The Reason chapter. 4

image

Anak laki- laki berpakaian serba hitam itu tersenyum disisa- sisa tangisannya. Tangan kanannya tengah menggandeng seorang anak perempuan yang berusia sedikit lebih muda. Mereka berdua tersenyum sambil melangkahkan kaki mendekati keramaian.

Tentunya bukan keramaian yang biasa, keramaian disana dapat diartikan dalam suasana lain. Dimana semua orang berkumpul untuk membagi duka. Dimana kita juga dapat merasakan kesepian ditengah keramaian. Bisa disebut juga acara pemakaman.

Tak sedikit yang bersedih, termasuk Kyuhyun. Dia harus kehilangan ibu dan kakak perempuannya diusia muda. Dia sempat menangis dan menyendiri, namun seorang gadis kecil datang dan menghiburnya. Membuatnya melupakan dukanya untuk sesaat.

“Hyuna-ya… Kau darimana saja sayang??” Seorang wanita paruh baya itu menghampiri Kyuhyun dan gadis kecil bernama Hyuna itu. Beliau menampakkan raut khawatirnya pada bocah kecil yang tengah menggenggam tangan Kyuhyun.

“Eomma!! Lihat, namanya Cho Kyuhyun!!” Ucap anak kecil itu tanpa mengindahkan pertanyaan ibunya. Wanita itu menoleh kearah Kyuhyun yang tersenyum malu- malu padanya. Hati wanita itu sedikit tersentuh melihat Kyuhyun yang tengah tersenyum ditengah dukanya.

“Tentu saja eomma mengenalnya, sayang! Dia kan tetangga kita..” Hyuna membulatkan bibir mungilnya sambil menganggukkan kepalanya.

“Jadi, aku bisa bertemu Kyuhyun setiap hari??” Tanyanya dengan mata berbinar. Ibunya mengangguk dan tersenyum pada mereka.

“Cha… Kita harus memberi salam pada Cho ahjussi dulu…” Ucap wanita itu dan menggiring mereka pada kedua orang pria yang tengah berbincang.

“Appa..” Hyuna melepaskan genggaman tangannya pada Kyuhyun dan mendekati salah satu pria berpakaian serba hitam itu. Namun, Hyuna berbalik lagi dan menggandeng tangan Kyuhyun. Menarik pria kecil itu mendekat dengan Ayahnya.

****

“Hei!! Kau mau kemana?!” Kyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku jacketnya. Memandang Hyuna yang sedang berlari kecil melewati rumahnya. Kyuhyun mendengus sebal saat tidak mendapat tanggapan dari perempuan itu.
“Yak!! Hyuna-ya!!” Mau tidak mau Kyuhyun harus mengejar gadis itu yang tidak menggubrisnya. Kyuhyun terus mengikuti gadis itu dari belakang.
“Hyuna-ya!!” Kyuhyun akhirnya berlari mendekati gadis itu. Menarik tangannya dan membuat Hyuna menghentikan langkah kaki pendeknya. Namun, Hyuna masih diam menatap lurus kearah jalanan. Lebih memilih mendengarkan lagu dari balik earphone yang menggantung ditelinganya.
Chankaman….” Kyuhyun menarik earphone itu dan mendapatkan tatapan mematikan dari gadis itu.
Wae?!” Hyuna berteriak kesal dihadapan Kyuhyun.
“Aniya…” Jawab Kyuhyun santai. Hyuna menghembuskan nafasnya kasar dan pergi berlalu dari hadapan Kyuhyun. Pria itu mengikutinya lagi.
“Maaf, Kyu! Aku sedang tidak dalam mood untuk… Hei!! Apa yang kau lakukan?!” Ucapnya saat Kyuhyun tiba- tiba menarik tangannya menuju mobil sedan yang terparkir cantik dihalaman rumah Kyuhyun.

