The Reason Chapter 2

 

The-Reason-poster-picsay

Author :
• HanneulKim
Title :
• The Reason Chapter 2
Category :
• Friendship, Yadong, little yaoi, NC-21, Chapter
Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hyuna (OC)
Other cast :
• Lee Sungmin
• Find other
Warning!!! Typo bertebaran…. Siapin hati dan fikiran anda… terutama kantong muntah…

Happy reading Guys :*

“Kyuhyun!! Jangan tonton televisinya!!!” Ucap Hyuna ketika memasuki pintu kamar Kyuhyun. Namun gadis itu terlambat, Kyuhyun telah menghidupkan televisinya yang menampilkan sebuah berita yang dia tak ingin Kyuhyun melihatnya.

‘Putra bungsu pemilik CYH enterprise, Cho Kyuhyun. Dikabarkan tengah menjalin sebuah hubungan terlarang dengan seorang aktor drama musikal bernama Lee Sungmin. Namun, dalam lain kesempatan, sebuah berita mengatakan Sungmin akan menikahi seorang aktris bernama Kim Saeun. Akankah berita itu sebuah kebohongan atau hanya sebuah sensasi yang dibuat untuk meningkatkan popularitas Lee Sungmin? Namun, beberapa bukti menyatakan Cho Kyuhyun dan Sungmin memang benar- benar menjalin sebuah hubungan spesial yang terlarang…. Tit..’

Hyuna mematikan televisi layar datar itu. Kyuhyun hanya diam menatap Hyuna, pria itu bingung dengan apa yang terjadi. Di lain sisi, pria itu juga takut dengan hal- hal yang akan terjadi selanjutnya karena penayangan berita itu. Bagaimana sikap keluarganya jika mengetahui hal itu. Kyuhyun takut dunia akan meninggalkannya bila semuanya terungkap.
Hyuna dan Kyuhyun hanya diam dan saling menatap. Suasana hening melingkupi kamar itu hingga sebuah suara memecahkan keheningan.

“Cho Kyuhyun!! Kemari kau!!” Suara berat sang Ayah menggemparkan seisi rumah keluarga Cho. Sementara itu, Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam mengisyaratkan Hyuna agar memberitahunya apa yang harus Kyuhyun lakukan saat itu.

“Turunlah, Cho Kyuhyun. Aku akan menemanimu….” Ucap Hyuna dan menggandeng lengan pria itu agar ikut turun dengannya.

****

Pria tua itu menatap Kyuhyun dengan nafas yang memburu. Matanya yang berkerut itu menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun hanya diam dan menundukkan kepalanya. Sementara itu, Hyuna menggenggam tangan Kyuhyun yang terasa dingin untuk menenangkkannya.

“Apa benar semua itu??!!” Pria tua itu memelankan suaranya, mencoba menahan emosinya yang membuncah. Sementara itu Kyuhyun hanya diam dan masih menundukkan kepalanya.

“Jawab aku, Cho Kyuhyun!!! Apa itu benar??”

“Ya, appa. Berita itu memang benar!! Aku memang mencintai Sungmin!!” Ucap Kyuhyun dengan suara yang bergetar.

‘Plakk’

“Yeobo….”

“Ahjussi….” Ucap Hyuna, dan ibu Kyuhyun serentak saat melihat sebuah tamparan keras menghampiri pipi kiri Kyuhyun. Pria itu mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.

“Aku tak tahu apa yang harus kulakukan denganmu, Cho Kyuhyun!! Kau benar- benar membuatku malu!!! Enyalah kau dari hadapanku!!” Kyuhyun dan semua orang yang ada diruangan itu menatap ayahnya Kyuhyun terkejut, terutama Hyuna.

“Ahjussi… Jaga bicaramu!!” Ucap Hyuna pelan.

“Kau, anak kecil tau apa?!” Ucap Ayah Kyuhyun tegas dan menatap gadis itu tajam.

“Ahjussi yang tidak tahu apa- apa tentang Kyuhyun… Bukan aku…” Hyuna diam dan menundukkan kepalanya. Sudut matanya mengeluarkan air mata, dia terlalu sedih jika mengingat hal yang menimpa sahabatnya itu.

