Category :
• Friendship, Yadong, little yaoi, NC-21, Chapter
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hyuna (OC)
Other cast :
• Lee Sungmin
• Find other
Warning!!! Typo bertebaran…. Siapin hati dan fikiran anda… terutama kantong muntah…

Happy reading Guys :*

“Kyuhyun!! Jangan tonton televisinya!!!” Ucap Hyuna ketika memasuki pintu kamar Kyuhyun. Namun gadis itu terlambat, Kyuhyun telah menghidupkan televisinya yang menampilkan sebuah berita yang dia tak ingin Kyuhyun melihatnya.

‘Putra bungsu pemilik CYH enterprise, Cho Kyuhyun. Dikabarkan tengah menjalin sebuah hubungan terlarang dengan seorang aktor drama musikal bernama Lee Sungmin. Namun, dalam lain kesempatan, sebuah berita mengatakan Sungmin akan menikahi seorang aktris bernama Kim Saeun. Akankah berita itu sebuah kebohongan atau hanya sebuah sensasi yang dibuat untuk meningkatkan popularitas Lee Sungmin? Namun, beberapa bukti menyatakan Cho Kyuhyun dan Sungmin memang benar- benar menjalin sebuah hubungan spesial yang terlarang…. Tit..’

Hyuna mematikan televisi layar datar itu. Kyuhyun hanya diam menatap Hyuna, pria itu bingung dengan apa yang terjadi. Di lain sisi, pria itu juga takut dengan hal- hal yang akan terjadi selanjutnya karena penayangan berita itu. Bagaimana sikap keluarganya jika mengetahui hal itu. Kyuhyun takut dunia akan meninggalkannya bila semuanya terungkap.
Hyuna dan Kyuhyun hanya diam dan saling menatap. Suasana hening melingkupi kamar itu hingga sebuah suara memecahkan keheningan.

“Cho Kyuhyun!! Kemari kau!!” Suara berat sang Ayah menggemparkan seisi rumah keluarga Cho. Sementara itu, Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam mengisyaratkan Hyuna agar memberitahunya apa yang harus Kyuhyun lakukan saat itu.

“Turunlah, Cho Kyuhyun. Aku akan menemanimu….” Ucap Hyuna dan menggandeng lengan pria itu agar ikut turun dengannya.

****

Pria tua itu menatap Kyuhyun dengan nafas yang memburu. Matanya yang berkerut itu menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun hanya diam dan menundukkan kepalanya. Sementara itu, Hyuna menggenggam tangan Kyuhyun yang terasa dingin untuk menenangkkannya.

“Apa benar semua itu??!!” Pria tua itu memelankan suaranya, mencoba menahan emosinya yang membuncah. Sementara itu Kyuhyun hanya diam dan masih menundukkan kepalanya.

“Jawab aku, Cho Kyuhyun!!! Apa itu benar??”

“Ya, appa. Berita itu memang benar!! Aku memang mencintai Sungmin!!” Ucap Kyuhyun dengan suara yang bergetar.

‘Plakk’

“Yeobo….”

“Ahjussi….” Ucap Hyuna, dan ibu Kyuhyun serentak saat melihat sebuah tamparan keras menghampiri pipi kiri Kyuhyun. Pria itu mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.

“Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu, Cho Kyuhyun!! Kau benar- benar membuatku malu!!! Enyalah kau dari hadapanku!!” Kyuhyun dan semua orang yang ada diruangan itu menatap ayahnya Kyuhyun terkejut, terutama Hyuna.

“Ahjussi… Jaga bicaramu!!” Ucap Hyuna pelan.

“Kau, anak kecil tau apa?!” Ucap Ayah Kyuhyun tegas dan menatap gadis itu tajam.

“Ahjussi yang tidak tahu apa- apa tentang Kyuhyun… Bukan aku…” Hyuna diam dan menundukkan kepalanya. Sudut matanya mengeluarkan air mata, dia terlalu sedih jika mengingat hal yang menimpa sahabatnya itu.

Flashback

“Kyuhyun!!!” Seorang yeoja bertubuh tidak terlalu tinggi itu menghampiri Kyuhyun.

“Hey!! Apa kau tak mendengarku?? Tunggu aku, eoh!!” Ucapnya lagi sambil berlari, menyamai langkahnya dengan pria jangkung itu.

“Mianhae, Hyuna-ya. Aku tak bisa mengantarmu pulang hari ini…. Aku akan pergi ke suatu tempat hari ini…” Ucap Kyuhyun sambil berjalan menjauhi Hyuna yang terus mengekorinya.

“Tak apa, Aku akan ikut juga bersamamu, Kyuhyun!” Ucap Hyuna lagi.

“Terserah!! Jika itu maumu….” Pria itu terus berjalan menjauhi Hyuna. Mengacuhkan gadis itu yang terus mengikutinya. Mereka berjalan menuju ke sebuah mobil sport hitam yang terparkir di sudut lapangan.

“Kita akan kemana hari ini??” Ucap Hyuna tanpa dihiraukan oleh Kyuhyun. Pria itu terus melakukan kegiatannya tanpa mempedulikan gadis itu yang terus berkicau. Kyuhyun duduk dibangku kemudi dan Hyuna duduk disampingnya. Suasana di dalam mobil menjadi sunyi karena tak satupun dari mereka yang berniat memecahkan suasana.

“Konsultan kejiwaan?? Psikolog??” Gumam Hyuna melihat tempat yang akan mereka kunjungi. Kyuhyun masih diam dan tidak menghiraukan Hyuna.

“Kyuhyun!! Jelaskan padaku, kenapa kita ketempat seperti ini?? Kau tidak gila kan??” Ucapnya dengan sedikit berteriak, karena kesal Kyuhyun terus diam terhadapnya. Pria itu menatapnya tajam.

“Diam!! Dan ikut saja, kalau kau tidak mau.. kau bisa duduk disini!!” Desis Kyuhyun.

“Baiklah aku diam, dan menunggumu disini…” Tanpa menunggu Hyuna menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun langsung berjalan menjauhi gadis itu.

“Cihh dasar!!” Desis Hyuna dan menatap punggung pria itu yang menjauhi tempatnya berada. Dia duduk menyender pada kursi mobil. Mengeluarkan sebuah PSP dari saku almamater sekolahnya, dan mulai memainkan benda berwarna merah jambu itu.

Setelah bermain selama satu jam, akhirnya rasa bosan itu datang menyanderanya. Hyuna menatap kearah luar mobil setelah mem-pause gamenya terlebih dahulu. Pria jangkung berkulit pucat itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Hyuna kembali memainkan benda pusakanya itu guna membunuh kebosanan yang melandanya.