“Ayo kita jalan- jalan!” Kyuhyun memaksa Hyuna untuk masuk kedalam mobilnya. Sementara gadis itu hanya mengerutkan wajahnya saat pria jangkung itu menutup pintu penumpang.
Suasana hening menemani mereka selama perjalanan. Hyuna hanya diam memandang butiran- butiran salju yang memenuhi torotoar. Kyuhyun lebih memilih berkonsentrasi pada jalanan yang cukup ramai. Hyuna yang kalut pada dunianya yang akan berubah tak lama lagi.
Ban mobil yang berhenti membuat Hyuna sadar akan lamunannya. Gadis itu menatap Kyuhyun yang keluar dari mobilnya, dan membukakan pintu penumpang untuknya. Hyuna hanya diam menatap Kyuhyun yang membawanya ke pinggiran sungai Han yang sedikit membeku.
“Turunlah, sayang!” Hyuna mengerutkan dahinya mendengar kata ‘sayang’ dari Kyuhyun. Pria itu mengulurkan tangannya pada Hyuna, gadis itu terdiam sebentar sebelum menerima uluran tangannya.
Wae?” Gumam gadis itu, Kyuhyunmenundukkan kepalanya menatap Hyuna.
“Kenapa kau membawaku kesini, Cho Kyuhyun??” Kyuhyun tersenyum pada Hyuna, kemudian memandang kearah sungai Han.
“Berteriaklah!!” Ucap Kyuhyun. Pria itu masih memandangi sungai Han. “Berteriaklah!” Ucapnya sekali lagi, dia memandang Hyuna yang mengerutkan dahinya. Gadis itu memngisyaratkan ‘Untuk apa??’.
“Ayo kita berteriak bersama, membuang semua masalah dan biarkan mereka ikut membeku bersama air sungai…” Pria itu memandang Hyuna.
“Dan memulai sesuautu yang baru bersama- sama!” Lanjutnya. Hyuna merekahkan senyumannya, dan memamerkan deretan gigi putihnya.
“Kajja!!” Jawab Hyuna antusias dan menarik Kyuhyun untuk lebih mendekat dengan aliran sungai.
“AKU MEMBENCIMU, CHOI SIWON!!!!”
“SEMOGA KAU BERBAHAGIA DISANA!!! AKU MEMBENCIMU!!!!” Dia berteriak dengan lantang, mengeluarkan segala perasaan yang mengganjal dihatinya. Dia berbalik dan menatap Kyuhyun yang tersenyum padanya.
“Sudah lebih baik??” Tanya Kyuhyun. Gadis itu mengangguk dan memeluk tubuh berisi Kyuhyun.
“Sangat… Aku sangat baik, Kyu! Terima kasih…” Ucapnya disela- sela pelukannya. Kyuhyun mengusap rambut dengan sayang.
“Ya… Aku menyayangimu!”