Flashback

“Kyuhyun!!!” Seorang yeoja bertubuh tidak terlalu tinggi itu menghampiri Kyuhyun.

“Hey!! Apa kau tak mendengarku?? Tunggu aku, eoh!!” Ucapnya lagi sambil berlari, menyamai langkahnya dengan pria jangkung itu.

“Mianhae, Hyuna-ya. Aku tak bisa mengantarmu pulang hari ini…. Aku akan pergi ke suatu tempat hari ini…” Ucap Kyuhyun sambil berjalan menjauhi Hyuna yang terus mengekorinya.

“Tak apa, Aku akan ikut juga bersamamu, Kyuhyun!” Ucap Hyuna lagi.

“Terserah!! Jika itu maumu….” Pria itu terus berjalan menjauhi Hyuna. Mengacuhkan gadis itu yang terus mengikutinya. Mereka berjalan menuju ke sebuah mobil sport hitam yang terparkir di sudut lapangan.

“Kita akan kemana hari ini??” Ucap Hyuna tanpa dihiraukan oleh Kyuhyun. Pria itu terus melakukan kegiatannya tanpa mempedulikan gadis itu yang terus berkicau. Kyuhyun duduk dibangku kemudi dan Hyuna duduk disampingnya. Suasana di dalam mobil menjadi sunyi karena tak satupun dari mereka yang berniat memecahkan suasana.

“Konsultan kejiwaan?? Psikolog??” Gumam Hyuna melihat tempat yang akan mereka kunjungi. Kyuhyun masih diam dan tidak menghiraukan Hyuna.

“Kyuhyun!! Jelaskan padaku, kenapa kita ketempat seperti ini?? Kau tidak gila kan??” Ucapnya dengan sedikit berteriak, karena kesal Kyuhyun terus diam terhadapnya. Pria itu menatapnya tajam.

“Diam!! Dan ikut saja, kalau kau tidak mau.. kau bisa duduk disini!!” Desis Kyuhyun.

“Baiklah aku diam, dan menunggumu disini…” Tanpa menunggu Hyuna menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun langsung berjalan menjauhi gadis itu.

“Cihh dasar!!” Desis Hyuna dan menatap punggung pria itu yang menjauhi tempatnya berada. Dia duduk menyender pada kursi mobil. Mengeluarkan sebuah PSP dari saku almamater sekolahnya, dan mulai memainkan benda berwarna merah jambu itu.

Setelah bermain selama satu jam, akhirnya rasa bosan itu datang menyanderanya. Hyuna menatap kearah luar mobil setelah mem-pause gamenya terlebih dahulu. Pria jangkung berkulit pucat itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Hyuna kembali memainkan benda pusakanya itu guna membunuh kebosanan yang melandanya.

Setelah berlama- lama bermain game, Hyuna akhirnya merasa jengah dan mencoba menyusul Kyuhyun kedalam tempat itu. Hyuna bangkit dari duduknya dan membuka pintu mobil itu perlahan. Melangkahkan kaki mungilnya menuju kedalam ruangan. Namun, belum sempat ia membuka pintu kaca. Sesosok Kyuhyun dengan raut wajah yang tak terbaca.

“Kyuhyun!! Kenapa lama sekali?!” Tanya Hyuna, namun tak dihiraukan oleh Kyuhyun. Namja itu terus berjalan tanpa mempedulikan Hyuna yang menanyakannya.

“Yakk!!! Kyuhyun, ada apa denganmu?? Ceritakan padaku, eoh!!” Hyuna mulai khawatir melihat Kyuhyun yang tak merespon pertanyaannya. Pria itu terus berjalan menuju mobilnya yang terpampang di parkiran.

“Kyuhyun… Ada apa ini? Ceritakan sesuatu padaku!!” Ucap Hyuna pelan. Gadis itu menghembuskan nafasnya lega saat melihat Kyuhyun yang menolehkan kepalanya. Pria itu menatap Hyuna dalam- dalam dengan tatapan sendunya.

