The Reason part. 6 -Engaged-

thereasoncover

The Reason Chapter 6
Author :
• HanneulKim
Title :
• The Reason Chapter 6 (Engaged)
Category :
• Friendship, Yadong, NC-17,Chapter
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hyuna (OC/ Bukan HyunA 4minute ya… eh tapi, tergantung pemikiran kalian deh.. hehe J)
Other cast :
• Lee Sungmin
• Choi Siwon
• Find other
Warning!!! Typo bertebaran…. Siapkan hati dan fikiran anda… terutama kantong muntah…

Happy reading Guys :*

“Masa kanak- kanak bukan karena dilahirkan bagi usia tertentu dan pada usia tertentu anak bertumbuh, dan meninggalkan hal- hal kekanakan. Masa kanak- kanak serupa kerajaan, dimana tak ada yang meninggal.” –Edna St. Vincent Millay- Breaking Dawn-


Pria kecil itu menangis keras. Dia ingin berlari, namun tangan dan kaki yang terikat menyempitkan ruang geraknya. Dia hanya bisa diam dan menangis melihat kejadian dihadapannya.

“Eomma… jangan eomma… hikss” Suara kecilnya bergetar, menandakan dia sedang sangat takut.

“Diam kau, Kyuhyun! Atau eomma akan berbuat kasar padamu!” wanita paruh baya itu mulai menyuntikkan sebuah cairan pada IV yang tergantung pada tiang disudut tempat tidur.

“Ahra… maafkan eomma sayang! Eomma tak ingin kau menjadi jahat seperti eomma!” Suara wanita itu lembut dan menipu. Dia memperdalam suntikkannya.

‘tiitt…’

Suara dengungan memekakkan telinga terdengar begitu nyaring. Kyuhyun yang notabene-nya belum mengerti hanya bisa memejamkan kedua matanya. Pria kecil itu tidak tau apa yang terjadi saat itu. Yang dia tau hanya saat dia membuka mata, dia melihat ibunya tengah berbisik padanya.

Sebuah kalimat yang menjadi sebuah alasan yang membuat segalanya menjadi berantakan, dimasa depannya.

‘Jangan percaya pada satupun wanita, Cho Kyuhyun!’


Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Namun, pria itu lebih terlihat seperti tengah lari marathon bila dilihat dari butiran keringat yang menetes pada dahi lebarnya. Dia menghela nafasnya, menetralisir degupan jantung yang terus menghantuinya. Kemudian, pria itu menghapus keringat pada dahinya.

Kenangan kelamnya dimasa lalu terus menjadi bunga tidurnya. Entah faktor apa yang membuat pria itu seakan kembali mengulas lembaran usang yang melukai hidupnya, begitu dalam.

Kyuhyun mendudukkan tubuh jangkungnya. Mengalihkan pandangan pada tirai putih yang menghalangi pandangannya. Dia menghela nafas lagi, perasaan bimbang melingkupi hatinya. Akankah ia membagi lukanya pada gadis itu?? Atau menyimpannya sendiri seolah tak ada yang terjadi?? Dia pun tak tahu apa yang harus ia lakukan. Selama ini dia bisa mempercayainya karena dialah satu- satunya perempuan yang mampu ia percayai.

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi disudut kamar, mencoba melunturkan kebimbangannya dengan guyuran air dingin pada kulit pucatnya.
.
.
Suara dentingan antara sendok, garpu dan piring menggema diruang makan pagi ini. Meramaikan suasana hening yang sangat kental. Ya, sarapan pagi hari itu masih seperti biasanya, hening dan bersahaja sebelum sang kepala keluarga memecah keheningan.

“Sayang, bagaimana persiapan pertunangan Kyuhyun??” Pria tua itu bertanya pada wanita yang mungkin jauh lebih muda darinya mengenai pertunangan putra mereka. Pertunangan Kyuhyun yang hendak dilaksanakan empat hari lagi.