****

“Kyuhyun…” Kyuhyun menolehkan kepalanya pada gadis itu dan tersenyum lembut. Kemudian mencoba kembali fokus terhadap jalanan.
“Mwo??”
“Apa kau yakin??” Kyuhyun menolehkan kepalanya sekali lagi. Pria itu mengerutkan dahinya, sedikit bingung dengan pertanyaan yang ditembakkan oleh Hyuna.
“Maksudmu??”
“Tentang.. ehm pernikahan itu, apa kau yakin Kyu?” Tanyanya. Hyuna mengenggam tangannya sendiri, bersiap- siap dengan segala jawaban yang Kyuhyun berikan. Pria itu menoleh lagi kepada Hyuna. Kyuhyun tersenyum dan terkekeh pelan sebelum menjawab pertanyaan gadis itu.
“Tentu saja, sayang… kalau aku tidak yakin, mana mungkin aku melamarmu didepan ayahmu, eoh?!” Jawaban Kyuhyun membuat senyumannya merekah, dia merasa cukup atau sangat puas dengan jawaban Kyuhyun.
“Terima kasih, Kyu..”
“Untuk?? Kurasa aku yang perlu berterima kasih padamu…” Hyuna menatap Kyuhyun yang masih sibuk dengan konsentrasinya pada jalanan, meminimalisir kemungkinan kecelakaan.
“Karena kau selalu ada untukku, karena kau selalu mengerti aku…. dan semua yang telah kau berikan padaku, Kyu!” Ucapnya panjang lebar. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum simpul pada gadis itu.
“Ya…. Karena kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, dan aku juga terima kasih atas semua yang kau berikan padaku, aku menyayangimu, Hyuna-ya!” Gadis itu sedikit tertegun dengan kalimat Kyuhyun. Terutama saat pria itu berkata ‘adik’ ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Kyuhyun mengusap rambutnya penuh kasih sayang, seperti yang biasa pria itu lakukan padanya.
“Nah… Sekarang kita harus bersiap- siap!” Kyuhyun memecahkan lamunan singkat Hyuna. Gadis itu menoleh dan menatap Kyuhyun dengan alisnya yang menyatu.
“Kemana?? Kita akan kemana, Kyuhyun oppa??” Tanya Hyuna dan tak lupa membuat nada manja pada akhir pertanyaannya. Kyuhyun tertawa dan mengacak- acak rambut gadis itu yang membuat Hyuna mendengus sebal.
“Hari ini appa akan keluar dari rumah sakit, tidakkah kau ingin menjenguk ‘your father in law’ yeobo??” Hyuna memutar bola matanya mendengar nada Kyuhyun saat berkata ‘yeobo’. Pria itu hanya terkikik pelan melihat respon yang diberikan Hyuna. Tanpa Kyuhyun sadari, gadis itu mengeluarkan smirknya.
“Tentu saja, sayangku…” Ucapnya dengan nada yang terdengar…… euh, menjijikkan. Mereka tertawa sepanjang perjalanan.
“Hyuna-ya….” Hyuna menoleh pada Kyuhyun setelah menghabiskan sisa tawa mereka. “hmm” Gumam gadis itu menjawab panggilan dari Kyuhyun.
“Ehm… itu… anu…” Kyuhyun kehilangan kata- katanya. Dia lupa cara untuk menyampaikan sesuatu yang ingin ditanyakannya pada gadis itu.
“Anu-nya apa??” Hyuna menoleh dan menatap Kyuhyun dengan curiga. Pria itu mulai salah tingkah dan kembali memikirkan kalimat yang pas untuk disampaikannya pada gadis itu.
“Ehm…. Undangan itu,”
“Undangan apa, Kyu?” Dia mulai memikirkan undangan yang dikatakan oleh Kyuhyun. Sesuatu yang berhubungan dengan undangan yang mungkin dilupakan gadis itu. Kyuhyun menggaruk belakang telinganya yang mungkin tidak gatal.
“Pernikahan….” Gumam pria itu, dan mencoba kembali fokus pada kegiatan mengemudinya.
“Ohhh, itu! Pernikahan Siwon oppa kan??” Jawabnya santai. Perubahan sikap gadis itu membuat Kyuhyun merasa sedikit bingung. Saat dia marah, tiba- tiba saja dia bisa menjadi orang yang lemah lembut.
“Y-ya… apa kau lupa??”

“Tentu saja tidak… tapi,” Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya menunggu lanjutan kalimat dari ‘calon istrinya’ itu.
“Tapi… bukankah kita harus menjenguk ‘ayah mertua’ sekarang??” Gadis itu menekankan kata- kata pada akhir kalimat tanyanya pada Kyuhyun.

“Kau tidak berniat untuk menghadiri acara pernikahan itu kan??” Kyuhyun mengerutkan dahinya, memandang gadis itu penuh tanya. Hyuna hanya tertawa pelan dan menonjok pelan lengan berisi Kyuhyun.

“Tentu saja tidak, Tuan Cho! Aku bukan pengecut… tapi sungguh, menjenguk ayahmu lebih penting saat ini.” Kyuhyun terkekeh pelan mendengar jawaban gadis itu.

“Oh ya…? aku sungguh terharu!” Ucap Kyuhyun. Mereka berdua tertawa sepanjang perjalanan.

