Category Archives: angst

Not a Virgin??

image

Cast : Cho Kyuhyun, Kim Hyuna and other
Category : Romance, yadong, NC- 17

.
.
.

Sorry for everything…’
.
.
.

“Kyuhyun!”

Aku menatapnya, sudah satu minggu ini aku tak bertemu dengannya. Sebuah ketidak-tahuan dapat mengakibatkan kesalah-pahaman. Aku meninggalkannya, ketidak-tahuan membuatku salah paham. Aku sangat menyesalinya!

Mianhaeyo…

.
.
****
.
.

Flashback

.

“Jangan sentuh aku, jalang!” Mereka mendengus, berjalan menjauhiku. Membawa tangan kotor mereka pada tempatnya.

‘Aku benar- benar tertipu!’ Wajah polosnya mengecohku, dia sama saja dengan perempuan- perempuan yang tengah menjajakan diri mereka disana.

“Hey bro! What’s up??” Seseorang dengan suara yang tak asing menepuk pundakku.

“None of your bussiness man!” Aku mengacuhkannya. Dia duduk disebelahku dan memesan cocktail.

Waeyo? Bukankah ini malam pertamamu??” Dia menaik-turunkan alisnya. Aku mendengus dan kembali meneguk wine-ku.

“Bukan urusanmu, Hyung!” Dia terkekeh pelan. Meneguk minumannya yang baru saja dibuatkan bartender untuknya.

“Hahaha…” Dia tertawa. Aku kembali mendengus, dan mengerutkan alisku. Dasar aneh!

“…” Aku mengabaikannya yang terus berceloteh disampingku. Emosi meluluh lantakkan pikiranku.

“Heii, tuan muda Cho! Apa masalahmu?!” Dia menepuk pundakku.

“…” Aku terlalu malas menjawab pertanyaannya, dan tenggelam dalam segelas wine ditanganku.

“Heii, katakan sesuatu!” Ucapnya. Dia menggoyangkan pundakku.

“S-E-S-U-A-T-U!” Dia tertawa lagi. Kemudian meminum segelas cocktail ditangannya.

“Huh!!!” Aku menegak tetes terakhir wine ditanganku sebelum bergegas pergi dari tempat itu.

Aku berdiri dari kursi yang kududuki, dan berjalan menjauhi bar. Namun baru beberapa langkah, tangan Siwon Hyung menarik lenganku.

“Heii! Ayo ceritakan masalahmu padaku, mungkin itu akan membantumu…” Ajaknya. Aku berbalik dan melangkah pergi menjauhinya.

‘Aku tidak butuh bantuanmu!!’

****
.
.

Hari demi hari berlalu begitu saja, tanpa kusadari ini adalah hari ketujuh aku meninggalkan apartemenku dan jalang itu! Aku lebih memilih tak memikirkannya dan sibuk dengan pekerjaanku.

Tok… Tokk.. Tokk

“SIAPA?!” Bentakku. Aku memilih tak menoleh kearah pintu.

‘Krekk’

“Sudah kubilang, aku tidak ingin diganggu!”

“Kyuhyun, berani- beraninya kau membentakku!!”

Sial!! Aku telah membentak seseorang yang salah. Dan, dia akan melaporkan kelakuanku pada ibu dirumah.

“Maaf! Aku tak tahu kalau yang datang itu kau, kakak sepupuku!” Aku lebih memilih tidak menatapnya dan kembali keberkas- berkas dihadapanku.

“Karena aku sedang berbaik hati, jadi kau ku maafkan.” Dari sudut mataku, dia sedang duduk di sofa sudut ruangan ini.

“Ada perlu apa kau kemari, Haneul-ah??” Seharusnya aku tak perlu menanyakan hal itu!

“Kudengar dari Siwon oppa, kau sering sekali marah- marah dan menghabiskan malammu di club, padahal….” aahh…! Gotcha!

“Padahal kau sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di tempat itu lagi semenjak kau mengenal Hyuna!”

“Berhentilah menyebut nama itu dihadapanku!” Dia menatapku bingung dan terkejut.