“Semuanya sudah beres, yeobo.. Tinggal bagaimana tradisi yang akan dilaksanakan oleh Kyuhyun.” Pria itu menganggukkan kepalanya ringan dan menatap Kyuhyun yang –sepertinya-tidak- peduli atau tidak- mengerti- tentang apa yang mereka bicarakan.

“Kyuhyun! Bagaimana dengan mengunjungi makam nenek, ibu dan kakakmu?? Apa kau sudah melaksanakannya??” Kyuhyun menatap ayahnya.

“Haruskah aku melakukan itu??” Ucapnya.

“Tentu saja, kau harus meminta restu dari mereka!” Jelas ayahnya. Kyuhyun mungkin sedikit keberatan dengan satu tradisi itu.

“Kau juga harus membawa Hyuna bersamamu, jangan lupa kunjungi juga makam nenek dan kakenya!” Tambahnya lagi. Sebenarnya, tak ada yang salah dari tradisi itu. Yang salah adalah kehidupan masa kecilnya yang membuatnya harus berfikir ulang untuk terdorong lebih dalam. Yang akan membuat hidupnya lebih sulit lagi.


‘Jangan percaya pada satupun wanita, Cho Kyuhyun!’

Pria kecil itu terdiam, membiarkan otaknya memprogram apa yang diucapkan ibunya begitu saja. Dia tentu sama dengan anak- anak lain, mempercayai ibunya bagaimanapun kondisi yang tengah terjadi. Anak- anak akan selalu mengikuti apapun instruksi ibunya. Begitulah hukum alam!

Wanita itu kembali berjalan mendekati putrinya yang tengah terbujur kaku. Meskipun suhu tubuhnya masih hangat, namun jiwanya telah direnggut paksa dari tubuh mungilnya. Artinya dia telah tiada. Wanita itu mengusap surai coklat putrinya lembut, kesedihan tersirat dari matanya yang memerah.

“Kyuhyun sayang, maafkan eomma. Eomma tak bisa membawamu bersama kami sayang, karena kau sangat mirip dengan wajahku! Dan itu akan selalu mengingatkannya tentang kehadiranku dan Ahra! Selamat tinggal sayang…” Wanita itu berbaring disamping jasad putrinya dan meneguk sebuah cairan bening.

Dia tertidur dalam damai, meninggalkan Kyuhyun yang mungkin belum mengerti apa yang terjadi saat itu dalam diam. Lelehan tangis dipipinya mengering, dia masih diam hingga suara pintu yang terbuka, menampilkan wajah terkejut ayahnya.

“Kyuhyun!! Apa yang terjadi?!” Pria itu sungguh terkejut. Sebuah pemandangan dimana Kyuhyun dengan tangan dan kaki yang terikat, suara dengungan pendeteksi detak jantung dan yang terakhir… Jikyung-ibu Kyuhyun- yang tengah tertidur disamping putrinya.

“Kyuhyun!! Katakan pada Appa, apa yang terjadi?!”Pria itu setengah berteriak pada Kyuhyun. Mendekati putranya dan melepaskan satu per satu ikatan yang melekat pada tubuh putranya. Kemudian dia mendekati ranjang rumah sakit, dimana anak dan mantan istrinya tengah terbaring damai. Mendengar bunyi dengungan yang terus menggema, pria itu lantas berlari keluar mencari bantuan. Pria itu meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam dalam keterpurukannya.

Ayahnya kembali dengan beberapa orang berseragam putih. Mereka tampak panik dan sibuk dengan dua jasad yang terbaring damai diatas ranjang. Pria tua itu lantas membawa Kyuhyun keluar setelah mendengar intruksi dari salah satu orang tadi. Membawa pria kecil itu pada kursi tunggu yang terdapat diluar ruangan.

“Kyuhyun!! Katakan pada appa, apa yang terjadi didalam???” Suaranya menyiratkan kekhawatiran yang mendalam.