****

“Appa!!!” Teriak gadis kecil itu menghampiri kedua orang pria yang tengah berbincang, meski salah satu dari pria itu tengah menampilkan wajah dukanya yang tak tertahankan. Seseorang yang dipanggil appa tadi menoleh dan tersenyum melihat putri kecilnya yang sedang menggandeng anak laki-laki, dan istrinya tengah menghampiri mereka.
“Appa… Hyuna dapat teman baru! Namanya Kyuhyun!” Ucap gadis itu saat tiba dihadapan ayahnya. Pria itu tersenyum dan menatap Kyuhyun yang tengah berdiri dibelakang putrinya.
“Benarkah?!”Hyuna mengangguk ceria dan mendekat kearahnya. Pria itu berjongkok menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu.
“Ayah, siapa ahjussi itu??” Bisiknya. “Dia Cho ahjussi, ayahnya Kyuhyun!” Jawab ayahnya sambil berbisik juga. Hyuna menatap ayahnya takjub dengan tatapan yang seolah mengatakan ‘benarkah??’. Pria itu mengangguk dan tersenyum.
“Cah… sekarang beri salam pada ahjussi!” Hyuna tersenyum saat Ayahnya menarik tangannya untuk mendekati pria tadi.
“Annyeonghaseyo ahjussi…”Hyuna membungkukkan tubuh mungilnya dan tersenyum tiga jari.
“Annyeonghaseyo, siapa namamu gadis manis??” Tanya Ayah Kyuhyun pada Hyuna.
“Naneun Hyuna imnida! Bolehkah aku berteman dengan Kyuhyun??” Tanyanya to-the-point. Ayah Kyuhyun tertawa pelan dan mengusap rambut gadis itu.
“Tentu saja! Bahkan jika menjadi menantuku kelak, akan kuizinkan!”


Hyuna meremas tangan kirinya, sementara tangannya yang lain tengah digenggam erat oleh pria disampingnya. Entah apa yang dirasakannya rasa takut, gugup, dan mungkin sedikit bahagia. Mereka berdua berjalan beriringan menelusuri koridor rumah sakit menuju ke ruangan dimana ayah Kyuhyun dirawat.
Sementara Hyuna sibuk dengan rasa cemasnya, Kyuhyun tetap tenang. Pria jangkung namun berisi itu lebih memilih memikirkan kata- kata yang akan diucapkannya. Kyuhyun terus menggenggam tangan yang terasa dingin itu hingga kedepan pintu ruang perawatan.

“Kyu, tunggu!” Hyuna menghentikan langkahnya tepat sebelum Kyuhyun memutar handle pintu putih itu.

“Kenapa??” Kyuhyun berbalik, menatap gadis yang tengah terlihat gugup itu.

“Tidak apa- apa, aku hanya sedikit gugup..” Ucapnya dan tersenyum. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan terkekeh sebelum akhirnya membuka pintu ruang rawat inap itu.

Krekkk

Pintu ruangan yang terbuka itu menampilkan sepasang pria dan wanita tua yang tengah bercengkrama, sang pria tengah terbaring diatas ranjang dan wanita itu dengan setia mendampinginya. Suara derit pintu menyadarkan mereka berdua. Pria tua itu tersenyum saat melihat siapa yang datang.

Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam, Hyuna yang berjalan dibelakangnya menundukkan sambil kepala. Gadis itu terlalu canggung dengan suasana saat ini.
“Selamat datang, menantuku…”


Kau terlihat seperti kepiting rebus! Hahahaha.” Kyuhyun tertawa sambil membukakan pintu penumpang. Gadis bergaun biru itu hanya mengerutkan wajahnya mendengar Kyuhyun yang terus menggodanya.

“Huh! Diam kau Tuan Cho!” Dia mendengus sebal dan masuk kedalam mobil, meninggalkan Kyuhyun yang terus mentertawakannya. Merasa kesal dengan Kyuhyun, dia membuka kaca mobil dan menarik ujung jas abu- abu yang dikenakan Kyuhyun dengan kuat. Membuat pria yang tengah asyik tertawa itu hampir jatuh kehilangan keseimbangannya.