“Kenapa??” Aku membenci satu kata yang terucap dari mulutnya itu.

“Sayangnya, itu bukan urusanmu!”

“Kenapa?? Dia istrimu kan?? Bahkan kalian baru satu minggu menikah!” Dia benar- benar bingung.

“Ya, dan hanya akan bertahan untuk beberapa hari kedepan!” Ucapku ketus.

Omonaa! Kenapa begitu Kyu?? Apa yang terjadi diantara kalian??”

“It’s none of your bussiness!” Dia terdiam sejenak. Apakah aku terlalu kasar padanya??

“Ayolah! Kyuhyun, cerita padaku. Aku tak pernah melihatmu semarah ini semenjak…”

“Jangan dilanjutkan!” Aku tidak ingin mengingatnya.

“Kalau begitu, ceritakan!” Aku menghela nafasku kasar.

“Ternyata dia sama saja dengan perempuan diluar sana…” Dia mengerutkan dahinya.

“Maksudmu??”

“Haruskah aku menceritakan kegiatanku yang paling ‘private’ padamu??” Dia mengangguk. Aku mengusap wajahku kasar.

“Apa ini ada masalahnya dengan ‘first night’ kalian??” Aku terkejut! Bagaimana dia bisa tau hal ini? Aku mengangguk pelan.

“Ya, sudah kuduga!” Dia menjentikkan jarinya keudara.

Waeyo??” Dia menggeleng prihatin padaku. Apa maksudnya???

“Seharusnya kau konsultasi dulu padaku….”

“Kenapa??” Yang benar saja?!

“Ya, mengingat aku adalah seorang konsultan….”

“Ya, Aku mengerti kau adalan seorang konsultan dalam bidang ‘Ehem- ehem’ itu..” Potong ku

“Jadi, ayo ceritakan padaku apa masalahmu!” aku menggeleng. Jujur, aku malas membicarakan hal ini.

“Bagaimana kau tahu aku memiliki masalah d bidang itu??”

Author POV

“Aku tau dari gelagatmu, tuan.” Haneul memperhatikan Kyuhyun. Tingkah yang ditunjukkan pria itu sama seperti pasien- pasiennya selama ini.

“Sekarang… Ceritakan padaku!” Kyuhyun masih enggan bercerita.

“Tidak! Aku sama sekali tidak memiliki masalah dengan hal itu, dan perkataanmu mengganggu privasi-ku.” Kyuhyun menyanggah pernyataan Haneul.

Aigooo, ceritakan padaku! I promise to not tell anyone…” Dia menatap Kyuhyun yang -Masih- dengan ekspresi bingungnya.

“Kyuhyun, aku yakin akan ada kesalahpahaman jika kau terus- terusan seperti ini!” Haneul mulai jengah.

“Ayo, ceritakan!” Kyuhyun menceritakan apa yang dialaminya. Haneul merasa sangat terkejut dan kasihan pada sepupunya itu.

“Astaga, Cho Kyuhyun! Bagaimana kau bisa berspekulasi bahwa she is not virgin anymore??” Dia menutup mulutnya.

“Ya… Kau tahu kan kalau…” Kyuhyun menggaruk- garuk kepalanya. Sulit sekali rasanya mengatakan hal yang begitu ‘Intim’ dengan wanita.

“Biasanya mereka akan berdarah saat pertama kali, bukan??” Haneul mendengus sebal.

Aigooo, Cho Kyuhyun! Kegadisan seseorang tidak ditentukan oleh berdarah atau tidaknya saat melakukan penetrasi!” Kyuhyun menatapnya bingung.

“Maksudmu?!”

“Beberapa wanita, mungkin dilahirkan tanpa selaput dara! Tapi itu bukan artinya  mereka tidak perawan!”

“Jadi, bagaimana caranya aku mengetahui dia gadis baik- baik atau bukan??” Kyuhyun mengerutkan dahinya. Pria itu marah, bingung dan sedih.