“Hyuna-ya…” Gumam Kyuhyun pelan. Hyuna menyentuhkan tangan kanannya pada garis rahang Kyuhyun.

“Maukah kau berjanji padaku?? Tidak menjauhiku dan meninggalkanku bila suatu hal terjadi padaku? Kau mau??” Tanya pria itu pelan. Hyuna menatap Kyuhyun dalam- dalan dan menganggukkan kepalanya.

“Ya, Kyu…” Kyuhyun mendesahkan nafasnya berat.

“Aku penderita SSA….” Ucapnya pelan. Hyuna mengerutkan alisnya menatap pria itu. Dia sedikit tidak mengerti dengan apa yang Kyuhyun ucapkan.

“Apa itu??” Tanyanya. Kyuhyun menundukkan kepalanya, dia takut untuk menjelaskan hal itu lebih detail.

“Same Sex Attraction…” Ucap Kyuhyun pelan. Hyuna melebarkan matanya menatap Kyuhyun. Namun didetik selanjutnya gadis itu menampilkan wajah tenangnya dan tersenyum. Kyuhyun menatap Hyuna bingung.

“Kenapa?? Apa kau tak merasa jijik padaku, Hyuna-ya?? Aku ini gay..” Ucap Kyuhyun merasa aneh pada sahabatnya itu.

“Kenapa jijik?? Akukan sudah berjanji padamu, Kyu!!” Ucapnya dan tersenyum lagi pada Kyuhyun. Kemudian, Kyuhyun memeluknya erat.

“Apa yang harus aku lakukan??” Ucap Kyuhyun pelan disela- sela pelukannya.

“Kita akan cari cara untuk menyembuhkanmu, eoh??”

“Tak ada cara untuk menyembuhkanku, Hyuna-ya… Begitu kata dokter!!”Hyuna melepaskan pelukannya pada Kyuhyun. Menatap Kyuhyun dengan tajam.

“Tak ada yang tidak mungkin, Cho Kyuhyun!!! Persetan dengan dokter itu!!” Ucap Hyuna marah.

Flashback off

“Aww.. appo…” Pria itu meringis saat sebuah handuk hangat membasuh sudut bibirnya.

“Aw… Bisakah kau sedikit pelan, Hyuna-ya. Ini benar- benar sakit..” Kyuhyun mengerutkan alisnya saat melihat Hyuna diam tanpa jawaban. Gadis itu terlalu serius dengan luka yang bersarang pada sudut bibir Kyuhyun. Mata gadis itu juga memerah, entah karena apa.

“Hyuna-ya….” Kyuhyun menahan pergelangan tangan Hyuna saat gadis itu beranjak pergi. Hyuna membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun. Mereka saling bertatapan dalam diam, Kyuhyun sangat terkejut saat tiba- tiba Hyuna memeluknya. Gadis itu menangis dalam pelukannya.

“Kyuhyun…” Hyuna memeluk Kyuhyun erat. Pria itu hanya diam mematung, dia terlalu bingung atas kejadian ini. Perlahan, Kyuhyun membalas pelukan Hyuna. Gadis itu masih menangis.

“Uljima….” Kyuhyun mengelus punggung Hyuna, mengalirkan ketenangan pada tubuh gadis itu. Setelah lama menangis, Hyuna merenggangkan pelukannya, menatap Kyuhyun dengan matanya yang memerah dan masih mengeluarkan airmata.

“Kyuhyun…. Kenapa?? Kenapa kau mengakuinya?? Tidak bisakah kau berbohong sedikit??” Hyuna menatap Kyuhyun. Pria itu tersenyum padanya dengan semanis mungkin.

“Tidak… Aku tak bisa, Hyuna-ya…” Kyuhyun mengelus surai lembut gadis itu.

“Wae??” Suara serak Hyuna bertanya padanya.

“Aku tidak ingin menambah kesalahan lagi, Hyuna-ya. Sudah cukup semua kesalahan yang kubuat saat ini… Aku tak ingin menjadi pengecut!!” Ucap Kyuhyun tegas. Pria tampan itu menyampaikan sesuatu yang membuat Hyuna terkejut.

