Category Archives: hurt

I’m Fine Thank’s

im-fine-thanks-poster-picsay

Pria itu menatapku sendu. Menyiratkan rasa ibanya padaku, aku hanya diam menundukkan kepalaku. Aku lebih memilih menutup mata, meredam airmata yang selalu ingin mengalir melalui pelupuk mataku. Aku tak boleh terlihat lemah dihadapannya.

Mianhae…. Kurasa kita harus berpisah…” Ucapnya, suaranya terdengar tegas. Aku mendongakkan kepalaku menatap manik mata onyxnya.

“Kenapa??” Suaraku begitu berat untuk berbicara lebih banyak pada pria ini.

“Maaf… Aku bertemu seseorang yang lebih baik darimu, tidak menyebalkan sepertimu, tidak kekanakan.. Dan…” Aku memotong pembicaraannya.

“Ya, Kyuhyun!! Aku memang tidak lebih baik darinya… Aku mungkin tidak sesempurna yang kau inginkan. Tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagimu… Tapi…” Aku menghembuskan nafasku kasar dan menatap matanya dalam- dalam.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.” Aku mendongakkan kepalaku menahan airmata yang terus mendesak.

“Hyuna-ya…” Ucapnya pelan. Suaranya terdengar begitu mengkhawatirkanku.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.” Ucapku. Aku menatap lagi matanya yang terlihat tegas. Kemudian pria itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kertas karton tebal berwarna putih dengan motif bunga berwarna silver.

“Datanglah ke acara pertunangan kami… Aku sangat mengharapkan kehadiranmu.” Ucapnya. Meskipun hati ini sakit, aku akan selalu berusaha tersenyum dihadapannya.

“Ya, Kyuhyun. Selamat kalau begitu…” Ucapku. Kulihat dari tatapannya, dia terlihat terkejut. Aku kembali tersenyum menatapnya.

“Kyuhyun!!” Panggilku setelah kami diam beberapa saat.

“Apa?” Tanyanya pelan. Pria itu kini sedang menatap riak tenang sungai Han sembari membenarkan letak mantel coklatnya.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…” Ucapku pelan. Kyuhyun menatap mataku, kemudian menganggukkan kepalanya.

Aku menghambur kedalam pelukannya. Tubuh ini begitu hangat, tak akan kulupakan. Feromon tubuh ini akan sangat kurindukan. Aku sangat menyukai setiap lekuk tubuh pria ini, dan akan selalu merindukannya. Jika suatu hari nanti aku akan terlahir kembali, aku ingin menjadi seseorang yang sama dan kembali mengenalnya. Kueratkan pelukanku, menghirup aroma tubuh ini lebih lama.

‘Kyuhyun… Aku mencintaimu. Na hyuna Kyuhyun saranghanda.’

Aku melepaskan pelukannya. Menatap setiap lekuk wajah pria dihadapanku ini. Menyentuhkan tanganku pada matanya yang terpejam, pipinya yang berisi dan hidung mancungnya. Aku merekam setiap sudut wajahnya dalam memoryku. Menyimpannya secara rapih dan tak tersentuh.

‘I’ll miss you in all of our moment together…’

“Kyuhyun… Aku harus pergi! Sampai jumpa!” Aku membalikkan tubuhku, melangkah pergi menjauhi pria itu.

Airmata sialan ini terus menetes. Namun, aku harus tetap berjalan. Aku tak boleh terlihat lemah. Aku terus berjalan menuju salah satu halte. Duduk disana sambil menunggu kedatangan bus.

Langit terlihat mendung, sesekali meneteskan air. Sial, aku harus menunggu lebih lama disini, sendirian. Suara petir perlahan menggema. Hujan pun turun dengan derasnya.

Aku turut menangis mengikuti irama hujan yang membasahi bumi. Beruntung jalanan saat ini sangat sepi, aku tak perlu takut seseorang mendengar tangisanku. Tangisanku saat ini begitu menggambarkan betapa pedihnya hatiku. Namun aku sadar, mungkin dia bukanlah kebahagiaanku.

‘Thank you….’