“Eomma bilang, dia akan pergi bersama noona….” Jawab Kyuhyun apa adanya. Pria itu mengusap wajahnya kasar. Dia terlihat begitu frustasi sekarang.

Salah satu dokter keluar dengan wajah yang mungkin tampak sangat menyesal. Pria berseragam putih itu mendekati Kyuhyun dan ayahnya yang tengah saling menatap.

“Maaf tuan Cho, istri dan putri anda telah berpulang kepada- Nya…” Appa Kyuhyun terdiam mematung. Sementara Kyuhyun kecil tengah mencerna kalimat dokter itu.

‘Kata Ssaem.. meninggal itu artinya orang yang kita sayang akan pergi kesebuah tempat yang sangat jauh. Dan kita tak akan pernah bisa menemuninya lagi selama- lamanya…’


Kyuhyun duduk diam dengan semua pikiran yang melingkupi hatinya. Pria itu sedang mengatasi ke-galau-annya tentang tradisi keluarga itu. Dia tak mungkin akan terus terpuruk dalam kenangan masa kecilnya, bukan? Pria itu telah berjanji akan berubah demi segalanya. Termasuk pengorbanan satu- satunya wanita yang bisa ia percayai.

Kyuhyun melangkah gontai menuju pintu kamarnya. Pria itu menatap kearah jendela sebentar sebelum melanjutkan langkahnya yang tertunda. Kali ini tekadnya sudah bulat, dia harus mengalahkan masa lalunya dan mulai menyusun rangkaian masa depan yang baru.
.
.
Hyuna melangkah dengan cepat, kaki pendeknya cukup bisa diandalkan. Menuruni tangga merupakan sesuatu hal yang juga cukup sulit untuk dilakukan, mengingat kaki- kakinya yang kecil itu. Tapi yang ada difikirannya bukanlah kaki- kaki pendeknya itu, melainkan seseorang yang dirindukannya.

Jantungnya berdetak cepat, seakan ingin lepas dari tempatnya. Pria itu terlihat sangat tampan, mungkin bertambah tampan sejak terakhir kali dia menemui pria itu dua hari yang lalu. Matanya tak berniat untuk berkedip, menikmati pemandangan indah di hadapannya.

“Hyuna- ya…” Panggilnya. Pria itu memamerkan senyum manis yang membingkai rahang tegasnya.

“Mworago????” Tanya Hyuna dingin. Gadis itu mencoba untuk sedikit menekan rasa rindu yang ingin diluapkannya pada pria yang tengah berdiri sejauh ± 3 meter darinya itu. Sementara pria itu hanya terkekeh pelan, dan berjalan mendekati Hyuna.

“Tidakkah kau merindukanku??” Godanya. Hyuna menundukkan kepalanya saat pria itu semakin mendekat kearahnya.

“Menjauhlah dariku, Cho Kyuhyun!” Hyuna mundur selangkah saat Kyuhyun berada dihadapannya.

“Kenapa?? Apa salahku, sayang???” Hyuna mendengus mendengar nada suara Kyuhyun yang terdengar menjijikkan. ‘Apa pria itu juga mengumbar suara yang seperti itu saat bersama Sungmin??’ pikirnya.

“Entahlah…” Jawabnya dingin. Hyuna memilih berlalu dari hadapan Kyuhyun. Namun, tangan pucat itu menghentikan langkahnya dengan menarik salah satu lengan Hyuna.

“Tunggu dulu! Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat….” Kyuhyun menarik tangan Hyuna menuju kearah dapur. Mereka berpamitan pada seorang yeoja paruh baya yang tengah sibuk dengan peralatan dapurnya.

Eommonim... bolehkan aku meminjam Hyuna sebentar?? Ada suatu hal yang harus dilakukan…” Ucapnya sopan. Wanita paruh baya itu menghentikan kegiatannya dan menatap mereka.

