Category Archives: Drabble

Tell Me Why??

image

Cast           : Cho Kyuhyun, Kim Hyuna, and other
Category   : Sad, Yadong, NC-21, Oneshoot
.
.

Warning!! This story just for 17+, tapi dosa ditanggung masing- masing! Bye…
.
.
.
‘Why??? Please tell me why?!’
.
.
.
.

‘Huft……’

Aku duduk dipinggiran ranjang, mengatur setiap helaan nafas yang keluar. Meredakan kegugupan yang melandaku, sungguh aku sangat gugup. Aku memeluk tubuhku yang setengah telanjang. Maksudku, pakaian yang kupakai ini memiliki bahan yang cukup minim. Bisa dikatakan, pakaian yang kekurangan bahan.

Ceklekk…

Pria itu terlihat begitu seksi! Piyama sutera hitam yang dikenakannya sangat serasi dengan kulitnya yang pucat. Rambutnya yang setengah basah, menambah kesan seksi pada dirinya. Bibir tebal itu melengkung, mengukir seringaian seksi yang terbingkai di rahang tegasnya. Oh My My… I want him in my bed, Now!

“Kyuhyun…” Aku memanggilnya pelan. Pria itu kembali menatapku dengan seringaiannya yang seksi.

“Ya?” Suaranya terdengar begitu rendah, memanggilku begitu dalam pada gairah.

“Ak- aku….” Aku kehilangan kata- kata. Seluruh pikiranku terenggut oleh pemandangan indah yang dihasilkan oleh pria ini.

“Aku, aku kedinginan.” Bodoh! Dia tertawa pelan. Dia tertawa, gerakan jakunnya memanggilku untuk menghisapnya. Oh My!

“Baiklah, jika kau kedinginan…” Suaranya terdengar serak. Pandangan matanya turun kearah lingerie hitam yang kukenakan.

“Ayo, kita buat menjadi panas!” Dia menciumku. Tumpukan benda kenyal itu menimpa bibirku, menyesapnya pelan meninggalkan kesan basah yang menggairahkan.

Aku membuka mulutku, membiarkan lidahnya mendarat indah di dalam mulutku. Kami saling menghisap, mengalirkan gairah. Tubuhku semakin panas.

“Oh….” Sialan! Bibirnya terus berjalan menuju kearah leherku. Memberikan sensasi yang luar biasa, menghasilkan getaran pada setiap saraf ditubuhku.
.
.
.
.

“Oh, Kyuhyun! Kumohon…. Oh, please…” Kepalanya berada diantara kedua pahaku. Lidahnya yang panjang itu berada dipusat tubuhku, astaga! Nikmat sekali.

“Oh… KYU!!” Aku meraih puncak. Melengkungkan tubuhku, merasakan sebuah getaran dari tubuhku. Kyuhyun menyeringai, memposisikan tubuhnya diantara kedua kakiku.

“Oh, Kyu. Kumohon….” Aku merintih saat sebuah benda keras menggesek daerah kewanitaanku. Oh, damn! Dia menyeringai.

“Mohon apa sayangku??” Suaranya yang berat dan menggoda, semakin menyulut gairahku.

“Aku….. Ah, Kyu! Kumohon.. Aku sudah tidak tahan!” Aku tau dia menyeringai, oh my!

“Baiklah! Jika itu yang kau inginkan….” Suaranya begitu rendah, sial!

“Lakukan apapun, jika ini akan sakit…” Kejantanannya yang mengeras itu menggesek milikku yang sudah basah.

“Oh… Kyu! AHH!!” Aku mencengkram pundaknya keras, saat benda asing itu menerobos penghalangku.

Omonaa…..” Dia mengerang, aku mengerutkan dahiku. Sungguh! Ini benar- benar perih. Aku semakin mengeratkan peganganku, dia melumat bibirku.

“AKHH!!” Dalam satu hentakan, benda itu lolos. Miliknya mengisi penuh pusat tubuhku, dan itu sakit.

“ohh…” Dia merintih. Kami saling menatap. Dahinya penuh dengan peluh, dia sangat seksi!

“Nghh… Kyu!” Rintihku, dia menggerakkan tubuhnya. Miliknya yang keras menghantam diriku. Ini sedikit perih, tapi cukup nikmat.

“Ahh, Kyu! Kumohon…” Aku terus merintih. Oh, gairah memang menghilangkan akal sehatku.

“Apa??” Tanyanya. Suaranya sangat pelan dan serak, menyulutkan api dalam gairahku.