“Biasanya mereka akan merasa kesakitan, dengan kulit yang merona malu…. Kyuhyun! Mau kemana kau??” Haneul menggelengkan kepalanya, Kyuhyun telah menghilang dari balik pintu.

****

“Kyuhyun!”

Hyuna terkejut,  sementara sebagian dari hatinya menyuarakan kebahagiaan. Pria yang menghilang satu minggu itu telah kembali, dengan raut letih dan menyesalnya dia meminta maaf.

Mianhaeyo…

“Kyuhyun- ah! Gwaenchanayo??” Mereka berdua saling menatap, Hyuna sangat tidak mengerti. Mungkin, masalah ini begitu rumit untuknya. Kyuhyun menelan salivanya sebelum mengungkapkan apa yang diragukannya selama ini.

“Hyuna- ya saranghae!

End or TBC??

Holaa!!

Gimana ceritanya?? Gajekah???

Maaf kalau baru bisa publish sekarang! Soalnya aku sibuk banget dgn tugas”ku d sekolah yang udah numpuk! Hohoho

Kritik dan saran sangat dibutuhkan demi kelangsungan ff dan blog ini

Gamsha hamnida!

Posted from WordPress for Android

(Oneshoot) Then I Late

Tittle: Then I Late
Author: HaneulKim ( hanneulkim.wordpress.com )
Cast :
Cho Kyuhyun
Kim Hyuna (OC)
And Other Cast
Genre: Sad Romance Angst
Length: oneshoot
Rated: PG-15

Hohoho… Typo bertebaran, dan rada gak nyambung. just RCL ㅋㅋㅋ

Cekidot…

‘Saat setiap orang berteduh dari ribuan butir salju… aku masih berdiri disini, menantimu… musim semiku…’

*****

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      ****

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucap Kyuhyun pada seseorang yang tengah menjalin komunikasi dengannya.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap namja di sebrang sana.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap namja diseberang sana

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Kyuhyun.

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.” Ucap Kim JongWoon -kakak Hyuna-.

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“……”

“Mwo?!”

  *****

Flashback

Hyuna POV

Monday, 27  january 2014

Tepat satu minggu lagi, Kyuhyun menginjak usia 27tahun (umur Korea). Aku harus memberikan sesuatu yang istimewa, berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Entahlah aku rasa sesuatu akan terjadi dan aku harus memberikan sesuatu yang spesial dan membuat tahun ini berkesan untuknya.

‘Aku harap Tuhan masih memberikanmu berkah Nya agar kau masih bisa merasa kan sinar matahari pagi ulang tahunmu tahun ini, berikutnya, dan seterusnya…’

                         ****

Sengaja hari ini aku tidak menjawab teleponnya, pesan singkat ataupun Line chatnya. Karena aku sendiri sedang mempersiapkan sebuah kejutan untuk ulangtahunku dan dia.

Susunan cake dietalase terlihat sangat menggiurkan, aku rasa kue itu sangat enak untuk diberikan pada Kyuhyun… walaupun masih beberapa hari lagi, aku rasa lebih cepat akan lebih baik karena aku merasakan sesuatu akan terjadi padaku, entahlah… sekarang yang penting hanya berpikir positive.

Saat sedang asyik memilih kue, aku merasakan seseorang tengah menepuk pundakku.

“Annyeong Hyunie ya…. .” Ucap namja yang menepuk pundakku tadi memamerkan ‘Gummy Smilenya’.

“Hyukie ah… apa kabar?” Tanyaku. Anehnya dia langsung memelukku.
Dengan sekuat tenaga aku melepas pelukannya.

“Waeyo Hyukie ah???” Kutanyakan hal ini pada HyukJae saat kedua matanya menatap sendu diriku.

******

Author POV

“Kyuhyun ah…. bisakah kau jemput eomma di cafe biasa..?” Tanya eomma Kyuhyun dari seberang Line telepon.

“Ne, eomma … tapi kenapa tidak minta jemput supir saja? Aku masih ada urusan eomma … .”

“Mwo?! Kau tega menolak permintaan eomma-mu ini?”