Setelah berlama- lama bermain game, Hyuna akhirnya merasa jengah dan mencoba menyusul Kyuhyun kedalam tempat itu. Hyuna bangkit dari duduknya dan membuka pintu mobil itu perlahan. Melangkahkan kaki mungilnya menuju kedalam ruangan. Namun, belum sempat ia membuka pintu kaca. Sesosok Kyuhyun dengan raut wajah yang tak terbaca.

“Kyuhyun!! Kenapa lama sekali?!” Tanya Hyuna, namun tak dihiraukan oleh Kyuhyun. Namja itu terus berjalan tanpa mempedulikan Hyuna yang menanyakannya.

“Yakk!!! Kyuhyun, ada apa denganmu?? Ceritakan padaku, eoh!!” Hyuna mulai khawatir melihat Kyuhyun yang tak merespon pertanyaannya. Pria itu terus berjalan menuju mobilnya yang terpampang di parkiran.

“Kyuhyun… Ada apa ini? Ceritakan sesuatu padaku!!” Ucap Hyuna pelan. Gadis itu menghembuskan nafasnya lega saat melihat Kyuhyun yang menolehkan kepalanya. Pria itu menatap Hyuna dalam- dalam dengan tatapan sendunya.

“Hyuna-ya…” Gumam Kyuhyun pelan. Hyuna menyentuhkan tangan kanannya pada garis rahang Kyuhyun.

“Maukah kau berjanji padaku?? Tidak menjauhiku dan meninggalkanku bila suatu hal terjadi padaku? Kau mau??” Tanya pria itu pelan. Hyuna menatap Kyuhyun dalam- dalan dan menganggukkan kepalanya.

“Ya, Kyu…” Kyuhyun mendesahkan nafasnya berat.

“Aku penderita SSA….” Ucapnya pelan. Hyuna mengerutkan alisnya menatap pria itu. Dia sedikit tidak mengerti dengan apa yang Kyuhyun ucapkan.

“Apa itu??” Tanyanya. Kyuhyun menundukkan kepalanya, dia takut untuk menjelaskan hal itu lebih detail.

“Same Sex Attraction…” Ucap Kyuhyun pelan. Hyuna melebarkan matanya menatap Kyuhyun. Namun didetik selanjutnya gadis itu menampilkan wajah tenangnya dan tersenyum. Kyuhyun menatap Hyuna bingung.

“Kenapa?? Apa kau tak merasa jijik padaku, Hyuna-ya?? Aku ini gay..” Ucap Kyuhyun merasa aneh pada sahabatnya itu.

“Kenapa jijik?? Akukan sudah berjanji padamu, Kyu!!” Ucapnya dan tersenyum lagi pada Kyuhyun. Kemudian, Kyuhyun memeluknya erat.

“Apa yang harus aku lakukan??” Ucap Kyuhyun pelan disela- sela pelukannya.

“Kita akan cari cara untuk menyembuhkanmu, eoh??”

“Tak ada cara untuk menyembuhkanku, Hyuna-ya… Begitu kata dokter!!”Hyuna melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Tak ada yang tidak mungkin, Cho Kyuhyun!!! Persetan dengan dokter itu!!” Ucap Hyuna marah.

Flashback off

“Aww.. appo…” Pria itu meringis saat sebuah handuk hangat membasuh sudut bibirnya.

“Aw… Bisakah kau sedikit pelan, Hyuna-ya. Ini benar- benar sakit..” Kyuhyun mengerutkan alisnya saat melihat Hyuna diam tanpa jawaban. Gadis itu terlalu serius dengan luka yang bersarang pada sudut bibir Kyuhyun. Mata gadis itu juga memerah, entah karena apa.

“Hyuna-ya….” Kyuhyun menahan pergelangan tangan Hyuna saat gadis itu beranjak pergi. Hyuna membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun. Mereka saling bertatapan dalam diam, Kyuhyun sangat terkejut saat tiba- tiba Hyuna memeluknya. Gadis itu menangis dalam pelukannya.

“Kyuhyun…” Hyuna memeluk Kyuhyun erat. Pria itu hanya diam mematung, dia terlalu bingung atas kejadian ini. Perlahan, Kyuhyun membalas pelukan Hyuna. Gadis itu masih menangis.

“Uljima….” Kyuhyun mengelus punggung Hyuna, mengalirkan ketenangan pada tubuh gadis itu. Setelah lama menangis, Hyuna merenggangkan pelukannya, menatap Kyuhyun dengan matanya yang memerah dan masih mengeluarkan airmata.

“Kyuhyun…. Kenapa?? Kenapa kau mengakuinya?? Tidak bisakah kau berbohong sedikit??” Hyuna menatap Kyuhyun. Pria itu tersenyum padanya dengan semanis mungkin.

“Tidak… Aku tak bisa, Hyuna-ya…” Kyuhyun mengelus surai lembut gadis itu.

“Wae??” Suara serak Hyuna bertanya padanya.

“Aku tidak ingin menambah kesalahan lagi, Hyuna-ya. Sudah cukup semua kesalahan yang kubuat saat ini… Aku tak ingin menjadi pengecut!!” Ucap Kyuhyun tegas. Pria tampan itu menyampaikan sesuatu yang membuat Hyuna terkejut.

“Tapi, bagaimana dengan hidupmu?? Kebahagiaanmu??”

“Tidak!! Aku akan bahagia dengan aku yang apa adanya…” Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam.

“Kyuhyun…” Hyuna kembali memeluk Kyuhyun. Tubuh berisi pria itu selalu membuatnya nyaman dengan kehangatannya.
.
.
“Jadi, kau tak akan pulang malam ini??” Tanya Hyuna. Saat ini, mereka sedang berada di dalam kamar gadis itu. Hyuna menyeret Kyuhyun kerumahnya setelah perdebatan yang terjadi antara Kyuhyun dan Ayahnya.

“Entahlah….” Kyuhyun menatap kearah jendela yang menampilkan jendela kamarnya yang tertutup. Rumah mereka memang bersebelahan, bahkan jendela kamar merekapun saling berhadapan.

“Bagaimana jika kau menginap dirumahku malam ini??? Setidaknya aku tidak kesepian lagi!” Tawar Hyuna dengan mata berbinar.

“Bagaimana dengan Kim Ahjussi dan ahjumma?? Apa mereka tidak akan keberatan??” Tanya Kyuhyun.