***

Author POV

Seorang pria bertubuh jangkung tengah berlari. Pria itu berlari tanpa mempedulikan tuxedo yang dikenakannya akan terlihat lusuh. Tak peduli dengan beberapa orang yang ditabraknya. Pria itu terus berlari ditengah koridor rumah sakit itu.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…”

Peluh terus menetes dari pori- pori pria itu. Wajah tampannya terlihat sangat khawatir, namun hal itu tidak mengurangi kadar ketampanannya. Pria itu memperlambat laju larinya dan kemudian berhenti pada tempat yang disebutkan tadi.

Lampu diatas pintu ruangan itu masih menampilkan warna merah. Yang artinya operasi belum selesai dilakukan. Kyuhyun terduduk dikursi tunggu dekat pintu, menundukkan kepalanya.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.”

Kyuhyun menatap lantai marmer itu dengan tatapan kosong. Pria itu merutuki kebodohannya, yang tak pernah menyadari betapa besarnya cinta untuk gadis itu. Sesempurna apapun Kyuhyun, gadis itu selalu mencoba menjadi yang terbaik untuknya. Namun dengan gampangnya Kyuhyun melepaskan gadis itu demi seseorang yang bahkan tak ada apa- apanya bila dibandingkan dengan gadis itu.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.”

‘Aku sadar, aku tak akan pernah bisa bahagia bila aku hidup tanpamu, Hyuna-ya Saranghae…’

.
****
.

“Aku tak menyangka dia akan pergi secepat ini… Rasanya baru kemarin aku menimangnya…” Ucap seorang wanita paruh baya, beliau menceritakan sambil menahan air matanya yang akan menetes.

“Kenapa tidak aku saja yang pergi?? Kenapa harus dia??” Ucapnya lagi. Namun, kali ini ia tak dapat membendung tangisannya. Semua orang menatap mereka iba.

Ruangan itu terlihat begitu memilukan, dengan semua yang serba hitam. Namun, sebuah foto dengan seorang yeoja yang memamerkan senyumannya. Tak ada sedikitpun ekspresi duka yang ditunjukkannya. Berbeda dengan raganya yang nyata saat ini, begitu pucat dengan mata yang terpejam. Namun, senyuman tak pernah luput dari wajah cantiknya.

Pria itu berdiri disudut ruangan, menatap orang- orang yang memberi penghormatan terakhir pada gadis itu. Dan juga beberapa orang yang menangisi jasad tak bernyawa itu. Kyuhyun hanya diam mematung.

Perlahan, Kyuhyun berjalan mendekati Kim ahjumma, pengurus Hyuna saat dia masih berada di panti asuhan dulu. Pria itu memeluk wanita paruh baya itu. Mereka berdua menangis pilu, meratapi kepergiannya.

Ahjumma… Mianhae... Seharusnya aku menjaga Hyuna dengan baik…” Ucap Kyuhyun. Pria itu membungkukkan tubuhnya dihadapan Kim ahjumma yang masih terisak. Kemudian berbalik menuju ke peti yang berada ditengah- tengah ruangan itu.

‘Hyuna-ya.. Aku sangat mencintaimu, selamat jalan cintaku!’

Kyuhyun mengecup dahi gadis itu lama. Menyalurkan segala kerinduan dan kasih sayangnya pada jasad itu. Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah cincin dan menyematkannya di jari manis kanan gadis itu. Kemudian mengecup punggung tangan itu lembut.

‘Dimanapun kau berada, aku akan selalu menjaga sudut terdalam hatiku untukmu… I love you!’

Pria itu kembali membungkukkan tubuhnya, memberi penghormatan terakhirnya pada gadis itu. Namun, saat ia hendak berbalik menjauhi tempat itu. Tiupan angin yang hangat menerpa tubuhnya. Feromon yang begitu dirindukannya menyambangi indera penciumannya.

‘Aku juga mencintaimu, Kyuhyun…. Jaljayo..’

-Jika kau merindukanku, rasakan detak jantungmu. Karena aku akan hidup disetiap pompaan darah di tubuhmu-

End

Maaf yang sebesar- besarnya buat yang gak suka baca ff sad end. Huhuhu T.T ff ini terinspirasi setelah aku dengerin lagunya Kyu yang momment of farewell. Jadi hadirlah ff ini hohoho 😀

Tunggu yaaa karya aku selanjutnya… Paipai

(Oneshoot) Then I Late

Tittle: Then I Late
Author: HaneulKim ( hanneulkim.wordpress.com )
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Hyuna (OC)
And Other Cast
Genre: Sad Romance Angst
Length: oneshoot
Rated: PG-15

Hohoho… Typo bertebaran, dan rada gak nyambung. just RCL ㅋㅋㅋ

Cekidot…

‘Saat setiap orang berteduh dari ribuan butir salju… aku masih berdiri disini, menantimu… musim semiku…’

*****

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      ****

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucap Kyuhyun pada seseorang yang tengah menjalin komunikasi dengannya.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap namja di sebrang sana.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap namja diseberang sana

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Kyuhyun.

