Category Archives: oneshoot

Not a Virgin??

image

Cast : Cho Kyuhyun, Kim Hyuna and other
Category : Romance, yadong, NC- 17

.
.
.

Sorry for everything…’
.
.
.

“Kyuhyun!”

Aku menatapnya, sudah satu minggu ini aku tak bertemu dengannya. Sebuah ketidak-tahuan dapat mengakibatkan kesalah-pahaman. Aku meninggalkannya, ketidak-tahuan membuatku salah paham. Aku sangat menyesalinya!

Mianhaeyo…

.
.
****
.
.

Flashback

.

“Jangan sentuh aku, jalang!” Mereka mendengus, berjalan menjauhiku. Membawa tangan kotor mereka pada tempatnya.

‘Aku benar- benar tertipu!’ Wajah polosnya mengecohku, dia sama saja dengan perempuan- perempuan yang tengah menjajakan diri mereka disana.

“Hey bro! What’s up??” Seseorang dengan suara yang tak asing menepuk pundakku.

“None of your bussiness man!” Aku mengacuhkannya. Dia duduk disebelahku dan memesan cocktail.

Waeyo? Bukankah ini malam pertamamu??” Dia menaik-turunkan alisnya. Aku mendengus dan kembali meneguk wine-ku.

“Bukan urusanmu, Hyung!” Dia terkekeh pelan. Meneguk minumannya yang baru saja dibuatkan bartender untuknya.

“Hahaha…” Dia tertawa. Aku kembali mendengus, dan mengerutkan alisku. Dasar aneh!

“…” Aku mengabaikannya yang terus berceloteh disampingku. Emosi meluluh lantakkan pikiranku.

“Heii, tuan muda Cho! Apa masalahmu?!” Dia menepuk pundakku.

“…” Aku terlalu malas menjawab pertanyaannya, dan tenggelam dalam segelas wine ditanganku.

“Heii, katakan sesuatu!” Ucapnya. Dia menggoyangkan pundakku.

“S-E-S-U-A-T-U!” Dia tertawa lagi. Kemudian meminum segelas cocktail ditangannya.

“Huh!!!” Aku menegak tetes terakhir wine ditanganku sebelum bergegas pergi dari tempat itu.

Aku berdiri dari kursi yang kududuki, dan berjalan menjauhi bar. Namun baru beberapa langkah, tangan Siwon Hyung menarik lenganku.

“Heii! Ayo ceritakan masalahmu padaku, mungkin itu akan membantumu…” Ajaknya. Aku berbalik dan melangkah pergi menjauhinya.

‘Aku tidak butuh bantuanmu!!’

****
.
.

Hari demi hari berlalu begitu saja, tanpa kusadari ini adalah hari ketujuh aku meninggalkan apartemenku dan jalang itu! Aku lebih memilih tak memikirkannya dan sibuk dengan pekerjaanku.

Tok… Tokk.. Tokk

“SIAPA?!” Bentakku. Aku memilih tak menoleh kearah pintu.

‘Krekk’

“Sudah kubilang, aku tidak ingin diganggu!”

“Kyuhyun, berani- beraninya kau membentakku!!”

Sial!! Aku telah membentak seseorang yang salah. Dan, dia akan melaporkan kelakuanku pada ibu dirumah.

“Maaf! Aku tak tahu kalau yang datang itu kau, kakak sepupuku!” Aku lebih memilih tidak menatapnya dan kembali keberkas- berkas dihadapanku.

“Karena aku sedang berbaik hati, jadi kau ku maafkan.” Dari sudut mataku, dia sedang duduk di sofa sudut ruangan ini.

“Ada perlu apa kau kemari, Haneul-ah??” Seharusnya aku tak perlu menanyakan hal itu!

“Kudengar dari Siwon oppa, kau sering sekali marah- marah dan menghabiskan malammu di club, padahal….” aahh…! Gotcha!

“Padahal kau sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di tempat itu lagi semenjak kau mengenal Hyuna!”

“Berhentilah menyebut nama itu dihadapanku!” Dia menatapku bingung dan terkejut.

“Kenapa??” Aku membenci satu kata yang terucap dari mulutnya itu.

“Sayangnya, itu bukan urusanmu!”

“Kenapa?? Dia istrimu kan?? Bahkan kalian baru satu minggu menikah!” Dia benar- benar bingung.

“Ya, dan hanya akan bertahan untuk beberapa hari kedepan!” Ucapku ketus.

Omonaa! Kenapa begitu Kyu?? Apa yang terjadi diantara kalian??”

“It’s none of your bussiness!” Dia terdiam sejenak. Apakah aku terlalu kasar padanya??

“Ayolah! Kyuhyun, cerita padaku. Aku tak pernah melihatmu semarah ini semenjak…”

“Jangan dilanjutkan!” Aku tidak ingin mengingatnya.

“Kalau begitu, ceritakan!” Aku menghela nafasku kasar.

“Ternyata dia sama saja dengan perempuan diluar sana…” Dia mengerutkan dahinya.

“Maksudmu??”

“Haruskah aku menceritakan kegiatanku yang paling ‘private’ padamu??” Dia mengangguk. Aku mengusap wajahku kasar.

“Apa ini ada masalahnya dengan ‘first night’ kalian??” Aku terkejut! Bagaimana dia bisa tau hal ini? Aku mengangguk pelan.

“Ya, sudah kuduga!” Dia menjentikkan jarinya keudara.

Waeyo??” Dia menggeleng prihatin padaku. Apa maksudnya???

“Seharusnya kau konsultasi dulu padaku….”

“Kenapa??” Yang benar saja?!

“Ya, mengingat aku adalah seorang konsultan….”

“Ya, Aku mengerti kau adalan seorang konsultan dalam bidang ‘Ehem- ehem’ itu..” Potong ku

“Jadi, ayo ceritakan padaku apa masalahmu!” aku menggeleng. Jujur, aku malas membicarakan hal ini.

“Bagaimana kau tahu aku memiliki masalah d bidang itu??”

Author POV

“Aku tau dari gelagatmu, tuan.” Haneul memperhatikan Kyuhyun. Tingkah yang ditunjukkan pria itu sama seperti pasien- pasiennya selama ini.

“Sekarang… Ceritakan padaku!” Kyuhyun masih enggan bercerita.

“Tidak! Aku sama sekali tidak memiliki masalah dengan hal itu, dan perkataanmu mengganggu privasi-ku.” Kyuhyun menyanggah pernyataan Haneul.

Aigooo, ceritakan padaku! I promise to not tell anyone…” Dia menatap Kyuhyun yang -Masih- dengan ekspresi bingungnya.

“Kyuhyun, aku yakin akan ada kesalahpahaman jika kau terus- terusan seperti ini!” Haneul mulai jengah.

“Ayo, ceritakan!” Kyuhyun menceritakan apa yang dialaminya. Haneul merasa sangat terkejut dan kasihan pada sepupunya itu.

“Astaga, Cho Kyuhyun! Bagaimana kau bisa berspekulasi bahwa she is not virgin anymore??” Dia menutup mulutnya.

“Ya… Kau tahu kan kalau…” Kyuhyun menggaruk- garuk kepalanya. Sulit sekali rasanya mengatakan hal yang begitu ‘Intim’ dengan wanita.

“Biasanya mereka akan berdarah saat pertama kali, bukan??” Haneul mendengus sebal.

Aigooo, Cho Kyuhyun! Kegadisan seseorang tidak ditentukan oleh berdarah atau tidaknya saat melakukan penetrasi!” Kyuhyun menatapnya bingung.

“Maksudmu?!”

“Beberapa wanita, mungkin dilahirkan tanpa selaput dara! Tapi itu bukan artinya  mereka tidak perawan!”

“Jadi, bagaimana caranya aku mengetahui dia gadis baik- baik atau bukan??” Kyuhyun mengerutkan dahinya. Pria itu marah, bingung dan sedih.

“Biasanya mereka akan merasa kesakitan, dengan kulit yang merona malu…. Kyuhyun! Mau kemana kau??” Haneul menggelengkan kepalanya, Kyuhyun telah menghilang dari balik pintu.

****

“Kyuhyun!”

Hyuna terkejut,  sementara sebagian dari hatinya menyuarakan kebahagiaan. Pria yang menghilang satu minggu itu telah kembali, dengan raut letih dan menyesalnya dia meminta maaf.

Mianhaeyo…

“Kyuhyun- ah! Gwaenchanayo??” Mereka berdua saling menatap, Hyuna sangat tidak mengerti. Mungkin, masalah ini begitu rumit untuknya. Kyuhyun menelan salivanya sebelum mengungkapkan apa yang diragukannya selama ini.

“Hyuna- ya saranghae!

End or TBC??

Holaa!!

Gimana ceritanya?? Gajekah???

Maaf kalau baru bisa publish sekarang! Soalnya aku sibuk banget dgn tugas”ku d sekolah yang udah numpuk! Hohoho

Kritik dan saran sangat dibutuhkan demi kelangsungan ff dan blog ini

Gamsha hamnida!

Posted from WordPress for Android

Love In Sillence

Love-in-Sillence-poster-picsay2

Title :
Love in Sillence
Author :
HanneulKim
Cast :
Cho Kyuhyun, Kim Hyuna, and other.
Category :
Romance, Family, PG-15, Oneshoot.

‘Kau membuat diriku nyaman ditengah duniamu yang hening….’

Aku mengeraskan suara I-Pod ku, memendam semua makian yang terdengar ditelingaku. Headphone menjadi teman setiaku disaat suka dan duka. Aku memejamkan mata, meredam air yang terus mengalir dari mataku. Berjalan lebih cepat dari sebelumnya, tak peduli jika rintihan hujan terus menghunus kulitku.

Rasa dingin begitu menusuk kulitku, hingga membuatku merasa tidak lagi berpijak. Aku tak peduli, ini tidak sebanding dengan apa yang kulakukan. Aku terus menangis, aku rindu appa.

Aku memandang langit malam yang mendung, tak ada sinar rembulan ataupun bintang yang menghiasinya. Halte terasa sepi karena orang- orang lebih memilih menghangatkan diri dirumah. Tetapi, Aku tak berniat pulang meskipun hujan telah reda, meski dingin menyeruak dari pakaian basahku. Daripada nanti aku melukai mereka akan kehadiranku dirumah.

Aku merasakan seseorang duduk disebelahku, tapi aku tidak peduli karena terlalu larut dalam perasaanku. Aku hanya diam hingga sebuah tangan hangat menyentuh pundak-ku. Aku menolehkan kepalaku padanya, Dia tersenyum dan memandangku hangat.

Dia seorang pria, tubuhnya pucat dan cukup tinggi, hidungnya mancung dan mata coklatnya yang tajam itu menghunus mataku. Dia tersenyum dan membuka mantel coklatnya dan menyerahkan itu padaku.

“Maaf tuan… Aku tidak bisa menerimanya. Lagipula, hari ini sangat dingin.” Aku menolak mantelnya secara halus. Meskipun dia memakai pakaian tebal yang berlapis tapi tetap saja terasa dingin, ini musim gugur.

Pria itu mengerutkan dahinya dan menuliskan sesuatu pada note kecil ditangannya. Selesai menulis dia menatapku lembut dan memberikan secarik kertas itu padaku. Aku membaca tulisannya.

‘Gwaenchana… Hari ini begitu dingin nona! Bajumu juga basah, nanti kau bisa sakit ^^’

Aku sedikit tersenyum membaca tulisannya, senang jika masih ada yang mau memperhatikanku seperti ini.

“Baiklah tuan jika kau memaksa…. Gamsha hamnida..” Aku mengambil mantel itu dari tangan pria itu dan memakainya segera. Dia tersenyum dan memandang jalanan yang sepi.