“Ayah dan ibu sedang di Jepang, lusa baru akan pulang…” Jelas Hyuna. Kyuhyun menganggukkan kepalanya menatap Hyuna. Kemudian menimbang- nimbang keputusan yang akan diambilnya.

“Baiklah.. Aku menginap disini malam ini….” Ucap Kyuhyun.

“Yeaaay!!! It’s gonna be the Best sleep over, ever!!!” Ucap Hyuna riang.

“Apa yang akan kita lakukan??? menonton drama?? Atau bermain PS??” Lanjutnya lagi sambil bergelayut manja dilengan berisi Kyuhyun. Mereka berdua berjalan keluar kamar menuju ruang tengah.

“Kita main PS saja, eoh!!!!” Ucap Kyuhyun saat berada diruang tengah.

“I see!!!”
.
.
“Yak, Kyuhyun!!! Kau curang… Itu tak adil!!” Hyuna mengerucutkan bibirnya. Pria itu menang lagi untuk ronde keberapa.

“Mwo?! Aku tidak curang, Hyuna-ssi. Mungkin kau saja yang tak pandai bermain…” Ucap Kyuhyun sambil mengibaskan tangan kanannya meremehkan Hyuna.

“Yak!! Sudahlah… Aku mau tidur, ngantuk!!” Hyuna membanting stik PS dan berlalu dari hadapan pria itu yang sibuk tertawa dengan tingkahnya.

“Hahahahahahaa…. Kau merajuk…” Kyuhyun terus tertawa hingga gadis itu tak lagi menampakkan batang hidungnya.
.
Mata onyx itu masih belum terpejam, padahal waktu telah menunjukkan bahwa hari telah berganti. Pria itu memandang langit- langkit kamar bercat biru muda itu sambil berbaring. Nafasnya sesekali mendesah berat, mencoba meringankan sedikit beban dari pundaknya.

‘Enyalah kau dari hadapanku!!’
Entah kenapa, kata- kata ayahnya tadi begitu berbekas sehingga Kyuhyun terus memikirkannya sampai tidak bisa tidur dibuatnya. Apa sehina itukah Kyuhyun dihadapan Ayahnya? Kyuhyun hanya bisa diam, tak tahu harus melakukan apa.

‘Tok..tok’

Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah pintu yang berbunyi. Bangun dari tempat tidur itu dan beranjak mendekati pintu. Pintu itu terbuka dan menampilkan sesosok yeoja yang tersenyum padanya.

“Kyuhyun!! Kau belum tidur??” Tanya Hyuna pelan.

“Ya!! Kau sendiri belum tidur!!” Jawab Kyuhyun.

“Itu karena aku belum mengantuk, Tuan Cho!!” Hyuna melangkah melewati Kyuhyun begitu saja.

“Cihh… Katanya tadi mengantuk…..” Desis Kyuhyun pelan. Nerutuki tingkah konyol sahabatnya itu.

“Aku tidak bisa tidur, Kyuhyun!! Apa kau juga begitu??” Tanya Hyuna yang langsung berbaring ke tempat tidur itu.

“Yakk!! Kau kenapa tidur disitu?? Bagaimana aku bisa tidur??” Ucap Kyuhyun pada Hyuna yang tidak peduli dengan aksi protes Kyuhyun.

“Aku tidak bisa tidur dikamarku sendirian, Kyu!! Aku takut, tadi aku mimpi buruk!!” Bohongnya, padahal Hyuna memang ingin tidur disini bersama Kyuhyun.

“Kau tidak usah berbohong, nona!! Bilang saja kau ingin kutemani tidur, Ya kan??” Kyuhyun mendekat dan ikut berbaring disebelah Hyuna.

“Hehe..” Hyuna tertawa pelan. Kyuhyun memang mengetahui segala yang ada pada diri gadis itu, begitu juga sebaliknya. Mereka dibesarkan bersama- sama karena rumah mereka yang bersebelahan. Ditambah lagi hubungan kedua orang tua mereka yang cukup akrab membuat mereka bersikap layaknya sepasang kakak dan adiknya.

“Kyuhyun… Bolehkah aku memelukmu??” Tanya Hyuna. Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap yeoja itu. Memiringkan tubuhnya agar gadis itu dengan mudah memeluk tubuhnya.

“Hmm” Gumam pria itu pelan. Dengan antusias Hyuna memeluk tubuh berisi Kyuhyun.

“Hahh…. Kau begitu empuk seperti boneka teddy bear..” Ucapnya. Mereka tertawa bersama. Dan akhirnya tertidur bersama pula.

****

“Eomma!!! Appo… hentikan eomma!!” Seorang gadis kecil berteriak kesakitan saat seorang wanita paruh baya terus memukuli tubuhnya.

“Eomma… Jangan pukul noona… hiks… eomma..” Datang lagi seorang anak laki- laki yang berusia lebih muda dari anak perempuan itu mendekat kearah ibu dan kakak perempuannya.

“Kyuhyun, diam!! Atau kau mau ibu pukul juga seperti kakakmu!!” Wanita itu mengangkat tongkat kecil ditangannya hendak memukul Kyuhyun. Sementara itu Kyuhyun hanya diam sambil menangis.

“Eomma… Jangan pukul Kyuhyun!! Pukul aku saja…” gadis kecil tadi mendekat kearah ibunya.

“Ya sudah!! Kalian berdua akan kupukul!!!” Namun, belum sempat tongkat itu melayang kearah mereka, gadis kecil itu jatuh pingsan dengan air mata yang membekas dipipinya.

“Ahra!!” Ucap wanita paruh baya itu menepuk pipi putri kecilnya pelan. Kyuhyun yang melihat kejadian itu hanya diam.

“Andwe……”
.
.
“Andwe!!!” Kyuhyun berteriak, dan terbangun dari tidurnya. Peluh memenuhi kepalanya, pria itu mengalami mimpi buruk. Atau lebih tepat, mengingat secelumit kisah kelamnya dari masa lalu.

“Kyuhyun, ada apa??” Hyuna ikut terbangun dari alam bawah sadarnya ketika mendengar suara Kyuhyun. Matanya melebar ketika Kyuhyun langsung memeluknya.

“Dia kembali… Hyuna aku takut!” Ucapnya dalam pelukan itu. Hyuna mengelus punggung Kyuhyun, menenangkan pria itu.

“Tak ada yang terjadi, Kyuhyun. Aku akan tetap disini dan tak akan pernah meninggalkanmu, eoh… tenanglah!!” Ucapnya.