“oh… Kumohon kyu….” Sial! Dia kembali menyeringai. Damn! Dia memperlambat gerakan tubuhnya.

“Kyuhyun…. Kumohon….”

“Apa sayang??” Dia menghentikan gerakan tubuhnya. Sial!

“Kyu… Lebih cepat!” Kini aku memohon padanya, aku sangat ingin dia bergerak.

“Seperti ini??” Dia bergerak pelan. Oh, ini menyiksaku!

“Lebih cepat, kumohon!”

“Seperti ini?? Ohh” Dia bergerak lebih cepat lagi, dan lagi.

“Ohh, yeah! Yes please.” Dia mempercepat gerakannya. Menghasilkan perpaduan nada antara decitan tempat tidur dan desahan kami.

“Oh….. Kyuhyun.” Aku melantunkan namanya dalam setiap desahanku.

“Kyuhyun!” Kami meraih puncak saat dia menghujamkan gerakan terakhirnya.
.
.
.

“Sial!!” Aku mendengarnya. Dia mengumpat saat melepas miliknya, aku terlalu lelah untuk melihat apa yang terjadi.

“Kau telah menipuku jalang!” Aku membuka mataku lebar. Apa?? Jalang??

Saat aku duduk, dia pergi. Amarah terbakar, itu terlihat dari matanya. Dia membanting pintu dengan sangat keras, aku sangat bingung apa yang telah terjadi. Tubuhku terlalu lelah, dan sangat sakit pada daerah sensitifku.

‘Please tell me why??’

.
.
.

Seminggu telah berlalu semenjak kejadian itu, Kyuhyun tak pernah kembali. Malam ini aku memeluk diriku sendiri menghilangkan rasa dingin yang menusuk kulit.

‘Ding… Dong…’

Aku membuka pintu, sesosok pria yang satu minggu pergi dari hadapanku. Tanpa alasan yang jelas dan kenapa.

“Kyuhyun!”

Mianhaeyo…..

End (or TBC)

Hai hai… Saya kembali dengan ff baru! Untuk The Reason mungkin akan saya kirim ke FlyingNC pada tanggal 1 mei atau 18 mei… Ditunggu yaaa…

Posted from WordPress for Android

I’m Fine Thank’s

im-fine-thanks-poster-picsay

Pria itu menatapku sendu. Menyiratkan rasa ibanya padaku, aku hanya diam menundukkan kepalaku. Aku lebih memilih menutup mata, meredam airmata yang selalu ingin mengalir melalui pelupuk mataku. Aku tak boleh terlihat lemah dihadapannya.

Mianhae…. Kurasa kita harus berpisah…” Ucapnya, suaranya terdengar tegas. Aku mendongakkan kepalaku menatap manik mata onyxnya.

“Kenapa??” Suaraku begitu berat untuk berbicara lebih banyak pada pria ini.

“Maaf… Aku bertemu seseorang yang lebih baik darimu, tidak menyebalkan sepertimu, tidak kekanakan.. Dan…” Aku memotong pembicaraannya.

“Ya, Kyuhyun!! Aku memang tidak lebih baik darinya… Aku mungkin tidak sesempurna yang kau inginkan. Tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagimu… Tapi…” Aku menghembuskan nafasku kasar dan menatap matanya dalam- dalam.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.” Aku mendongakkan kepalaku menahan airmata yang terus mendesak.

“Hyuna-ya…” Ucapnya pelan. Suaranya terdengar begitu mengkhawatirkanku.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.” Ucapku. Aku menatap lagi matanya yang terlihat tegas. Kemudian pria itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kertas karton tebal berwarna putih dengan motif bunga berwarna silver.

“Datanglah ke acara pertunangan kami… Aku sangat mengharapkan kehadiranmu.” Ucapnya. Meskipun hati ini sakit, aku akan selalu berusaha tersenyum dihadapannya.

“Ya, Kyuhyun. Selamat kalau begitu…” Ucapku. Kulihat dari tatapannya, dia terlihat terkejut. Aku kembali tersenyum menatapnya.

“Kyuhyun!!” Panggilku setelah kami diam beberapa saat.

“Apa?” Tanyanya pelan. Pria itu kini sedang menatap riak tenang sungai Han sembari membenarkan letak mantel coklatnya.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…” Ucapku pelan. Kyuhyun menatap mataku, kemudian menganggukkan kepalanya.