Dia memberiku sebuah kertas kecil lagi padaku setelah kami diam selama beberapa waktu. Aku kembali tersenyum membaca notenya.

‘Apa yang kau lakukan dimalam yang dingin ini dengan pakaian yang basah nona?? Jika tidak terpaksa aku akan mengurung diriku dirumah…’

Baru kali ini aku merasa diperhatikan. Aku tersenyum ramah padanya dan kembali berkata.

“Aku hanya ingin jalan- jalan. Tapi, tak lama aku kehujanan..” ucapku padanya yang tersenyum padaku. Dia menganggukan kepalanya dan kembali memandang kearah jalanan. Tampak sebuah bis melaju perlahan dari kejauhan, pria itu tersenyum padaku dan kembali menuliskan notenya.

‘Namaku Cho Kyuhyun, bisku sudah sampai dan aku harus pergi. Siapa namamu?? Aku berharap kita akan bertemu lagi nanti.’ Aku kembali tersenyum menatapnya dan menggenggam tangan pucatnya.

“Namaku Hyuna, Kim Hyuna.” Ucapku dan dia tersenyum. Setelah kami bersalaman cukup lama, dia beranjak pergi dariku dan masuk kedalam bus yang telah berhenti tepat dihadapan kami. Dia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku di pintu bus.

“Sampai jumpa lagi Kyuhyun-ssi” aku sedikit berteriak karena pintu bus yang mulai tertutup.
.
.
.
.
****
.
.
.
.
Pada hari selanjutnya di jam yang sama, Aku duduk sendirian di halte bus. Memegang sebuah mantel coklat milik Kyuhyun ditangan kananku. Aku begitu bodoh karena berharap bisa berjumpa lagi dengannya. Entah apa yang memikatku untuk bertemu lagi dengannya. Tapi, yang pasti aku sangat menghargainya karena sikap hangatnya padaku yang tak pernah kudapat dari orang lain kecuali appa.

Setetes air mata meluncur bebas dari mataku. Aku sangat merindukan beliau, aku membuka ponselku dan menatap fotonya. Aku selalu melihat wajah itu agar aku tak melupakannya. Tetesan kedua kembali meluncur, ketika aku mencoba untuk mengingat suaranya. Tak ada satupun memori yang hinggap diotakku tentang suaranya. Aku hanya diam dan mengosongkan fikiranku agar tidak menangis lagi.

Aku mendongakan kepalaku ketika sebuah tangan hangat itu menyapa pundakku lagi. Dia memamerkan senyum tiga jarinya dan mengatakan ‘annyeong’ meskipun tanpa suara. Akupun tersenyum dan mempersilahkan Kyuhyun duduk disampingku.

“Sepertinya harapanmu dikabulkan Kyuhyun-ssi. Senang bertemu denganmu lagi…” Dia tersenyum menyimak apapun yg kuucapkan, kemudian mengeluarkan sebuah note kecil dari saku kemejanya.

‘Ya… Kurasa ini benar- benar hari keberuntunganku.’

Aku menatapnya dengan sejuta rasa penasaran. Memang terlihat jelas dari raut wajahnya, dia sedang bahagia.

“Keberuntungan apa saja yang kau dapat hari ini?? Kau terlihat sangat bahagia hari ini…” Dia tersenyum dan memainkan jari- jarinya. Kemudian menuliskan beberapa kata pada notenya.

‘Banyak sekali… Salah satunya itu, mantel kesayanganku kembali.’

Aku menatapnya yang menunjuk jarinya ke arah mantel coklat yang ada ditanganku. Hampir saja aku lupa mengembalikannya.

Aku meletakan mantel itu ditangan Kyuhyun. Dia tersenyum padaku dan menggerakan bibir tebalnya. ‘Gomawo’ Meski tidak bersuara aku yakin kata itulah yang sedang dia katakan.

Aku tersenyum hangat padanya dan memandangi pohon- pohon disisi halte. Malam ini begitu dingin, daun- daun berguguran. Semua ini identik dengan musim gugur. Kutatap Kyuhyun dan tersenyum lagi padanya.

“Kyuhyun- ssi…. Apa kita bisa menjadi teman..?” Tanyaku, dia mengerutkan dahinya dan menuliskan sesuatu pada notenya.

‘Apa maksudmu nona?? Menurutku itu pertanyaan yang tak perlu dijawab.’

Aku menatap Kyuhyun dan menghembuskan nafasku dalam- dalam.

“Maksudku, kita baru saja mengenal dan….” Kuhentikan ucapanku ketika dia menempelkan note kecilnya didahiku.

‘Tentu saja… Kita sudah berteman bahkan sejak kemarin.’
Aku tersenyum hangat padanya, dan menganggukan kepalaku pelan. “Gomawo…”

Kami terdiam, sibuk dengan diri masing- masing. Tak lama sebuah bis melaju pelan dari kejauhan. Kyuhyun menatapku dan tersenyum, kemudian menuliskan sesuatu di notenya dan tersenyum padaku.

‘Bisku sudah datang. Padahal aku ingin bicara banyak denganmu, jika Tuhan mengizinkan aku ingin terus mengenalmu…’

Aku mengangguk dan tersenyum padanya. Kyuhyun berdiri dan kemudian berjalan pelan menuju ketepi jalan.

“Kyuhyun- ssi…” Aku memanggilnya. Kyuhyun membalikan tubuhnya dan tersenyum padaku.

“Sampai jumpa lagi…” Kyuhyun kembali tersenyum dan melambaikan tangan pucatnya. Lalu masuk kedalam bis yang telah berhenti pada tempatnya. Kami saling melambaikan tangan hingga tidak bisa saling menjangkau.

Kuhembuskan nafasku berat dan berlalu dari tempat itu. Berjalan perlahan menuju kesebuah tempat yang kusebut ‘Rumah’
.
.
.
.
****
.
.
.
.
Semuanya terasa begitu asing bagiku. Mereka mengabaikanku dan sibuk dalam obrolan mereka masing- masing. Bahkan aku ragu mereka menganggapku nyata. Walaupun beberapa dari mereka memandangku sedikit sinis dan kembali berbisik.

Acara makan malam keluarga merupakan salah satu daftar acara yang paling tidak kusukai. Dimana acara itu akan membuatku merasa sendirian dalam keramaian.

Aku makan dalam diam dan menatap seonggok makanan dihadapanku, meski sesekali aku melirik eomma yang asik berbincang dengan keluarga barunya.
.
.
.
Setelah selesai makan, aku melangkahkan kakiku ke samping rumah. Disana terdapat sebuah taman dengan beberapa pohon maple. Tidak ada suasana hijau, hanya daun- daun coklat kering yang berguguran. Aku duduk di dekat pintu dan menyendiri disana.

Angin sejuk musim gugur menerpa kulitku. Sungguh segar rasanya. Suasana hening, jauh lebih baik daripada aku harus memilih digunjingkan secara tak langsung didalam.

Sebuah tangan hangat menepuk punggungku pelan. Seorang yeoja berparas oriental yang kental tengah tersenyum, tubuhnya -mungkin- sedikit tinggi semampai, sayangnya dia hanya duduk di kursi roda. Aku tersenyum membalasnya, dan dia mendekat kearahku.

“Hai!!” Sapanya ramah.
“Hai…”jawabku.

Dia memandang pemandangan musim gugur yang khas dihadapannya. Menikmati deru angin yang menerpa kulit putih mulusnya. Dia terlihat sangat cantik meski dia menderita disabilitas.

Dia menolehkan kepalanya kearahku dan kembali tersenyum.

“Aku Haneul, siapa namamu??” Dia mengulurkan tangannya padaku, dan langsung kusambut sepenuh hati.

“Hyuna imnida…”

Dia tersenyum lagi dan melepaskan salaman. Kami sama- sama memandangi taman dan daun yang berguguran. Tanpa kusadari ternyata dia memandangku sambil tersenyum.

“Sepertinya usiamu lebih muda dariku. Dan kau harus memanggilku eonnie!!” Titahnya dan aku tertawa kecil.

“Ne Haneul eonnie!!” Kami tertawa bersama.

“Senang rasanya bisa menemukan teman…” Ucapnya dan memandang pohon maple dihadapan kami. Aku sedikit bingung apa yang dimaksudkannya.

“Teman yang lebih memilih menyendiri dibanding harus beramai- ramai. Aku benci keramaian!” Sambungnya lagi.

Aku tersenyum miris. ‘Aku bukannya tidak menyukai keramaian, aku hanya takut merasa sendirian ditengah keramaian…’ gumamku dalam hati.

“Ne…” Jawabku dia menatapku sambil tersenyum.

“Di keramaian pasti orang- orang hanya akan memandangku iba…” dia melirik kearah kakinya.

“Kurasa kita bisa menjadi teman…. Hyuna- ssi”
.
.
.
.
****
.
.
.
.
“Kyuhyun!!!”

Dia menolehkan kepalanya kearahku dan tersenyum kemudian melambaikan lagi tangannya.

“Hai kita bertemu lagi….” Kyuhyun memperhatikanku, dari ujung kaki hingga kepala. Lalu menuliskan note kecil dari saku jaketnya.

‘Kau masih seorang siswa SMA???’

Aku melirik Kyuhyun yang menatapku dalam- dalam. Hari ini sekolah mengadakan sebuah kegiatan, jadi pulang sedikit terlambat. Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum. Kyuhyun menuliskan lagi notenya dan mengusap rambutku. Aku terdiam sebentar sebelum membaca tulisannya.

‘Kau harus memanggilku oppa yeoja kecil…’
Dia tersenyum padaku dan mengacak lagi rambutku.

Tanpa sadar setetes air mata jatuh bebas dipipiku. Belaian hangat tangan pucat itu mengingatkanku pada appa. Aku sangat ingat ketika appa mengelus rambutku dan tersenyum.

Tetesan itu kembali terus lebih banyak bagai aliran sungai han. Aku meringis pelan dalam isakanku. Aku menatap Kyuhyun nanar yang menatapku bingung. Dia mengusap punggungku lembut mencoba menenangkanku. Tapi itu tidak berhasil, karena Kyuhyun semakin mengingatkanku pada appa.

Dia berdiri dan berjalan menjauhiku. Aku terdiam memandangi punggungnya yang semakin lama semakin menjauh. Aku kembali menangis kencang, hingga tak menyadari seseorang telah duduk disampingku.

Aku menolehkan kepalaku. Kyuhyun sedang tersenyum dan memegang sebuah permen kapas ditangannya dan memberikan permen pink itu padaku. Aku menatap Kyuhyun yang sedang menulis dengan bingung. Dia menyerahkan note kecilnya padaku.

‘Aku harap kau berhenti menangis…. Maaf jika kau tak suka…’ Ucapnya dan tersenyum kikuk padaku.

“Hiks… Go.. Gomawo…” Dia tertawa pelan melihat tingkahku. Aku mencubit sedikit demi sedikit permen kapas itu. Rasanya begitu manis dan membuatku sedikit tersenyum pada Kyuhyun.

‘Kau terlihat cantik kalau tersenyum…’

Sial, pipiku pasti merona karena membaca notenya itu. Kyuhyun tersenyum dan tertawa pelan. Dia menuliskan sebuah kalimat lagi pada notenya.

‘Mulai saat ini kau harus memanggilku oppa, arraso!’

Aku mengangguk dan tersenyum lebar. “Ne… Kyuhyun oppa.” Ucapku padanya.

Kami hanya diam memandangi daun daun yang berguguran. Heningnya malam melarutkan kami, hembusan angin menerpa kulitku. Musim dingin datang tak lama lagi. Aku tersenyum menatap Kyuhyun oppa yang sedang memandangi daun kering yang berguguran.