“Berjanjilah, untuk selalu bersamaku apapun yang terjadi, Yaksok??”

“Yaksok….”


“Kau dari mana saja!! Menemui pasanganmu itu??” Kyuhyun menundukkan kepalanya saat mendengar suara ayahnya.

“Tidak appa, aku dari rumah Hyuna…” Ucap Kyuhyun jujur. Kemudian Kyuhyun berjalan menuju kamarnya tanpa mempedulikan ayahnya yang berteriak lagi diruangan itu. Kyuhyun butuh ketenangan saat ini.

Kyuhyun menutup pintu kamar itu pelan, meredam semua suara dan menciptakan keheningan. Pria itu melangkahkan kakinya pelan menuju kamar mandi yang terletak di sudut ruangan. Kyuhyun melepaskan satu per satu lembaran kain yang melekat pada tubuhnya. Tetesan air hangat membasahi tubuh polosnya, pria itu memejamkan matanya. Menikmati ketenangan sesaat yang dibuatnya.

‘Aku ingin menjadi normal… Sekarang kumohon, lupakan aku.’

‘Kau benar- benar membuatku malu!!! Enyalah kau dari hadapanku!!’

Bayangan kedua pria itu terus menghantuinya akhir- akhir ini. Entah hal apa yang membuatnya harus mengalami masa- masa sulit yang tak terduga sekaligus. Mungkin akan ada makna dari setiap kejadian, kuharap begitu.

****

‘Tuan… Bagaimana pendapat anda mengenai berita itu???’

‘Klikk’

‘Apa semua itu benar?’

‘Kenapa belum ada konfirmasi langsung??’

‘klikk’

‘Tuan Cho…’

Semua wartawan mengarahkan blitz kameranya dan menembakkan beberapa pertanyaan pada Kyuhyun ketika pria itu keluar dari mobilnya menuju kedalam kantor tempatnya bekerja. Beruntung, ada beberapa security yang melindunginya dari desakan wartawan- wartawan itu. Kyuhyun hanya diam, tak menanggapi pertanyaan yang dilemparkan beberapa wartawan yang mengerumuninya.

Beberapa karyawan dikantor itu membungkukkan badannya, memberi hormat pada Kyuhyun. Namun, Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pelan dan melewati pegawainya begitu saja.

Beberapa karyawan hanya bisa mengumpat pelan karena sikap angkuh Kyuhyun ketika pria itu masuk kedalam lift khusus. Pintu lift terbuka ketika berhenti pada lantai 15 gedung tinggi itu. Kyuhyun melangkahkan kakinya pelan menuju ruangannya. Kyuhyun langsung disambut dengan beberapa tumpuk kertas yang harus dibacanya untuk ditanda tangani.

Kota Seoul terlihat cerah pagi ini, meskipun sudah memasuki awal musim dingin. Kyuhyun memandang kearah luar kantor yang hanya tertutupi kaca. Pria itu melirik kearah bawah gedung itu, beberapa wartawan masih setia menunggu. Kyuhyun mengumpat pelan, mungkin akan menjadi sesuatu yang sulit selama beberapa waktu.

‘ddrrtt.. ddrrtt’

Sebuah getaran pari saku celananya membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya sejenak. Pria itu mengerutkan alisnya melihat id caller yang tertera pada ponselnya.

“Yeoboseo… Ada apa Eomma??”

‘…….’

“Mwo?! Tunggu aku disana!!… tut..” Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya dan berlari menuju keluar ruangan dengan terburu- buru. Menuju sebuah tempat yang ditujunya.

****

Seorang pria bertubuh jangkung itu berlarian dikoridor rumah sakit. Kulitnya yang pucat kini terlihat lebih pucat dari biasanya, keringatpun mengalir dari pelipisnya. Pria itu begitu ketakutan sekarang. Dia mempercepat langkahnya melihat seorang wanita paruh baya yang tengah duduk menunudukkan kepalanya didepan sebuah ruangan.

“Eomma!!” Wanita itu menoleh pada Kyuhyun, matanya memerah sehabis menangis.

“Kyuhyun!!!” Wanita yang dipanggil Kyuhyun sebagai ibu itu berdiri saat Kyuhyun semakin dekat dengannya.

“Ada apa, Eomma?? Apa yang terjadi pada appa?” Tanya Kyuhyun. Dia menampilkan wajah khawatirnya.

“Ayahmu, dia ditemukan pingsan di ruang kerjanya tadi… Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya, Kyuhyun!!” Ibunya menangis, dia memeluk tubuh jangkung Kyuhyun.

“Tenanglah, eomma!! Lebih baik kita berdo’a bersama…” Kyuhyun menenangkan ibunya.
Mereka berdua duduk bersama diruangan tunggu rumah sakit itu. Menunggu dokter keluar dengan hasil pemeriksaannya. Kyuhyun memanjatkan do’a untuk kebaikan ayahnya setiap detik sembari menunggu hasil yang sebenarnya.

“Kerabat Tuan Cho….” Seorang perawat berpakaian serba putih itu keluar dengan sebuah papan hasil laporan ditangannya. Kyuhyun pun berdiri dan menghampiri perawat itu.

“Ne… Saya putranya…”

“Silahkan masuk, Dokter Kim ingin berbicara pada anda.” Perawat itu mempersilahkan Kyuhyun masuk kedalam salah satu ruangan di UGD rumah sakit itu.
.
.
“Tuan Cho mendapat serangan jantung, beruntung beliau tidak terkena stroke. Bila itu terjadi akan sangat membahayakan nyawanya…” Jelas dokter itu.

“Jadi, apa ada hal yang harus kami lakukan untuk kesembuhannya, Dok?”

“Untuk saat ini belum ada yang dapat kita lakukan, akan terlalu berbahaya jika melakukan operasi saat ini karena tekanan darahnya yang cukup tinggi…”

“Saat ini kita hanya perlu menahan detak jantungnya agar tetap stabil dengan tidak membuatnya marah ataupun shock…” Jelasnya panjang lebar, Kyuhyun hanya mengangguk pelan dan menatap ayahnya yang terbaring itu sendu.

“Baiklah, untuk sementara waktu hanya itu yang dapat saya jelaskan. Saya permisi dulun tuan..” Ucap dokter itu dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.

“Ne.. uisanim.. Gamsha hamnida..”
Kyuhyun mengikuti dokter itu keluar dari ruang perawatan ayahnya. Menghampiri ibu tirinya yang menatap Kyuhyun penuh tanya. Wanita paruh baya itu mendekati Kyuhyun dan melemparkan pertanyaannya.

