I’m Fine Thank’s

im-fine-thanks-poster-picsay

Pria itu menatapku sendu. Menyiratkan rasa ibanya padaku, aku hanya diam menundukkan kepalaku. Aku lebih memilih menutup mata, meredam airmata yang selalu ingin mengalir melalui pelupuk mataku. Aku tak boleh terlihat lemah dihadapannya.

Mianhae…. Kurasa kita harus berpisah…” Ucapnya, suaranya terdengar tegas. Aku mendongakkan kepalaku menatap manik mata onyxnya.

“Kenapa??” Suaraku begitu berat untuk berbicara lebih banyak pada pria ini.

“Maaf… Aku bertemu seseorang yang lebih baik darimu, tidak menyebalkan sepertimu, tidak kekanakan.. Dan…” Aku memotong pembicaraannya.

“Ya, Kyuhyun!! Aku memang tidak lebih baik darinya… Aku mungkin tidak sesempurna yang kau inginkan. Tapi aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik bagimu… Tapi…” Aku menghembuskan nafasku kasar dan menatap matanya dalam- dalam.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.” Aku mendongakkan kepalaku menahan airmata yang terus mendesak.

“Hyuna-ya…” Ucapnya pelan. Suaranya terdengar begitu mengkhawatirkanku.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.” Ucapku. Aku menatap lagi matanya yang terlihat tegas. Kemudian pria itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kertas karton tebal berwarna putih dengan motif bunga berwarna silver.

“Datanglah ke acara pertunangan kami… Aku sangat mengharapkan kehadiranmu.” Ucapnya. Meskipun hati ini sakit, aku akan selalu berusaha tersenyum dihadapannya.

“Ya, Kyuhyun. Selamat kalau begitu…” Ucapku. Kulihat dari tatapannya, dia terlihat terkejut. Aku kembali tersenyum menatapnya.

“Kyuhyun!!” Panggilku setelah kami diam beberapa saat.

“Apa?” Tanyanya pelan. Pria itu kini sedang menatap riak tenang sungai Han sembari membenarkan letak mantel coklatnya.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…” Ucapku pelan. Kyuhyun menatap mataku, kemudian menganggukkan kepalanya.

Aku menghambur kedalam pelukannya. Tubuh ini begitu hangat, tak akan kulupakan. Feromon tubuh ini akan sangat kurindukan. Aku sangat menyukai setiap lekuk tubuh pria ini, dan akan selalu merindukannya. Jika suatu hari nanti aku akan terlahir kembali, aku ingin menjadi seseorang yang sama dan kembali mengenalnya. Kueratkan pelukanku, menghirup aroma tubuh ini lebih lama.

‘Kyuhyun… Aku mencintaimu. Na hyuna Kyuhyun saranghanda.’

Aku melepaskan pelukannya. Menatap setiap lekuk wajah pria dihadapanku ini. Menyentuhkan tanganku pada matanya yang terpejam, pipinya yang berisi dan hidung mancungnya. Aku merekam setiap sudut wajahnya dalam memoryku. Menyimpannya secara rapih dan tak tersentuh.

‘I’ll miss you in all of our moment together…’

“Kyuhyun… Aku harus pergi! Sampai jumpa!” Aku membalikkan tubuhku, melangkah pergi menjauhi pria itu.

Airmata sialan ini terus menetes. Namun, aku harus tetap berjalan. Aku tak boleh terlihat lemah. Aku terus berjalan menuju salah satu halte. Duduk disana sambil menunggu kedatangan bus.

Langit terlihat mendung, sesekali meneteskan air. Sial, aku harus menunggu lebih lama disini, sendirian. Suara petir perlahan menggema. Hujan pun turun dengan derasnya.

Aku turut menangis mengikuti irama hujan yang membasahi bumi. Beruntung jalanan saat ini sangat sepi, aku tak perlu takut seseorang mendengar tangisanku. Tangisanku saat ini begitu menggambarkan betapa pedihnya hatiku. Namun aku sadar, mungkin dia bukanlah kebahagiaanku.

‘Thank you….’

***

Author POV

Seorang pria bertubuh jangkung tengah berlari. Pria itu berlari tanpa mempedulikan tuxedo yang dikenakannya akan terlihat lusuh. Tak peduli dengan beberapa orang yang ditabraknya. Pria itu terus berlari ditengah koridor rumah sakit itu.

“Bolehkah aku memelukmu?? Untuk terakhir kalinya…”

Peluh terus menetes dari pori- pori pria itu. Wajah tampannya terlihat sangat khawatir, namun hal itu tidak mengurangi kadar ketampanannya. Pria itu memperlambat laju larinya dan kemudian berhenti pada tempat yang disebutkan tadi.