Sebuah sinar datang dari kejauhan, berjalan mendekat memecah gelapnya malam. Kuhembuskan nafasku kasar, sarat akan kekecewaan. Kyuhyun oppa menatapku lembut dan tersenyum, melangkah kepinggir halte dan melambaikan tangannya. Bibirnya mengucapkan ‘Jaljayo’ dalam keheningan dan tersenyum.

“Annyeong oppa, Jalja!!!”
.
.
.
.
****
.
.
.
.
Aku dan Kyuhyun oppa sering bertemu selama seminggu terakhir ini. Hubungan kami bertambah dekat, tak jarang aku bercerita tentang kehidupanku. Namun, pertemuan kami tak pernah lebih dari 1 jam, karena bis akan datang dan mengacaukan segalanya.

“Jadi, berapa note yang kau habiskan selama satu hari, oppa?”

Dia terkikik pelan, meskipun terdengar aneh aku menyukainya. Dia menuliskan sesuatu dengan jari lentiknya, kemudian menyerahkannya padaku.

‘Tidak banyak… Tapi berlipat ganda setelah bertemu denganmu yeoja kecil.’

Aku mengerucutkan bibirku kesal, aku bukan anak kecil. Sementara itu Kyuhyun oppa tertawa, sungguh menyenangkan melihat tawanya yang lepas. Aku tersenyum, dia begitu tampan dan mempesona. Aku yakin, jika bukan karena kekurangannya dia pasti menjadi idola.

Perhatikan saja! Alisnya, rambut ikalnya, hidungnya, bibir tebalnya, dan mata onyxnya. Dia terlihat begitu sempurna jika kita mengabaikan kelemahannya. Kyuhyun oppa tersenyum padaku, membuat detak jantungku bekerja lebih keras daripada biasanya.

Seperti biasa, sebuah bis melaju pelan dari kejauhan. Dia tersenyum dan terkikik pelan ketika aku menghembuskan nafasku kecewa. Kyuhyun oppa mengacak rambutku pelan, rasa itu datang lagi.

Sepertinya jantungku tak lagi berada pada tempatnya. Aku mengalihkan sorot mataku, dapat kurasakan kedua pipiku merona.

Terdiam selama beberapa waktu, Kyuhyun oppa menepuk pundakku pelan dan menyerahkan sebuah kertas kecil padaku dan tersenyum.

‘Datanglah lagi kesini besok… Aku harus pergi sekarang.’

Aku tersenyum membaca note itu, dia memintaku datang lagi. Sebuah bis berhenti dihadapan kami. Dia berdiri, kemudian berjalan mendekati bis itu. Dia berbalik lagi dan melambaikan tangannya. Kami saling melemparkan senyum.
.
.
.
.
****
.
.
.
.
Aku membalikan tubuhku dan berjalan menjauh dari tempat itu. Aku duduk dibalik pohon di sebelah halte. Aku melihatnya tengah tersenyum, mendorong seseorang penuh semangat. Tak pernah kulihat pancaran bahagia yang seperti itu dari wajahnya selama bersamaku.

Aku duduk diam menahan semuanya. Langkah kaki itu mulai mendekat, lebih dekat dan berhenti. Aku yakin Kyuhyun sudah berada di halte.

“Kyuhyun…. Mana dia aku ingin melihatnya….” Terdengar suara seorang yeoja yang tidak terasa asing bagiku.

….

Tak ada suara selama beberapa saat. Hanya terdengar suara seorang perempuan yang terkikik pelan. Dan aku hanya diam menahan nafas, menanti apa yang terjadi selanjutnya.

“Aku hanya ingin memastikannya… Karena aku juga sayang padamu Kyuhyun-a…”

Dadaku berdesir, berdetak cepat tak karuan. Mataku merah, dan ingin menangis. Kalimat itu mampu membuatku sakit dan marah. Kenapa aku harus marah? Aku bukanlah siapa-s siapanya.

“Kapan dia akan datang?? Ini sudah satu jam berlalu Kyu-a…”

Ya, kakiku cukup pegal harus menjongkok selama satu jam. Tapi aku harus menahannya. Tak mungkin jika aku keluar dan menghampiri mereka bukan? Itu hanya akan menyakiti hatiku lebih dalam.

Aku mendengar sebuah ban mobil berdecit. Dan sebuah langkah kaki yang mendekat kearah halte.

“Haneul!! Kyuhyun!!” Sebuah suara berat menyapa mereka.

Tunggu!! Haneul, aku pernah mendengar nama itu. Yeoja cantik yang duduk disebuah kursi roda. Seorang yang ramah dengan wajah cantiknya *Author terbang*. Meskipun aku tak bisa melihat rupanya dari balik pohon. Tapi, aku sangat yakin dialah orangnya. Dari suara lembutnya, dan lekuk tubuhnya dari kejauhan.

“Siwon oppa!!”

“Ayo kita pulang….” Ucap namja tadi.

“Shireo…”

“Waeyo??? Hari ini sangat dingin… Nanti kalian bisa sakit…”

“Tidak… Ada seseorang yang harus kami temui…”

“Baiklah… Kita tunggu sebentar ne???”

Beberapa menit mereka diam, begitu pula aku. Rasa sakit dihatiku lebih menyakitkan dari sakit di kakiku.

“Sudah lima belas menit… Kajja kita pulang….”

Tak lama aku mendengar sebuah mesin mobil menyala dan berjalan menjauhi halte. Setelah benar- benar yakin mobil itu telah menjauh, aku melangkahkan kakiku mendekati halte. Duduk disudut bangku dan menangis kecil disana.

****
.
.
.
.
.

Aku terus berjalan ditengah derasnya hujan. Melangkahkan kakiku tanpa arah, tanpa mempedulikan tatapan orang disekelilingku. Dingin begitu menusuk tajam hingga ke tulang.

Ingin rasanya aku kembali ‘kerumah’, menghangatkan diri dibawah selimut. Atau minum cokelat panas. Tapi, aku tak sanggup. Bekas tamparan eomma masih begitu terasa.

Flashback
.
.
.
.
“Hyuna-ya….”

Aku hanya diam menatapnya, kedua mata tajamnya begitu menusuk tatapanku. Aku hanya diam dan mengalihkan pandanganku. Aku tak sanggup menatap kedua matanya yang menatapku penuh luka. Seakan merasakan sakit yang begitu dalam.

Aku menatap sebuah foto dibalik punggung ibuku. Foto itu diambil beberapa tahun silam, sebuah foto dimana keluarga bahagia terlihat disana. Memaksakan senyuman dalam kepedihan, setidaknya itulah yang kurasakan saat itu. Seharusnya hanya ada aku, eomma, dan appa difoto itu. Bukan orang lain yang menggantikan appa diposisinya.

“Hyuna- ya? Apa kau mendengar eomma?” Ucapnya, aku dapat menangkap kesedihan dalam setiap kata yang terucap dari bibirnya. Aku masih diam dan tak menjawab pertanyaannya.

“Hyuna- ya…. Maafkan eomma eoh?!”

“Apa maaf bisa mengembalikan appa?” Tanyaku. Menyunggingkan senyuman miris, tanpa menatapnya.

Dia menatapku dalam, diam dengan bibirnya yang bergetar. Menahan luka yang dipendamnya. Tapi, itu semua bohong. Dia meninggalkan appa dan memisahkanku dengannya.

Hari itu, tepat dihari yang sama dengan hari ini. Di musim gugur yang sejuk. Disaat semua orang menanti dinginnya musim dingin dan berbagi kehangatan, aku hanya menangis. Meraung dan meronta, saat aku direbut secara paksa dari pelukan hangat appa.

Meski sudah sembilan tahun berlalu, waktu yang cukup panjang untukku melupakan semuanya. Tapi kenangan itu, terlihat begitu jelas dan berputar dimemoriku. Tatapan sendunya, aroma tubuhnya, setiap lekuk wajahnya tercetak.begitu jelas dimemoriku.

Kutatap wajah eomma dalam- dalam. Membaca raut wajahnya yang terlihat begitu menyedihkan. Guratan luka terlihat begitu jelas dari kedua matanya. Aku tersenyum sinis dan mendengus.

“Appa… Apa permintaan maaf mu bisa membuatnya kembali lagi disisiku??” Tawa pelan mengakhiri pertanyaanku.

“Hyuna-ya…..”

“Andaikan aku bisa memilih aku tidak ingin….”

“Cukup!!”

“Aku tidak ingin dilahirkan dari seorang perempuan seperti eomma!!”

Plakk

Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi kiriku. Terasa begitu sakit dan mungkin sedikit memerah. Aku memandang eomma yang memandangku dengan penuh luka. ‘apa yang ku ucapkan salah?’

Dia memandangi aku yang sibuk memegangi pipi kiriku yang masih terasa panas. Kristal bening mulai bercucuran dari wajahnya. Tak pernah kulihat tatapannya yang begitu perih menyayat hati. Aku ikut menangis, merasakan penyesalan atas suara hatiku yang terdengar bodoh itu.

Eomma beranjak dari hadapanku ketika aku hendak meminta maaf padanya. Tubuh berisinya itu melangkah menjauhiku. Aku hanya menangis merutuki bibirku ini.
.
.
.
.
Flashback off

Dia tersenyum padaku dibawah teduhnya halte. Tak ada yang dapat aku lakukan selain diam, membeku dibawah guyuran air hujan. Dia kembali tersenyum dan melambaikan tangan kanannya kearahku. Aku sedikit mengumpat, halte tempat yang salah untuk menenangkan diri. Meskipun dalam suasana yang hening, tapi aku harus bertemu dengannya yang tidak ingin kutemui untuk saat ini.

Aku membalikkan tubuhku, kemudian melangkah menjauhi tempat itu. Sebelum aku terlarut dalam pesonanya, sebelum aku tenggelam terlalu dalam pada cintanya, sebelum semua itu terjadi aku harus melupakannya.

Sebuah tangan hangat merengkuh lenganku erat. Aku berbalik dan menemukan dia yang menatapku erat dibawah payungnya. Dia menatapku heran dan mengerutkan dahinya. Mata onyxnya menatapku dalam. Aku terdiam, hanya mengalihkan wajahku agar tidak menatapnya lebih lama.

Tangan kiri hangatnya berlalu dari lenganku dan merambat menuju pipiku, mengusapkan telapak tangannya yang hangat diatas permukaan pipi kananku yang dingin. Dia tersenyum, aku hanya diam dan larut dalam kesunyian.

Tanpa sadar, kristal- kristal bening itu meluncur bebas dari mataku. Membentuk aliran sungai bersama dengan tetesan hujan yang membasuh wajahku. Dia mengusapkan tangan kirinya pada rambut coklatku. Aku menangis lagi dan merengkuh tubuh hangatnya dalam pelukanku. Menghirup aroma maskulinnya dalam- dalam, merasakan hembusan nafasnya diatas kepaku dan mendengar debaran jantungnya.

Dia menggandeng tangan dinginku erat, menyalurkan hangat tubuhnya. Dia menggiringku menuju ke bawah lindungan halte. Aku menatap tetesan hujan dalam diam.

Kurasakan sebuah mantel tengah melingkupi tubuhku. Aroma tubuhnya begitu memabukkan, yang akhir- akhir ini selalu kurindukan.

Sebuah note kecil melintas dihadapanku, kulihat Kyuhyun tersenyum menatapku dalam. Aku mengambil kertas kecil itu dengan tangan yang gemetar karena dinginnya temperatur udara.

‘Aku merindukanmu… Bogoshipoyo….’

Nafasku tercekat membaca tulisannya. Ingin aku berteriak kencang, menyatakan padanya Aku juga merindukannya. Namun, temperatur udara menelan keberanianku dalam- dalam. Aku hanya diam dengan perasaan bahagia yang membuncah dari dadaku.

‘Tidakkah kau merindukanku juga??’