Aku menghambur kedalam pelukannya. Tubuh ini begitu hangat, tak akan kulupakan. Feromon tubuh ini akan sangat kurindukan. Aku sangat menyukai setiap lekuk tubuh pria ini, dan akan selalu merindukannya. Jika suatu hari nanti aku akan terlahir kembali, aku ingin menjadi seseorang yang sama dan kembali mengenalnya. Kueratkan pelukanku, menghirup aroma tubuh ini lebih lama.

‘Kyuhyun… Aku mencintaimu. Na hyuna Kyuhyun saranghanda.’

Aku melepaskan pelukannya. Menatap setiap lekuk wajah pria dihadapanku ini. Menyentuhkan tanganku pada matanya yang terpejam, pipinya yang berisi dan hidung mancungnya. Aku merekam setiap sudut wajahnya dalam memoryku. Menyimpannya secara rapih dan tak tersentuh.

‘I’ll miss you in all of our moment together…’

“Kyuhyun… Aku harus pergi! Sampai jumpa!” Aku membalikkan tubuhku, melangkah pergi menjauhi pria itu.

Airmata sialan ini terus menetes. Namun, aku harus tetap berjalan. Aku tak boleh terlihat lemah. Aku terus berjalan menuju salah satu halte. Duduk disana sambil menunggu kedatangan bus.

Langit terlihat mendung, sesekali meneteskan air. Sial, aku harus menunggu lebih lama disini, sendirian. Suara petir perlahan menggema. Hujan pun turun dengan derasnya.

Aku turut menangis mengikuti irama hujan yang membasahi bumi. Beruntung jalanan saat ini sangat sepi, aku tak perlu takut seseorang mendengar tangisanku. Tangisanku saat ini begitu menggambarkan betapa pedihnya hatiku. Namun aku sadar, mungkin dia bukanlah kebahagiaanku.

‘Thank you….’

***

Author POV

Seorang pria bertubuh jangkung tengah berlari. Pria itu berlari tanpa mempedulikan tuxedo yang dikenakannya akan terlihat lusuh. Tak peduli dengan beberapa orang yang ditabraknya. Pria itu terus berlari ditengah koridor rumah sakit itu.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…”

Peluh terus menetes dari pori- pori pria itu. Wajah tampannya terlihat sangat khawatir, namun hal itu tidak mengurangi kadar ketampanannya. Pria itu memperlambat laju larinya dan kemudian berhenti pada tempat yang disebutkan tadi.

Lampu diatas pintu ruangan itu masih menampilkan warna merah. Yang artinya operasi belum selesai dilakukan. Kyuhyun terduduk dikursi tunggu dekat pintu, menundukkan kepalanya.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.”

Kyuhyun menatap lantai marmer itu dengan tatapan kosong. Pria itu merutuki kebodohannya, yang tak pernah menyadari betapa besarnya cinta untuk gadis itu. Sesempurna apapun Kyuhyun, gadis itu selalu mencoba menjadi yang terbaik untuknya. Namun dengan gampangnya Kyuhyun melepaskan gadis itu demi seseorang yang bahkan tak ada apa- apanya bila dibandingkan dengan gadis itu.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.”

‘Aku sadar, aku tak akan pernah bisa bahagia bila aku hidup tanpamu, Hyuna-ya Saranghae…’

.
****
.

“Aku tak menyangka dia akan pergi secepat ini… Rasanya baru kemarin aku menimangnya…” Ucap seorang wanita paruh baya, beliau menceritakan sambil menahan air matanya yang akan menetes.

“Kenapa tidak aku saja yang pergi?? Kenapa harus dia??” Ucapnya lagi. Namun, kali ini ia tak dapat membendung tangisannya. Semua orang menatap mereka iba.

Ruangan itu terlihat begitu memilukan, dengan semua yang serba hitam. Namun, sebuah foto dengan seorang yeoja yang memamerkan senyumannya. Tak ada sedikitpun ekspresi duka yang ditunjukkannya. Berbeda dengan raganya yang nyata saat ini, begitu pucat dengan mata yang terpejam. Namun, senyuman tak pernah luput dari wajah cantiknya.

Pria itu berdiri disudut ruangan, menatap orang- orang yang memberi penghormatan terakhir pada gadis itu. Dan juga beberapa orang yang menangisi jasad tak bernyawa itu. Kyuhyun hanya diam mematung.

Perlahan, Kyuhyun berjalan mendekati Kim ahjumma, pengurus Hyuna saat dia masih berada di panti asuhan dulu. Pria itu memeluk wanita paruh baya itu. Mereka berdua menangis pilu, meratapi kepergiannya.