Lampu diatas pintu ruangan itu masih menampilkan warna merah. Yang artinya operasi belum selesai dilakukan. Kyuhyun terduduk dikursi tunggu dekat pintu, menundukkan kepalanya.

“Tak apa… Aku baik- baik saja, terima kasih.”

Kyuhyun menatap lantai marmer itu dengan tatapan kosong. Pria itu merutuki kebodohannya, yang tak pernah menyadari betapa besarnya cinta untuk gadis itu. Sesempurna apapun Kyuhyun, gadis itu selalu mencoba menjadi yang terbaik untuknya. Namun dengan gampangnya Kyuhyun melepaskan gadis itu demi seseorang yang bahkan tak ada apa- apanya bila dibandingkan dengan gadis itu.

“Jika aku memang tak pantas untukmu.. Pergilah bersamanya, aku rela asalkan kau selalu bahagia.”

‘Aku sadar, aku tak akan pernah bisa bahagia bila aku hidup tanpamu, Hyuna-ya Saranghae…’

.
****
.

“Aku tak menyangka dia akan pergi secepat ini… Rasanya baru kemarin aku menimangnya…” Ucap seorang wanita paruh baya, beliau menceritakan sambil menahan air matanya yang akan menetes.

“Kenapa tidak aku saja yang pergi?? Kenapa harus dia??” Ucapnya lagi. Namun, kali ini ia tak dapat membendung tangisannya. Semua orang menatap mereka iba.

Ruangan itu terlihat begitu memilukan, dengan semua yang serba hitam. Namun, sebuah foto dengan seorang yeoja yang memamerkan senyumannya. Tak ada sedikitpun ekspresi duka yang ditunjukkannya. Berbeda dengan raganya yang nyata saat ini, begitu pucat dengan mata yang terpejam. Namun, senyuman tak pernah luput dari wajah cantiknya.

Pria itu berdiri disudut ruangan, menatap orang- orang yang memberi penghormatan terakhir pada gadis itu. Dan juga beberapa orang yang menangisi jasad tak bernyawa itu. Kyuhyun hanya diam mematung.

Perlahan, Kyuhyun berjalan mendekati Kim ahjumma, pengurus Hyuna saat dia masih berada di panti asuhan dulu. Pria itu memeluk wanita paruh baya itu. Mereka berdua menangis pilu, meratapi kepergiannya.

Ahjumma… Mianhae... Seharusnya aku menjaga Hyuna dengan baik…” Ucap Kyuhyun. Pria itu membungkukkan tubuhnya dihadapan Kim ahjumma yang masih terisak. Kemudian berbalik menuju ke peti yang berada ditengah- tengah ruangan itu.

‘Hyuna-ya.. Aku sangat mencintaimu, selamat jalan cintaku!’

Kyuhyun mengecup dahi gadis itu lama. Menyalurkan segala kerinduan dan kasih sayangnya pada jasad itu. Kemudian pria itu mengeluarkan sebuah cincin dan menyematkannya di jari manis kanan gadis itu. Kemudian mengecup punggung tangan itu lembut.

‘Dimanapun kau berada, aku akan selalu menjaga sudut terdalam hatiku untukmu… I love you!’

Pria itu kembali membungkukkan tubuhnya, memberi penghormatan terakhirnya pada gadis itu. Namun, saat ia hendak berbalik menjauhi tempat itu. Tiupan angin yang hangat menerpa tubuhnya. Feromon yang begitu dirindukannya menyambangi indera penciumannya.

‘Aku juga mencintaimu, Kyuhyun…. Jaljayo..’

-Jika kau merindukanku, rasakan detak jantungmu. Karena aku akan hidup disetiap pompaan darah di tubuhmu-

End

Maaf yang sebesar- besarnya buat yang gak suka baca ff sad end. Huhuhu T.T ff ini terinspirasi setelah aku dengerin lagunya Kyu yang momment of farewell. Jadi hadirlah ff ini hohoho 😀

Tunggu yaaa karya aku selanjutnya… Paipai

8 thoughts on “I’m Fine Thank’s

  1. dedeadealila

    Aku kaget ini akhirnya begini…. Sedih euuyy tadinya gak kebawa suasana kirain ceweknya move on… Eh kok jadinya begini… Hehehehe terkecoh saya jadinya… Dan Senyam senyum sendiri… Ditunggu cerita2 selanjutnya 😀

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s