Note lain menghampiriku setelah beberapa saat kami diam dalam keheningan. Aku tersenyum padanya. Bukan senyum merekah, hanya sebuah lengkungan tipis. Dia menatapku hangat dengan senyum khas miliknya. Aku mengangguk pelan dan berkata.

“Ne oppa… Nado Bogoshipo….”

****

Aku merapatkan mantel coklat yang membungkus tubuhku, menghalau dinginnya udara yang menusuk sela- sela kulitku. Hujan yang belum juga reda, dan langit yang semakin gelap menemani kesunyian diantara kami berdua.

Aku memperhatikannya, setiap lekuk wajahnya yang memandang langit malam yang mendung. Terkadang dia tersenyum lalu menatapku. Manik mata onyxnya begitu memukau, pesonanya melumpuhkan kinerja otakku.

Dia kini tersenyum menatapku, tanpa berniat memecah keheningan malam. Kami sama- sama tersenyum dalam diam. Perlahan Kyuhyun menggenggam tangan kananku erat, mengusap punggung tanganku pelan. Tangan kirinya yang bebas meraih sesuatu dari saku sweaternya. Sebuah kotak kecil dengan note yang menempel pada bungkusnya.

Tangan kanan Kyuhyun akhirnya melepas genggamannya. Menulis sesuatu pada note kecil itu, sambil tersenyum- senyum sendiri. Dia menyerahkan note itu dan menggaruk tengkuknya pelan. Aku tersenyum sebelum membaca notenya.

‘Sebenarnya, sudah lama aku ingin memberikan ini padamu, bukalah… Jangan lihat dari harganya, tapi lihatlah dari maknanya.. Arraseo?!’

Aku tersenyum dan menatap manik matanya. Perlahan kubuka kotak kecil berbungkuskan kertas berwarna biru muda itu, sebuah benda kecil yang tak pernah ku sangka akan menjadi isinya.

Sebuah hairband berbentuk pita yang terikat terlihat begitu cantik. Berwarna biru shapire yang bertahtakan permata- permata yang berkilauan. Aku menatapnya haru, sambil tersenyum simpul.

Sebuah tangan menghentikan aku yang sedang mencoba membaca suratnya. Dia memandangku dan menyodorkan sebuah note kecil.

‘Baca saja dirumah… Oh ya, hari sudah malam, kau harus pulang… Mau kuantar??’

Aku menatap Kyuhyun bingung, bagaimana caranya ia mengantarku pulang kerumah sementara dia saja naik bus. Mengerti akan jalan pikiranku, Kyuhyun menunjuk kearah sebuah mobil sedan hitam yang terparkir cantik disana.

“Kita naik itu??” Kyuhyun mengangguk pasti.

Dia merangkul tanganku, kemudian menggiring langkah kaki kami menuju mobil itu.

Suasana hening menyelimuti mobil Kyuhyun. Seperti yang kalian tahu, Kyuhyun tak pernah mengeluarkan suaranya dihadapanku. Hanya tulisan tangan diatas lembaran note lah yang mewakili semuanya. Aku tak tau apa penyebab utama pria ini tak pernah mengeluarkan suaranya. Tapi, apapun yang terjadi dengannya aku tetap mencintainya. Mencintai Kyuhyun meskipun akan berada dalam keheningan dunianya selamanya, aku rela.

Aku menunjukan arah kerumahku dengan bahasa tubuh yang kubuat. Sesekali Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan bergumam tak jelas.

Ketika kami sampai di ujung jalan, aku mengisyaratkan Kyuhyun untuk berhenti di depan rumah yang cukup sederhana.
Aku bergegas keluar, kemudian melambaikan tanganku padanya yang mulai menjauh. Ku rengkuh tubuhku pelan, meminimalisir rasa dingin dan sebagian rasa gugupku.

Sebenarnya, aku masih takut pulang kerumah. Tempat dimana aku harus berhadapan dengannya. Aku takut, menyesal dan juga marah padanya. Aku tak tau apa yang harus kuperbuat dihadapannya.
.
.
Rumah terasa begitu sepi, tak ada tanda- tanda kehidupan disini. Aku bernafas lega, setidaknya aku tak perlu salah tingkah bila harus berhadapan dengan eomma.

Aku membuka selembar kertas berwarna biru ini pelan. Kemudian kubaca setiap kata yang terkandung didalamnya perlahan.

Dear Kim Hyuna,

Baiklah…. Nona, setelah beberapa saat mengenalmu ada sesuatu yang menggangguku.
Lebih tepatnya sesuatu yang membuatku ingin lagi dan lagi untuk bertemu denganmu.
Setelah sekian lama, aku mempelajari sesuatu yang menggangguku itu.
Namun, kau menjauhiku ketika aku mengerti apa yang kurasakan.
Aku sangat takut kau akan meninggalkanku karena kekuranganku, yang akan membuatmu terjebak dalam dunia heningku.
Tapi, kau kembali setelah beberapa saat.
Meskipun ini terasa tak mungkin, yang jelas aku selalu berdo’a pada Tuhan agar dapat mengenalmu lebih lama… Bahkan seumur hidupku.

Aku memberikanmu sebuah jepit rambut bermotif pita yang selalu diberikan generasi lelaki tertua keluarga Cho kepada wanita yang dicintainya….
Pita itu sendiri bermakna sebuah jalinan kasih yang terikat selalu…
Dan aku ingin sekali mengikat tali kasihku dengan milikmu Hyuna-ya…
Jika kau juga memiliki perasaan yang sama, datanglah ke halte besok… Di jam yang sama saat pertama kali kita bertemu..

Aku selalu menunggumu…

Cho Kyuhyun.

Aku tersenyum manis. Kyuhyun oppa sudah secara tidak langsung menyatakan perasaannya padaku. Rasa senang mengalir keseluruh tubuhku.

Namun, aku kembali teringat kejadian beberapa waktu lalu. Pertemuan terakhirku dengan Kyuhyun sebelum hari ini. Haneul, seorang yeoja cantik dan ceria ditengah disabilitasnya.

Jutaan pertanyaan mengenai hubungan Kyuhyun dan gadis yang kupanggil eonnie itu hinggap di otakku. Aku terlalu takut, bila nanti hubungan mereka seperti yang aku bayangkan aku harus bagaimana? Jujur saja, ini pengalaman pertamaku berhubungan dengan namja selain anggota keluargaku.

****

“Hatcihh..” Entah berapa kali aku bersin hari ini. Tubuhku hangat, hidungku gatal dan selalu ingin bersin.

Mungkin aku akan flu, mengingat kemarin aku hujan- hujanan tanpa menggunakan mantel. Oh, sialnya mengapa ini harus terjadi tepat disaat aku akan bertemu dengannya.

Aku melilitkan syal biru muda pada leherku, guna menghangatkan tubuhku dihari yang dingin ini. Melangkahkan kakiku keluar rumah menuju halte.

Tak terasa musim gugur akan berakhir satu minggu lagi, warna coklat yang mendominasi akan tergantikan oleh warna putih. Tak ada lagi daun yang berguguran, tak ada lagi hujan, yang ada hanya pepohonan gundul dan jalanan yang tertutup salju.

Aku duduk ditempat itu sendirian. Lagi- lagi halte sangat sepi, meskipun ada beberapa mobil yang berlalu lalang. Sudah beberapa kali aku bersin, namun tak kuhiraukan. Aku sangat ingin bertemu dengannya.

Sebuah mobil sedan hitam berhenti didekat halte. Pria yang sedang kutunggu itu keluar dan melemparkan senyumannya padaku. Namun, pria itu tidak sendirian. Dia menggopoh(?) seorang yeoja yang tak asing baginya menuju kesebuah kursi roda yang telah dikeluarkannya tadi.

Kyuhyun mendorong kursi roda itu mendekatiku. Dia dan yeoja itu tersenyum penuh arti padaku. Dapat kulihat, sebuah cincin emas tengah bertengger di jari manis kirinya.

“annyeonghaseo…” ucap perempuan itu ramah.
“Aku tak pernah menyangka kita akan bertemu lagi, Hyuna-ssi…” ucapnya, aku tersenyum simpul.
“ne, senang bertemu denganmu eonnie…” Kyuhyun menatap kami dengan alis berkerutnya.

“Kau tak perlu bingung Kyuhyun-ah… Kami memang kenal sebelumnya, dia sepupu tiriku.” Aku sangat yakin jika Kyuhyun terkejut, itu tergambar jelas dari mimik wajahnya.

“Jadi, Hyuna-ya apa jawabanmu untuk sahabatku ini?” Aku lega mendengar kata Sahabat yang terlontar dari bibir tebal Haneul.
Aku tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaannya.
“Ne… Tentu saja.”

****

Aku menundukan kepalaku dalam- dalam. Mencoba menghindar dari tatapan matanya. Eomma tengah duduk sendiri di salah satu sofa, memegang sebuah bingkai foto. Sebuah foto usang yang sangat kurindukan.

Aku bersusah payah menahan genangan air mataku. Aku sangat merindukannya, setiap belaian tangannya diatas kepalaku. Aku mendekatkan diriku pada eomma, melangkahkan kakiku pelan. Duduk disampingnya dan memeluk tubuh itu dari belakang.

Aku tahu eomma terkejut atas perlakuanku. Namun, dia menyembunyikan semuanya dengan baik.

“eomma… Mianhae.” gumamku padanya.
“Eomma…..” Aku berbisik pelan. Aku sangat ingin memohon maaf darinya saat ini. Aku tahu, eomma menyimpan semuanya dariku karena satu hal dan mungkin belum saatnya aku mengetahui hal itu.

Kini eomma membalikkan tubuhnya padaku, menatapku dari balik matanya yang memerah. Dia kemudian memelukku erat, akupun begitu. Aku sangat merindukannya.

Mulai saat ini aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menyakitinya, dan menomor-satukan dirinya dalam hidupku.

****

Aku menatap sepasang anak manusia itu dari barisan kursi terdepan. Menyaksikan peristiwa sakral itu dengan senyuman. Aku merasakan sebuah tangan menggenggam tanganku erat. Aku meliriknya, dan dia tersenyum padaku.

Pria ini selalu tau bagaimana cara menebarkan pesonanya. Kyuhyun menuliskan beberapa kata pada note kecil andalannya.

‘Aku ingin menikahimu Hyuna-ya…. Kita akan memiliki pernikahan yang lebih indah dari mereka….’

Aku tertawa pelan dan memukul bahunya pelan. Dia terkikik tanpa suara, dia terlihat mempesona.

“Yakk!!! Oppa, bagaimana kita bisa menikah??? Aku kan masih seorang siswi SMA tingkat akhir…” Bisikku padanya.

‘Nanti, saat kau lulus dan aku juga lulus kuliah… Aku akan melamarmu.. Jadi…’

“Jadi???”

‘Would you marry me??’

The End

Huaaaahhh akhirnya ff ini selesai… Dari musim gugur aku mulai nulis FF ini sampai akhirnya awal musim salju baru selesai… MAAF banget kalo ada salah kata atau kekurangan…

RCL yaa….

(Oneshoot) Then I Late

Tittle: Then I Late
Author: HaneulKim ( hanneulkim.wordpress.com )
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Hyuna (OC)
And Other Cast
Genre: Sad Romance Angst
Length: oneshoot
Rated: PG-15

Hohoho… Typo bertebaran, dan rada gak nyambung. just RCL ㅋㅋㅋ

Cekidot…

‘Saat setiap orang berteduh dari ribuan butir salju… aku masih berdiri disini, menantimu… musim semiku…’

*****

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      ****

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucap Kyuhyun pada seseorang yang tengah menjalin komunikasi dengannya.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap namja di sebrang sana.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap namja diseberang sana

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Kyuhyun.

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.” Ucap Kim JongWoon -kakak Hyuna-.

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“……”

“Mwo?!”