“Bagaimana jika kalian makan siang dulu?? Ibu sedang memasak sesuatu…” Tawar ibunya. Kyuhyun melirik kearah arloji yang tersemat dipergelangan tangan kirinya. Jam masih menunjukkan pukul 9 pagi.
“Ah… kami tidak akan lama, eommonim. Hanya satu hal kecil yang harus dilakukan sebelum pertunangan, tradisi keluarga Cho!” Ibu Hyuna mengangguk.

“Baiklah, tapi jangan pulang lebih dari jam 2 siang.. arraseo??” Kyuhyun mengangguk. Pria itu membungkukkan tubuhnya sebelum menarik Hyuna yang mematung dari tempat itu.
.
.
“Kenapa kita kesini, Kyu??” Tanya Hyuna saat mereka telah sampai pada sebuah tempat pemakaman umum di pinggiran kota Seoul.

“Kita harus meminta restu dari nenek dan kakekmu, sayang!” Jawab Kyuhyun. Pria iru masih sempat menggoda gadis disampingnya itu dengan sebutan ‘Sayang’ yang terdengar menjijikkan.

Hyuna masih larut dalam fikirannya. ‘Pria itu mengajaknya ke pemakaman untuk meminta restu?? Apakah itu salah satu tradisi dikeluarga Cho yang dikatakannya??’. Karena terlalu larut dalam pikirannya, Hyuna bahkan tak sadar jika mobil yang ia tumpangi telah terparkir rapih di parkiran pemakaman. Kyuhyun membukakan pintu sisi penumpang dan membangunkan gadis itu dari alam khayalnya.

“Ayolah… tak ada waktu untuk berfikir lagi, aku sudah berjanji pada ibumu untuk pulang saat makan siang…” Kyuhyun mengamit lengan gadis itu setelah melepaskan safety-beltnya.

Mereka berjalan beriringan menuju komplek pemakaman yang penuh rumput hijau nan indah, meskipun image duka dan mengerikan masih sedikit melekat. Hyuna menatap sekelilingnya, dia sedikit lupa dimana letak pemakaman nenek dan kakeknya mengingat dia tak pernah memperhatikan sekitarnya saat mengunjungi kakek neneknya saat tahun baru.

Namun Hyuna tampak begitu kagum saat Kyuhyun mengajaknya ke makam nenek dan kakeknya yang berdampingan. Kyuhyun masih sangat ingat letak persis makam kedua orang yang telah tiada itu.

“Kyuhyun, bagaimana kau masih bisa mengingat letak makam kakek dan nenek??” Tanyanya takjub. Binar kagum terpancar dari matanya yang bulat namun sipit itu(?).

“Itu tidak penting, sayang. Yang penting sekarang, kita beri hormat dan meminta restu dari kakek dan nenek!” Hyuna mendengus sebal. Namun, akhirnya mereka membungkuk hormat bersama- sama sebelum Kyuhyun menyatakan niat dan meminta restu dari kedua orang yang telah tiada itu.
.
.
“Kyuhyun! Bukankah kita langsung pulang?? Kenapa kesini??” Kyuhyun menghentikan langkahnya. Dia menghembuskan nafasnya kasar sebelum berbalik menatap Hyuna yang terus berada dibelakang tubuhnya.

“Kenapa??” Hyuna mulai khawatir dengan minimnya respon yang Kyuhyun berikan. Pria itu terlihat sedang memikirkan sesuatu sebelum menjawab Hyuna dengan senyumannya yang terkesan sedikit dipaksakan.

“Kita harus kemakam Eomma dan noona dulu, kita juga harus meminta restu dari mereka..” Kyuhyun kembali menarik Hyuna menuju ke dua makam yang berdampingan. Kyuhyun terlihat sedikit kaku saat mereka telah benar- benar sampai dihadapan makam itu.

“Kyuhyun…” Hyuna bergumam. Dia meneliti Kyuhyun yang tampak sedikit kaku bila dibandingkan ketika mereka berada di makam kakek dan nenek Hyuna.