“Bagaimana keadaanya, Kyu??”

“Appa terkena serangan jantung, tapi tidak begitu bermasalah saat ini, eomma!” Jelas Kyuhyun.

“Apa aku bisa mengenjunginya sekarang?” Tanya wanita itu pada Kyuhyun. Pria itu hanya menganggukkan kepalanya. Dengan sesegera mungkin wanita paruh baya itu memasuki ruang rawat Ayah Kyuhyun. Sementara itu dia hanya diam dan berdiri mematung didepan ruangan itu.

Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Membuka kontak dan mencari id yang selalu dihubunginya saat dia sedang ingin mencurahkan hatinya. Dia butuh gadis itu sekarang.
“Aku butuh kau. Bisakah kau kemari sekarang, Hyuna-ya??”
.
.
“Cho Kyuhyun!!” Pria itu membalikkan tubuhnya menuju asal suara itu, menatap seorang gadis yang berlari kecil kearahnya.

“Hyuna-ya…” Gumam Kyuhyun pelan saat yeoja itu mendekat kearahnya.

“Ada apa?? Apa yang terjadi, Kyuhyun-ah??”

“Appa…. Dia terkena sakit jantung.” Ucapnya pelan. Kyuhyun memandang lurus kearah taman rumah sakit. Pria itu memperhatikan beberapa anak kecil yang bermain kesana- kemari.

“Apa?? Bagaimana bisa, Kyu??” Tanya gadis itu. Wajah terkejut begitu terlihat dari wajah Jepangnya itu.

“Tekanan darahnya tinggi. Itu semua karena aku, Hyuna-ya. Apa yang harus aku lakukan??” Tanya Kyuhyun frustasi.

“Entahlah, Kyu. Aku rasa kita hanya perlu berdo’a agar beliau mendapat kesembuhan… Omoona!!” Ucapnya, gadis itu membelalakkan matanya saat melihat sepasang anak manusia itu berjalan kearah mereka.

“Waeyo??” Kyuhyun mengikuti arah pandangan Hyuna. Mendapati seorang namja bertubuh atletis itu tengah menggandeng seorang yeoja bertubuh tinggi dengan wajah orientalnya. Mereka tampak tidak menyadari kehadiran Kyuhyun dan Hyuna.

“Oh, Choi Siwon-sshi.” Ucap Kyuhyun saat mereka berpapasam. Mereka berdua berdiri dari tempat duduk itu saling berpandangan.

“Annyeonghaseo oppa!!” Ucap Hyuna. Siwon dan perempuan disampingnya itu terlihat terkejut dengan kehadiran kedua orang itu.

 

“Oh.. Annyeonghaseyo…” Ucap seorang gadis yang berdiri disamping Siwon. Sementara pria itu hanya diam mematung menatap kedua orang dihadapannya itu.

“Apa yang kalian lakukan disini??” Akhirnya pria itu angkat bicara.

“Ayahku sedang dirawat disini…” Ucap Kyuhyun. Siwon memandang Kyuhyun dan Hyuna.

“Oppa, siapa yang ada disampingmu itu?? Kenapa tidak mengenalkannya pada kami??” Tanya Hyuna santai, padahal rasa sakit menyelubungi hatinya saat ini.

 

“Dia calon istriku, Kim Haneul…” Gadis itu mengulurkan tangannya pada Kyuhyun dan Hyuna, mereka menyambut uluran itu dengan baik.

“Aku Kim Hyuna, teman Siwon oppa. Dan ini Cho Kyuhyun… eum.. Kekasihku!” Kedua pria yang ada disana menatap Hyuna terkejut. Terutama Kyuhyun, pria itu menatap Hyuna.

“Benarkah?? Baguslah kalau begitu…” Ucap Siwon datar. Sementara Haneu yang tidak begitu mengerti dengan situasi yang sebenarnya hanya diam memandangi mereka bertiga.

“Baiklah.. Aku permisi dulu, ayo sayang!” Ucap Siwon pada kekasihnya, mereka pergi meninggalkan tempat itu.

“Apa?? Kekasih…??” Tanya Kyuhyun saat kedua orang itu sudah tidak terlihat lagi. Pria itu memandang Hyuna dengan tatapan anehnya dan kembali duduk di bangku taman rumah sakit itu.

“Ya, kekasih… Eh Kyuhyun, aku punya usul…” Ucapnya memandang Kyuhyun dengan tatapan berbinarnya.

“Apa??”

“Bagaimana kalau kita menikah???” Tanya gadis itu.

“Oh… Menikah..” Jawab Kyuhyun santai, dia belum menyadari apa yang diusulkan Hyuna. Namun dalam beberapa saat kemudian.

“Apa?! Menikah?!!”

TBC

 

Part sebelumnya klik disini

I’m Fine Thank’s

im-fine-thanks-poster-picsay

Pria itu menatapku sendu. Menyiratkan rasa ibanya padaku, aku hanya diam menundukkan kepalaku. Aku lebih memilih menutup mata, meredam airmata yang selalu ingin mengalir melalui pelupuk mataku. Aku tak boleh terlihat lemah dihadapannya.

Mianhae…. Kurasa kita harus berpisah…” Ucapnya, suaranya terdengar tegas. Aku mendongakkan kepalaku menatap manik mata onyxnya.

“Kenapa??” Suaraku begitu berat untuk berbicara lebih banyak pada pria ini.

“Maaf… Aku bertemu seseorang yang lebih baik darimu, tidak menyebalkan sepertimu, tidak kekanakan.. Dan…” Aku memotong pembicaraannya.

“Ya, Kyuhyun!! Aku memang tidak lebih baik darinya… Aku mungkin tidak sesempurna yang kau inginkan. Tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagimu… Tapi…” Aku menghembuskan nafasku kasar dan menatap matanya dalam- dalam.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.” Aku mendongakkan kepalaku menahan airmata yang terus mendesak.

“Hyuna-ya…” Ucapnya pelan. Suaranya terdengar begitu mengkhawatirkanku.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.” Ucapku. Aku menatap lagi matanya yang terlihat tegas. Kemudian pria itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kertas karton tebal berwarna putih dengan motif bunga berwarna silver.

“Datanglah ke acara pertunangan kami… Aku sangat mengharapkan kehadiranmu.” Ucapnya. Meskipun hati ini sakit, aku akan selalu berusaha tersenyum dihadapannya.

“Ya, Kyuhyun. Selamat kalau begitu…” Ucapku. Kulihat dari tatapannya, dia terlihat terkejut. Aku kembali tersenyum menatapnya.