“Tapi, bagaimana dengan hidupmu?? Kebahagiaanmu??”

“Tidak!! Aku akan bahagia dengan aku yang apa adanya…” Kyuhyun menatap Hyuna dalam- dalam.

“Kyuhyun…” Hyuna kembali memeluk Kyuhyun. Tubuh berisi pria itu selalu membuatnya nyaman dengan kehangatannya.
.
.
“Jadi, kau tak akan pulang malam ini??” Tanya Hyuna. Saat ini, mereka sedang berada di dalam kamar gadis itu. Hyuna menyeret Kyuhyun kerumahnya setelah perdebatan yang terjadi antara Kyuhyun dan Ayahnya.

“Entahlah….” Kyuhyun menatap kearah jendela yang menampilkan jendela kamarnya yang tertutup. Rumah mereka memang bersebelahan, bahkan jendela kamar merekapun saling berhadapan.

“Bagaimana jika kau menginap dirumahku malam ini??? Setidaknya aku tidak kesepian lagi!” Tawar Hyuna dengan mata berbinar.

“Bagaimana dengan Kim Ahjussi dan ahjumma?? Apa mereka tidak akan keberatan??” Tanya Kyuhyun.

“Ayah dan ibu sedang di Jepang, lusa baru akan pulang…” Jelas Hyuna. Kyuhyun menganggukkan kepalanya menatap Hyuna. Kemudian menimbang- nimbang keputusan yang akan diambilnya.

“Baiklah.. Aku menginap disini malam ini….” Ucap Kyuhyun.

“Yeaaay!!! It’s gonna be the Best sleep over, ever!!!” Ucap Hyuna riang.

“Apa yang akan kita lakukan??? menonton drama?? Atau bermain PS??” Lanjutnya lagi sambil bergelayut manja dilengan berisi Kyuhyun. Mereka berdua berjalan keluar kamar menuju ruang tengah.

“Kita main PS saja, eoh!!!!” Ucap Kyuhyun saat berada diruang tengah.

“I see!!!”
.
.
“Yak, Kyuhyun!!! Kau curang… Itu tak adil!!” Hyuna mengerucutkan bibirnya. Pria itu menang lagi untuk ronde keberapa.

“Mwo?! Aku tidak curang, Hyuna-ssi. Mungkin kau saja yang tak pandai bermain…” Ucap Kyuhyun sambil mengibaskan tangan kanannya meremehkan Hyuna.

“Yak!! Sudahlah… Aku mau tidur, ngantuk!!” Hyuna membanting stik PS dan berlalu dari hadapan pria itu yang sibuk tertawa dengan tingkahnya.

“Hahahahahahaa…. Kau merajuk…” Kyuhyun terus tertawa hingga gadis itu tak lagi menampakkan batang hidungnya.
.
Mata onyx itu masih belum terpejam, padahal waktu telah menunjukkan bahwa hari telah berganti. Pria itu memandang langit- langkit kamar bercat biru muda itu sambil berbaring. Nafasnya sesekali mendesah berat, mencoba meringankan sedikit beban dari pundaknya.

‘Enyalah kau dari hadapanku!!’
Entah kenapa, kata- kata ayahnya tadi begitu berbekas sehingga Kyuhyun terus memikirkannya sampai tidak bisa tidur dibuatnya. Apa sehina itukah Kyuhyun dihadapan Ayahnya? Kyuhyun hanya bisa diam, tak tahu harus melakukan apa.

‘Tok..tok’

Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah pintu yang berbunyi. Bangun dari tempat tidur itu dan beranjak mendekati pintu. Pintu itu terbuka dan menampilkan sesosok yeoja yang tersenyum padanya.

“Kyuhyun!! Kau belum tidur??” Tanya Hyuna pelan.

“Ya!! Kau sendiri belum tidur!!” Jawab Kyuhyun.

“Itu karena aku belum mengantuk, Tuan Cho!!” Hyuna melangkah melewati Kyuhyun begitu saja.