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.” Ucap Kim JongWoon -kakak Hyuna-.

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“……”

“Mwo?!”

  *****

Flashback

Hyuna POV

Monday, 27  january 2014

Tepat satu minggu lagi, Kyuhyun menginjak usia 27tahun (umur Korea). Aku harus memberikan sesuatu yang istimewa, berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Entahlah aku rasa sesuatu akan terjadi dan aku harus memberikan sesuatu yang spesial dan membuat tahun ini berkesan untuknya.

‘Aku harap Tuhan masih memberikanmu berkah Nya agar kau masih bisa merasa kan sinar matahari pagi ulang tahunmu tahun ini, berikutnya, dan seterusnya…’

                         ****

Sengaja hari ini aku tidak menjawab teleponnya, pesan singkat ataupun Line chatnya. Karena aku sendiri sedang mempersiapkan sebuah kejutan untuk ulangtahunku dan dia.

Susunan cake dietalase terlihat sangat menggiurkan, aku rasa kue itu sangat enak untuk diberikan pada Kyuhyun… walaupun masih beberapa hari lagi, aku rasa lebih cepat akan lebih baik karena aku merasakan sesuatu akan terjadi padaku, entahlah… sekarang yang penting hanya berpikir positive.

Saat sedang asyik memilih kue, aku merasakan seseorang tengah menepuk pundakku.

“Annyeong Hyunie ya…. .” Ucap namja yang menepuk pundakku tadi memamerkan ‘Gummy Smilenya’.

“Hyukie ah… apa kabar?” Tanyaku. Anehnya dia langsung memelukku.
Dengan sekuat tenaga aku melepas pelukannya.

“Waeyo Hyukie ah???” Kutanyakan hal ini pada HyukJae saat kedua matanya menatap sendu diriku.

******

Author POV

“Kyuhyun ah…. bisakah kau jemput eomma di cafe biasa..?” Tanya eomma Kyuhyun dari seberang Line telepon.

“Ne, eomma … tapi kenapa tidak minta jemput supir saja? Aku masih ada urusan eomma … .”

“Mwo?! Kau tega menolak permintaan eomma-mu ini?”

“Ne… baiklah… tunggu aku disana…”

                    *****

Seorang yeoja tengah berusaha melepas pelukan seorang namja yang memeluknya. Dan menatap namja itu sendu.

“Waeyo Hyukie ah??” Tanya yeoja itu.

“Aku membutuhkan seseorang untuk curhat… Hyunie ah… .” Ucap namja tadi kepada Hyuna.

“Baiklah ceritakan padaku saja.” Ucap Hyuna dan menarik Hyukjae keluar dari kafe tersebut.
Tanpa mereka sadari seorang namja tengah mengawasi mereka dari balik mobil audinya itu.

“Tak kusangka kau seperti itu Hyuna ah….”

                    ******

Senja tengah menyambut bulan yang siap berdiri tegak ditengah hamparan langit malam. Namun seorang yeoja dan namja masih duduk manis di pinggiran sungai han.

“Jadi… kau putus dengan kekasihmu itu..?” Tanya Hyuna

“Ne, padahal aku masih sangat mencintainya….” ucap Hyuk dengan nada sendu.

Melihat sosok dihadapannya tengah bersedih lantas Hyuna menepuk-nepukkan punggung namja itu.

‘Chuuu’

Namun dengan tak terduga Hyukjae malah mencium bibir Hyuna.

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      *******

Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

‘Brukkkk’

Kyuhyun meluapkan emosinya dengan kecepatan mobilnya yang sangat cepat tanpa sadar ia menabrak sebuah pohon dipinggir jalan akibat menghindari seorang tuna netra yang menyebrang malam itu.

                      ******
Wednesday, 29 January 2014

“Nyonya… kumohon berikan aku kesempatan untuk bertemu dengannya….” ucap seorang yeoja dengan nada memelas.