  *****

Flashback

Hyuna POV

Monday, 27  january 2014

Tepat satu minggu lagi, Kyuhyun menginjak usia 27tahun (umur Korea). Aku harus memberikan sesuatu yang istimewa, berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Entahlah aku rasa sesuatu akan terjadi dan aku harus memberikan sesuatu yang spesial dan membuat tahun ini berkesan untuknya.

‘Aku harap Tuhan masih memberikanmu berkah Nya agar kau masih bisa merasa kan sinar matahari pagi ulang tahunmu tahun ini, berikutnya, dan seterusnya…’

                         ****

Sengaja hari ini aku tidak menjawab teleponnya, pesan singkat ataupun Line chatnya. Karena aku sendiri sedang mempersiapkan sebuah kejutan untuk ulangtahunku dan dia.

Susunan cake dietalase terlihat sangat menggiurkan, aku rasa kue itu sangat enak untuk diberikan pada Kyuhyun… walaupun masih beberapa hari lagi, aku rasa lebih cepat akan lebih baik karena aku merasakan sesuatu akan terjadi padaku, entahlah… sekarang yang penting hanya berpikir positive.

Saat sedang asyik memilih kue, aku merasakan seseorang tengah menepuk pundakku.

“Annyeong Hyunie ya…. .” Ucap namja yang menepuk pundakku tadi memamerkan ‘Gummy Smilenya’.

“Hyukie ah… apa kabar?” Tanyaku. Anehnya dia langsung memelukku.
Dengan sekuat tenaga aku melepas pelukannya.

“Waeyo Hyukie ah???” Kutanyakan hal ini pada HyukJae saat kedua matanya menatap sendu diriku.

******

Author POV

“Kyuhyun ah…. bisakah kau jemput eomma di cafe biasa..?” Tanya eomma Kyuhyun dari seberang Line telepon.

“Ne, eomma … tapi kenapa tidak minta jemput supir saja? Aku masih ada urusan eomma … .”

“Mwo?! Kau tega menolak permintaan eomma-mu ini?”

“Ne… baiklah… tunggu aku disana…”

                    *****

Seorang yeoja tengah berusaha melepas pelukan seorang namja yang memeluknya. Dan menatap namja itu sendu.

“Waeyo Hyukie ah??” Tanya yeoja itu.

“Aku membutuhkan seseorang untuk curhat… Hyunie ah… .” Ucap namja tadi kepada Hyuna.

“Baiklah ceritakan padaku saja.” Ucap Hyuna dan menarik Hyukjae keluar dari kafe tersebut.
Tanpa mereka sadari seorang namja tengah mengawasi mereka dari balik mobil audinya itu.

“Tak kusangka kau seperti itu Hyuna ah….”

                    ******

Senja tengah menyambut bulan yang siap berdiri tegak ditengah hamparan langit malam. Namun seorang yeoja dan namja masih duduk manis di pinggiran sungai han.

“Jadi… kau putus dengan kekasihmu itu..?” Tanya Hyuna

“Ne, padahal aku masih sangat mencintainya….” ucap Hyuk dengan nada sendu.

Melihat sosok dihadapannya tengah bersedih lantas Hyuna menepuk-nepukkan punggung namja itu.

‘Chuuu’

Namun dengan tak terduga Hyukjae malah mencium bibir Hyuna.

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      *******

Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

‘Brukkkk’

Kyuhyun meluapkan emosinya dengan kecepatan mobilnya yang sangat cepat tanpa sadar ia menabrak sebuah pohon dipinggir jalan akibat menghindari seorang tuna netra yang menyebrang malam itu.

                      ******
Wednesday, 29 January 2014

“Nyonya… kumohon berikan aku kesempatan untuk bertemu dengannya….” ucap seorang yeoja dengan nada memelas.

“Andwe!! Karena kau Kyuhyun seperti ini?!, aku yakin Kyuhyun-pun tak ingin menemuimu!!”

“Tapi nyonya…. .”

Kalimat Hyuna terhenti saat melihat seorang namja bertubuh tinggi itu muncul dari balik pintu.

“Kyu…., gwaenchana???” Tanya Hyuna saat mata mereka berada dalam satu pandangan.

Gadis itu sangat khawatir atas keadaan namja itu, tangan kirinya terbungkus benda putih. Dan menandakan namja itu tidak sedang ‘baik-baik’ saja.

“Tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi… pergi!!!!” Ucap Kyuhyun penuh emosi.

“Tapi Kyu….. .”

“PERGI” ucap Kyuhyun masih dengan nada yang meninggi.

“Tapi……”

belum sempat Hyuna melanjutkan kalimatnya Kyuhyun sudah membanting pintu rumahnya.

“Kyu maaf….”

*******

Gadis itu berjalan sendirian di tengah hamparan sinar rembulan. Bahkan sebuah rasa sakit mampu mengalahkan rasa takut dalam dirinya..
Tanpa ia sadari beberapa orang namja berpakaian preman mengikutinya dari belakang, sementara ia masih terus berjalan gusar.

‘Tap…. tap….’

Dia mulai menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya. Dia berbalik dan betapa terkejutnya ia saat dua orang namja meringkusnya secara tiba-tiba.
Dengan tenaga seadanya ia berusaha melepaskan genggaman kedya preman itu, berlari meninggalkan mereka, namun ia lari ke tempat yang salah.

Dia terus berjalan mundur, namun tanpa ia sadari ia telah berada di pinggiran sungai han.

“Mau apa kalian?!” Tanya Hyuna panik.

“Kami hanya ingin tubuhmu nona…. .”

“Mundur kalian!!!! Atau…. .”

‘byurr’

Hyuna terjatuh kedalam aliran sungai yang sangat dingin di musim salju. Preman yang terkejut dan panik berlari meninggalkan Hyuna yang tidak bisa berenang. Sekuat tenaga yang tersisa ia berusaha berteriak, namun suhu air yang sangat dingin membuat ia lumpuh.

‘Byurrr….’

seorang namja yang tak asing baginya rela bergelayut dengan air yang dingin, demi menolongnya.

“Hyuk” ucap Hyuna disisa kesadarannya.

“Bertahanlah….. .”

itulah kata terakhir yang didengarnya sebelum semuanya menjadi gelap.

****

Thursday, 30 january 2014

Tak satupun yang memamerkan sebuah ukiran senyuman, melainkan sebuah isakan yang melambangkan sebuah berita duka.

Gadis itu, terbaring lemah tak berdaya, bertarung melawan maut. ‘Hipotermia’ dia lah yang bertanggung jawab atas alam bawah sadar gadis berparas jepang itu.

“Hyuna bangun sayang… eomma disini.” Ucap Ny. Kim dengan nada sendu. Berharap sesuatu keajaiban muncul.

Seolah malaikat sedang mendengar, Hyuna tersadar dari alam mimpinya.

“Eomma…. .”

“Ne… eomma di sini chagi…”

“Kyu…. kyu…. .” Ucap Hyuna terbata bata, berusaha menyebutkan sebuah nama.

“Kyuhyun?” Tanya eomma nya.

“Eum” jawabnya seadanya, dengan nada yang seadanya.

“Wae? Kyuhyun waeyo??” Tanya eommanya bingung kenapa gadis itu justru memanggil Kyuhyun.

Belum sempat gadis itu menyampaikan setiap kalimat yang memenuhi otaknya, alam bawah sadarnya telah lebih dahulu menguasai dirinya.

“Hyuna… hyuna ya… .” Tanya eommanya khawatir.

Bunyi bunyi memekikkan telinga mulai terdengar. Sebelum dokter akhirnya mulai memeriksakan keadan gadis itu.

‘Then i sleep again…..’

 
                      ******

Kyuhyun POV

Monday, february 03 2014

‘Saengil Chukkae Kyuhyun oppa’

“Dasar yeoja tak tau malu.” Desisku saa  membuka sekotak cake yang bertuliskan kata kata indah itu. Namun, karena sipengirimnya, membuat cake itu menjadi tidak istimewa bahkan menjijikkan.

‘Sreet ….’

Langsung saja aku buang cake itu ke tong sampah yang berada dihadapanku.

                  ******

‘Dddrrrrt…… dddrrrt….’

Ponsel ku terus berdering, bisa aku tebak itu dari siapa, dan apa tujuannya.

“Kyuhyun…. ah, kumohoon temuilah adikku…. .” Cercah namja di seberang sana saat aku mengangkat telponnya.

“Aku tidak peduli hyung…. meskipun kau katakan dia akan mati….”

‘Tiit…..’

Langsung aku putus hubungan telepon kami. Sudah tiga hari belakangan Jongwoon Hyung terus menghubungi ku. Tidak adik, tidak kakak suka sekali mengacaukan ketenangan hidupku.

Aku rasa aku tidak berlebihan kan? Namun aku tidak yakin dengan apa yang ku ucapkan tadi. Entahlah, aku bahkan bingung dengan diriku sendiri.
Ada yang aneh, sebuah hal yang mengganjal pikiranku.

Dari pada harus pusing memikirkan gadis itu, lebih baik aku bersenang-senang. Inikan masih hari ulang tahunku….

         *******

Monday, 10 february 2014

Sudah satu minggu berlalu, Jongwoon Hyung masih tanpa rasa bosan terus menghubungi ku. Hey…. adiknya yang berselingkuh, kenapa harus aku yang menemuinya duluan??? Bahkan semenjak malam aku mengusirnya dia tidak menghubungiku memelas sebuah permintaan maaf.

‘Ddrrrtttt…… dddrtt’

Ponselku lagi dan lagi berdering Jongwoon Hyung, nama itulah yang terus tertera di layar ponselku.

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucapku dengan nada sedikit meninggi.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap Jongwoon Hyung.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap Jongwoon Hyung emosi.

Hey!!! Seharusnya aku yang emosi disini.

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Ku

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.”

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“Karena, dia sekarat Kyu, dia membutuhkanmu…. waktunya tidak lama lagi…. .”

“Mwo?!”

“Dia terkena Hiportemia….”

*******

Flashback Off

“Mwo??”

“Apa maksudmu Hyung?”

“Dia tak dapat menstabilkan suhu tubuhnya…. bahkan jantungnya sempat berhenti berdetak….. .”

‘Deg…. .’

Jantung Kyuhyun berdetak semakin kencang, tubuhnya mematung mendengar untaian demi untaian kalimat Kim Jongwoon.

“Dia sempat sadar sepuluh hari yang lalu…., dia terus memanggil namamu, dan kembali tak sadarkan diri hingga detik ini… Dokter bilang, jika ia terus seperti ini…. .”

“Hyung hentikan.” Potong Kyuhyun saat Jongwoon menjelaskan keadaan adiknya panjang lebar.

“Eoddiga Hyung? Eoddi??”

“Seoul Hospital….”

*******

Kyuhyun POV

‘Dia membutuhkanmu Kyu…..’
‘Kyu dia sekarat…..’

‘Dia…. benar benar mencintaimu….’

Setiap kata kata Jongwoon hyung terus terngiang di kepalaku, persetan dengan kecepatan dan tangan kiriku. Yang dipikiranku hanya menemuinya.

Sesampainya dirumah sakit aku langsung berlari menuju salah satu ruang ICU.

Dengan nafas terengah engah aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit ini, hingga akhirnya aku bertemu dengan Jongwoon Hyung. Suasana diruangan itu sangat mencekam, yang kulihat seorang yang tubuhnya telah tertutup selimut rumah sakit, dan Ny. Kim tengah histeris memandang ke arah tempat itu.

“Hyung……..”

“Kyu…. kau terlambat…..”

‘And now i go…..’

             *****

Tuesday, 11 february 2014

Upacara pemakaman telah usai. Namun, aku masih belum menyadari ia telah pergi… aku terlambat… terlambat menyadari aku sangat mencintainya, nafasnya menjadi morfin bagiku, candu dan akan sakit jika tak merasakannya… namun aku terlambat. Dan aku merasa bodoh karena tidak mempercayainya.