“Ne… baiklah… tunggu aku disana…”

                    *****

Seorang yeoja tengah berusaha melepas pelukan seorang namja yang memeluknya. Dan menatap namja itu sendu.

“Waeyo Hyukie ah??” Tanya yeoja itu.

“Aku membutuhkan seseorang untuk curhat… Hyunie ah… .” Ucap namja tadi kepada Hyuna.

“Baiklah ceritakan padaku saja.” Ucap Hyuna dan menarik Hyukjae keluar dari kafe tersebut.
Tanpa mereka sadari seorang namja tengah mengawasi mereka dari balik mobil audinya itu.

“Tak kusangka kau seperti itu Hyuna ah….”

                    ******

Senja tengah menyambut bulan yang siap berdiri tegak ditengah hamparan langit malam. Namun seorang yeoja dan namja masih duduk manis di pinggiran sungai han.

“Jadi… kau putus dengan kekasihmu itu..?” Tanya Hyuna

“Ne, padahal aku masih sangat mencintainya….” ucap Hyuk dengan nada sendu.

Melihat sosok dihadapannya tengah bersedih lantas Hyuna menepuk-nepukkan punggung namja itu.

‘Chuuu’

Namun dengan tak terduga Hyukjae malah mencium bibir Hyuna.

“JADI INI YANG KAU LAKUKAN DIBELAKANGKU?!” teriak seorang namja tampan bertubuh tinggi itu.

“Kyuhyun…” desis seorang yeoja menatap namja yang sedang menatap intens dengan mata elangnya itu, meluapkan seluruh amarahnya.

“NEO MICHIOSEO?!” ucap namja bernama Kyuhyun itu dengan nada tinggi.

“Oppa, tunggu…. dengarkan aku dulu….” ucap yeoja tadi menarik tangan Kyuhyun, namun karena tenaga Kyuhyun lebih kuat daripada gadis itu, ia terjatuh ke hamparan aspal saat Kyuhyun menghentakkan tangan gadis itu dan segera berlalu dari hadapan gadis itu.

“Oppa, tunggu…. ini salah paham..”

                      *******

Kyuhyun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tanpa menghiraukan keselamatan dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.

‘Brukkkk’

Kyuhyun meluapkan emosinya dengan kecepatan mobilnya yang sangat cepat tanpa sadar ia menabrak sebuah pohon dipinggir jalan akibat menghindari seorang tuna netra yang menyebrang malam itu.

                      ******
Wednesday, 29 January 2014

“Nyonya… kumohon berikan aku kesempatan untuk bertemu dengannya….” ucap seorang yeoja dengan nada memelas.

“Andwe!! Karena kau Kyuhyun seperti ini?!, aku yakin Kyuhyun-pun tak ingin menemuimu!!”

“Tapi nyonya…. .”

Kalimat Hyuna terhenti saat melihat seorang namja bertubuh tinggi itu muncul dari balik pintu.

“Kyu…., gwaenchana???” Tanya Hyuna saat mata mereka berada dalam satu pandangan.

Gadis itu sangat khawatir atas keadaan namja itu, tangan kirinya terbungkus benda putih. Dan menandakan namja itu tidak sedang ‘baik-baik’ saja.

“Tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi… pergi!!!!” Ucap Kyuhyun penuh emosi.

“Tapi Kyu….. .”

“PERGI” ucap Kyuhyun masih dengan nada yang meninggi.

“Tapi……”

belum sempat Hyuna melanjutkan kalimatnya Kyuhyun sudah membanting pintu rumahnya.

“Kyu maaf….”

*******

Gadis itu berjalan sendirian di tengah hamparan sinar rembulan. Bahkan sebuah rasa sakit mampu mengalahkan rasa takut dalam dirinya..
Tanpa ia sadari beberapa orang namja berpakaian preman mengikutinya dari belakang, sementara ia masih terus berjalan gusar.

‘Tap…. tap….’