“Kyuhyun!!” Panggilku setelah kami diam beberapa saat.

“Apa?” Tanyanya pelan. Pria itu kini sedang menatap riak tenang sungai Han sembari membenarkan letak mantel coklatnya.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…” Ucapku pelan. Kyuhyun menatap mataku, kemudian menganggukkan kepalanya.

Aku menghambur kedalam pelukannya. Tubuh ini begitu hangat, tak akan kulupakan. Feromon tubuh ini akan sangat kurindukan. Aku sangat menyukai setiap lekuk tubuh pria ini, dan akan selalu merindukannya. Jika suatu hari nanti aku akan terlahir kembali, aku ingin menjadi seseorang yang sama dan kembali mengenalnya. Kueratkan pelukanku, menghirup aroma tubuh ini lebih lama.

‘Kyuhyun… Aku mencintaimu. Na hyuna Kyuhyun saranghanda.’

Aku melepaskan pelukannya. Menatap setiap lekuk wajah pria dihadapanku ini. Menyentuhkan tanganku pada matanya yang terpejam, pipinya yang berisi dan hidung mancungnya. Aku merekam setiap sudut wajahnya dalam memoryku. Menyimpannya secara rapih dan tak tersentuh.

‘I’ll miss you in all of our moment together…’

“Kyuhyun… Aku harus pergi! Sampai jumpa!” Aku membalikkan tubuhku, melangkah pergi menjauhi pria itu.

Airmata sialan ini terus menetes. Namun, aku harus tetap berjalan. Aku tak boleh terlihat lemah. Aku terus berjalan menuju salah satu halte. Duduk disana sambil menunggu kedatangan bus.

Langit terlihat mendung, sesekali meneteskan air. Sial, aku harus menunggu lebih lama disini, sendirian. Suara petir perlahan menggema. Hujan pun turun dengan derasnya.

Aku turut menangis mengikuti irama hujan yang membasahi bumi. Beruntung jalanan saat ini sangat sepi, aku tak perlu takut seseorang mendengar tangisanku. Tangisanku saat ini begitu menggambarkan betapa pedihnya hatiku. Namun aku sadar, mungkin dia bukanlah kebahagiaanku.

‘Thank you….’

***

Author POV

Seorang pria bertubuh jangkung tengah berlari. Pria itu berlari tanpa mempedulikan tuxedo yang dikenakannya akan terlihat lusuh. Tak peduli dengan beberapa orang yang ditabraknya. Pria itu terus berlari ditengah koridor rumah sakit itu.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…”

Peluh terus menetes dari pori- pori pria itu. Wajah tampannya terlihat sangat khawatir, namun hal itu tidak mengurangi kadar ketampanannya. Pria itu memperlambat laju larinya dan kemudian berhenti pada tempat yang disebutkan tadi.

Lampu diatas pintu ruangan itu masih menampilkan warna merah. Yang artinya operasi belum selesai dilakukan. Kyuhyun terduduk dikursi tunggu dekat pintu, menundukkan kepalanya.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.”

Kyuhyun menatap lantai marmer itu dengan tatapan kosong. Pria itu merutuki kebodohannya, yang tak pernah menyadari betapa besarnya cinta untuk gadis itu. Sesempurna apapun Kyuhyun, gadis itu selalu mencoba menjadi yang terbaik untuknya. Namun dengan gampangnya Kyuhyun melepaskan gadis itu demi seseorang yang bahkan tak ada apa- apanya bila dibandingkan dengan gadis itu.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.”

‘Aku sadar, aku tak akan pernah bisa bahagia bila aku hidup tanpamu, Hyuna-ya Saranghae…’

.
****
.

“Aku tak menyangka dia akan pergi secepat ini… Rasanya baru kemarin aku menimangnya…” Ucap seorang wanita paruh baya, beliau menceritakan sambil menahan air matanya yang akan menetes.

“Kenapa tidak aku saja yang pergi?? Kenapa harus dia??” Ucapnya lagi. Namun, kali ini ia tak dapat membendung tangisannya. Semua orang menatap mereka iba.

Ruangan itu terlihat begitu memilukan, dengan semua yang serba hitam. Namun, sebuah foto dengan seorang yeoja yang memamerkan senyumannya. Tak ada sedikitpun ekspresi duka yang ditunjukkannya. Berbeda dengan raganya yang nyata saat ini, begitu pucat dengan mata yang terpejam. Namun, senyuman tak pernah luput dari wajah cantiknya.

Pria itu berdiri disudut ruangan, menatap orang- orang yang memberi penghormatan terakhir pada gadis itu. Dan juga beberapa orang yang menangisi jasad tak bernyawa itu. Kyuhyun hanya diam mematung.

Perlahan, Kyuhyun berjalan mendekati Kim ahjumma, pengurus Hyuna saat dia masih berada di panti asuhan dulu. Pria itu memeluk wanita paruh baya itu. Mereka berdua menangis pilu, meratapi kepergiannya.

Ahjumma… Mianhae... Seharusnya aku menjaga Hyuna dengan baik…” Ucap Kyuhyun. Pria itu membungkukkan tubuhnya dihadapan Kim ahjumma yang masih terisak. Kemudian berbalik menuju ke peti yang berada ditengah- tengah ruangan itu.

‘Hyuna-ya.. Aku sangat mencintaimu, selamat jalan cintaku!’

Kyuhyun mengecup dahi gadis itu lama. Menyalurkan segala kerinduan dan kasih sayangnya pada jasad itu. Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah cincin dan menyematkannya di jari manis kanan gadis itu. Kemudian mengecup punggung tangan itu lembut.

‘Dimanapun kau berada, aku akan selalu menjaga sudut terdalam hatiku untukmu… I love you!’

Pria itu kembali membungkukkan tubuhnya, memberi penghormatan terakhirnya pada gadis itu. Namun, saat ia hendak berbalik menjauhi tempat itu. Tiupan angin yang hangat menerpa tubuhnya. Feromon yang begitu dirindukannya menyambangi indera penciumannya.

‘Aku juga mencintaimu, Kyuhyun…. Jaljayo..’