“Andwe!! Karena kau Kyuhyun seperti ini?!, aku yakin Kyuhyun-pun tak ingin menemuimu!!”

“Tapi nyonya…. .”

Kalimat Hyuna terhenti saat melihat seorang namja bertubuh tinggi itu muncul dari balik pintu.

“Kyu…., gwaenchana???” Tanya Hyuna saat mata mereka berada dalam satu pandangan.

Gadis itu sangat khawatir atas keadaan namja itu, tangan kirinya terbungkus benda putih. Dan menandakan namja itu tidak sedang ‘baik-baik’ saja.

“Tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi… pergi!!!!” Ucap Kyuhyun penuh emosi.

“Tapi Kyu….. .”

“PERGI” ucap Kyuhyun masih dengan nada yang meninggi.

“Tapi……”

belum sempat Hyuna melanjutkan kalimatnya Kyuhyun sudah membanting pintu rumahnya.

“Kyu maaf….”

*******

Gadis itu berjalan sendirian di tengah hamparan sinar rembulan. Bahkan sebuah rasa sakit mampu mengalahkan rasa takut dalam dirinya..
Tanpa ia sadari beberapa orang namja berpakaian preman mengikutinya dari belakang, sementara ia masih terus berjalan gusar.

‘Tap…. tap….’

Dia mulai menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya. Dia berbalik dan betapa terkejutnya ia saat dua orang namja meringkusnya secara tiba-tiba.
Dengan tenaga seadanya ia berusaha melepaskan genggaman kedya preman itu, berlari meninggalkan mereka, namun ia lari ke tempat yang salah.

Dia terus berjalan mundur, namun tanpa ia sadari ia telah berada di pinggiran sungai han.

“Mau apa kalian?!” Tanya Hyuna panik.

“Kami hanya ingin tubuhmu nona…. .”

“Mundur kalian!!!! Atau…. .”

‘byurr’

Hyuna terjatuh kedalam aliran sungai yang sangat dingin di musim salju. Preman yang terkejut dan panik berlari meninggalkan Hyuna yang tidak bisa berenang. Sekuat tenaga yang tersisa ia berusaha berteriak, namun suhu air yang sangat dingin membuat ia lumpuh.

‘Byurrr….’

seorang namja yang tak asing baginya rela bergelayut dengan air yang dingin, demi menolongnya.

“Hyuk” ucap Hyuna disisa kesadarannya.

“Bertahanlah….. .”

itulah kata terakhir yang didengarnya sebelum semuanya menjadi gelap.

****

Thursday, 30 january 2014

Tak satupun yang memamerkan sebuah ukiran senyuman, melainkan sebuah isakan yang melambangkan sebuah berita duka.

Gadis itu, terbaring lemah tak berdaya, bertarung melawan maut. ‘Hipotermia’ dia lah yang bertanggung jawab atas alam bawah sadar gadis berparas jepang itu.

“Hyuna bangun sayang… eomma disini.” Ucap Ny. Kim dengan nada sendu. Berharap sesuatu keajaiban muncul.

Seolah malaikat sedang mendengar, Hyuna tersadar dari alam mimpinya.

“Eomma…. .”

“Ne… eomma di sini chagi…”

“Kyu…. kyu…. .” Ucap Hyuna terbata bata, berusaha menyebutkan sebuah nama.

“Kyuhyun?” Tanya eomma nya.

“Eum” jawabnya seadanya, dengan nada yang seadanya.

“Wae? Kyuhyun waeyo??” Tanya eommanya bingung kenapa gadis itu justru memanggil Kyuhyun.

Belum sempat gadis itu menyampaikan setiap kalimat yang memenuhi otaknya, alam bawah sadarnya telah lebih dahulu menguasai dirinya.

“Hyuna… hyuna ya… .” Tanya eommanya khawatir.

Bunyi bunyi memekikkan telinga mulai terdengar. Sebelum dokter akhirnya mulai memeriksakan keadan gadis itu.

‘Then i sleep again…..’

 
                      ******

Kyuhyun POV

Monday, february 03 2014

‘Saengil Chukkae Kyuhyun oppa’

“Dasar yeoja tak tau malu.” Desisku saa  membuka sekotak cake yang bertuliskan kata kata indah itu. Namun, karena sipengirimnya, membuat cake itu menjadi tidak istimewa bahkan menjijikkan.