Ahjumma… Mianhae... Seharusnya aku menjaga Hyuna dengan baik…” Ucap Kyuhyun. Pria itu membungkukkan tubuhnya dihadapan Kim ahjumma yang masih terisak. Kemudian berbalik menuju ke peti yang berada ditengah- tengah ruangan itu.

‘Hyuna-ya.. Aku sangat mencintaimu, selamat jalan cintaku!’

Kyuhyun mengecup dahi gadis itu lama. Menyalurkan segala kerinduan dan kasih sayangnya pada jasad itu. Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah cincin dan menyematkannya di jari manis kanan gadis itu. Kemudian mengecup punggung tangan itu lembut.

‘Dimanapun kau berada, aku akan selalu menjaga sudut terdalam hatiku untukmu… I love you!’

Pria itu kembali membungkukkan tubuhnya, memberi penghormatan terakhirnya pada gadis itu. Namun, saat ia hendak berbalik menjauhi tempat itu. Tiupan angin yang hangat menerpa tubuhnya. Feromon yang begitu dirindukannya menyambangi indera penciumannya.

‘Aku juga mencintaimu, Kyuhyun…. Jaljayo..’

-Jika kau merindukanku, rasakan detak jantungmu. Karena aku akan hidup disetiap pompaan darah di tubuhmu-

End

Maaf yang sebesar- besarnya buat yang gak suka baca ff sad end. Huhuhu T.T ff ini terinspirasi setelah aku dengerin lagunya Kyu yang momment of farewell. Jadi hadirlah ff ini hohoho 😀

Tunggu yaaa karya aku selanjutnya… Paipai

Drabble- Oppa, are you normal?

Title: Oppa, Are You Normal?
Cast:
Cho Kyuhyun
Kim Hyuna (OC)
And other cast
Length : Drabble
Genre   : comedy romance
Rated    : PG 15

Matahari telah berdiri tegap memamerkan sinarnya pagi itu, membuat bulan pun enggan untuk menduduki singgah sananya. Menelusupi setiap sudut ruang, dan membangunkan seorang yang tengah asik bergulat dengan mimpinya.

‘Srettt…’

“Kyu ahh… bangun… ini sudah pagi….” ucap seorang yeoja.

“……..”

Merasa tak dihiraukan, lantas Hyuna pun menghampiri Kyuhyun yang masih berlindung dari balik selimutnya.

“Kyu ah… kyu…!!!” Sambung yeoja tadi sambil mengoncangkan tubuh pria jangkung itu.

‘Sreettt’

Sepasang tangan kemudian menarik tubuh yeoja itu dan terbaring disisi Kyuhyun.

“YAKKK!!, apa yang kau lakukan Kyu ah????” Teriaknya sambil memukul dada Kyuhyun yang tengah memeluknya.

“Bagaimana kalau kita ‘main’ lagi???” Bisik Kyuhyun menggoda.

“MWO!!!”

****

“Bagaimana semalam????” Tanya seorang yeoja kepada yeoja lainnya.

“Mwo??? Apa nya yang bagaimana???” Tanya yeoja itu kembali kepada yeoja tadi.

“Maksudku.. ‘itu’ loh…..” jawabnya sambil menggambarkan tanda kutip disisi kepalanya dengan kedua tangannya.

“Aww… YAK!!!!!” Jerit yeoja tadi saat sebuah jitakan mendarat mulus dan lancar di atas kepalanya.

“Waeyo??? Kenapa menjitakku???” Tanya nya lagi sambil mengusap kepalanya.

“Mwo??? Siapa suruh menanyakan hal yang seperti itu??? Atau, Hyuk oppa telah menularkan penyakit ‘ yadong’ nya padamu???” Jawabnya panjang lebar disertai pertanyaan.

“Anii…. hanya penasaran, otthe??” Tanya nya lagi.

“Mwo?? Penasaran?”

“Eumm, selama ini aku hanya mengetahui ‘teori’-nya saja” jawabnya santai.

“Mwo? Teori???”

“Ne….. tanpa sengaja aku membuka tablet Hyuk oppa dan…” ucap yeoja tadi panjang lebar dan tiba-tiba menutup mulutnya dengan telapak tangannya

“Upsss”

“Aigoo…. otak mu ini benar benar terkontaminasi.”

“Dan aku heran kenapa Siwon oppa mau dengan yeoja sepertimu….” lanjutnya lagi dan membuat yeoja itu mem-pout kan bibir tebalnya.