“Cihh… Katanya tadi mengantuk…..” Desis Kyuhyun pelan. Nerutuki tingkah konyol sahabatnya itu.

“Aku tidak bisa tidur, Kyuhyun!! Apa kau juga begitu??” Tanya Hyuna yang langsung berbaring ke tempat tidur itu.

“Yakk!! Kau kenapa tidur disitu?? Bagaimana aku bisa tidur??” Ucap Kyuhyun pada Hyuna yang tidak peduli dengan aksi protes Kyuhyun.

“Aku tidak bisa tidur dikamarku sendirian, Kyu!! Aku takut, tadi aku mimpi buruk!!” Bohongnya, padahal Hyuna memang ingin tidur disini bersama Kyuhyun.

“Kau tidak usah berbohong, nona!! Bilang saja kau ingin kutemani tidur, Ya kan??” Kyuhyun mendekat dan ikut berbaring disebelah Hyuna.

“Hehe..” Hyuna tertawa pelan. Kyuhyun memang mengetahui segala yang ada pada diri gadis itu, begitu juga sebaliknya. Mereka dibesarkan bersama- sama karena rumah mereka yang bersebelahan. Ditambah lagi hubungan kedua orang tua mereka yang cukup akrab membuat mereka bersikap layaknya sepasang kakak dan adiknya.

“Kyuhyun… Bolehkah aku memelukmu??” Tanya Hyuna. Kyuhyun menolehkan kepalanya menatap yeoja itu. Memiringkan tubuhnya agar gadis itu dengan mudah memeluk tubuhnya.

“Hmm” Gumam pria itu pelan. Dengan antusias Hyuna memeluk tubuh berisi Kyuhyun.

“Hahh…. Kau begitu empuk seperti boneka teddy bear..” Ucapnya. Mereka tertawa bersama. Dan akhirnya tertidur bersama pula.

****

“Eomma!!! Appo… hentikan eomma!!” Seorang gadis kecil berteriak kesakitan saat seorang wanita paruh baya terus memukuli tubuhnya.

“Eomma… Jangan pukul noona… hiks… eomma..” Datang lagi seorang anak laki- laki yang berusia lebih muda dari anak perempuan itu mendekat kearah ibu dan kakak perempuannya.

“Kyuhyun, diam!! Atau kau mau ibu pukul juga seperti kakakmu!!” Wanita itu mengangkat tongkat kecil ditangannya hendak memukul Kyuhyun. Sementara itu Kyuhyun hanya diam sambil menangis.

“Eomma… Jangan pukul Kyuhyun!! Pukul aku saja…” gadis kecil tadi mendekat kearah ibunya.

“Ya sudah!! Kalian berdua akan kupukul!!!” Namun, belum sempat tongkat itu melayang kearah mereka, gadis kecil itu jatuh pingsan dengan air mata yang membekas dipipinya.

“Ahra!!” Ucap wanita paruh baya itu menepuk pipi putri kecilnya pelan. Kyuhyun yang melihat kejadian itu hanya diam.

“Andwe……”
.
.
“Andwe!!!” Kyuhyun berteriak, dan terbangun dari tidurnya. Peluh memenuhi kepalanya, pria itu mengalami mimpi buruk. Atau lebih tepat, mengingat secelumit kisah kelamnya dari masa lalu.

“Kyuhyun, ada apa??” Hyuna ikut terbangun dari alam bawah sadarnya ketika mendengar suara Kyuhyun. Matanya melebar ketika Kyuhyun langsung memeluknya.

“Dia kembali… Hyuna aku takut!” Ucapnya dalam pelukan itu. Hyuna mengelus punggung Kyuhyun, menenangkan pria itu.

“Tak ada yang terjadi, Kyuhyun. Aku akan tetap disini dan tak akan pernah meninggalkanmu, eoh… tenanglah!!” Ucapnya.

“Berjanjilah, untuk selalu bersamaku apapun yang terjadi, Yaksok??”

“Yaksok….”