‘Sreet ….’

Langsung saja aku buang cake itu ke tong sampah yang berada dihadapanku.

                  ******

‘Dddrrrrt…… dddrrrt….’

Ponsel ku terus berdering, bisa aku tebak itu dari siapa, dan apa tujuannya.

“Kyuhyun…. ah, kumohoon temuilah adikku…. .” Cercah namja di seberang sana saat aku mengangkat telponnya.

“Aku tidak peduli hyung…. meskipun kau katakan dia akan mati….”

‘Tiit…..’

Langsung aku putus hubungan telepon kami. Sudah tiga hari belakangan Jongwoon Hyung terus menghubungi ku. Tidak adik, tidak kakak suka sekali mengacaukan ketenangan hidupku.

Aku rasa aku tidak berlebihan kan? Namun aku tidak yakin dengan apa yang ku ucapkan tadi. Entahlah, aku bahkan bingung dengan diriku sendiri.
Ada yang aneh, sebuah hal yang mengganjal pikiranku.

Dari pada harus pusing memikirkan gadis itu, lebih baik aku bersenang-senang. Inikan masih hari ulang tahunku….

         *******

Monday, 10 february 2014

Sudah satu minggu berlalu, Jongwoon Hyung masih tanpa rasa bosan terus menghubungi ku. Hey…. adiknya yang berselingkuh, kenapa harus aku yang menemuinya duluan??? Bahkan semenjak malam aku mengusirnya dia tidak menghubungiku memelas sebuah permintaan maaf.

‘Ddrrrtttt…… dddrtt’

Ponselku lagi dan lagi berdering Jongwoon Hyung, nama itulah yang terus tertera di layar ponselku.

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucapku dengan nada sedikit meninggi.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap Jongwoon Hyung.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap Jongwoon Hyung emosi.

Hey!!! Seharusnya aku yang emosi disini.

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Ku

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.”

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“Karena, dia sekarat Kyu, dia membutuhkanmu…. waktunya tidak lama lagi…. .”

“Mwo?!”

“Dia terkena Hiportemia….”

*******

Flashback Off

“Mwo??”

“Apa maksudmu Hyung?”

“Dia tak dapat menstabilkan suhu tubuhnya…. bahkan jantungnya sempat berhenti berdetak….. .”

‘Deg…. .’

Jantung Kyuhyun berdetak semakin kencang, tubuhnya mematung mendengar untaian demi untaian kalimat Kim Jongwoon.

“Dia sempat sadar sepuluh hari yang lalu…., dia terus memanggil namamu, dan kembali tak sadarkan diri hingga detik ini… Dokter bilang, jika ia terus seperti ini…. .”

“Hyung hentikan.” Potong Kyuhyun saat Jongwoon menjelaskan keadaan adiknya panjang lebar.

“Eoddiga Hyung? Eoddi??”

“Seoul Hospital….”

*******

Kyuhyun POV

‘Dia membutuhkanmu Kyu…..’
‘Kyu dia sekarat…..’

‘Dia…. benar benar mencintaimu….’

Setiap kata kata Jongwoon hyung terus terngiang di kepalaku, persetan dengan kecepatan dan tangan kiriku. Yang dipikiranku hanya menemuinya.

Sesampainya dirumah sakit aku langsung berlari menuju salah satu ruang ICU.

Dengan nafas terengah engah aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit ini, hingga akhirnya aku bertemu dengan Jongwoon Hyung. Suasana diruangan itu sangat mencekam, yang kulihat seorang yang tubuhnya telah tertutup selimut rumah sakit, dan Ny. Kim tengah histeris memandang ke arah tempat itu.

“Hyung……..”

“Kyu…. kau terlambat…..”

‘And now i go…..’

             *****

Tuesday, 11 february 2014

Upacara pemakaman telah usai. Namun, aku masih belum menyadari ia telah pergi… aku terlambat… terlambat menyadari aku sangat mencintainya, nafasnya menjadi morfin bagiku, candu dan akan sakit jika tak merasakannya… namun aku terlambat. Dan aku merasa bodoh karena tidak mempercayainya.

Naneun Kyuhyun, Hyuna saranghanda….

‘You are never late… because iam here… be a part of your heart….’
Continue reading