“Haneul ah….” teriak seorang namja tampan yang menghampiri mereka.

“Annyeong Hyunie…, kajja kita pulang neul ah…” ucap Siwon menarik Haneul pulang

“Ahh… ne, hyunie… kajja kita pulang bersama…” tawar Haneul pada Hyuna,

“Anii, gomawo… tapi Kyuhyun oppa akan menjemputku,” tolak Hyuna.

“Aigoo, dasar pengantin baru! Kalau begitu kami pulang dulu, kajja oppa… annyeong!!” Ucap haneul kemudian melambaikan tangannya dan menjauhi tempat yang tadi mereka duduki.

Hyuna merenungkan apa yang barusan teman temannya tanyakan,
‘Bagaimana semalam??’ ‘Apa PERMAINAN-nya mengasikkan??’ Dan semua pertanyaan lain menggelayut dipikirannya.

‘Kenapa semalam tak terjadi apa apa?? Apa Kyu oppa normal?’ Tanyanya dalam hatinya sendiri.

Sangat asiknya termenung, ia tak menyadari kalau Kyuhyun sudah berada dihadapannya. Saat menyadari kehadiran kyuhyun ia terlonjak kaget.

“Omoo!!! Aish oppa, mengejutkanku saja….”

Hyuna memandang wajah namja bermata elang itu lekat-lekat dan sedalam-dalamnya.

“M-mwo..????” Tanya Kyuhyun merasa risih dengan tatapan itu.

“Eh?” Jawab Hyuna singkat.

“Oppa…”
“Eum?? Mwo??”
“Apa kau normal??” Tanya hyuna polos.
“Mwo?” Kyuhyun membelalakkan matanya.
“Eum apa oppa normal??” Ulang Hyuna lagi.

“Mwo?! Kenapa menanyakan hal itu? Tentu saja aku normal.” Jawab Kyuhyun.
“Tapi…aku perlu…”
“Perlu apa?? Bukti?” Potong Kyuhyun yang hanya mendapat anggukan dari Hyuna.

“Kalau begitu aku buktikan sekarang…” ucap Kyuhyun sembari menarik tangan Hyuna.

“Ne????? Oppa… .” Belum sempat Hyuna menyambung kalimatnya Kyuhyun langsung menariknya menjauhi cafe dan memaksanya masuk kedalam mobil.

Dan bisa kita tebak apa yang terjadi di dalam mobil audi hitam R8 yang bergoyang itu.

                         ****

Kyuhyun POV

Readers!!!! (eh Kyu emang Blog ini punya readers???*plakk), semua yang kalian tebak salah! Kenapa?? Hyuna menghancurkan suasana karena seekor tikus putih. Tapi.. tikus itu memang sengaja kuletakkan untuk mengejutkannya –‘, namun kejahilanku itu mengacaukan suasana T.T, padahal kalian tau, sangat jarang kutemukan moment seperti ini.

Selama di perjalanan tak satupun diantara kami yang membuka pembicaraan.
Sesampainya dirumah kami masih diam.
Ohh… ayolah, apa yang harus aku lakukan…

                           ****
Hyuna POV

‘Aishh… baboya…’ batinku pun mengutuk diriku sendiri yang berkata kalimat yang tidak perlu ditanyakan itu. Kalau dia tidak normal mana mau dia menikahiku. Mungkin dia akan lebih memilih seorang namja tampan seperti sungmin atau Siwon oppa. Heh?! Apa sih yang kupikirkan?

“Oppa…” akhirnya kuberanikan diriku untuk membuka suara.
“Mwo?? Mau menanyakan hal itu lagi hah?!” Omo.. jawabannya itu mengerikan.

‘Kau akan benar-benar mati Hyuna ya….’
Sekarang aku benar benar hanya bisa mengutuk diriku sendiri, omoo… lihat tatapannya itu!!!

                     ****

Masih dalam suasana canggung kami berkonsentrasi dengan alat makan masing-masing. Huh… jelaskan caranya aku harus memulai percakapan ini, aku lelah harus bersikap canggung.

Biasanya aku selalu berkata ‘dasar setan bodoh’ atau ‘tuan berwajah jeruk purut!’ Atau ‘dasar babi game!’ Dan masih banyak atau yang lainnya.

“Kenapa kau senyum-senyum sendiri, mengerikan!” Ucapnya menghancurkan lamunan berkeping keping.

“Chogi….. .” Lanjutnya, formal sekali… tumben -.-‘ biasanya dia akan memanggilku ‘heii, kembaran iblis’ atau ‘hei nona mata segaris’ dan lain-lain.