-Jika kau merindukanku, rasakan detak jantungmu. Karena aku akan hidup disetiap pompaan darah di tubuhmu-

End

Maaf yang sebesar- besarnya buat yang gak suka baca ff sad end. Huhuhu T.T ff ini terinspirasi setelah aku dengerin lagunya Kyu yang momment of farewell. Jadi hadirlah ff ini hohoho 😀

Tunggu yaaa karya aku selanjutnya… Paipai

(Oneshoot) Then I Late

Tittle: Then I Late
Author: HaneulKim ( hanneulkim.wordpress.com )
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Hyuna (OC)
And Other Cast
Genre: Sad Romance Angst
Length: oneshoot
Rated: PG-15

Hohoho… Typo bertebaran, dan rada gak nyambung. just RCL ㅋㅋㅋ

Cekidot…

‘Saat setiap orang berteduh dari ribuan butir salju… aku masih berdiri disini, menantimu… musim semiku…’

*****

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      ****

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucap Kyuhyun pada seseorang yang tengah menjalin komunikasi dengannya.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap namja di sebrang sana.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap namja diseberang sana

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Kyuhyun.

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.” Ucap Kim JongWoon -kakak Hyuna-.

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“……”

“Mwo?!”

  *****

Flashback

Hyuna POV

Monday, 27  january 2014

Tepat satu minggu lagi, Kyuhyun menginjak usia 27tahun (umur Korea). Aku harus memberikan sesuatu yang istimewa, berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Entahlah aku rasa sesuatu akan terjadi dan aku harus memberikan sesuatu yang spesial dan membuat tahun ini berkesan untuknya.

‘Aku harap Tuhan masih memberikanmu berkah Nya agar kau masih bisa merasa kan sinar matahari pagi ulang tahunmu tahun ini, berikutnya, dan seterusnya…’

                         ****

Sengaja hari ini aku tidak menjawab teleponnya, pesan singkat ataupun Line chatnya. Karena aku sendiri sedang mempersiapkan sebuah kejutan untuk ulangtahunku dan dia.

Susunan cake dietalase terlihat sangat menggiurkan, aku rasa kue itu sangat enak untuk diberikan pada Kyuhyun… walaupun masih beberapa hari lagi, aku rasa lebih cepat akan lebih baik karena aku merasakan sesuatu akan terjadi padaku, entahlah… sekarang yang penting hanya berpikir positive.

Saat sedang asyik memilih kue, aku merasakan seseorang tengah menepuk pundakku.

“Annyeong Hyunie ya…. .” Ucap namja yang menepuk pundakku tadi memamerkan ‘Gummy Smilenya’.

“Hyukie ah… apa kabar?” Tanyaku. Anehnya dia langsung memelukku.
Dengan sekuat tenaga aku melepas pelukannya.

“Waeyo Hyukie ah???” Kutanyakan hal ini pada HyukJae saat kedua matanya menatap sendu diriku.

******

Author POV

“Kyuhyun ah…. bisakah kau jemput eomma di cafe biasa..?” Tanya eomma Kyuhyun dari seberang Line telepon.

“Ne, eomma … tapi kenapa tidak minta jemput supir saja? Aku masih ada urusan eomma … .”

“Mwo?! Kau tega menolak permintaan eomma-mu ini?”

“Ne… baiklah… tunggu aku disana…”

                    *****

Seorang yeoja tengah berusaha melepas pelukan seorang namja yang memeluknya. Dan menatap namja itu sendu.

“Waeyo Hyukie ah??” Tanya yeoja itu.

“Aku membutuhkan seseorang untuk curhat… Hyunie ah… .” Ucap namja tadi kepada Hyuna.

“Baiklah ceritakan padaku saja.” Ucap Hyuna dan menarik Hyukjae keluar dari kafe tersebut.
Tanpa mereka sadari seorang namja tengah mengawasi mereka dari balik mobil audinya itu.

“Tak kusangka kau seperti itu Hyuna ah….”

                    ******

Senja tengah menyambut bulan yang siap berdiri tegak ditengah hamparan langit malam. Namun seorang yeoja dan namja masih duduk manis di pinggiran sungai han.

“Jadi… kau putus dengan kekasihmu itu..?” Tanya Hyuna

“Ne, padahal aku masih sangat mencintainya….” ucap Hyuk dengan nada sendu.

Melihat sosok dihadapannya tengah bersedih lantas Hyuna menepuk-nepukkan punggung namja itu.

‘Chuuu’

Namun dengan tak terduga Hyukjae malah mencium bibir Hyuna.

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      *******

Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

‘Brukkkk’

Kyuhyun meluapkan emosinya dengan kecepatan mobilnya yang sangat cepat tanpa sadar ia menabrak sebuah pohon dipinggir jalan akibat menghindari seorang tuna netra yang menyebrang malam itu.

                      ******
Wednesday, 29 January 2014

“Nyonya… kumohon berikan aku kesempatan untuk bertemu dengannya….” ucap seorang yeoja dengan nada memelas.

“Andwe!! Karena kau Kyuhyun seperti ini?!, aku yakin Kyuhyun-pun tak ingin menemuimu!!”

“Tapi nyonya…. .”

Kalimat Hyuna terhenti saat melihat seorang namja bertubuh tinggi itu muncul dari balik pintu.

“Kyu…., gwaenchana???” Tanya Hyuna saat mata mereka berada dalam satu pandangan.

Gadis itu sangat khawatir atas keadaan namja itu, tangan kirinya terbungkus benda putih. Dan menandakan namja itu tidak sedang ‘baik-baik’ saja.

“Tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi… pergi!!!!” Ucap Kyuhyun penuh emosi.

“Tapi Kyu….. .”

“PERGI” ucap Kyuhyun masih dengan nada yang meninggi.

“Tapi……”

belum sempat Hyuna melanjutkan kalimatnya Kyuhyun sudah membanting pintu rumahnya.

“Kyu maaf….”

*******

Gadis itu berjalan sendirian di tengah hamparan sinar rembulan. Bahkan sebuah rasa sakit mampu mengalahkan rasa takut dalam dirinya..
Tanpa ia sadari beberapa orang namja berpakaian preman mengikutinya dari belakang, sementara ia masih terus berjalan gusar.

‘Tap…. tap….’

Dia mulai menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya. Dia berbalik dan betapa terkejutnya ia saat dua orang namja meringkusnya secara tiba-tiba.
Dengan tenaga seadanya ia berusaha melepaskan genggaman kedya preman itu, berlari meninggalkan mereka, namun ia lari ke tempat yang salah.

Dia terus berjalan mundur, namun tanpa ia sadari ia telah berada di pinggiran sungai han.

“Mau apa kalian?!” Tanya Hyuna panik.

“Kami hanya ingin tubuhmu nona…. .”

“Mundur kalian!!!! Atau…. .”