“Ya, ya ya…. kita berangkat sekarang, haha!” Kyuhyun masih sempat tertawa melihat tingkah lucu Hyuna saat ia mulai merasa kesal.

“Cepatlah!!! Aku tak ingin terlambat, Kyu!”

“Siap, Nyonya…” Kyuhyun menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari tempat itu. Selama perjalanan, tak ada satupun yang ingin memulai percakapan. Mereka berdua lebih memilih diam dan sibuk dengan urusan masing- masing. Kyuhyun dengan kemudinya dan Hyuna tentang kunjungannya dirumah sakit tadi, yang membuat Kyuhyun terus mentertawainya.

***

“Selamat datang, menantuku…” Pria tua itu tersenyum pada Hyuna, membuat gadis itu mendongakkan kepalannya yang sedari tadi menunduk. Dia memamerkan senyuman kakunya.

“Ba- bagaimana kabarmu, ahjussi???” Tanyanya. Nada gugup gadis itu sangat terbaca. Kyuhyun hanya menahan tawa melihat tingkah gadis itu. Pria tua itu tersenyum ramah menatap Hyuna yang masih enggan menatapnya.

“Tentu saja aku baik… sangat baik, apalagi saat aku menerima kabar putraku akan menikah….” Jawabnya dan tersenyum. Hyuna masih menunduk dan terdiam, ini bukan gayanya.

“Sayang…” Bisik Kyuhyun. Hyuna menoleh kearahnya dan menatap bingung. ‘Apa?!’ Kyuhyun melampirkan tangannya kebahu Hyuna. Hyuna melebarkan matanya kearah Kyuhyun, kemudian menyikut pinggang pria itu dengan tangan kanannya. Kyuhyun semakin mengeratkan tangannya di bahu gadis itu.

“Tak perlu sungkan, sayang… Dia juga akan menjadi ayahmu!” Hyuna menjauh dari Kyuhyun yang terus saja menempel kearahnya.

“Aigoo, kalian sangat mesra, aku jadi iri!” Mereka menghentikan tingkah mereka saat suara Ayah Kyuhyun dan kekehan pelan ibunya menyela.

“Sepertinya mereka sudah tidak sabar lagi, yeobo!” Kini giliran ibu Kyuhyun yang bersuara. Hyuna kembali menundukkan kepalanya, wajahnya memerah!
.
.
Mereka semua berbincang, Kyuhyun dan ayahnya sedang membicarakan masalah perusahaan. Hyuna dan ibu Kyuhyun sibuk dengan obrolan perempuan. Hyuna sesekali menunduk malu, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah saat ibu Kyuhyun menggodanya. Ditengah- tengah obrolan, Kyuhyun mengajak Hyuna untuk pulang. Mereka harus bersiap untuk menghadiri upacara pernikahan Siwon.

“Appa! Kami pulang…” Kata Kyuhyun. Pria tua itu tersenyum dan menatap mereka lembut.

“Ya, aku mengerti! Anak muda selalu punya alasan untuk selalu berduaan…” Hyuna memerah, menundukkan kepalanya.

“Ahjussi… cepat sembuh eoh!!” Hyuna membungkukkan badannya, begitu pula dengan Kyuhyun. Saat Hyuna hendak membalikkan tubuhnya, dengan tidak sengaja dia menyandung tiang penyangga ranjang rumah sakit. Itu membuatnya limbung dan hampir terjatuh, beruntung Kyuhyun menangkapnya sebelum tubuh cantiknya mendarat dilantai marmer putih itu.

“Aigooo, lain kali hati- hati. Jangan terlalu tergesa- gesa, pernikahan kalian pasti akan dilaksanakan.” Ucapan pria tua itu membuat Hyuna memerah. Bukan karena sakit yang tidak seberapa, namun malu yang tak tertahankan. Betapa cerobohnya dia!!

bersambung…

akhirnya part.  4 ini dipublish juga… huft…

ff ini aku publish akibat ke-galau-an yang melanda karena FlyiNC akan ditutup T.T

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s