Naneun Kyuhyun, Hyuna saranghanda….

‘You are never late… because iam here… be a part of your heart….’
Continue reading

You Are Still My Friend ( Little Best Friend) Full

YOU ARE STILL MY FRIEND

Main Cast :
♪Haeri Kim
♪Haeun Choi (Sunnie Kim- author di blog sebelah)
♪Hanneul Lee (Author)
♪Hyunsa Lee
♪Lee Donghae
♪Choi Siwon
♪Kim Ryeowook
♪Cho Kyuhyun
And other cast
Length :
Chapter 1/?
Genre :
♪Friendship, Romance, Sad.
Rated :
♪PG-13

“Persahabatan gak akan pernah luntur oleh derasnya arus waktu”

Author POV
Siang yang sangat panas tidak melunturkan semangat mereka untuk melanjutkan aktivitas mereka. Meskipun rasa haus mendera kerongkongan, mereka tetap semangat untuk belajar, Walaupun hanya karena ssaemnya ganteng *digampar haeun*. “Ahh…. Haeri.. bisakah kau menjelaskan pengertian dari hewan nokturnal???” Tanya Park ssaem kepada haeri, namun haeri tidak menghiraukan perintah park ssaem karena dia sedang asik memperhatikan seseorang dibalik jendela. “Ri ah…. Ri…ah…” tegur haeun yang duduk sebangku dengannya. “MWO YA?! Kau ini menggangguku saja aku kan sedang ngeliatin Donghae sunbaenim…..” jawab haeri dengan suara yang sedikit besar, ternyata ia tak sadar bahwa Park ssaem sedang memperhatikannya. “KIM HAERI…. APA KAU TAK DENGAR APA YANG AKU PERINTAHKAN?????” seru park ssaem yang sontak membuatnya terkejut. “Nde?!” Tanya haeri kebingungan, “aku menyuruhmu untuk menjelaskan arti hewan nokturnal…” jelas Park ssaem pada haeri. “Ahhh nde ssaem nokturnal itu…. ehm… nokturnal adalah….” jawab haeri gugup, ‘nokturnal itu donghae atau ikan yang berenang ke laut timur’ ucap Hanneul setengah berbisik kearah Haeri yang duduk dibelakangnya. “Hah… ne… hewan nokturnal itu Donghae… atau ikan yang berenang kelaut timur….” jawab haeri penuh percaya diri. Jawaban haeri lantas membuat semua orang dikelas tertawa tanpa terkecuali. “Kenapa kalian tertawa… apa ada yang salah dari jawabanku hah?!” Tanya haeri dengan percaya diri. “Haeri… kemari kau….” ucap Park Ssaem. Haeri pun merasa senang karena dia pikir dia akan mendapatkan apresiasi karena jawabannya tadi, semenara itu hanneul, haeun dan hyunsa hanya tersenyum senyum sendiri.
Setibanya didepan kelas, bukannya mendapatkan hadiah atau apresiasi dari Park ssaem melainkan..

Haeri POV
Hah aku senang sekali karena park ssaem memanggilku, mungkinkah aku akan mendapatkan apresiasi atas jawabanku??? Semoga saja…
“Awww……” ringisku saat park ssaem menjewerku, “kenapa saya dijewer???” Tanyaku bingung “kau tanya kenapa heh????” Park ssaem bertanya padaku dengan nada yang sedikit tinggi… “ahhh adakah yg bisa menjelaskan mengenai hewan nokturnal???” Tanya park ssaem kepada teman teman diruangan kelas,
“Saya bisa ssaem” seru sanhee sambil mengangkat tangannya *bayangin ajah tiur* “ne silahkan” “hewan nokturnal adalah bla….. bla…. bla…” jelas sanghee *bayangin kalo tiur lagi jawab pertanyaan* “ne gamsha..sanghee…” ucap park ssaem pada sanghee *bayangin kalo yg lagi ngomong itu pak eri* “aduh haeri haeri… makanya kalau lagi belajar itu diperhatikan…. jangan selalu memikirkan namja ikan itu….” nasihat park ssaem “sebagai hadiah atas jawabanmu… kamu saya hukum…..”
‘jadi jawabanku salah heh? Awas kau hanneul, kau akan mati ditanganku,’ seruku dalam hati sambil menatap hanneul yg tertawa.

Author POV

*pulang sekolah*
“Bagaimana hadiahnya???” Tanya hanneul dengan wajahnya yang tak berdosa, *pletakk haeri menjitak(?) Kepala hanneul “akhhh appoyo….” seru hanneul menahan sakit dikepalanya akibat jitakan haeri. “YAK!!! KAU HANNEUL, TAHUKAH KAU??? *gue tempe bukan tahu… #plakk* AKU SANGAT MALU KARENA KAU….. !!!!!” Haeripun berlalu dari hadapan hanneul, hanneulpun merasa kalau dia sudah keterlaluan pada haeri, karena apa yang dilakukannya tadi,

Flashback…

Hanneul POV
Aku melihat haeri yang sedang dihukum, hahaha lihat dia lucu sekali, tapi…. aku keterlaluan gak yah??? Ntahlah aku juga gak tau, tapi saat aku melihat tatapan membunuhnya kepadaku, aku yakin dia akan marah besar padaku. Ehh tapi emangnya masalah buat gue???
Aku, Haeun, dan Hyunsa menghampiri haeri yang sedang dihukum dengan mengalungkan tulisan ‘aku memikirkanmu sunbaenim ^^’ dan menyimbolkan hati tanda cinta dengan tangannya.*eh lucu bgt klo ngebayangin Riri kya gitu…. kkk~ #plakk /ditabok Riri /*
Banyak sekali orang yg melihatnya, termasuk Donghae sunbae, sepupuku. “Haeri ah…..” seru haeun kepada haeri, haeri hanya membalas dengan senyuman. Namun…. ketika dia melihatku berada diantara haeun dan hyunsa dia hanya tersenyum sinis… ‘Tuhan matilah aku….’ gumamku dalam hati.
★★★

“Hanneul ah…. menurutku, kau sudah sangat keterlaluan…. sebaiknya kau pergi meminta maaf pada haeri…..” Hyunsa menasehatiku, kalau aku pikir pikir, memang sebaiknya aku minta maaf aja deh sama haeri, tapi…. gimana caranya????

Flashback end

Haeun POV

Sudah tiga hari haeri dan hanneul gak saling bicara, gue bingung. Aku gak mau pertemanan kami hancur cuman karena hal yang bisa dibilang sepele…

“Hyunsa ya….. bagaimana jika kita memperbaiki semua ini???” Tanyaku pada Hyunsa, yah kebetulan kami hanya berduaan di kantin *hati hati loh yg berduaan ntar yang ketiganya Kyuhyun lagi…. #plakk /ditabok kyu,digampar haeun, ditonjok hyunsa/emang tabok.ama gampar apa bedanya??*.
“Mwo…???” Hyunsa menautkan alisnya, “maksudku… kita membuat semuanya kembali bersatu seperti dahulu, tidak terpecah seperti ini… aku ingin Haeri dan hanneul baikan” jelasku panjang lebar pada hyunsa, “aku juga mau…. tapi gimana caranya???” Tanya Hyunsa padaku, “aha…. i got it!!!” Jawabku sambil menjentikkan(?) Jariku *keluar lampu* sementara Hyunsa hanya menatapku bingung.

★★★
“Kenapa kau membawaku kesini eun ya?????” Tanya hyunsa padaku saat aku menariknya ke perpustakaan. Namun Hyunsa tiba-tiba diam seribu bahasa saat melihat sesuatu dibalik rak buku… namja berkulit putih, bermata coklat, dan sedikit jangkung… yah… siapa lagi kalau bukan Kyuhyun salah satu namja populer disekolah yang masuk dalam genk SFS yg beranggotakan Donghae, Kyuhyun, Dan Eunhyuk. Mereka pintar, kaya dan tampan namun sayangnya mereka sombong, tapi itu tidak memungkiriku untuk tetap menyukai salah satu dari mereka yaitu kyuhyun.
“Ahh annyeong haeun ah… hyunsa ah… sedang apa kalian disini???” Kyuhyun tiba tiba menyapa kami berdua. Tiba-tiba?? Yah memang biasanya dia eumm mereka menyapa kami hanya saat kami bersama hanneul, yg tak lain adalah sepupunya Donghae. “Ne kyuhyun ah.. kami hanya ada sedikit urusan…..” jawabku pada kyuhyun, dia hanya mengangguk anggukkan kepalanya sambil melihat hyunsa yg sedang menundukkan kepalanya dan berlalu dari hadapan kami.. ‘apa hubungan mereka berdua???’ Gumamku dalam hati. Yah.. biasanya hyunsa tak pernah begini dihadapan namja, atau mungkin??? Ahh ani… hyunsa tak akan pernah mengkari janjinya kepadaku.
Janji…?? Yah kami berempat pernah berjanji untuk tidak menyukai namja yang sama *ini gue ngarang” ajah biar ceritanya lbh panjang*. Karena jika kami menyukai namja yang sama itu akan merusak persahabatan kami.
“Haeun ah….. apa rencanamu tadi mengajakku ke perpustakaan???” Tanya Hyunsa yang mampu membuyarkan lamunanku.
“Ah ne… mian aku lupa….” ucapku pada hyunsa, “eum.. mana yah????” Gumamku sambil mecari cari letak buku yang ingin aku cari. “Ahh ini dia!!” Ucapku bangga saat aku menemukan buku yang kucari. “Apa ini??? Eum… little best friend????” Tanya hyunsa padaku. “Ini adalah buku yang menceritakan tentang kehidupan orang orang yg bersahabat…. aku sih juga tau buku ini dari hanneul….” jelasku pada hyunsa. Dan kamipun mulai melanjutkan membaca ceritanya. Saat aku membuka buku tersebut ada selembar kertas yang jatuh, “hmm apa ini???” Ucap hyunsa yang hanya kujawab dengan gelengan. Kamipun larut dalam surat itu.

Author POV

Sudah tiga hari hanneul tidak masuk ke sekolah, hyunsa dan haeun pun sangat khawatir ditambah lagi dengan surat yang mereka temukan dibuku kemarin.
I love my little best Friend !!!
Dont forget me…
Walaupun kalian tak mungkin membaca ini….

Blue Sky

….

“Haeri ah……” teriak haeun pada haeri. “Ahh haeun… waeyo???” Tanya haeri pada haeun. “Ahh apa kau melihat hanneul hari ini???” Tanya hyunsa, “ne…. sudah tiga hari dia tak masuk sekolah” timpal haeun. “Kenapa kalian tanyakan orang itu padaku???” Jawab haeri seakan tidak peduli. “Huh.. apa kau tak khawatir padanya??? Dia sudah absen selama tiga hari….” jelas haeun pada haeri. “Apa peduliku padanya?!” Ucap haeri lalu pergi meninggalkan hyunsa dan haeun, mereka hanya bisa menghela nafas berat.

★★★

Para siswa kelas XI 1 pun belajar dengan serius kecuali haeri yang menatap bangku kosong yang berada dihadapannya, dalam hatinya yang paling dalam(?) Dia juga mengkhawatirkan sahabatnya.
Tanpa ia sadari haeun yang duduk disebelahnya memperhatikan tingkah lakunya.
‘Aku yakin kau pasti kembali’ .