Kulit yang membungkus tengkoraknya kini kian memucat. Hyuna menarik salah satu tangan Kyuhyun dan menggenggam tangan itu erat. Kyuhyun tersentak pria itu beralih menatap Hyuna. Gadis itu tersenyum lembut saat menatapnya. Kyuhyun menguatkan dirinya untuk membalas senyuman itu.

“Annyeonghaseyo, eomma, noona!” Kyuhyun dan Hyuna membungkuk dihadapan ledua makam itu. Kyuhyun kembali diam, pria itu mencoba menghalau luka dihatinya sekaligus merangkai kalimat yang akan dia ucapkan.

“A… ak..” “annyeong, ahjumma… ani… eommonim. Annyeong eonnie. Naega Kim Hyuna imnida..” Hyuna memotong kalimat Kyuhyun dan memperkenalkan dirinya sendiri. Kyuhyun melirik kearah Hyuna dan gadis itu kembali tersenyum.

“Maafkan kami, baru mengunjungi makam kalian sekarang…” Hyuna membungkukkan badannya lagi. Kyuhyun hanya diam mematung.

“Pria disampingku ini tak pernah memberitahukanku mengenai tradisi keluarga Cho…” Hyuna menyikut lengan Kyuhyun yang sedari tadi membeku.

“Mianhae, eomma…” Kyuhyun membungkuk juga. Pria itu masih bingung dengan apa yang akan dikatakannya. Hyuna menggenggam tangan Kyuhyun lembut, mengalirkan semangat bagi Kyuhyun.

Pria itu mulai memperkenalkan Hyuna sebagai sahabat sekaligus calon istrinya. Pria itu tak lupa meminta restu unruk rencana pernikahan mereka.


23 desember 2014

Kediaman keluarga Kim terlihat ramai, suasana kekeluargaan yang kental sangat mendominasi rumah itu. Diruang keluarga, terlihat sebuah pohon natal dengan ukuran yang cukup besar menghiasi sudut ruangan. Pohon itu terbingkai dengan aksesoris cantik khas perayaan natal.

Beberapa orang mungkin akan berfikir bahwa malam itu tengah merayakan hari natal. Namun, pada kenyataan orang- orang disana tengah berkumpul untuk merayakan natal sekaligus melaksanakan pertunangan. Siapa lagi kalau bukan putri semata wayang keluarga mereka, Kim Hyuna.

Gadis itu sendiri tengah sibuk mengatur detak jantungnya sendiri. Tangan mungilnya sibuk memegangi bagian dada kirinya yang terus berdebar. ‘aku benar- benar harus memeriksakan jantungku sekarang…’ Pikirnya. Dia terus mengambil nafas dalam- dalam, sesekali memperhatikan penampilannya dihadapan kaca yang berukuran cukup besar didalam kamarnya.

Dia terlihat begitu cantik dan dewasa dengan gaun merah yang membalut tubuh kecilnya. Kaki- kakinya yang pendekpun terlihat sedikit panjang dengan tumpuan stilleto hitam pemberian ibunya.

“Kamu cantik kok, sayang…” Gadis itu menoleh kearah seorang wanita paruhbaya yang terhitung 7 hari lagi akan menjadi ibu mertuanya. Wanita itu tersenyum dibalik kulitnya yang mulai keriput.

“Ahh, ahjumma…” Hyuna tersipu malu. Pipinya terlihat lebih memerah daripada kepiting yang tengah direbus. Nyonya Cho tertawa pelan melihat reaksi yang diberikan calon menantunya itu.

“Jangan panggil aku ahjumma… panggillah aku eomma, sayang..” ucapnya lembut pada Hyuna. Gadis itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Mereka langsung berpelukan.

“ayo kita turun sekarang…. Kyuhyun telah menunggumu dibawah…” Hyuna mengangguk dan mereka berjalan beriringan.
.
.