“Kau dari mana saja!! Menemui pasanganmu itu??” Kyuhyun menundukkan kepalanya saat mendengar suara ayahnya.

“Tidak appa, aku dari rumah Hyuna…” Ucap Kyuhyun jujur. Kemudian Kyuhyun berjalan menuju kamarnya tanpa mempedulikan ayahnya yang berteriak lagi diruangan itu. Kyuhyun butuh ketenangan saat ini.

Kyuhyun menutup pintu kamar itu pelan, meredam semua suara dan menciptakan keheningan. Pria itu melangkahkan kakinya pelan menuju kamar mandi yang terletak di sudut ruangan. Kyuhyun melepaskan satu per satu lembaran kain yang melekat pada tubuhnya. Tetesan air hangat membasahi tubuh polosnya, pria itu memejamkan matanya. Menikmati ketenangan sesaat yang dibuatnya.

‘Aku ingin menjadi normal… Sekarang kumohon, lupakan aku.’

‘Kau benar- benar membuatku malu!!! Enyalah kau dari hadapanku!!’

Bayangan kedua pria itu terus menghantuinya akhir- akhir ini. Entah hal apa yang membuatnya harus mengalami masa- masa sulit yang tak terduga sekaligus. Mungkin akan ada makna dari setiap kejadian, kuharap begitu.

****

‘Tuan… Bagaimana pendapat anda mengenai berita itu???’

‘Klikk’

‘Apa semua itu benar?’

‘Kenapa belum ada konfirmasi langsung??’

‘klikk’

‘Tuan Cho…’

Semua wartawan mengarahkan blitz kameranya dan menembakkan beberapa pertanyaan pada Kyuhyun ketika pria itu keluar dari mobilnya menuju kedalam kantor tempatnya bekerja. Beruntung, ada beberapa security yang melindunginya dari desakan wartawan- wartawan itu. Kyuhyun hanya diam, tak menanggapi pertanyaan yang dilemparkan beberapa wartawan yang mengerumuninya.

Beberapa karyawan dikantor itu membungkukkan badannya, memberi hormat pada Kyuhyun. Namun, Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya pelan dan melewati pegawainya begitu saja.

Beberapa karyawan hanya bisa mengumpat pelan karena sikap angkuh Kyuhyun ketika pria itu masuk kedalam lift khusus. Pintu lift terbuka ketika berhenti pada lantai 15 gedung tinggi itu. Kyuhyun melangkahkan kakinya pelan menuju ruangannya. Kyuhyun langsung disambut dengan beberapa tumpuk kertas yang harus dibacanya untuk ditanda tangani.

Kota Seoul terlihat cerah pagi ini, meskipun sudah memasuki awal musim dingin. Kyuhyun memandang kearah luar kantor yang hanya tertutupi kaca. Pria itu melirik kearah bawah gedung itu, beberapa wartawan masih setia menunggu. Kyuhyun mengumpat pelan, mungkin akan menjadi sesuatu yang sulit selama beberapa waktu.

‘ddrrtt.. ddrrtt’

Sebuah getaran pari saku celananya membuat Kyuhyun mengalihkan perhatiannya sejenak. Pria itu mengerutkan alisnya melihat id caller yang tertera pada ponselnya.

“Yeoboseo… Ada apa Eomma??”

‘…….’

“Mwo?! Tunggu aku disana!!… tut..” Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya dan berlari menuju keluar ruangan dengan terburu- buru. Menuju sebuah tempat yang ditujunya.

****

Seorang pria bertubuh jangkung itu berlarian dikoridor rumah sakit. Kulitnya yang pucat kini terlihat lebih pucat dari biasanya, keringatpun mengalir dari pelipisnya. Pria itu begitu ketakutan sekarang. Dia mempercepat langkahnya melihat seorang wanita paruh baya yang tengah duduk menunudukkan kepalanya didepan sebuah ruangan.

“Eomma!!” Wanita itu menoleh pada Kyuhyun, matanya memerah sehabis menangis.

“Kyuhyun!!!” Wanita yang dipanggil Kyuhyun sebagai ibu itu berdiri saat Kyuhyun semakin dekat dengannya.