“Eh??”
“Itu….. .”
“Itu??? Itu apa?”
“Emh.. itu loh, anu.. itu, apa??”
“Iya itu anu apa oppa??” Tanyaku mulai geram dengan maksud perkataannya.

“Ehmmm, anii tidak jadi…” ucap Kyu oppa sambil melanjutkan kegiatan makannya.

                    ****

“Oppa….” ucapku membuka obrolan.
“Mwo?”
“Eum,, apa yang ingin oppa tanyakan???”
“Oh, sudah kubilang tidak jadi.”
“Oh, ayolah jeruk purut beritahu aku.” Ucapku semakin jengkel.
“Shireo mata segaris.”

“Aku memaksa tuan jeruk purut!” Aku mendekat kewajahnya. Namun dia memalingkan wajahnya yang tidak rata seperti jeruk purut.

“Ayolah…. oppa.” Ucapku dengan nada sok manis, cih… menjijikan.

Namun dia tiba-tiba membalikkan wajahnya kehadapanku. Dan….

‘Cup!’

Tanpa disengaja kami berciuman, dan tak lama kurasakan sebuah lumatan. Belum sempat aku mencerna perlakuannya, dengan mendadak dia melepas ciumannya.

“Akan kubuktikan padamu sekarang chagii….. .” Bisiknya

“Mwo??”

“Bukti kalau aku normal.”

“MWO?!!”

Dia -Cho Kyuhyun- menggendongku ala ‘bridal Style’ ke kamar kami, meletakkanku diatas kasur ‘King Size’ dan kembali melumat bibirku.

Dan malam ini akan menjadi sangat panjang.

                      ******

Author POV

Matahari kembali bersinar dan menduduki singgasananya. Beberapa orang telah memulai rutinitasnya, namun ada juga yang masih melalui alam bawah sadar mereka. KyuNa couple masih terlelap akibat ‘Pertempuran’ mereka semalam.

“Eunghh….” lenguhan Hyuna saat ia benar benar telah sadar dari tidurnya.

Seorang pangeran tampan masih tertidur, menjelajahi alam tidurnya. Masih dengan memandangi Kyuhyun  Hyuna menelusuri setiap lekuk wajah Kyuhyun.

“Apa aku begitu tampan, sehingga kau memperhatikanku seperti itu hmm???” Tanya Kyuhyun sambil mengerjapkan kedua matanya. Sementara itu, lain halnya dengan Hyuna yang sibuk menutupi wajahnya yang kemerahan seperti kepiting rebus itu.

Kyuhyun yang memperhatikan tingkah laku istrinya itu, mencoba menarik selimut yang menutupi wajah ‘gadis’ itu.

“Wae?? Mukamu merah… hahaha” tawa Kyuhyun memecah keheningan kamar itu.
Sementara Hyuna hanya diam memperhatikan Kyuhyun yang tertawa dengan wajah sinisnya, merasa risih diperhatikan seperti itu, Kyuhyun menghentikan tawanya perlahan.

“Lihatlah wajahmu itu babiKyu, seperti jeruk purut, tidak rata.” Ucap Hyuna dengan nada setengah mengejek.

“Mwo? Apa katamu Nyonya titisan iblis… .”
“Yak!!” Teriak Hyuna sembari menarik indah rambut Kyuhyun.
“YAK!!! APPO?!” Kyuhyun tanpa disengaja mendorong Hyuna dan jatuh menindih tubuh ‘wanita yang bukan gadis itu’. Kyuhyun menatap intens, menelusuri tiap lekuk wajah gadis itu.

“W..wa..wae?”

“Bagaimana….. .”

“Shireo!” Ucap Hyuna memotong ucapan Kyuhyun, mendorong tubuh Kyuhyun dan berlari ke kamar mandi.

‘Brakkk’

Hyuna membanting pintu kamar mandi.

“Chagii…. ayo kita main lagi… .” Ucap Kyuhyun menggoda dari luar kamar mandi.

“SHIREO TUAN JERUK PURUT!”

END

Akhirnya… Drabble abal abal ini selesai juga.. puftt… *lap keringat. Drabble bungkus cabe ini –‘. Oh iya… belum kenalan. Naneun tria / Haneul imnida… 15 y.o … yaudah sekian dulu, maaf jika ada kesalahan kata kata atau apapun itu saya minta maaf. Annyeong \^•^/

     

Posted from WordPress for Android