Dia mulai menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya. Dia berbalik dan betapa terkejutnya ia saat dua orang namja meringkusnya secara tiba-tiba.
Dengan tenaga seadanya ia berusaha melepaskan genggaman kedya preman itu, berlari meninggalkan mereka, namun ia lari ke tempat yang salah.

Dia terus berjalan mundur, namun tanpa ia sadari ia telah berada di pinggiran sungai han.

“Mau apa kalian?!” Tanya Hyuna panik.

“Kami hanya ingin tubuhmu nona…. .”

“Mundur kalian!!!! Atau…. .”

‘byurr’

Hyuna terjatuh kedalam aliran sungai yang sangat dingin di musim salju. Preman yang terkejut dan panik berlari meninggalkan Hyuna yang tidak bisa berenang. Sekuat tenaga yang tersisa ia berusaha berteriak, namun suhu air yang sangat dingin membuat ia lumpuh.

‘Byurrr….’

seorang namja yang tak asing baginya rela bergelayut dengan air yang dingin, demi menolongnya.

“Hyuk” ucap Hyuna disisa kesadarannya.

“Bertahanlah….. .”

itulah kata terakhir yang didengarnya sebelum semuanya menjadi gelap.

****

Thursday, 30 january 2014

Tak satupun yang memamerkan sebuah ukiran senyuman, melainkan sebuah isakan yang melambangkan sebuah berita duka.

Gadis itu, terbaring lemah tak berdaya, bertarung melawan maut. ‘Hipotermia’ dia lah yang bertanggung jawab atas alam bawah sadar gadis berparas jepang itu.

“Hyuna bangun sayang… eomma disini.” Ucap Ny. Kim dengan nada sendu. Berharap sesuatu keajaiban muncul.

Seolah malaikat sedang mendengar, Hyuna tersadar dari alam mimpinya.

“Eomma…. .”

“Ne… eomma di sini chagi…”

“Kyu…. kyu…. .” Ucap Hyuna terbata bata, berusaha menyebutkan sebuah nama.

“Kyuhyun?” Tanya eomma nya.

“Eum” jawabnya seadanya, dengan nada yang seadanya.

“Wae? Kyuhyun waeyo??” Tanya eommanya bingung kenapa gadis itu justru memanggil Kyuhyun.

Belum sempat gadis itu menyampaikan setiap kalimat yang memenuhi otaknya, alam bawah sadarnya telah lebih dahulu menguasai dirinya.

“Hyuna… hyuna ya… .” Tanya eommanya khawatir.

Bunyi bunyi memekikkan telinga mulai terdengar. Sebelum dokter akhirnya mulai memeriksakan keadan gadis itu.

‘Then i sleep again…..’

 
                      ******

Kyuhyun POV

Monday, february 03 2014

‘Saengil Chukkae Kyuhyun oppa’

“Dasar yeoja tak tau malu.” Desisku saa  membuka sekotak cake yang bertuliskan kata kata indah itu. Namun, karena sipengirimnya, membuat cake itu menjadi tidak istimewa bahkan menjijikkan.

‘Sreet ….’

Langsung saja aku buang cake itu ke tong sampah yang berada dihadapanku.

                  ******

‘Dddrrrrt…… dddrrrt….’

Ponsel ku terus berdering, bisa aku tebak itu dari siapa, dan apa tujuannya.

“Kyuhyun…. ah, kumohoon temuilah adikku…. .” Cercah namja di seberang sana saat aku mengangkat telponnya.

“Aku tidak peduli hyung…. meskipun kau katakan dia akan mati….”

‘Tiit…..’

Langsung aku putus hubungan telepon kami. Sudah tiga hari belakangan Jongwoon Hyung terus menghubungi ku. Tidak adik, tidak kakak suka sekali mengacaukan ketenangan hidupku.

Aku rasa aku tidak berlebihan kan? Namun aku tidak yakin dengan apa yang ku ucapkan tadi. Entahlah, aku bahkan bingung dengan diriku sendiri.
Ada yang aneh, sebuah hal yang mengganjal pikiranku.