‘byurr’

Hyuna terjatuh kedalam aliran sungai yang sangat dingin di musim salju. Preman yang terkejut dan panik berlari meninggalkan Hyuna yang tidak bisa berenang. Sekuat tenaga yang tersisa ia berusaha berteriak, namun suhu air yang sangat dingin membuat ia lumpuh.

‘Byurrr….’

seorang namja yang tak asing baginya rela bergelayut dengan air yang dingin, demi menolongnya.

“Hyuk” ucap Hyuna disisa kesadarannya.

“Bertahanlah….. .”

itulah kata terakhir yang didengarnya sebelum semuanya menjadi gelap.

****

Thursday, 30 january 2014

Tak satupun yang memamerkan sebuah ukiran senyuman, melainkan sebuah isakan yang melambangkan sebuah berita duka.

Gadis itu, terbaring lemah tak berdaya, bertarung melawan maut. ‘Hipotermia’ dia lah yang bertanggung jawab atas alam bawah sadar gadis berparas jepang itu.

“Hyuna bangun sayang… eomma disini.” Ucap Ny. Kim dengan nada sendu. Berharap sesuatu keajaiban muncul.

Seolah malaikat sedang mendengar, Hyuna tersadar dari alam mimpinya.

“Eomma…. .”

“Ne… eomma di sini chagi…”

“Kyu…. kyu…. .” Ucap Hyuna terbata bata, berusaha menyebutkan sebuah nama.

“Kyuhyun?” Tanya eomma nya.

“Eum” jawabnya seadanya, dengan nada yang seadanya.

“Wae? Kyuhyun waeyo??” Tanya eommanya bingung kenapa gadis itu justru memanggil Kyuhyun.

Belum sempat gadis itu menyampaikan setiap kalimat yang memenuhi otaknya, alam bawah sadarnya telah lebih dahulu menguasai dirinya.

“Hyuna… hyuna ya… .” Tanya eommanya khawatir.

Bunyi bunyi memekikkan telinga mulai terdengar. Sebelum dokter akhirnya mulai memeriksakan keadan gadis itu.

‘Then i sleep again…..’

 
                      ******

Kyuhyun POV

Monday, february 03 2014

‘Saengil Chukkae Kyuhyun oppa’

“Dasar yeoja tak tau malu.” Desisku saa  membuka sekotak cake yang bertuliskan kata kata indah itu. Namun, karena sipengirimnya, membuat cake itu menjadi tidak istimewa bahkan menjijikkan.

‘Sreet ….’

Langsung saja aku buang cake itu ke tong sampah yang berada dihadapanku.

                  ******

‘Dddrrrrt…… dddrrrt….’

Ponsel ku terus berdering, bisa aku tebak itu dari siapa, dan apa tujuannya.

“Kyuhyun…. ah, kumohoon temuilah adikku…. .” Cercah namja di seberang sana saat aku mengangkat telponnya.

“Aku tidak peduli hyung…. meskipun kau katakan dia akan mati….”

‘Tiit…..’

Langsung aku putus hubungan telepon kami. Sudah tiga hari belakangan Jongwoon Hyung terus menghubungi ku. Tidak adik, tidak kakak suka sekali mengacaukan ketenangan hidupku.

Aku rasa aku tidak berlebihan kan? Namun aku tidak yakin dengan apa yang ku ucapkan tadi. Entahlah, aku bahkan bingung dengan diriku sendiri.
Ada yang aneh, sebuah hal yang mengganjal pikiranku.

Dari pada harus pusing memikirkan gadis itu, lebih baik aku bersenang-senang. Inikan masih hari ulang tahunku….

         *******

Monday, 10 february 2014

Sudah satu minggu berlalu, Jongwoon Hyung masih tanpa rasa bosan terus menghubungi ku. Hey…. adiknya yang berselingkuh, kenapa harus aku yang menemuinya duluan??? Bahkan semenjak malam aku mengusirnya dia tidak menghubungiku memelas sebuah permintaan maaf.

‘Ddrrrtttt…… dddrtt’

Ponselku lagi dan lagi berdering Jongwoon Hyung, nama itulah yang terus tertera di layar ponselku.

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucapku dengan nada sedikit meninggi.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap Jongwoon Hyung.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap Jongwoon Hyung emosi.

Hey!!! Seharusnya aku yang emosi disini.

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Ku

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.”

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“Karena, dia sekarat Kyu, dia membutuhkanmu…. waktunya tidak lama lagi…. .”

“Mwo?!”

“Dia terkena Hiportemia….”

*******

Flashback Off

“Mwo??”

“Apa maksudmu Hyung?”

“Dia tak dapat menstabilkan suhu tubuhnya…. bahkan jantungnya sempat berhenti berdetak….. .”

‘Deg…. .’

Jantung Kyuhyun berdetak semakin kencang, tubuhnya mematung mendengar untaian demi untaian kalimat Kim Jongwoon.

“Dia sempat sadar sepuluh hari yang lalu…., dia terus memanggil namamu, dan kembali tak sadarkan diri hingga detik ini… Dokter bilang, jika ia terus seperti ini…. .”

“Hyung hentikan.” Potong Kyuhyun saat Jongwoon menjelaskan keadaan adiknya panjang lebar.

“Eoddiga Hyung? Eoddi??”

“Seoul Hospital….”

*******

Kyuhyun POV

‘Dia membutuhkanmu Kyu…..’
‘Kyu dia sekarat…..’

‘Dia…. benar benar mencintaimu….’

Setiap kata kata Jongwoon hyung terus terngiang di kepalaku, persetan dengan kecepatan dan tangan kiriku. Yang dipikiranku hanya menemuinya.

Sesampainya dirumah sakit aku langsung berlari menuju salah satu ruang ICU.

Dengan nafas terengah engah aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit ini, hingga akhirnya aku bertemu dengan Jongwoon Hyung. Suasana diruangan itu sangat mencekam, yang kulihat seorang yang tubuhnya telah tertutup selimut rumah sakit, dan Ny. Kim tengah histeris memandang ke arah tempat itu.

“Hyung……..”

“Kyu…. kau terlambat…..”

‘And now i go…..’

             *****

Tuesday, 11 february 2014

Upacara pemakaman telah usai. Namun, aku masih belum menyadari ia telah pergi… aku terlambat… terlambat menyadari aku sangat mencintainya, nafasnya menjadi morfin bagiku, candu dan akan sakit jika tak merasakannya… namun aku terlambat. Dan aku merasa bodoh karena tidak mempercayainya.

Naneun Kyuhyun, Hyuna saranghanda….

‘You are never late… because iam here… be a part of your heart….’
Continue reading