“Ada apa, Eomma?? Apa yang terjadi pada appa?” Tanya Kyuhyun. Dia menampilkan wajah khawatirnya.

“Ayahmu, dia ditemukan pingsan di ruang kerjanya tadi… Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya, Kyuhyun!!” Ibunya menangis, dia memeluk tubuh jangkung Kyuhyun.

“Tenanglah, eomma!! Lebih baik kita berdo’a bersama…” Kyuhyun menenangkan ibunya.
Mereka berdua duduk bersama diruangan tunggu rumah sakit itu. Menunggu dokter keluar dengan hasil pemeriksaannya. Kyuhyun memanjatkan do’a untuk kebaikan ayahnya setiap detik sembari menunggu hasil yang sebenarnya.

“Kerabat Tuan Cho….” Seorang perawat berpakaian serba putih itu keluar dengan sebuah papan hasil laporan ditangannya. Kyuhyun pun berdiri dan menghampiri perawat itu.

“Ne… Saya putranya…”

“Silahkan masuk, Dokter Kim ingin berbicara pada anda.” Perawat itu mempersilahkan Kyuhyun masuk kedalam salah satu ruangan di UGD rumah sakit itu.
.
.
“Tuan Cho mendapat serangan jantung, beruntung beliau tidak terkena stroke. Bila itu terjadi akan sangat membahayakan nyawanya…” Jelas dokter itu.

“Jadi, apa ada hal yang harus kami lakukan untuk kesembuhannya, Dok?”

“Untuk saat ini belum ada yang dapat kita lakukan, akan terlalu berbahaya jika melakukan operasi saat ini karena tekanan darahnya yang cukup tinggi…”

“Saat ini kita hanya perlu menahan detak jantungnya agar tetap stabil dengan tidak membuatnya marah ataupun shock…” Jelasnya panjang lebar, Kyuhyun hanya mengangguk pelan dan menatap ayahnya yang terbaring itu sendu.

“Baiklah, untuk sementara waktu hanya itu yang dapat saya jelaskan. Saya permisi dulun tuan..” Ucap dokter itu dan berlalu dari hadapan Kyuhyun.

“Ne.. uisanim.. Gamsha hamnida..”
Kyuhyun mengikuti dokter itu keluar dari ruang perawatan ayahnya. Menghampiri ibu tirinya yang menatap Kyuhyun penuh tanya. Wanita paruh baya itu mendekati Kyuhyun dan melemparkan pertanyaannya.

“Bagaimana keadaanya, Kyu??”

“Appa terkena serangan jantung, tapi tidak begitu bermasalah saat ini, eomma!” Jelas Kyuhyun.

“Apa aku bisa mengenjunginya sekarang?” Tanya wanita itu pada Kyuhyun. Pria itu hanya menganggukkan kepalanya. Dengan sesegera mungkin wanita paruh baya itu memasuki ruang rawat Ayah Kyuhyun. Sementara itu dia hanya diam dan berdiri mematung didepan ruangan itu.

Kyuhyun mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Membuka kontak dan mencari id yang selalu dihubunginya saat dia sedang ingin mencurahkan hatinya. Dia butuh gadis itu sekarang.
“Aku butuh kau. Bisakah kau kemari sekarang, Hyuna-ya??”
.
.
“Cho Kyuhyun!!” Pria itu membalikkan tubuhnya menuju asal suara itu, menatap seorang gadis yang berlari kecil kearahnya.

“Hyuna-ya…” Gumam Kyuhyun pelan saat yeoja itu mendekat kearahnya.

“Ada apa?? Apa yang terjadi, Kyuhyun-ah??”

“Appa…. Dia terkena sakit jantung.” Ucapnya pelan. Kyuhyun memandang lurus kearah taman rumah sakit. Pria itu memperhatikan beberapa anak kecil yang bermain kesana- kemari.

“Apa?? Bagaimana bisa, Kyu??” Tanya gadis itu. Wajah terkejut begitu terlihat dari wajah Jepangnya itu.