★★★

Sudah 3 minggu berlalu begitu saja tanpa kehadiran hanneul. “Huh… sa, apakah kau merindukan bocah itu,heh???” Tanya haeun pada hyunsa, “huh mola… semuanya terasa sepi…” jawab hyunsa lesu. “Bagaimana kalau kita tanyakan pada donghae oppa??? Dia kan samchunnya” tanya haeun pada hyunsa, “maksudmu kita pergi ke kelasnya gitu??” Tanya hyunsa dan dijawab anggukkan dari haeun. “Apa kau sudah gila??? Kau mau kita pulang tak selamat karena sunbae-sunbae disana” disana eoh??” Tanya hyunsa dan lagi dijawab dengan gelengan dari haeun. “Yah mau bagaimana lagi??? Jika tidak begitu kita tidak tau apa yang terjadi kan???” Jawab haeun dengan tatapan sendu dari hyunsa. ‘Bagaimana jika dia tau yang sebenarnya???’.

★★★

@KelasDonghae

“Ahh itu dia Donghae sunbaenim…..” ucap haeun sambil menunjuk tiga orang namja yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang lagi main PSP, ada yang lagi makan pisang(?), ada juga yang menonton dua orang lainnya *tau donk siapa aja tuh…..#plakk /ditimpuk pake daun pisang/ *. “Annyeong oppadeul….” sapa haeun dan hyunsa serentak. “Huah… ann…yeo…ng…” jawab hyuk yang masih asik dengan pisangnya(?). “Kalian haeun….dan kau… hyunsa teman adikku hanneul kan???” Tanya Donghae pada hyunsa yang hanya dibalas dengan anggukkan. Kyuhyun yang mendengar nama hyunsa langsung mendongakkan kepalanya lalu membuang PSPnya entah kemana *dari pada dibuang mending buat aku… /pungut PSP/ #plakk /ditabok kyu/*. Hyunsa yang menyadari hal itu hanya menunduk, “oh ya… apa yang kalian lakukan disini??? Bukannya hanneul tidak ada disini???” Tanya eunhyuk. “Kami disini untuk menanyakan soal hanneul pada Donghae oppa…” tanya haeun dan hyunsa hanya menunduk karena sedang diperhatikan kyuhyun.

“Ahhh…. bukannya kalian satu kelas dengan hanneul???” Jawab hae, “tapi dia sudah absen 3 hari,,, apa oppa tau dia dimana???” Tanya haeun. “Hah?! Tiga hari????” Jawab Donghae dengan suara yang besar sehingga membuat eunhyuk tersedak pohon pisang(?) *#plakk. “Jadi oppa tidak tau dimana keberadaan hanneul???” Tanya haeun yang dibalas anggukkan keras dari Donghae. Sementara itu hyunsa hanya terdiam kaku karena sedari tadi kyuhyun menatapnya tajam. “Eummm yasudahlah kalau begitu…. aku sama hyunsa pamit ne…. annyeong” ucap haeun sambil menarik paksa hyunsa karena dia hanya diam saja.

*Pulang sekolah*

Haeun POV

Disiang hari yang panas ini aku melangkahkan kaki pulang kerumah sendirian, yah… biasanya sih aku pulang sama hyunsa atau haeri, tapi karena hyunsa bilang ada urusan jadi aku pulang sendiri.

Tap…..Tap(?)
Saat aku melangkah melewati sebuah lorong kecil aku mendengar suara orang yang sedang berbicara…

‘Sampai kapan kita akan menyembunyikan semua ini jjaggiya???’  Tanya seorang namja yang suaranya familiar ditelingaku… ‘setidaknya kau harus menunggu keadaan sedikit lebih memungkinkan lagi oppa…. kumohon kau mengerti…..’ sepertinya aku mengenal suara yeoja ini… dan suara ini mirip suara Hyunsa…. “Hajiman……..” ucap seorang namja yang bersama hyunsa “tapi kau harus sabar oppa” bujuk hyunsa “eum ne… jika itu yang terbaik untuk hubungan kita…., Saranghae…..”. Aku membulatkan mataku saat melihatnya mencium hyunsa. Betapa terkejutnya aku saat melihat apa yang ada dihadapanku saat ini. Seorang yang kusayangi bersama namja yang aku cintai sedang berciuman…

“Hyunsa………”

‘When your life falls apart always
remember that I’ll be the one who
stays when the rest of the world
walks out.I’ll be there to help you
through.’

Matahari masih terbit diengan indahnya…. menyebarkan rasa hangat, namun tak sehangat pelukan seorang sahabat. Yah… itulah yang dirasakan seorang yeoja yang tengah menatap keindahan dunia.

Beberapa minggu kepergiannya tanpa salam perpisahan, membuatnya merasa kehilangan separuh oksigennya. Oksigen yang menjadi sumber kehidupannya, memberikannya semangat untuk melanjutkan hidupnya.

***

Dilain tempat dengan suasana berbeda, seorang yeoja menatap sebuah bingkai berwarna biru saphire yang tertata rapi di atas meja belajarnya, membingkaikan empat orang yeoja manis*manis??? Emangnya gula???* mengembangkan senyuman khasnya masing-masing.

Tanpa sadar yeoja itu meneteskan kristal bening, mengingatkan apa yang telah terjadi. Dan menyadari bahwa penyesalan akan selalu ada diakhir cerita.

“Mianhae…. pasti kau pergi karenaku kan??? Ini semua memang salahku…. jeongmal mianhae….” ucapnya dengan memperhatikan lekat sesosok yeoja berkulit putih dengan mata berwarna coklat tua yang tengah menyunggingkan smirk khasnya.

dddrrrtt…..drrrtttt

‘hana… dul…. set…. ADA TELEPONG…. ANGKOT(?) *apa apaan ini ringtone nya… #plakk*’

“Eum… yeoboseo Hyuna ya, ada apa??????” Tanyanya pada yeoja bernama Hyunsa.
“……..”
“Ne…. arraseo, aku akan segera kesana….” jawabnya.

Yeoja itupun bergegas karena seseorang tengah menunggunya. Setelah selesai bersiap dia kembali menatap Foto tadi.

“Apapun akan kulakukan asal kau mau kembali lagi….” ucapnya dan tersenyum miris.

@Kone Beans cafe….

“Haeri…. ah.. kemari….” ucap seorang yeoja,
“Ada apa Hyunsa ya???? Kenapa kau terlihat gelisah sekali….” tanya Haeri khawatir melihat sahabatnya itu gelisah.

“Apa haeun menghubungimu????”

“Ani… wae??? Apa sesuatu terjadi padanya????” Tanya Haeri

“Eum…. begini ceritanya………”

@Haeri’s House

Haeri POV

Kenapa semuanya menjadi seperti ini??? Kacau…. persahabatanku kacau.. apa semua ini salahku??? Hanneul ah…. aku harap kau sedang disini… ku mohon.

Aku tak ingin tembok persahabatan yang kami bangun bersama runtuh begitu saja, hanya karena sebuah badai kecil.

‘God please tell them i need them and i wish we’ll be Friend, long last friend’

Author POV

few days later
…….

Seorang yeoja tengah berjalan menuju lockernya, tiba tiba saat ia membuka pintu lockernya tertempel sepucuk surat dan bunga berwarna ungu, dan bertuliskan Mr. G.

‘sebelum bunga ini layu…, aku ingin membuat bibirmu menyunggingkan sebuah senyuman kepadaku…. dear my ms. G’

Isi surat tersebut cukup membuat haeun penasaran, sedih dan bahagia. Dua sisi hatinya saling berdebat, sisi satunya mengatankan bahwa iya harus menanggapi surat itu dan sisi lainnya meminta untuk tidak mempedulikan sisi satunya, dan sisi kedualah yang menang *ini kok gue jadi ngomongin sisi yah??? #plakk /ditabokin hyunsa/.

***

in other world….

Seorang yeoja tengah berjalan menyusuri kota London yang sedikit lengang. Hujanpun turun dengan sangat lebat, dan memerintahkannya untuk berteduh.
Yeoja itupun menyinggahi sebuah kafe yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Didalam kafe, ia mendapati pemandangan yang sangat membuatnya merasa iri….

Empat orang yeoja yang sedang makan bersama seraya melepaskan tawa bahagianya. Membuat yeoja yang memandangi kejadian itu turut bersedih bersama iringan rintik air hujan yang semakin deras membasahi bumi.

‘aku merindukan kalian nae chingudeul…..’ ucapnya bermonolog.

***

back to korea!!!

Bunga mawar nan indah itupun semakin layu termakan arus waktu, menempatkan dirinya pada sebuah situasi yang membingungkan dan membuatnya penasaran atas jawaban yang selama ini membuatnya bingung.

****

Hanneul POV

Langit kota London benar-benar cerah pagi ini…. dan tidak seperti hatiku yang selalu merasa mendung.

Kutatap kesibukan kota London dari kebeningan kaca jendela, apa salah satu dari mereka memiliki perasaan yang sama denganku sekarang???? Tak ada yang bisa menjawabnya.

Dan sekarang hanya satu yang ingin ku katakan, aku merindukan mereka, dan aku ingin saat aku kembali mereka memberikan senyuman terhangatnya… dan aku tak sabar untuk 1 tahun mendatang.

Sambil tersenyum senyum sendiri aku berjalan tanpa sadar aku menabrak sesuatu.
*brakkk*
“Iam sorry sir… i don’t……” aku tak dapat memperbaiki kalimatku saat kutatap wajah seorang malaikat yang tersenyum padaku memamerkan dimpelnya ….

“Are you okay????? ”

‘Datanglah pada sahabatmu  jika kamu merasa sedih. Dan hiburlah mereka seperti mereka menghiburmu saat kamu sedih… karena sahabat yang baik akan selalu memberikan pundaknya untuk bersandar ketika lelah dan memberikan senyuman terhangat nya disaat bahagia’

 “Are you okay???” Tanya malaikat tampan berlesung pipi itu.
‘Omoo… adakah mahluk setampan itu didunia ini????’

“Miss, are you okay????” Tanyanya sambil melambaikan tangannya kehadapan wajahku. Apakah aku melamun tadi??? Kalau iya, ini sangat memalukan.

“Miss….” panggilnya lagi. “Eum ya….” jawabku kehilangan kata kata. “Are you okay???” Tanyanya. ” ahh, yes iam okay, thank’s” jawabku dan dibalas senyuman indah darinya dan berlalu dari hadapanku.

Menatap punggungnya saja aku merasa sangat senang. Eomma, apa anakmu yang manis ini sedang jatuh cinta??.

***

@paran high school

Haeun POV

Hari ini bunga itu telah layu, akankah seseorang yang menyebut dirinya ‘Mr. G’ itu akan menepati janjinya??? Entahlah… hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi satu hari, jam atau detik kemudian, yang penting aku harap sosok ‘Mr. G’ itu menepati janjinya,  semoga.

Ddrrtt ddrrrt

Kubuka ponsel berlayar sentuh kepunyaanku, dan terpampampang lah sebuah wallpaper yang mengingatkanku pada keceriaan masa lalu yang begitu indah. Karena masalah sepele masa masa indah itupun lenyap seketika.

Kubuka pemberitahuan, sebuah pesan masuk tengah terselip rapih didalamnya.

From : Hyunsa  ♥SElf4

Eun ah….
Maaf jika aku hanya mengirim permintaan maaf ku hanya dari sebuah pesan elektronik.
Dan maaf untuk segala kesalahan yang telah kuperbuat selama ini,
Seharusnya sebagai sahabat kita harus saling percaya dan jujur kepada sesama.
Ingin secara langsung aku meminta maaf namun …

Kumohon, maafkan aku…

Kubaca pesan singkat yang sedikit panjang itu. Kristal bening itupun meluncur seenaknya tanpa seijinku. Seharusnya aku juga yang mengucapkan kata Mianhae… karena terlalu egois, dan kekanakan.

*sreet*
Kurasakan sebuah remukan kertas mendarat diatas rambut hitamku dan jatuh disamping tempatku duduk saat ini.

Konna beans, 15.pm

Mr. G

Begitulah isi dari gumpalan kertas tadi.

