If There’s No Sun

image

Pict from google

.
.

‘Lawan kata dari kematian
bukanlah kehidupan, tapi adalah prosesnya. Dimana kehidupan itu sendiri akan terus berlangsung’ Edited Deddy C. -HitamPutih-

.

.

Recomended song : Elvis Castello(Nothing Hill)- She

.

.

‘Ibu selalu menyayangimu…’

.

.

“Sayang… Kumohon bertahanlah, demi aku dan anak kita…” Dua orang itu saling bergandengan tangan.

“Aku ingin berbicara sedikit padanya, apa boleh??” Wanita itu membelai punggung anaknya yang berbaring diatas tubuhnya.

“Ya, tentu saja!” Gumam pria itu. Wanita itu mulai berbicara, meskipun sangat sulit untuknya.

“Sayangku…” Dia menarik nafas dan tersenyum, airmata tertahan di pelupuk matanya.

“Mungkin, Ibu tidak bisa menyampaikan padamu setelah kau besar nanti…”

“Jangan bicara begitu, kau akan bertahan…” Tanpa memperdulikan pria itu, sang wanita menyambung kalimatnya.

“Tapi, Ibu akan menyampaikan padamu sekarang…” Dia menarik nafasnya lagi.

“Jangan memilih makanan, jangan jadi anak yang nakal, jangan tidur terlalu malam, rajinlah menabung, mandilah setiap hari….”

“Ibu bukanlah orang yang pintar, jadi nanti kau harus rajin belajar. Carilah teman, tidak banyak juga tidak apa- apa. Yang penting kau memiliki teman yang dapat dipercaya dan mempercayaimu…” Suaranya semakin melemah.

“Jangan meminum alkohol sebelum waktunya, jangan meminumnya terlalu banyak nanti kau bisa sakit…” Dia tersenyum lemah, air matanya menetes.

“Mungkin Ibu terlalu banyak berbicara, tapi masih ada beberapa hal lagi yang akan Ibu sampaikan…” Dia tersenyum lagi.

“Yang pertama, sayangilah Ayahmu seperti Ibu menyayangimu…” Wanita itu menatap prianya. Mereka saling melempar senyum.

“Yang kedua, jangan permainkan perasaan perempuan. Karena, Ibu ini juga perempuan…” Pria itu tergelak.

“Yang ketiga. Jika kau ingin mencari pasangan, carilah wanita yang baik. Yang lebih baik dari Ibu, yang bisa menjagamu dan mendampingimu seumur hidupnya…” Dia tersenyum lagi, menghirup sebanyak mungkin oksigen yang dia bisa.

“Yang terakhir, jangan terlalu dekat dengan paman yadong. Jika kau besar nanti pasti kau akan mengerti…” Dia menatap prianya dengan penuh harap.

“Jaga dia untukku, sayang! Aku mencintaimu…” Pria itu mempererat tangannya.

“Tentu saja! Kami akan merindukanmu, seorang istri dan Ibu yang sangat cerewet…” Beberapa orang yang berada disana menahan airmata haru-nya.

“Sayangku…” Wanita itu mengelus punggung anaknya dengan penuh kasih sayang.

“Tak perduli dimanapun kau berada, tidak perduli apakah langit masih berbintang, atau matahari tak lagi bersinar, dan bumi berhenti berputar, ingatlah bahwa….” Dia menarik nafas pelan.

“Ibu selalu menyayangimu…”  Dia menutup matanya, gerakan tangannya juga berhenti, genggaman tangannya melemah.

Dia sudah pergi…

“Ya, kami juga menyayangimu…”

.
.
.
.

End

.
.
.
.

Hai, gimana short story-nya?? Merasa pernah baca-kah?? Atau melihatnya di salah satu serial tv??

Kalau iya, karena cerita ini juga terinspirasi dari sebuah manga dan anime dengan judul dan episode yang sama. Meski anime itu tidak bertemakan keluarga, tapi ada sebuah scene yang menceritakan proses kelahiran tokoh utamanya. Saat itu, ayah dan ibunya sedang sekarat. Dan sang ayah meminta ibunya untuk menyampaikan pesan- pesan untuk anaknya disaat dewasa nanti, semua yang disampaikan ibunya merupakan hal- hal kecil yang berguna. Dan semuanya itu sangat mengharukan, bahkan membuatku meneteskan air mata haru. Tapi, begitulah kasih sayang ibu pada anaknya.

Seperti kasih sayang Ibu kita pada kita… Tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya, mungkin hanya cara penyampaiannya saja yang berbeda dan kadang- kadang juga tidak tepat.

Jadi, sayangilah mereka selama kita masih dapat memeluknya, sebelum matahari tak lagi bersinar, atau sebelum bumi berhenti berputar, dan sebelum ia atau kita nanti berpulang kepada Sang Pencipta.

Setiap detiknya berharga, bahkan lebih berharga dari 1 ton berlian….

Maaf jika kata- kata ku ini terkesan menggurui, tapi aku juga masih mencoba untuk belajar… Hehehehe

Sampai jumpa di cerita atau FF yang lain ya…

With Love,

.

HanneulKim.

Posted from WordPress for Android

4 thoughts on “If There’s No Sun

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s