“Cho Kyuhyun!” Seorang namja berparas imut itu menghampiri Kyuhyun, dan menepuk pundaknya pelan. Kyuhyun berbalik dan tampak terkejut dengan namja yang menghampirinya tadi.

“Hyung! bagaimana kau bisa sampai disini??” Kyuhyun memberikan tinju pelannya dipundak pria itu, kemudian mereka berpelukan.

“Tentu saja naik pesawat, bodoh! Tidak mungkinkan aku berjalan kaki kesini?? Jarak antara Korea selatan dan Amerika cukup jauh, bocah!” ucap pria tadi saat mereka melepas pelukan.

“Hahahaha! Kau terlihat lebih tinggi sedikit sekarang! Berapa banyak tisu yang kau pakai didalam sepatumu??? Yakk appo!” Kyuhyun meringis saat pria itu melayangkan tangan mungilnya ke kepala Kyuhyun.

“Makanya jangan sembarangan bicara, dasar?!” Kyuhyun memamerkan deretan giginya pada pria itu.

“hahahahahaha… Ryeowook Hyung, kau datang bersama siapa kemari..?? seingatku kau tidak pernah tau alamat ini, semenjak SMA kan kalian tidak pernah akur…” Tanyanya. Ryeowook hanya menggaruk belakang kepalanya.

“Itu….”
“Oppa!” sebelum Ryeowook menyelesaikan kalimatnya, seorang yeoja datang menghampiri mereka.

“Ah… Cho Kyuhyun! Bagaimana kabarmu??” Suara cempreng gadis itu mengembara diudara. Sementara Kyuhyun terlihat terkejut dan memperhatikan penampilan gadis itu dari ujung kaki sampai ke kepalanya. Dia merasa tak asing dengan gadis dihadapannya itu.

“Kau… sepertinya aku mengenalmu..” Ucap Kyuhyun. Gadis itu tersenyum saat Kim Ryeowook melingkarkan lengannya dipundak gadis itu.

“Tunggu dulu…” Kyuhyun berfikir sejenak. Mengingat masa- masa SMA mereka, gadis ini tampak mirip dengan salah satu teman dekat Hyuna saat itu.

“Kau Haeun kah?? Dan kalian… kalian pacaran??” Kyuhyun begitu terkejut saat mereka berdua menganggukkan kepalanya.

“Ohh… aku terkejut!” Mereka tertawa mendengar penuturan Kyuhyun. Kata terkejutnya berbanding terbalik dengan wajahnya yang datar.

“Kami juga terkejut saat menerima undangan itu, terlebih lagi melihat nama pasanganmu disana…” Ujar gadis itu.

“Ya… Ceritanya benar- benar panjang!” Ungkap Kyuhyun. Mereka tertawa dan berbincang mengenai masa- masa sekolah mereka.

“Bagaimana kalian bisa menjalin hubungan?? Bukankah kalian seperti ‘Tom and Jerry’ dimasa SMA??” Tanya Kyuhyun. Keduanya hanya diam dan tersenyum padanya.

“Ya… Ceritanya benar- benar panjang!” Jawab Haeun menirukan kata- kata Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun mendengus sebal dan pasangan itu tertawa. Kemudian mereka kembali bernostalgia. Mengingat masa- masa sekolah menengah atas itu.

“Kyuhyun, lihat itu… Apakah dia benar- benar Hyuna?” Ucap Kim Ryeowook saat melihat kearah tangga.

“Dia benar- benar cantik dan terlihat dewasa…” Puji Haeun melihat gadis itu menuruni tangga bersama Nyonya Cho. Sementara Kyuhyun hanya memberikan respon yang sangat biasa, mungkin hanya sedikit tatapan sayang yang ia berikan.

“Ya.. begitulah.” Jawab Kyuhyun seadanya. Hal itu membuat Haeun dan Ryeowook saling berpandangan. Mereka terlalu bingung dengan respon yang diberikan Kyuhyun.
.
.
“Kyuhyun…” Gadis itu memandangi cincin yang melekat indah dijari manisnya. Benda itu begitu berkilau ditengah malam yang tertutup salju.