“Tekanan darahnya tinggi. Itu semua karena aku, Hyuna-ya. Apa yang harus aku lakukan??” Tanya Kyuhyun frustasi.

“Entahlah, Kyu. Aku rasa kita hanya perlu berdo’a agar beliau mendapat kesembuhan… Omoona!!” Ucapnya, gadis itu membelalakkan matanya saat melihat sepasang anak manusia itu berjalan kearah mereka.

“Waeyo??” Kyuhyun mengikuti arah pandangan Hyuna. Mendapati seorang namja bertubuh atletis itu tengah menggandeng seorang yeoja bertubuh tinggi dengan wajah orientalnya. Mereka tampak tidak menyadari kehadiran Kyuhyun dan Hyuna.

“Oh, Choi Siwon-sshi.” Ucap Kyuhyun saat mereka berpapasam. Mereka berdua berdiri dari tempat duduk itu saling berpandangan.

“Annyeonghaseo oppa!!” Ucap Hyuna. Siwon dan perempuan disampingnya itu terlihat terkejut dengan kehadiran kedua orang itu.

 

“Oh.. Annyeonghaseyo…” Ucap seorang gadis yang berdiri disamping Siwon. Sementara pria itu hanya diam mematung menatap kedua orang dihadapannya itu.

“Apa yang kalian lakukan disini??” Akhirnya pria itu angkat bicara.

“Ayahku sedang dirawat disini…” Ucap Kyuhyun. Siwon memandang Kyuhyun dan Hyuna.

“Oppa, siapa yang ada disampingmu itu?? Kenapa tidak mengenalkannya pada kami??” Tanya Hyuna santai, padahal rasa sakit menyelubungi hatinya saat ini.

 

“Dia calon istriku, Kim Haneul…” Gadis itu mengulurkan tangannya pada Kyuhyun dan Hyuna, mereka menyambut uluran itu dengan baik.

“Aku Kim Hyuna, teman Siwon oppa. Dan ini Cho Kyuhyun… eum.. Kekasihku!” Kedua pria yang ada disana menatap Hyuna terkejut. Terutama Kyuhyun, pria itu menatap Hyuna.

“Benarkah?? Baguslah kalau begitu…” Ucap Siwon datar. Sementara Haneu yang tidak begitu mengerti dengan situasi yang sebenarnya hanya diam memandangi mereka bertiga.

“Baiklah.. Aku permisi dulu, ayo sayang!” Ucap Siwon pada kekasihnya, mereka pergi meninggalkan tempat itu.

“Apa?? Kekasih…??” Tanya Kyuhyun saat kedua orang itu sudah tidak terlihat lagi. Pria itu memandang Hyuna dengan tatapan anehnya dan kembali duduk di bangku taman rumah sakit itu.

“Ya, kekasih… Eh Kyuhyun, aku punya usul…” Ucapnya memandang Kyuhyun dengan tatapan berbinarnya.

“Apa??”

“Bagaimana kalau kita menikah???” Tanya gadis itu.

“Oh… Menikah..” Jawab Kyuhyun santai, dia belum menyadari apa yang diusulkan Hyuna. Namun dalam beberapa saat kemudian.

“Apa?! Menikah?!!”

TBC

 

Part sebelumnya klik disini

6 thoughts on “The Reason Chapter 2

  1. ataly46

    kyu dah nikah ajah sama hyuna.. biar normal lagi ^^… enteng banget yah hyuna minta nikah.. siwon kayaknya masih suka deh sama hyuna??
    oke eonni q tunggu next chap.a salam kenal ^^

    Reply
  2. ataly46

    kyu dah nikah ajah sama hyuna.. biar normal lagi ^^… enteng banget yah hyuna minta nikah.. siwon kayaknya masih suka deh sama hyuna??

    oke eonni q tunggu next chap.a salam kenal ^^

    Reply
  3. rahayu93

    terlalu banyak pikiran ampe gag connect ama yg hyuna bilang hhahaha dasar kyuhyun.. tpi bagus uga sih kalo mereka menikah.. capa tau aja kyuhyun bisa sembuh kan..

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s