‘Grepp’
Kurasakan seseorang memeluk tubuhku, dan hangat.. itulah yang kurasakan saat ini.

“Haeun ah…….” ucapnya
“Wae????” Jawabku sok dingin
“Kenapa seperti ini???? Apakah masalah ini akan terus berlanjut???” Tanyanya lagi.
“Tanyakan saja pada wanita itu..” jawabku singkat
“Wae? Masalahmu dan Hyunsa????” Jawabnya, aku terdiam, membeku.
“Apa hanya karena seorang namja kita menjadi seperti ini????” Jawabnya yang tambah membuatku terdiam, membisu.
“Hal ini terlalu kekanakan, dan aku kecewa pada diriku dan persahabatan kita,…” ucapnya sendu sambil berlalu dari hadapanku.

***

Author POV

Suasana kafe siang itu sangat ramai, namun terasa sangat sunyi bagi kedua orang itu. Sepasang kekasih yang biasanya merajut sebuah rantaian cinta, kini membuat suasana tengang.

“Wae chagi…??? Kenapa semuanya harus berakhir???” Tanya seorang namja bermata onyx itu.
“Karena aku tidak bisa terus menderita seperti ini…. , aku tak bisa egois… .” Jawab yeoja berparas jepang yang duduk dihadapannya.

“Tapi…….” jawabnya lagi.
“Mian oppa, aku tak bisa, apapun alasanmu tidak dapat merubah keputusan apapun.” Jawab yeoja itu dan meninggalkan namja jangkung bermata onyx itu sebelum air matanya mengalir.
“Hyunsa ya……” serunya pada yeoja bernama hyunsa itu.

‘Maafkan aku kyuhyun oppa, jeongmal mianhae…..’

****

@kona beans cafe

Seorang yeoja tengah mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kafe itu, tanpa sadar dua orang namja tengah memperhatikannya.

“Hyung ah…. aku merasa gugup sekarang…..” ucap seorang namja imut bersuara khas itu.
“Semangat Wookie ah.. kau pasti bisa,” ucap namja lain yang bermata sipit kepada namja yang bernama wookie itu.

“Oke mulai….” ucapnya pada sekelompok pemain band cafe itu.

L. Is for the way you look at me..
O. Is for the only one i see….
V. Is very very extra ordinary
E. Is even more than anyone can you bought….

Haeun POV

Lantunan lagu jazz itu meluluhkan perhatianku pada sang penyanyi yang memiliki suara khas nya yang sangat menukik indah namun sangat merdu dan enak untuk didengar.

“This song specialy for my love, my heart, my Ms. G Choi Haeun”

Mendengar ucapan itu aku menolehkan kepala ku kepada si empunya suara…. dia, bukankah dia seorang Kim Ryeowook yang sangat pintar itu???

Kim Ryeowook pun turun dari atas singgah sananya dan mulai menghampiriku. Jantungku berdegup sangat kencang. Omo… namja imut ini sedang berada dihadapanku, dan dia berlutut sambil mengeluarkan setangkai bunga tulip berwarna ungu.

“Maaf membuatmu lama menunggu, dan maaf untuk kekuranganku, tapi…. .” Ucapnya dan hanya kubalas dengan tatapan diam penuh rasa penasaran akan kata-kata selanjutnya.

“Kumohon, dengan sepenuh rasa cintaku padamu…. terimalah cintaku dengan segala kekuranganku, dan aku yakin kau akan melengkapinya…..” ucapnya lagi dan masih belum kubalas.

“Kumohon…. jebbal…..”

“Hahhhh” kuhembuskan nafasku, dan dibalas tatapan kecewa darinya,

Sesaat kemudian dia akan pergi meninggalkanku.

“Tunggu….” jawabku menahan kepergiannya.
“Apa kau akan pergi sebelum mendengarkan jawabanku????” Tanyaku lagi.

“Ne… aku mau jadi yeoja  chingu mu oppa…..”

***

Author POV

Dilain tempat dengan suasana yang berbeda 180° dari apa yang dirasakan haeun. Merasakan sakitnya patah hati.

“Hiks…. oppa mianhae… maafkan aku,” seorang yeoja tengah bermonolog seraya memeluk sebuah bingkai berwarna biru muda….

“Oppa, maaf…. jika aku harus memilih aku akan tetap memilih sahabatku,….. .” Ucapnya lagi ditengah isaknya.

“Karena cinta tak harus memiliki…..  .”

In other world and time….

Hari itu begitu cerah dari hari biasanya bagi seorang yeoja bermarga Lee itu. Merasakan setiap hembusan nafasnya dengan penuh rasa kebahagiaan dengan diselingi rasa kasmaran.

“Kim Hanneul….” ucap seorang namja bertubuh tinggi dengan wajah khas kebaratan miliknya.
“Yes, sir….” jawabnya antusias.
“Congrats…. you got A+ for your match examination (*apa deh bahasa inggris gue*)

“Thank you sir…. .” Ucapnya dengan penuh senyuman bangga yang diselingi tepuk tangan.

***

“Congrats… .” Ucap seorang yeoja bermata biru dengan wajah baratnya.
“Thank’s, ” jawab seorang yeoja lagi,

Suasana kantin siang ini sangat ramai, penuh dengan suara. Namun keramaian itu perlahan menjadi diam karena seorang namja tengah memasuki ruangan itu. *bayangin waktu Edward Cullen masuk ke kantin*

“who is he???” Tanya seorang yeoja kepada seorang yeoja yang tengah duduk memakan hamburger disampingnya.

“He is Siwon, and you know…. he is the most handsome boy in our school…” ujar yeoja tadi panjang lebar.

‘jadi malaikat tampan itu bernama Siwon, nama nya memang selaras dengan wajah tampannya yang sempurna… he’s perfect’ batinnya.

 

‘We will end this now and start everything from beginning….. and do everything again…. Because You Are My Little Best Friend ….’

Minggu pagi di London terasa sangat menyejukkan dimusim semi itu. Namun tidak seperti perasaan yeoja berambut coklat itu yang merasakan gersangnya musim kemarau… mungkin faktor kesepianlah salah satunya.

“Fighting hanneul… do the best today!!!” Ujarnya menyemangati dirinya sendiri.

****

Taman di salah satu sudut kota London memang selalu ramai di pagi hari saat akhir pekan. Ada yang bersepeda, berlari kecil, atau hanya sekedar menikmati indahya pemandangan.  Begitu pula halnya Hanneul yang sedang berlari kecil. Dan sebuah objek yang tak disangka muncul dihadapannya.

“Omona….. itu Siwon…” ucapnya.

Dia terus memandang seseorang yang bernama Siwon itu. Tanpa sadar dia tersandung torotoar dan terjatuh.

“Aw…. jeongmal apoyo…..” ucapnya bermonolog sambil memegang pergelangan kakinya.

“Are you okay miss??” Tanya namja yang menjadi objek padangannya.

“Eum ne…” jawabnya bahwa ia lupa kalau sedang berada di Inggris.

“Apa kau orang Korea??” Tanya Siwon dengan aksen koreanya.
“Ne…. dan kau?? Kau bisa berbahasa korea??” Jawabnya.

“Karena … aku juga orang Korea….”

*****

“Hahaahaaa, gak ku sangka bisa bertemu orang korea disini..” ucap namja kekar itu.

“Ahh… ne siwon ssi..,”
“Jangan memanggilku seperti itu, panggi aku oppa ne?? Bukankah kau hoobae ku di sekolah?” Tuturnya lembut

“Ne, opp… oppa…” ucap yeoja itu memamerkan dua gigi kelincinya.

****

Hanneul POV

“Gomawo oppa sudah mengantarkan pulang”

“Ne, annyeong…” ucapnya ramah dan melambaikan tangan kekarnya itu dari balik jendela mobil audi R8.

‘deg’

Entah kenapa saat aku memikirkan caranya tersenyum padaku membuat jantung ku memompa lebih cepat dari sebelum sebelum dan sebelumnya.

‘demi apapun tolong beritahu aku apa yang sedang kurasakan saat ini???’ gumamku dalam hati sambil menatap langit langit kamar dan berlayar ke alam mimpi.

***

Author POV

Di belahan dunia lain seorang yeoja berparas jepang itu sibuk berkelahi dengan pikiran yang mengganggu otaknya itu.

‘Dddrrrrttt ddddrrrtt’
Dering ponsel mengganggu pemikirannya “1 Pesan Baru”

from : Haeun ^^
Sa… ada yang ingin aku bicarakan denganmu dan Haeri besok saat makan siang…
Penting! Ini menyangkut masa depan kita….

Hyunsa menatap bingung pada layar dihadapannya, perasaan bahagia dan sedih menelusuri tiap ruang dihatinya.

akankah dia harus senang atau bersedih?

@ konabeans caffe 12.30 PM SKT

Tampak dua orang yeoja duduk berhadapan menanti yeoja lainnya yang sedang berjalan melalui pintu utama.
“Hyun..ah, apa yang menurutmu akan dikatakan oleh haeun???” Tanya Haeri pada Hyunsa.
“Entah lah… aku juga tidak tau….” jawabnya menggidikkan bahu

“Ri ah… hyun ah….” sapa haeun bersemangat.

****

‘……..’

Keheningan menyapa ketiga yeoja itu.
“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan dengan kami eun ah…..” ucap Haeri memecah keheningan diantara mereka

“Aku ingin kita memulai semuanya dari awal……”

****

“Aku ingin kita memulai semuanya dari awal,” mendadak suasana menjadi canggung

“maksudmu??? Aku tidak mengerti…..” Tanya Haeri penuh tanda Tanya, namun Hyunsa hanya diam tak berbicara sedikitpun.

“aku ingin memulai persahabatan kita dari awal dan…” ucap Haeun terhenti dan menghela nafa sejenak

“dan untukmu Hyunsa ya… aku ingin kau kembali dengan kyu oppa..” ucap Haeun pada Hyunsa, namun Hyunsa menatap matanya bingung

“Wae?? Tapi bagaimana dengan kau???” Tanya Hyunsa khawatir.

“Tenang… aku sudah menemukan apa yang terbaik untukku…”

‘Melihat kau bahagia dan tersenyum itu merupakan hal terbaik untukku walaupun sedikit menyakitkan…. Namun itulah CINTA yang sebenarnya’

 

One year later

Hanneul POV

 

Menyenangkan bisa kembali menghirup udara yang sama dengan orang yang kusayangi, yang sudah setahun belakangan aku tinggalkan demi menenangkan diri,

“HANNEUL AHHHHH” teriak ketiga yeoja itu padaku, yah… siapa lagi kalau bukan Haeun, Haeri, dan Hyunsa. Mereka pun langsung menghambur kedalam pelukanku dalam wajah yang dapat diartikan.

“aku merindukan kalian….” Ucapku tanpa sadar setitik Kristal bening itu membasahi pelupuk mataku.

“ehm… aku juga….” Ucap mereka serentak

“EKMHHH”

“oh ya… perkenalkan ini Siwon oppa, pacarku.” Ucapku memperkenalkan wonppa pada mereka.

“jadi, magnae evil kita sudah tau pacaran yah.. kkk~” goda haeri dan membuat mereka tertawa.

“sepertinya perbincangan kita akan berlangsung lama…. Dan akan banyak yang kami ceritakan selama kau tak ada…” ucap Haeun

“mwo???… “

 

Author POV

Persahabatan mereka kembali seperti semula, mereka sepakat untuk memulai semuanya dari awal. Senyuman itu pun kembali terukir, dan ini pembelajaran yang penting,

‘bahwa sahabat sejati akan merasakan sakitnya luka bersama… dan semua itu akan indah pada waktunya…’

The End

 

 

 

 

 semoga READERS (kalo ada) suka sama fanfict ato cerpen aku and please DON’T BE SILENT READER thanks