“Hmmm??” Kyuhyun menjawabnya dengan bergumam. Pria itu sedang berkelahi dengan alam bawah sadarnya.

“Cincinnya cantik…” Puji gadis itu. Kyuhyun menoleh padanya dan tersenyum simpul.

“Tentu saja, bahkan kau saja kalah cantik…” Ucapan Kyuhyun membuat Hyuna mendengus sebal.

“Ya! Terserah.” Jawabnya singat yang membuat Kyuhyun kembali tertawa.

“Aku bercanda, eoh! Tentu saja lau sangat cantik hari ini…” Bisik Kyuhyun ditelinganya. Hal itu membuat jangtungnya berdebar cukup kencang. Namun, dalam sekeja[ berubah saat pria itu melanjutkan kalimatnya.

“Sama sekali tidak mirip dengan Hyuna, bahkan aku sempat mengira bahwa kau adalah ibuku…” Hyuna mendengus.

“Jadi maksudmu, aku seperti ibu- ibu??” Dengus Hyuna sebal. Pria itu tertawa pedih, mengingat sosok yang sangat dirindukannya sekaligus bagian dari masa kecilnya yang kelam. Mereka berdua akhirnya memilih diam saat tak ada satupun yang ingin melanjutkan pembicaraan.

“Kyuhyun…” Panggil Hyuna pelan. Kyuhyun menoleh, membuat pandangan mereka bertemu dalam satu garis lurus.

“Ada apa??”

‘Benarkah kau sanggup untuk belajar mencintaiku???’ Hatinya berseru. Namun, gadis itu lebih memilih diam dan menyimpan apa yang memenuhi hati dan fikirannya.

“Haruskah aku mulai memanggilmu oppa??” Pertanyaan yang –tanpa sengaja- keluar dari mulutnya membuat Kyuhyun terkikik pelan.

“Itu terserah padamu, tapi kumohon… kau tetaplah menjadi dirimu yang apa adanya..” Ucapan Kyuhyun membuat atmostfer udara disana menjadi bertambah dingin.

‘Akankah kau tetap menerimaku, bila aku menjadi diriku yang apa adanya??’

‘Aku akan menjadi diriku yang apa adanya, menjadi diriku yang mencintaimu…’

Bersambung…

Annyeonghaseo…
Gak terasa udah part. 6 aja hahahaha… padahal dulunya ff ini bakalan end di part 5 atau 6. Aku gak nyangka kalau ff ini akan memiliki part yang lebih banyak… hahahahaha
Bytheway, part 6 ini merupakan part terpanjang dan terlama yang pernah kutulis. Bayangkan… biasanya aku cuman bisa nulis 1600- 2020 kata, dan dipart ini mencapai 2808 kata…
Aduh udah gak tau mau ngomong apa lagi…–‘ yaudah aku boleh gak minta saran buat part- part selanjutnya?? Aku butuh saran agar ff ini menjadi lebih baik dilain hari (untuk saran ataupun kritik kalau bisa jangan disampaikan dalam kata- kata kasar ya…), hohoho..

Oh ya, mohon maaf yang sebesar- besarnya karena baru ngirim ff ini *bow, soalnya kemarin filenya sempat hilang dan akhirnya copy-annya ketemu hehehe

buat ff sambungan tell me Why?? akan segera dipublish hehehe

See you in part. 7 :* ;*

4 thoughts on “The Reason part. 6 -Engaged-

  1. gaemdyorin30

    Akhirnya dinext, kyuhyun itu gak peka ya kalau hyuna itu mencintai dia. Semoga kyuhyun menyadari kalau hyuna cinta beneran sama dia, semoga kyuhyun juga cepet2 cinta sama yuna ditunggu lanjutanya cepet dinext ya eon 🙂

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s