Dari pada harus pusing memikirkan gadis itu, lebih baik aku bersenang-senang. Inikan masih hari ulang tahunku….

         *******

Monday, 10 february 2014

Sudah satu minggu berlalu, Jongwoon Hyung masih tanpa rasa bosan terus menghubungi ku. Hey…. adiknya yang berselingkuh, kenapa harus aku yang menemuinya duluan??? Bahkan semenjak malam aku mengusirnya dia tidak menghubungiku memelas sebuah permintaan maaf.

‘Ddrrrtttt…… dddrtt’

Ponselku lagi dan lagi berdering Jongwoon Hyung, nama itulah yang terus tertera di layar ponselku.

“Mwo?! Apa lagi hyung…, bukannya semua sudah jelas?! Aku tidak membutuhkannya lagi!!” Ucapku dengan nada sedikit meninggi.

“Memang kau tidak… tapi dia membutuhkanmu…” ucap Jongwoon Hyung.

“Cih… gadis munafik itu?! Ternyata appa benar… dia tak pantas untukku…” ucap Kyuhyun dengan nada meremehkan.

“Munafik?! Beraninya kau bicara seperti itu tentang yeodongsaengku…” ucap Jongwoon Hyung emosi.

Hey!!! Seharusnya aku yang emosi disini.

“Memang begitulah dia…, kalau tidak ada lagi yang ingin dibicarakan akan kumatikan….” ucap Ku

“Tunggu dulu…. .”

“Mwo?! Cepat katakan jongwoon Hyung.”

“Kumohon temui Hyuna.”

“Shireo!! Jika dia membutuhkanku, kenapa harus kau yang memintaku menemuinya… kenapa tidak dia sendiri…. .”

“Itu… karena….”

“Karena, dia sekarat Kyu, dia membutuhkanmu…. waktunya tidak lama lagi…. .”

“Mwo?!”

“Dia terkena Hiportemia….”

*******

Flashback Off

“Mwo??”

“Apa maksudmu Hyung?”

“Dia tak dapat menstabilkan suhu tubuhnya…. bahkan jantungnya sempat berhenti berdetak….. .”

‘Deg…. .’

Jantung Kyuhyun berdetak semakin kencang, tubuhnya mematung mendengar untaian demi untaian kalimat Kim Jongwoon.

“Dia sempat sadar sepuluh hari yang lalu…., dia terus memanggil namamu, dan kembali tak sadarkan diri hingga detik ini… Dokter bilang, jika ia terus seperti ini…. .”

“Hyung hentikan.” Potong Kyuhyun saat Jongwoon menjelaskan keadaan adiknya panjang lebar.

“Eoddiga Hyung? Eoddi??”

“Seoul Hospital….”

*******

Kyuhyun POV

‘Dia membutuhkanmu Kyu…..’
‘Kyu dia sekarat…..’

‘Dia…. benar benar mencintaimu….’

Setiap kata kata Jongwoon hyung terus terngiang di kepalaku, persetan dengan kecepatan dan tangan kiriku. Yang dipikiranku hanya menemuinya.

Sesampainya dirumah sakit aku langsung berlari menuju salah satu ruang ICU.

Dengan nafas terengah engah aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit ini, hingga akhirnya aku bertemu dengan Jongwoon Hyung. Suasana diruangan itu sangat mencekam, yang kulihat seorang yang tubuhnya telah tertutup selimut rumah sakit, dan Ny. Kim tengah histeris memandang ke arah tempat itu.

“Hyung……..”

“Kyu…. kau terlambat…..”

‘And now i go…..’

             *****

Tuesday, 11 february 2014

Upacara pemakaman telah usai. Namun, aku masih belum menyadari ia telah pergi… aku terlambat… terlambat menyadari aku sangat mencintainya, nafasnya menjadi morfin bagiku, candu dan akan sakit jika tak merasakannya… namun aku terlambat. Dan aku merasa bodoh karena tidak mempercayainya.

Naneun Kyuhyun, Hyuna saranghanda….

‘You are never late… because iam here… be a part of your heart….’
Continue reading